لومړۍ 200 کرښې.
Marcy.
Ya Tuhan.
$3 juta cincin penyelundupan narkoba.
22 pon heroin disita,
Berikut sejumlah kecil kokain, mariyuana dan ekstasi.
Polisi berkata cincin tersebut berpusat di Kolombia,
Dengan melonjaknya obat-obatan di pusat kota besar.
25 orang sudah ditahan dan menghadapi tuntutan.
Marcy.
Harvey sudah tinggalkan enam pesan,
Dan dia bilang mengirimmu surel. Dia mulai membuatku takut.
Siapa?/ Harvey.
Dia... Kau memecatnya hari Jumat.
Oke, aku akan tangani itu.
Haruskah aku hubungi kantor pusat atau polisi?
Ya, aku akan tangani itu.
Kau sebaiknya pulang.
Kami di pusat kota. Pelakunya seorang pria.
Namanya Harvey. Dia pernah bekerja di sini.
Marcy! Marcy!
Tidak!
Tidak, tidak, tunggu!
Tebaklah.
Hei!
Tebak.
Ada yang bisa bantu?
Tolong!
Tolong!
Marcy memecat dia hari Jumat. Namanya Harvey.
Saat dia datang hari ini, aku hanya...
Entahlah. Pikiranku sangat kacau.
Lalu dia mulai pergi dari satu kantor ke kantor lain,
Lalu aku dengar, "Dor!" "Dor."
Kemudian dia pergi ke toilet,
Dan aku tidak... Aku berusaha temukan Marcy.
Benar-benar lalai.
Dan sekretarismu bilang kau dalam kondisi mabuk.
Tolong! / Ambil waktu rehat.
Perbaiki dirimu, Marcy.
Setelah kau memperbaiki dirimu, kita akan bicarakan masa depanmu.
Tolong!
Hei, jangan khawatir dengan itu semua.
Kami hanya ingin melihatmu.
Datanglah kemari.
Hei, jangan khawatir dengan itu semua.
Kami hanya ingin melihatmu.
Datanglah kemari.
Apa kau baik-baik saja?
Kau beruntung kami memiliki rumah kosong.
Menurutmu berapa lama kau akan tinggal?
Mungkin beberapa hari.
Tentu saja.
Tanda tangan di sini.
Marcy.
Nama yang cantik.
Gedung ini lumayan tua.
Ini sudah menjadi banyak hal seiring tahun.
Rumah sakit, hotel, bar.
Apa yang terjadi di sini?
Salah satu pemiliknya ditembak.
Bright Hill Road punya sejarah panjang dan rumit,
Sama seperti kebanyakan rumah tua lainnya.
Kamar mandinya berbagi.
Dan jaga dapurnya tetap rapi.
Hormati kebutuhan tetanggamu.
Tak ada keributan setelah pukul 23:00.
Tamu dilarang menginap, kecuali mereka tamu berbayar.
Dilarang memasak di kamarmu.
Ini menghemat dari membersihkan debu.
Cermin adalah jendela jiwa.
Itu mata.
Mata adalah jendela jiwa.
Mungkin kau benar.
Aku dengan senang hati mengambilkan tasmu dari mobilmu.
Terima kasih.
Itu di bagasiku.
Kau istirahatlah.
Selamat Tahun Baru. Nikmati Minuman Hadiah Dari Kami!
Satu.
Selamat Tahun Baru.
Ini Mia. Kau tahu harus apa. / Mia, ini aku.
Jangan khawatir, kau bisa angkat. Aku tidak menelepon mabuk.
Ada salib di lemari tempatku menginap,
Ayah pasti setuju.
Aku membuat hal baru.
Kau ingat foto kita didepan rumah lama?
Yang ada kau, aku, Ayah.
Yang itu.
Aku benar-benar mengacau.
Mungkin kau sudah dengar, entahlah.
Tapi kurasa aku akan tinggal bersamamu beberapa hari.
Mungkin beberapa minggu.
Aku harap itu tak masalah.
Kau bisa enyah.
Oke?
Aku berhenti minum.
Aku akan berhenti mengacau untuk selamanya.
Dan kau bisa enyah.
Dan kau bisa enyah.
Semuanya bisa enyah.
Aku rasa sampai bertemu secepatnya.
Kau mungkin sebaiknya sembunyikan korek-korek.
Mia?
Halo?
Tidak, tidak, tidak... Jangan masuk ke sana.
Ayahmu di sana.
Tak apa.
Dia tewas dalam kebakaran.
Selamat pagi./ Pagi.
Ada teh dan kopi di meja. Silakan ambil sendiri.
Semuanya baik?
Semua baik.
Ny. Inman?
Halo?
Selamat malam, Marcy.
Apa kau butuh sesuatu?
Tidak, aku hanya merasa sedikit klaustrofobia,
Jadi aku ingin lihat jika ada semacam bahan bacaan.
Silakan.
Aku permisi.
Ny. Inman?
Marcy.
Ambilkan ayah bir.
Putriku, sang jalang kecil yang tak bertuhan.
Tidak.
Kau tak disana.
Kau bersama Tuhan, pak tua.
Aku bukan kau.
Tiup lilinnya.
Mia? Mia?
Aku sakit.
Aku tahu.
Apa... Aku tahu.
Kau tak membalas teleponku.
Aku menunggumu di sini, Marcy.
Aku menunggumu di sini.
Aku tahu. Aku sakit.
Aku kena flu.
Aku kena flunya Ayah.
Pergilah!
Tinggalkan aku sendiri. Aku sakit.
Tolong biarkan aku masuk. Aku sakit. Aku kena flu!
Marcy.
Biarkan aku masuk... Biarkan aku masuk!
Marcy.
Itu kecelakaan. Aku minta maaf.
Aku sudah dengar semua itu sebelumnya.
Aku juga sudah melihat semua itu sebelumnya.
Aku punya suami yang sering minum.
Beberapa minggu ini sangat sulit.
Minumlah perlahan-lahan. Perutmu kosong.
Lebih baik diisi dari pada dikeluarkan.
Aku rasa rumahmu berhantu.
Sungguh?
Kau terlihat lebih cerah.
Kau tahu, menurutku kondisimu tidak baik untuk keluar.
Aku harap kau berniat untuk pergi.
Itu hanya pengar.
Saudariku menungguku.
Itu bukan pengar, sayang.
Yang kau alami adalah rasa ketagihan, itu bisa serius.
Percaya aku, aku tahu dari pengalaman.
Dengar, aku tak tahu apa yang kau pikir kau ketahui...
Aku tak punya gelar psikiater, tapi aku bisa bilang padamu...
...jika semua orang mencapai titik dimana mereka harus berpikir ulang.
Itu bagian dari kondisi manusia. Tak perlu malu dengan itu.
Aku rasa aku belum berterima kasih untukmu atas semalam.
Aku tahu wanita dalam krisis saat melihatnya.
Kau tahu,
Aku harap kau bisa merasa bahwa kau bisa bicara kepadaku.
Aku sangat terampil.
Semua orang yang datang ke sini memiliki rahasia.
Aku tak apa.
Melepaskan beban membersihkan jiwa.
Kenapa kau begitu peduli?
Karena kita semua terlibat didalam ini bersama-sama, benar?
Aku pendengar yang baik.
Dimengerti.
Terima kasih.
Ada tumpukan majalah lama di rubanah jika kau tertarik.
Abaikan berantakannya. Akumulasi dari perjalanan waktu.
Selamat ulang tahun! Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Ini Hari St. Patrick. Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Selamat atas pekerjaan baru! Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Selamat hari jadi! Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Ini hari ultah saudarimu. Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Ini sudah setahun sejak kebakaran! Silakan Minum Dari Pemberian Kami!
Apa kau pergi ke suatu tempat?
Aku akan cari angin.
Aku tidak menyarankan itu, Marcy.
Aku segera kembali.
Orang itu mabuk. Kau tak disana. Kau tak melihatnya!
Mabuk saat tengah hari, mengemudikan mobil,
Apa itu terlihat mustahil untukmu?
Kau kesal untuk alasan serupa yang membawamu ke sini, Marcy.
Aku disini karena dalam perjalanan ke California...
...untuk mengunjungi saudariku./ Aku tahu.
Kau melalui waktu yang sangat sulit, Marcy.
Dengan saudarimu, ayahmu, dan kebakaran.
Bagaimana kau tahu...
No comments yet. Be the first to leave one.