لومړۍ 200 کرښې.
"Penantian sebulan sudah berakhir"
Sudah lama aku tidak pergi ke Yeouido.
"Hasil tes Yu Jae Seok negatif, akan kembali bekerja tanggal lima"
"Dia kembali ke lokasi dengan aman"
Sudah lama aku tidak datang kemari.
Bukankah begitu?
Bagaimana kabar semuanya?
Sudah lama sekali.
Aku menyukainya.
Sejak MSG Wannabe... Sudah berapa lama?
Aku cukup beruntung bisa kembali dalam kondisi sehat tanpa masalah.
Kepada pemirsa yang menunjukkan dukungan
dan kekhawatiran mereka, terima kasih.
Berkat kamu, aku kembali.
Sekarang, kru kita...
Perisai mereka digandakan.
Juru kamera di balik papan transparan dan memakai masker wajah.
Itu bagus.
Ini keharusan untuk kesehatan semua orang.
Yang membuatku bisa melewati karantina dua pekan
adalah dukungan semua orang, itu benar.
Tapi Olimpiade.
Terima kasih, Tim Korea.
Jika bukan karena Olimpiade,
aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan selama karantina.
Aku banyak bertepuk tangan di rumah sendirian.
"Tertawa"
"Bertepuk tangan"
Aku terus melakukan itu sendiri.
"Bagus!"
"Dia hanya bisa mendengar dirinya bersorak di kamarnya"
Aku diam di rumah, tapi harus jauh dari keluargaku untuk sementara.
Pada hari pertama, aku tidak percaya apa yang terjadi.
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
Intinya, setelah menjalani karantina,
aku menyadari banyak hal.
Memiliki kebebasan untuk melanjutkan hari sangatlah berharga.
Baiklah.
Pasti banyak orang penasaran tentang apa yang akan kulakukan hari ini.
Aku banyak bicara dengan kru selama karantina.
Jadi, setelah pertimbangan panjang,
kami memutuskan untuk menemui wajah-wajah tidak asing hari ini.
Sekarang pukul 7.45 pagi.
Kita bertemu lebih awal untuk "Infinite Challenge",
tapi tidak untuk Hangout with Yoo.
Hei.
"Kemunculan tamu pertama membuatnya tersenyum"
Rasanya aneh melihatmu di acara ini.
Duduklah. - Ini terasa aneh.
Memang aneh. - Benar.
Ada yang aneh. Ini perasaan baru.
Lama tidak berjumpa, Semuanya.
"Dia bisa bertemu kru 'Infinite Challenge'"
"Setelah sekian lama"
Benar. Dahulu seperti ini.
Benar. Sudah lama sekali
sejak kita bertemu di hari Kamis. - Benar.
Astaga. - Astaga.
Hei, Kwang Hee. - Halo.
Sungguh mengejutkan. Kamu mengundangku.
Benar.
Senang menemuimu. Baiklah. - Duduklah.
Kwang Hee. - Ya.
Sejujurnya, aku jarang merasa kecewa dengan hal seperti ini.
Ya? - Itu tidak terduga.
Saat aku memulai karantina...
Dia tidak menghubungimu?
Banyak orang mendoakanku.
Apa yang kamu lakukan? - Kamu tidak menghubunginya?
Tidak kulakukan karena kupikir dia akan sibuk.
Kamu tidak berperasaan. - Haha. Dengar.
Itu membantuku memilah pertemananku.
Apa? Tidak. Jangan lakukan itu.
Duduklah dahulu.
Harus kuperbaiki ini sekarang.
Kenapa kamu menjauhkanku?
Aku menonton "You Quiz on the Block".
Lupakan saja. - Jo Sumi tampil di sana kemarin.
Siapa? - Jo Sumi.
Episode kemarin adalah kumpulan sorotan.
Benar. Itu dia.
Itu tampak lezat. - Terima kasih.
"Tamu berikutnya adalah..."
Ini aku. Halo. - Apa?
Bukankah kamu dari "High Kick!"?
"Jung Jun Ha dari 'High Kick!'?"
Jangan terlalu kejam. - Kamu mirip karakter itu.
Astaga. Kamu bau kolonye.
Bahkan tidak terlalu kuat. - Ayolah.
Jangan pakai terlalu banyak. - Hei.
Lalu bagaimana harus kupakai?
Kupakai lapisan tipis kolonye.
Kenapa kamu semprotkan ke kausmu?
Berhenti melebih-lebihkannya. Terdengar seolah-olah aku bau.
Astaga. Kamu bau sekali.
Aku berdandan hari ini. - Bagaimana bisa itu berdandan?
Apa? - Kenapa kamu mengikat sepatumu?
Kamu khawatir itu akan dicuri?
Astaga.
Aku berdandan rapi hari ini. - Kenapa...
Sepatumu... - Kamu membuatku gila.
Kamu juga melakukan karantina. Makanlah gukbap.
Aku pesan semangkuk gukbap. - Baiklah.
Restoran ini populer. - Halo.
Halo. - Kamu belum pernah makan di sini?
Belum. Jangan pikir aku tahu semua restoran.
Ini kali pertamaku kemari. - Kamu pria dari "High Kick!"
Ayolah. - Sudah kuduga.
Kamu... - Aku menyukai acaramu.
Kamu tampil di "High Kick!" - Dengar.
Aku ingin memotong rambutku. - Baiklah.
Tapi aku memanjangkannya selama karantina.
Baik!
Kamu pasti bosan. Kamu pasti ingin bicara dengan orang-orang.
Aku suka karakter Park Hae Mi di drama itu.
Beri aku makanan.
Ubi labu!
P-O-R-N-O! - Kamu...
Ubi labu!
Aku suka episode itu. Episode ubi labu.
Halo. - Kamu sudah datang.
Halo. Kabarmu baik, Sae Ho?
Kemarilah. - Baiklah.
Kemarilah. - Sae Ho. Kamu mau makan apa?
Gukbap atau yang lain?
Tunggu. Aku mau itu.
Tentu. - Bibimbap.
Sae Ho sedang diet, jadi, dia berusaha menjauhi karbohidrat.
Tapi ini bibimbap. Bukankah aku harus makan nasi?
Kamu jarang makan karbohidrat. - Tapi aku tetap butuh nasi.
Campurkan saja sayurannya.
Tambahkan gochujang. - Tunggu.
Omong-omong... - Ayolah. Berpikirlah rasional.
Bukankah aku harus menambah nasi? - Benar.
Kalau begitu, sebutannya bibim. - Masalahnya...
Masalahnya,
makanan tidak penting hari ini. - Benar.
Hari ini bukan tentang makanan. Benar.
Tapi aku tetap... Terima kasih. - Dia memberimu nasi.
Itu tampak lezat. - Terima kasih.
Aku belum pernah tampil di acara
dengan Kwang Hee. - Benarkah?
Tidak dengan Kwang Hee. - Benar.
Saat Kwang Hee selesai wajib militer, acara itu berakhir.
Pertemuan hari ini sangat berarti. - Benar.
Secara pribadi, Kwang Hee,
Se Hyeong yang tidak bersama kita, - Se Hyeong.
dan Sae Ho...
Kami berterima kasih pada kalian. - Tentu saja.
Mereka sangat terbebani saat itu. - Benar.
Tapi mereka tetap bergabung. - Benar.
Aku sangat berterima kasih kepada kalian.
Omong-omong, kamu ada di puncak sekarang.
Benar. - Benar.
Aku sibuk belakangan ini.
Dia ada di tiap saluran. - Sungguh.
Aku turut bahagia untuknya.
"High Kick!" berjalan lancar. - Aku setuju.
Mengingat jadwalmu, kamu pasti kurang tidur.
Ini sulit sekali.
Aku harus merekam banyak adegan.
Baguslah.
Jadi, kamu harus berhenti mengatakan hal yang tidak kamu maksudkan.
Kamu terus bilang ingin mengelola restoran, tapi itu tidak mudah.
Aku yakin kamu yang paling tahu.
Aku mengatakan ini pada Jae Seok. - Benar.
"Aku akan mengelola restoran." - Dia bilang akan mengelolanya.
Tapi setelah mengelola restoran,
aku menyadari betapa sulitnya itu. - Itu sulit sekali.
Mengelola bisnis sangat sulit.
Aku tidak tahu COVID-19 akan melanda.
Aku juga bekerja keras di industri TV,
tapi orang bilang aku sudah pensiun.
Kupikir kamu mengacau dan sedang istirahat.
Orang-orang berpikir begitu. - Hei.
Kamu. - Begitu rupanya.
Hentikan. - Aku serius.
"Tertawa"
Kamu dan Sae Ho tampil di acara lain, "You Quiz on the Block".
"You Quiz on the Block". - Ya.
Kalian syuting di Apgujeong-dong.
Saat kami di jalanan itu. - Benar.
Kalian ada di depan restoranku.
Apa kami bilang itu restoranmu? - Ya, kalian bilang begitu.
Tapi aku malu, jadi, aku pergi lewat pintu belakang.
Aku pergi. - Astaga.
Ini menyedihkan. - Ya.
Aku pergi lewat pintu belakang.
Tapi menyedihkan mereka tidak masuk.
Kami pergi. - Maksudku...
Kalian tidak masuk, bukan? - Kamu lihat matanya?
Kamu lihat itu? - Tidak.
Aku melihat matamu gemetar. - Kami masuk.
Sejujurnya, - Dia tidak ada di sana?
aku berharap dia tidak ada di sana.
Waktu kami terbatas.
Jae Seok sudah sering menuntunmu, dan kamu menjadi menghibur.
Aku? - Ya.
Ya. Dia banyak membantuku. - Kamu memang membantunya.
Itu kesalahpahaman. Aku tidak membantunya.
No comments yet. Be the first to leave one.