لومړۍ 165 کرښې.
Mau jalan sebentar, Takemichi?
Ya.
Taman ini terasa nostalgia.
Aku ke sini bersama orang yang kusukai.
Eh? Wih ....
Di malam Natal.
Hingga kini, aku tidak bisa melupakan orang itu.
Eh?
Kenapa aku dicampakkan?
Hingga kini, aku masih tak paham.
Maaf! Aku mau ke toilet dulu.
Aku harus berubah!
Aku harus menyatakan perasaanku padanya!
Ups.
Loh?
Kau enggak di dalam mobil, toh?
Hina!
Hina!!!
Take ... michi.
Hah?!
Kenapa bukan kau ... yang di dalam mobil ...?
Akkun!
Hina, ayo keluar dari sini!
Kakiku sekarang sudah ...
... mati rasa.
Aku pasti akan menyelamatkanmu!
Meski terus-menerus gagal,
aku akan mencobanya berulang kali!
Sebelum kusampai pada masa depan yang mana dirimu terselamatkan,
aku pasti takkan menyerah!
Hina.
Ah.
Kamu itu selalu muncul secara tiba-tiba, ya.
Hina!
Aku mencintaimu!
Anu, apa Anda baik-baik saja?
Saya paham perasaan Anda.
Sekarang giliran orang berikutnya yang akan berdoa di sini, jadi ....
Anu.
Bagaimana?
Kalau berkenan, Anda bisa ke sebelah sana.
Anu, apakah Anda mendengarnya?
Ah.
Kenapa?
Padahal seharusnya berjalan lancar.
Naoto.
Kakak ....
Hanagaki Takemichi ...?
Ah.
Saya ibunya Hinata.
Lama tidak berjumpa.
Naoto-nya bagaimana?
Tenang saja.
Dia sudah lebih tenang.
Begitu, ya?
Syukurlah.
Ini ....
Untuk saya?
Coba bukalah.
Ah.
Ini ....
Sepertinya itu benda kesayangannya.
Dia selalu mengenakan itu dan menjaganya baik-baik.
Kamulah yang menghadiahkan itu padanya, 'kan?
Dia sangat menyukaimu, ya.
Hina.
Kerah kami ditarik, dan diberi bogem mentah
sehingga kami sempoyongan, lalu jongkok bersebelahan
Di tengah hujan yang diprediksi, kau menyeringai
lalu berbohong bahwa "luka pasti akan sembuh"
Bahkan adu mulut yang sering dilakukan
tak bisa kulakukan dengan baik
Jangan katakan candaan yang membosankan
Rasa bosannya pun tampak jelas di mataku!
Tak peduli walau seberapa banyak air mata yang mengaliri pipi lebamku ini
melalui hati yang goyah bersanding dengan bahu
kau pasti bisa menghindari akhir buruk yang menghantui!
Kenapa rasa sakit ini lebih nyaman dibanding kebahagiaan?
Bahkan rasa sakit ini kian menggema!
Sambil menggigit lidah dan mengenakan baju basah,
mari kita tertawakan wajah sembap ini
Lalu di tengah malam bermandikan hujan
kita ikrarkan balas dendam!
Aku sudah menyelidiki tentang Sendou Atsushi.
Saat ini, dia sudah menikah dan mempunyai anak.
Eh? Akkun sudah menikah?
Kenapa dia melakukan hal ini meski sudah berkeluarga?
Saat ini, keluarganya sedang menghilang.
Eh?
Kemungkinan keluarganya dijadikan sandera,
dan dia diancam.
Apakah Sendou mengatakan sesuatu saat dia sekarat?
Ya.
Dia berkata hal yang sama.
Bahwa dia adalah bawahan di Touman.
Lagi-lagi Touman?
Oh, iya.
Kenapa Hanma ada di situ?
Ujung-ujungnya, kita tidak dapat mengubah apa pun, ya.
Apa pun yang kita lakukan akan percuma.
Ujung-ujungnya, takdir tidak dapat diubah.
Itu salah besar, Naoto.
Kalau tidak ada perubahan meski Draken terselamatkan ...
... berarti penyebab Touman menjadi geng jahat bukanlah karena itu.
Ketika Hina mati di hadapanku,
aku memahami suatu hal sambil melihat kobaran api.
Bahwa kita harus memperbaiki hal ini hingga ke akarnya.
Akar?
Menghancurkan Touman!
Demi hal itu, aku akan menjadi pemimpin Touman di masa lalu!
Kukira kau akan bicara apa.
Aku serius.
Itu sangatlah gila.
Gila pun tidak masalah!
Kalau bisa menyelamatkan Hina, aku akan melakukan hal segila apa pun!
Ide yang sangat ekstrem, ya.
Tapi ....
Terima kasih.
Ah.
Kemurunganku seakan membuatku jadi bodoh.
Rasanya bego banget.
Eh?
Woi, kenapa kau sering sekali berbicara sendiri?
Tapi, kenapa hal ini terjadi meski Bang Draken sudah terselamatkan?
Soalnya, Bang Draken dan Bang Mikey masih terus bersama.
Bukankah tidak ada celah untuk disusupi Kisaki?
Kalau Draken masih hidup, Touman takkan mungkin jadi jahat, 'kan?
Menyelidiki Ryuguji di masa kini tampaknya perlu dicoba.
Maaf terlambat.
Kukira sesuatu terjadi padamu karena kau tidak membalas pesanku.
Maaf.
Tapi, ya.
Kita ada perlu apa di tempat seperti ini?
Nomor 248.
Ada tamu untukmu.
Aku sudah menyelidikinya.
Ryuguji Ken tidak berada dalam Touman di masa kini.
Meski begitu, informasi kematiannya juga tidak ada.
Artinya, dia takkan ketemu meski dicari.
Ah.
Saat ini, Ryuguji Ken ...
... adalah terpidana mati.
Lama tidak berjumpa, Takemicchi.
Syukurlah kau baik-baik saja.
Bang Draken!
Bang Draken.
Kau baik-baik saja?
Begitulah.
Salam kenal.
Namaku Tachibana Naoto.
Ah.
Berkatnya, aku bisa mengunjungimu.
Oh, begitu.
Terus, ada perlu apa?
Aku enggak tahu.
Bahwa Bang Draken terpidana mati.
Apa yang terjadi?!
Kenapa Bang Draken bisa melakukan pembunuhan?
Apa yang terjadi pada Touman?
Takemicchi.
Aku tidak menyesali perbuatanku.
Berada di sini adalah bentuk hukuman untukku.
Penyebab Touman menjadi seperti ini juga karena salahku.
Karena aku tidak menghentikan dia.
Dia?
No comments yet. Be the first to leave one.