لومړۍ 200 کرښې.
HAENAM, 10 TAHUN LALU
Tae-seon!
Ini latihan pertama atlet nasional.
Berusahalah, dan jangan takut.
TEMPAT PELATIHAN ATLET NASIONAL 2011
EPISODE 13
Selamat datang, Pak.
Hei. Berhentilah merokok.
Silakan.
Halo. Aku Kang Tae-seon.
Suaramu terlalu lemah. Ini bukan tim remaja lagi.
Mohon bantuannya!
Jangan banyak bicara.
Bermainlah satu gim dengannya, Gyeong-min.
- Santai saja. Hanya untuk pemanasan. - Baik.
Aku terlambat.
Apa? Kenapa sudah selesai?
Rupanya dia kalah.
PELATIHAN ATLET BADMINTON NASIONAL
21-14?
Asyik! Sebentar lagi libur sekolah.
"Asyik"? Apa kau tak tahu liburan itu bak neraka?
Kita harus berlatih seharian.
Daftar pertandingan tim wanita sudah ada?
Itu tak penting.
Jika ada dia, kami pasti masuk final. Bagaimana dengan kalian?
Kami lawan SMP Busan jika masuk semifinal,
dan lawan Park Chan jika masuk final.
Lantas, kejuaraan dunia di Bangkok?
Park Chan juara dua,
dan Hae-kang didiskualifikasi karena berkelahi dengan lawan.
Dia harus bersyukur karena aku tak memukulnya.
Pertandingan wanita ditunda karena hujan?
Sebesar apa hujannya?
Gimnasium sampai banjir.
Kapan pertandingan ulangnya?
Tak sama dengan pertandingan junior, 'kan?
Tak mungkin begitu. Pasti sebentar lagi diumumkan.
Ada yang akan bertamu ke sini hari ini.
Rupanya kau, Jae-seok!
Masuklah.
Kenapa final kejuaraan dunia dan pertandingan junior berbarengan?
Jadwal kejuaraan junior sudah ditentukan dari awal.
Kami tak menentukan kejuaraan dunia.
Namun, kejuaraan dunia diadakan pagi, dan pertandingan junior malam.
Bagaimana dengan Se-yoon?
Dia harus bertanding di final dunia, naik pesawat lima jam, dan tanding lagi?
Bagaimana jika tertinggal pesawat?
Kau tahu Se-yoon. Tak perlu khawatir.
Astaga. Sudahlah.
Aku akan suruh dia kalah di semifinal, ingat itu.
Pelatih Ra. Hei!
Yeong-ja!
Kalian harus balas budi atas mobil baru itu.
Tak ada yang gratis di dunia ini.
Park Chan. Kenapa kita harus melakukan ini?
Entahlah.
Ibu itu menakutkan.
Sial. Kita tak akan bisa selesaikan ini semua.
Sudahlah. Aku tak mau.
Siapa yang akan menjadi juara pertama nasional?
Pemenang bertahan, atau akan ada pemenang baru?
Para penggemar badminton se-Korea pasti sangat penasaran.
Juara pertama nasional pasti hebat dalam semua hal.
Dia pasti lihai mencabut kentang juga.
Baiklah! Ayo!
Sangat kekanak-kanakkan. Park Chan, jangan sampai…
Itu milikku!
- Genius! - Genius!
Panas sekali.
- Aku duluan! - Aku duluan!
- Aku duluan! - Tidak!
Yong-tae! Siapa yang menang?
Pemenang lomba bawa semangka adalah…
Seri!
Selanjutnya, lomba bawa sikhye.
Paham? Bersiap.
Mulai!
- Hei! - Tunggu.
- Hentikan. - Hentikan.
Pisaunya mana?
Astaga. Susah sekali.
Yang bisa membelahnya keinginannya bisa terwujud.
Selanjutnya, Hae-kang.
Lempar.
- Apa? - Aku akan mulai.
Lempar sekali lagi. Ayo.
- Tarik dia. - Lempar!
Baik.
Sudahlah.
Pemain terakhir, Park Chan!
Bersiap!
Tidak. Ini belum pecah.
Kami seri!
Pak Hong bilang mau berikan melon.
Pasti tak ada yang mau ambil.
Ayo kirim satu orang.
Orang yang digigit harus langsung pergi.
- Mulai dari Se-yoon. - Aku?
- Ya! - Bagus!
- Keren sekali! - Keren sekali!
Aku!
Boleh kupakai sekarang?
Kau mau mengirim siapa untuk menggantikan Se-yoon?
Pasti itu permintaanmu, 'kan?
Bukan. Aku ingin…
menemani Se-yoon.
Apa? Menemaninya adalah permintaanmu?
Ya.
Ayo, Se-yoon.
Ya.
- Hei! - Park Chan!
Kau romantis.
#HANYA_SATU #SELAMAT DATANG DI PERDESAAN
#PARKCHANROMANTIS #SEKALITEMBAK
Ini rahasia.
Besok orang penting dari Seoul datang untuk merekrut.
- "Merekrut"? - "Merekrut"?
Kalian tak perlu ikut campur. Itu bukan urusan kalian.
Terlebih lagi kau, Yong-tae. Kau masih terlalu kecil.
Aku mau ke toilet dulu. Perutku sakit.
Yoon Hae-kang! Kau mau kabur, ya?
- Toilet? - Toilet?
Se-yoon, apa tujuanmu?
Tujuanku?
Aku ingin menjadi atlet nasional.
Kau keren sekali.
Kenapa kau tak kaget?
Anak SMP bilang mau menjadi atlet nasional.
Kenapa harus kaget?
Kau sangat berbakat, dan pasti bisa mencapai tujuanmu.
Lantas, apa tujuanmu, Chan?
Aku ingin menjadi atlet nasional bersamamu.
Aku ingin bertanding keliling dunia bersamamu, membawa nama Korea.
Apa itu? Jangan bercanda.
Aku serius.
Namun, aku khawatir…
kau terbebani karena aku padahal sebentar lagi pertandingan junior.
Aku sudah berusaha untuk hati-hati,
tapi itu sangat sulit.
Itu karena…
ada rival yang muncul.
Dia rival yang kuat.
Hei, Yoon Hae-kang! Kau sedang apa di sana?
Kenapa bertanya? Tentu saja mencari angin.
Se-yoon. Aku pergi duluan.
Apa?
Hei. Ayo kita pergi juga.
Tunggu, Han Se-yoon.
Ada apa?
Aku penakut.
Kau juga tahu aku bahkan tak ke toilet sendiri malam hari.
Namun…
aku menunggumu sejak tadi di sini.
Hatiku tak tenang karena kau pergi berdua dengan Chan.
Hei, Yoon Hae-kang!
Dan sepertinya…
bila kau terlambat saat kita punya janji,
aku tak akan pernah bosan menunggumu.
Di tengah banyaknya penonton saat pertandingan,
aku bisa langsung menemukanmu.
Sungguh.
Apa kau ingat?
Rahasia yang akan kukatakan jika menang pertandingan junior…
Itu adalah…
Aku akan menyatakan perasaanku kepadamu.
Aku merasa harus mengatakan ini hari ini.
Berkumpul!
Kalian tahu dia, 'kan?
Dia kepala pelatih dari SMA Olahragawan Seoul Joongan.
Ini rahasia. Tahun depan dia menjadi kepala pelatih atlet nasional.
Beri salam.
- Halo, Pak! - Halo, Pak!
Dia datang untuk melihat kalian, jadi, dengarkan dia baik-baik.
- Baik! - Baik!
Kalian sibuk karena pertandingan junior, 'kan?
Berlatihlah terus.
Bicaralah denganku sebentar, Hae-kang.
Apa?
Alasan aku ke sini adalah untuk merekrutmu ke Seoul.
Apa? Bukankah hanya dipilih empat orang dari kelas satu?
Benar. Kau pasti tahu persaingannya ketat
- karena dipilih secara nasional. - Namun, kenapa aku?
Kami berniat membuat tim yang berisikan kau dan Park Chan.
Kalian juga akan menjadi atlet nasional nantinya.
Tong Kosong pasti akan ke Seoul.
Kalian tak sedih?
Jika aku dia, aku pasti akan begitu juga.
Sayangnya, mereka tak memilihku.
Benar. Ada banyak relasi di sana, jadi, mudah menjadi atlet nasional.
Hei. Kalian juga hebat.
Tak perlu menghibur begitu.
Kita harus mendukungnya jika dia mau pergi.
Kita tak bisa menahannya.
SMP HAENAM SEO JEONNAM
Se-yoon.
Soal final kejuaraan dunia dan junior yang berbarengan, jangan dihiraukan.
Tak akan ada masalah dalam kariermu meski tak ikut pertandingan junior.
Bu Ra. Aku mau tetap bertanding.
Aku sudah minta ibuku menonton pertandinganku
No comments yet. Be the first to leave one.