Alas Roban

Alas Roban

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗔𝗟𝗔𝗦 𝗥𝗢𝗕𝗔𝗡 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗡𝗙 𝗪𝗘𝗕
د لخوا تبصره Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟓𝟎:𝟑𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

تګونه

webdl
official_release
netflix_synced
په خپور شو: 2026-05-28
ډاونلوډونه: 326
د اوریدلو معیوبیت: No
FPS: 25

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kembali lagi bersama kami di Radio…

Para pendengar yang bersedia menemani senja malam hari dari batas,

biarkanlah diri ini mengalun perlahan.

Mengantar kenangan dan perasaan yang pernah singgah.

Mari kita dengarkan bersama lagu dari Nike Ardilla

dengan judul "Bintang Kehidupan".

- Permisi, Bu. - Ya.

- Punya tang? - Punya.

Mau pinjam sebentar.

- Pinjam ya, Bu. - Ya.

Dulu waktu… Apa namanya?

Insinyur atau pemborongnya itu janji

boleh lewat sini,

tapi tiap tahun harus ada tumbal.

Orang yang naik sepeda motor,

sopir, atau kernet.

Belum lama, ada di sini yang putus kepalanya.

Pak, ayo cepat.

- Ayo, Gendis. Cepat. - Ya, Bu.

Koran, koran! Korannya, Bu, Pak.

- Ayo! Pekalongan! Semarang! - Ayo, Enduk!

- Ayo, bantu Ibu. - Ya, Bu. Sebentar.

Ayo, Pekalongan, Semarang!

Aduh, daganganku!

Aduh.

- Hei, Bu! - Maaf, Pak.

- Ini anaknya dijaga! - Ya, maaf, Pak.

Kalau begini, siapa yang tanggung jawab?

Aduh. Sudah, Enduk. Tidak usah.

Maaf ya, Pak. Kami buru-buru kejar bus.

Hei, kalau minta maaf, kau bantu ini.

Ya, Pak. Bapak lihat sendiri, 'kan, anakku penglihatannya terbatas.

Kami juga buru-buru, Pak.

Modalku juga terbatas.

Kalau dihambur-hamburkan begini,

habis dong.

Aduh.

Sini, Enduk.

Ini, Pak.

Ya sudah. Hati-hati!

Anaknya dijaga!

Kenapa nasibku begini?

Mas.

Minta tiketnya dua ke Semarang.

Tidak bisa, Mbak. Sudah tutup.

Aduh, Mas, tolong dua tiket saja.

Tidak bisa, Mbak. Sudah tutup. Sudah tidak bisa ini.

Lobi saja kondekturnya.

- Aduh. - Ayo, Pekalongan! Semarang!

- Aduh! - Ayo.

Ayo, Pekalongan, Semarang!

Ayo, Enduk.

Ayo, Gendis!

Ya, Bu.

Ayo, Enduk. Buruan!

Mas, satu lagi!

- Aduh. - Bu.

Bu. Kenapa, Bu?

Kita ketinggalan busnya.

Kenapa, Mbak?

Ketinggalan bus, Mas.

Bus itu ada lagi paling besok, Mbak. Jam enam pagi.

- Aduh. - Mbaknya mau ke mana?

Mau ke Semarang.

Betul, busnya yang itu tadi.

Apa tidak ada bus malam, Pak?

Kami benar-benar di sana harus pagi.

Soalnya hari pertama kerja.

Ya, sebetulnya ada, tapi sopir kami sedang istirahat, Mbak.

Ya, paling kalaupun jalan, harus ada biaya lebih, Mbak.

Biaya lebih?

- Ya sudah, tidak apa-apa. - Boleh, Mbak.

Aduh…

Mas, adanya cuma segini.

Tolong dibantu ya, Mas.

Boleh, Mbak. Ayo ikut aku, Mbak.

Aduh, coba tadi tidak menabrak penjual.

Mana uang tinggal selembar.

Ayo, Enduk!

Mas, lumayan ini dua kali lipat.

Ayo berangkat, Mas.

Lewat mana?

Alas Roban?

Malam-malam lewat Alas Roban?

- Ayo, Gendis. - Ya, Bu.

Aduh.

Aduh…

Terima kasih, Pak.

Aduh.

Aduh…

Masa ini harus dikembalikan, Mas?

Alas Roban ini.

Lagi pula, itu cuma mitos, Mas.

Kita kalau pergi sekarang,

sebelum Magrib juga sudah lewat Alas Roban.

Yang penting jangan lupa itu lo, Mas.

"Tin-tin", itu lo, Mas.

Ayo. Lumayan dua kali lipat, Mas.

Berangkat, Mas.

Maafkan Gendis ya, Bu.

Gendis tidak bisa melihat jelas.

Kok menangis?

Ya ampun, Ibu tidak marah kepadamu.

Ibu marahnya sama keadaan.

Maaf ya, Nak.

Ibu janji kau bisa melihat jelas.

'Kan sekarang kita mau ke Semarang

karena di tempat kerja Ibu yang baru

gaji Ibu lebih besar.

Jadi, Ibu bisa menabung untuk operasi matanya Gendis.

Terima kasih ya, Bu.

Ibu tahu tidak

siapa orang pertama yang Gendis mau lihat sehabis operasi nanti?

Siapa, Nak?

Ibu.

Soalnya dulu Ayah sering bilang Ibu itu cantik banget.

Masa sih?

Lebih cantik kau, dong.

Dagunya,

pipinya.

Baunya.

- Sedap! - Sedap!

Bajingan. Malam-malam lewat Alas Roban.

Sur, bangun!

Sur!

Klakson mati.

Sur, bangun!

Pak?

Bangun!

Kita sudah lewat sini dua kali.

Kenapa, Mas?

Kita berputar di jalan yang sama.

Nah, ini.

Untuk buang sial.

Sur!

Kenapa, Mas?

Kau tidak apa-apa, Enduk?

Tidak apa-apa, Bu.

Ada apa ya, Pak?

Belum tahu, Mbak. Sebentar, aku periksa dulu ya, Mbak.

Turun dulu, ya. Busnya lagi ada masalah.

Ini di mana?

Pada mau ke mana? Ayo.

Turun, yuk.

Kau kenapa, Enduk?

Aku kebelet pipis, Bu.

Aduh…

Ya sudah, yuk.

Sudah, taruh situ saja bonekanya. Ayo.

Pelan-pelan, Enduk.

Mas, bukannya bannya baru diganti?

Pak.

Ya, Mbak?

Boleh aku pinjam senternya, Pak?

Anakku mau buang air kecil.

Boleh, tapi…

Hati-hati ya, Mbak.

- Mau ditemani tidak? - Tidak usah. Tidak apa-apa.

Terima kasih.

- Ayo, Enduk. - Ya, Bu.

Sudah belum, Sur?

Mereka pipisnya kok jauh banget di sana?

Silakan.

Mbak.

Boleh numpang ke kamar mandi?

Di sebelah sana.

Terima kasih.

Di situ, Nak. Ya.

- Ibu tutup, ya. - Ya.

Bisa, Enduk?

Bisa, Bu.

Gendis, sudah?

Gendis?

Enduk?

Enduk?

Gendis?

Nak?

Sudah?

Sudah.

Yuk.

Pelan-pelan turunnya.

Mbak, terima kasih.

Mari.

Tidak mampir dulu, Mbak?

Makan dulu.

Perjalanannya masih jauh.

Ibunya tidak ikut makan?

Tidak, Mbak. Aku…

Bantu anakku makan saja.

- Mari. - Mari.

Mbak, ayo.

Ini tinggal menunggumu, Mbak.

- Ya, Mas. Maaf. - Ayo cepat, Mbak.

Sini, Mbak.

Hati-hati, Enduk.

Tugasmu cuma administrasi dan pendaftaran saja.

Kadang korban kecelakaan seperti ini

tidak ada identitasnya.

Jadi, kau coba cari.

Kau telusuri keluarganya.

Alas Roban subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left