لومړۍ 146 کرښې.
Majulah, Hadlar!
Aku akan menghabisimu dengan ini!
Pahlawan mengalahkan Penguasa Kegelapan.
Manusia memang sangat tidak terduga.
Kau pikir kau siapa?
Lenyaplah!
Lenyaplah, kaum manusia!
Dai sang Pahlawan datang!
Hore! Ayo!
Lindungi perdamaian di pulau ini!
Dasar bodoh!
Sakit.
Kakek Brass, untuk apa pukulan itu?
Jika kau punya waktu bermain-main menjadi Pahlawan, latihlah sihirmu!
Tapi…
Apa kau sadar sudah berapa tahun sejak aku menemukanmu?
Kau belum mempelajari satu mantra pun! Mana bisa menjadi Pahlawan?
Itu sangat menyebalkan, Gomechan.
Kakek Brass sendiri yang memberitahuku tentang legenda Pahlawan.
Dahulu, seorang pendekar bajik yang disebut Pahlawan
menantang Penguasa Kegelapan yang menyiksa manusia.
Bersama-sama, sang Pahlawan dan rekannya mengalahkan Penguasa Kegelapan!
Namun…
Kami, para monster, dahulu di bawah kendali Penguasa Kegelapan.
Kami terbebas dari hasrat jahatnya, kemudian hidup damai di Pulau Dermline.
Ini semua berkat Pahlawan yang hebat.
Pahlawan itu luar biasa.
Dai, kau harus menjadi Penyihir yang sakti agar nanti bisa membantu Pahlawan!
Dia hanya mengatakan itu karena dia sendiri Penyihir.
Tapi aku ingin menjadi Pahlawan!
Pahlawan yang paling keren.
Apa?
Gomechan, kau juga sepemikiran, bukan?
Gomechan, kau sangat memahamiku!
Apa?
Itu kapal.
Apa?
Astaga!
Itu Pahlawan!
Kenapa Pahlawan datang ke pulau ini?
Aku tak bisa diam saja!
Gomechan, tunggu di sini.
Merman, bawa aku ke kapal itu!
Aku mungkin bisa bertemu Pahlawan sungguhan!
Pulau itu penuh monster, tapi tampak sangat damai di sini.
Mereka semua menetap sejak Penguasa Kegelapan mati.
Jika membunuh monster-monster ini, kita akan dihormati sebagai Pahlawan.
Tidak ada yang lebih sepadan dengan waktu kita.
Kau benar. Mari kita buat masalah lagi.
Jangan membunuh semuanya. Kali ini, kita datang bukan untuk membunuh monster.
Untuk makhluk mitos terunik, Slime Metal Emas, bukan?
Apa itu benar-benar ada?
- Apa itu? - Apa?
Ada merman!
Seorang anak menaikinya!
Astaga! Benar-benar Pahlawan sungguhan!
Kau Pahlawan, 'kan?
Ya, seorang Pahlawan dan teman-temannya yang berani.
Keren!
Nak, siapa kau?
Aku Dai!
- Kau tinggal di pulau itu? - Ya!
Tapi bukankah ada banyak monster di sana?
Tidak apa-apa. Mereka semua temanku.
Begitukah?
Mereka teman-temanmu?
Memanggil semua kemari?
Ya.
Kami berkelana melindungi para monster tak bersalah dari yang menyakiti mereka.
Itu sebabnya kami ingin tahu lebih banyak tentang monster di pulau ini.
Tolong bantu kami, Dai.
Aku mengerti!
Siulan untuk berkumpul? Apa yang terjadi?
Nak, ini sudah semuanya?
Ya. Hampir semuanya.
Lihat, bukankah ada monster yang lebih cantik daripada ini?
Itu…
Maksudmu, Gomechan?
Gomechan?
Itu julukannya!
Kurasa nama lengkapnya Emas sesuatu atau semacamnya.
Itu sulit diucapkan.
- Itu dia! - Itu dia!
Apa?
Kami sangat ingin bertemu Gomechan!
Dia cukup pemalu. Aku akan menjemputnya!
Semuanya, ada apa ini? Apa terjadi sesuatu?
Rupanya ada Dukun Gumpalan yang selamat.
Siapa kalian?
Deroline sang Pahlawan dan rekan-rekannya.
Kau Pahlawan?
Tidak, aku merasakan kejahatan dalam diri kalian semua.
Untuk apa kalian kemari?
Pria tua yang menyebalkan.
Kenapa kau tak mau datang? Mereka Pahlawan!
Apa itu tadi?
Sihir Es!
Henti…
Hentikan!
Dai, lari!
Kakek!
Bagus sekali, Nak.
Ini hadiahmu.
Sihir Angin!
Dai!
Baiklah. Mari habisi mereka dan pergi!
Semuanya, tiarap!
Sihir Ledakan Kuat!
Dasar orang-orang jahat.
Ini berjalan lancar.
Kita bisa dapat hadiah yang kita mau.
Aku tak bisa berhenti tersenyum!
Kenapa Pahlawan melakukan ini?
Kenapa Pahlawan membawa pergi Gomechan?
Dia adalah Pahlawan palsu! Pahlawan sejati tak berbuat seperti itu!
Kakek!
Aku akan membawa Gomechan kembali!
Jika ingin melawan mereka, gunakan ini!
Apa ini?
Ini Tabung Ajaib.
Tapi aku tak bisa menggunakan sihir.
Tidak apa-apa.
Setiap tabung dapat menjebak satu makhluk.
Serukan saja "Telan" dan bidik target yang ingin kau kurung.
Seruan "Keluar" akan melepaskan isinya.
Begitu, ya.
Buat rencana serangan dan naik kapal dengan teman-temanmu. Selain itu…
Penguasa Kegelapan memberiku Tabung Emas ini dahulu sekali.
Entah ada teror apa di dalamnya. Tidak kusentuh.
- Untuk berjaga-jaga… - Telan?
Keluar!
- Kau bodoh… - Telan!
Keluar!
- Kenapa kau menyegelku… - Telan!
Luar biasa!
Baiklah! Kakek yang pertama!
Sekarang…
Siapa pun yang masih bisa bertarung, bergabunglah denganku!
Baiklah!
KELUAR, TELAN
SIHIR API, MANTRA TIPE API
Deroline sang Pahlawan, angkat kepalamu.
Baik.
Bagaimana situasi di Pulau Dermline?
Apa seperti kata rumor, pulau keji yang dihuni banyak monster?
Ya. Para sisa monster jahat itu terus menyerang kami.
No comments yet. Be the first to leave one.