لومړۍ 200 کرښې.
Kasim adalah pria yang dikebiri, untuk bertugas menjaga ruang tamu perempuan di istana.
e
je
jem
maha
jamah
jemaha
jamilah
terjatuh
terjembab
terjungkal
telanjangla
terjemahan m
terjemahan ma
terjemahan mah
terjemahan mahs
terjemahan mahsu
terjemahan mahsun
terjemahan mahsunm
terjemahan mahsunma
terjemahan mahsunmax
Wow! Besar sekali!
Ini sudah tak dipakai walaupun besar!
KASIM YANG SAKTI
Di tahun 1644 berikut ini adalah Chongzhen tahun ke-17 pada 18 Maret
Chuangwang Li Zicheng mengerahkan para petani untuk memberontak
Dalam Dinasti Ming dan memimpin Pasukan Dashun
Memulai perjuangan hidup dan mati
Akhirnya pasukan Dashun dari Li Zicheng
menghancurkan pasukan Ming untuk menguasai Dinasti Ming di Beijing
Saudara-saudara! Ikuti aku!
Hore Kaisar Li!
Hore Kaisar Li!
Ha ha ha ha....!
Lapor pada Kaisar Li!
Tak ada tanda-tanda Kaisar Chongshen memasuki kota.
Biarkan yang patuh padaku merundingkan kekayaan dan kebangsawanan.
Dan yang melawanku akan mati.
Ya!
Ayo! Ayo! Ayo!
Ayo! Cepat! Cepat!
Kemanapun tak bisa lari.
Bunuh sang kaisar, kaisar anjing.
Ayah, aku takut.
Jangan takut, jangan takut... ayah bersama kalian.
Hup! Anda pergilah dulu Yang Mulia. Serahkan ini padaku.
Minumlah air, Paduka.
Yang Mulia, silahkan.
Hup
Kota Terlarang telah dikuasai, Yang Mulia.
Wang Chengen. / Ya Paduka.
Siapkan pakaianku, saatnya aku pergi (=mati).
Yang Mulia!
Kemarilah!
Ya Tuan!
Masing-masing kita satu tali. / Ah!
Akan lebih baik jika tali ini cuma mie.
Kemarilah!
Ya! Yang Mulia!
Siapa namamu? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.
Yang Mulia, namaku Da Bao. dan hamba seorang otaku (Kasim)
yang tak pernah keluar dari pintu.
Suatu hari, tiba-tiba ada ide keluar dari kepalaku
yaitu aku harus pergi keluar untuk melihat dunia yang luas.
Tapi si pembuat pisau Lao Wang berkata aku terlahir dengan tulang aneh.
Lahir dalam dapur istana. Awalnya hamba menolak pendapat dia.
Bagaimanapun, dia memaksa mengajakku masuk istana.
Sudah cukup! Berdirilah.
Ya, Yang Mulia.
Walau aku tak punya waktu untuk menyenangkanmu,
aku nyatakan untuk memberimu gelar Selir Hui padamu mulai sekarang.
Da Bao. / Ya!
Ini putri kesayanganku.
Dan kupercayakan mereka padamu sekarang.
Kau bawa mereka melarikan diri.
Ya, Yang Mulia.
Mohon pikirkan lagi, Yang Mulia.
Apakah si Kasim kecil yang tak diketahui asal usulnya bisa dipercaya?
semua warga sipil dan pejabat militer di istana
aku percaya kemanapun perginya.
Pergilah.
Yang Mulia! / Da Bao.
Ya. / Bawalah mereka bersamamu!
Ya.
Semua pejabat melemahkanku!
Yang Mulia! / Ayah!
Yang Mulia telah kehilangan nyawanya.
Seperti aku yang seorang Kasim yang kehilangan sumber kehidupan: Penis!
Sumber kehidupanku!
Apa yang kau lakukan?
Ayo cepat.
Aku bilang ayo! Cepat!
Tak ada gunanya melarikan diri. Sekarang seluruh dunia milik Pasukan Dashun.
Cepat!
Ayo cepat! Jangan lembek.
Kau cepat! Kau juga.
Saat bagus untuk membeli bunga.
Terutama yang segar. Hey, kau tahu ini harga yang bagus.
Belikan kakak perempuanmu, ah...
Bagus ya, beraninya kau melarikan diri sendirian!
Dasar kau Kasim licik, lancang sekali melawan perintah!
Ayahku akan menghancurkan seluruh keturunanmu!
Mana ayahmu?
Sudah, sudah. Abaikan saja dia.
Baik, baik, berhentilah menangis!
Ini memang permintaan terakhir kaisar padaku. Biar aku yang atur.
Nah, bagaimana kalian bisa masuk istana?
Dengan merayu. / Merayu?
Bagaimana negara ini tak hancur.
Cukup bicaranya!
Bersama Selir yang sangat berbakat!
Baik! Cepat cari gucinya!
Apa? / Apa?
Apa kalian berlagak bodoh disini?
Tentu saja aku tahu. Pasti ini adalah guci anggur yang banyak disini.
Anggur?
Ini Minuman Dong.
Minuman Dong?
Wuliangye.
Wow! Kau pintar sekali. Selir Hui!
Kau tahu segalanya!
Ini bukan anggur.
Ini adalah "Sumber Kehidupan"ku : Penis.
Carikan guci yang ada tulisannya "Dao Bao"!
Oh!
Ah! Lucunya ini?
Ini adalah "benih".
Akan bersemi saat ditanam di tanah.
Oh! Coba lihat yang ini, ini sudah bersemi.
Betul! Penis yang terbesar, berarti gucinya terbesar.
Carikan guci yang terbesar!
Itu disana.
Berhenti. Hadang anak bertiga itu.
Berhenti. Aku bicara pada kalian!
Apa kalian tuli?
Beraninya kau bicara dengan tuan putri seperti ini!
Apa yang kau bicarakan, "tuan putri"?
Dia bilang: semoga kau bersikap baik dan berumur panjang bagai di surga!
Dan selamat ulang tahun!
Dan tiap tahun dan tiap ultah adalah sebaik hari ini.
Hentikan! Kau pikir aku bodoh?
Dari baju yang kalian pakai,
ya, pakaian itu,
itu menunjukkan siapa kalian.
Sebenarnya, kalian ini...
...aktor dan aktris.
Benar 'kan aku? Ha ha ha!
Ya, kau benar. Kami ini aktor dan aktris.
Permaisuri Yu!
Baginda Raja Chu! / Permaisuri Yu!
Baginda Raja Chu! / Ayah!
Tunggu dulu, apakah Raja Chu dan Permaisuri Yu punya anak?
Ya, mereka punya anak.
Ah? Apa kalian bercanda dan meremehkan pendidikanku?
Ah! Prajurit, Prajurit! Dia harusnya memerankan Wu Yama.
Tapi dia pikir dialognya kurang bagi dia.
Dia selalu menambahkan beberapa dialognya sendiri.
Kuijinkan kau memerankan kuda!
Ha ha ha! Menarik sekali!
Ayo! Kurung mereka untuk bernyanyi. / Ya!
Menyanyi untukku malam ini.
Ayo.
Ah! Ini barang berhargaku.
Milikku!
Ayo! Cepat! Ayo!
Cepat! Masuk! Cepat!
Ah! Jangan dikunci, buka pintunya!
Buka pintunya! / Jangan teriak-teriak!
Tuan Putri, beristirahatlah.
Kasim licik! Gara-gara kau kita harus menyanyi dan menari.
Dan sekarang kau masih bisa tidur!
Beraninya kau menyuruhku memerankan kuda!
Apa aktingku bagus?
Selama kau fokus pada akting, kau bertanya pada orang yang tepat.
Akting yang paling penting dari hati.
Benar-benar mendengar dan melihat perasaan yang sebenarnya.
Yo yo yo. / Waktunya makan!
Waktunya makan!
Ah! Apa ada makanan buat kami?
Ada makanan? Ah! Ada makanan buat kami?
Kami belum makan sama sekali!
Tolong berikan penjepit rambut! / Ao.
Kau bisa juga!
Aku benci, aku akan lemas bila lapar.
Kunci ini gampang seandainya ini kue osmanthus wangi yang manis.
Siapa yang bilang kau boleh makan sendiri?
Aneh, tadi aku sungguh melihatnya seperti kue osmanthus.
Kau pasti kelaparan, makanya kau jadi gila.
Ini bukan ilusi, pasti ada alasannya.
Kita pukul saja pelan-pelan.
Kita akan tahu alasannya.
Apa yang akan kau pukul! Ayo pergi! Cepat!
Dimana kita?
Ini dulu rumahku sebelum aku masuk dalam istana kerajaan.
Rumahmu cukup luas.
Rumahmu kecil sekali.
Apa yang kau lihat, dasar kau Kasim licik!
Kau...!
Tuan Putri, dia tak bisa ambil keuntungan darimu karena dia cuma Kasim.
Sudahlah, kita ini sedang buru-buru.
No comments yet. Be the first to leave one.