لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 16"
Kenapa kamu melakukannya?
Kenapa kamu memberikan adikku uang yang kamu tabung?
Kenapa kamu terus membuatku terlihat buruk?
Kamu pernah bilang kepadaku
saat aku kesal soal ayahku bahwa kita harus berbeda.
Kita harus saling mengerti dan menghibur.
Kenapa kamu tidak melakukan itu?
Kenapa kamu menderita sendirian?
Ini berbeda.
Kamu tidak akan kuliah demi membantuku?
Bagaimana aku bisa fokus belajar saat kamu dalam kesulitan besar?
Selain itu, aku pasti akan kuliah.
Mungkin kini butuh waktu lebih lama, tapi pada akhirnya aku akan kuliah.
Aku akan menabung lagi... - Soo In.
Aku tidak suka saat kamu melakukan ini.
Jeong Wook.
Kenapa? Kenapa kamu harus menunda kuliahmu demi aku?
Menurutmu itu akan membuatku senang atau bahagia?
Kamu salah. Itu hal yang paling tidak kusukai.
Kamu menjadi tidak bahagia karena aku.
Seandainya aku berasal dari keluarga kaya raya
dan bisa memberimu segalanya.
Tapi kenyataannya, hidupku kacau.
Aku tidak mau menyeretmu ke dalam kehidupanku yang suram ini.
Kenapa kamu tidak bisa mengerti?
Hidupku sangat hampa,
tapi kamu memberiku udara segar dan kekuatan.
Bagaimana aku bisa bersamamu padahal aku membuatmu tidak bahagia?
Itu akan menjadi akhir di antara kita.
Akhir? Di antara kita?
Soo In.
"Kafe Incheon"
Soo In.
Maafkan aku.
Aku sangat kesal dan mengutarakannya begitu saja.
Kalau keluargaku dalam keadaanmu saat ini,
apa kamu tidak akan melakukan apa-apa?
Sanggupkah kamu?
Ya, aku pasti akan melakukan hal yang sama sepertimu.
Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi
itulah yang membuatku lebih marah. Aku tidak marah padamu.
Aku marah pada diriku sendiri karena sangat bodoh.
Maafkan aku.
Jangan meminta maaf.
Aku yang seharusnya meminta maaf.
Aku tidak memikirkanmu.
Tidak.
Tolong lupakan
yang baru saja kukatakan.
Maaf telah membuatmu sedih.
Jeong Wook.
Aku akan berusaha mendapatkan uang kuliah untukmu.
Mulai sekarang,
jangan mengatakan bahwa kamu akan menunda kuliah
atau bersantai-santai.
Ya?
"Klinik Incheon"
Sejujurnya, karena sebelumnya pernah mengacau,
ibu tidak terlalu suka pada Pak Choi.
Sungguh? - Ya.
Tapi ibu sangat berterima kasih dia menyelamatkan nyawamu.
Ibu merasa bersalah atas sikap ibu. Kamu sangat beruntung.
Ibu sungguh tidak bisa hidup tanpamu.
Memikirkan betapa mengerikannya kemarin saja membuat ibu panik.
Ibu akan mengambilkan air.
Baiklah.
Bertahanlah.
Soo In, ibuku ingin bertemu denganmu.
Aku? - Ya.
Besok hari Minggu. Kamu mau bertemu keluargaku?
Kamu keberatan?
Tidak.
Aku akan mengunjungi keluargamu.
Seharusnya aku yang mengunjungi orang tuamu lebih dahulu.
Jangan khawatirkan itu. Kamu bisa mengunjungi mereka nanti.
Mari mengunjungi keluargamu lebih dahulu.
Kamu tidak masalah dengan itu?
Tidak.
Baiklah, kalau begitu. Aku akan memberi tahu ibuku.
Dia pasti akan senang.
Halo, Pak. - Hai.
Ikutlah ke ruanganku, Pak Choi.
Baik.
Kamu harus ke pabrik penggilingan untuk membahas pembaruan kontrak.
Kuharap kita bisa beli tepung mereka dengan harga yang lebih murah.
Akan kulakukan hari ini.
Bagus. Negosiasinya tidak mudah, tapi lihat saja reaksi mereka.
Baik, Pak.
Se Young pulang dari rumah sakit hari ini.
Ada urusan yang harus kutangani.
Bisakah kamu menjemputnya?
Tentu saja, Pak.
Terima kasih.
Kamu bertemu saksi di Busan itu pekan lalu?
Apa? Ya, aku bertemu dengannya.
Kamu yakin? - Tentu saja.
Aku bahkan tidak perlu mengancamnya.
Katanya dia benar-benar lupa apa yang terjadi pada hari itu.
Awalnya dia bahkan tidak mengenaliku.
Benarkah? Bagus.
Tapi tetap saja, hubungi dia sesekali.
Baik, Pak.
Halo?
Halo, Pak Jung. Aku baru saja akan menelepon.
Hasil pemeriksaan putra Anggota Kongres Park sudah ada.
Dia selalu mendapat nilai yang sangat bagus
dan mereka yang mengenalnya sangat memujinya.
Begitukah? Kalau begitu, hubungilah untuk mengatur pertemuan besok.
Besok?
Baik. Akan kuhubungi kantornya untuk mengatur pertemuan.
Pak, menurutmu apa rencana Pak Jung?
Entahlah. Aku tidak tahu.
Aku harus bagaimana soal kelas yang kulewatkan?
Kelas tidaklah berarti bila dibandingkan kesehatanmu.
Ibu tetap akan mengomel kalau nilaiku jelek.
Kenapa kamu ke sini?
Pak Jung sedang sibuk, karena itu dia mengirimku.
Begitu rupanya.
Biar kubawakan.
Terima kasih, Pak Choi.
Kenapa kamu ke sini?
Begitu selesai menggunakan barang macam ini, kembalikan ke tempatnya.
Taruhlah.
Tidak. Aku menaruhnya di sini karena akan segera kugunakan.
Kamu sangat usil. - Apa?
Beraninya kamu?
Begitu aku menjadi manajer barumu, akan kuakhiri kariermu.
Manajer baruku? - Ya, Bodoh.
Akan diumumkan beberapa hari lagi, tunggu saja.
Hari aku mulai bekerja di sini adalah harimu kehilangan pekerjaan.
Apa?
Pabrik ini tidak punya hierarki.
Orang menjadi tidak tahu diri.
Hai.
Tae Soo, aku dalam masalah!
Ada apa?
Paman Se Young akan menjadi manajer baru kita.
Benarkah? Apa masalahnya?
Katanya dia akan langsung memecatku!
Apa? Dia pasti tidak bersungguh-sungguh.
Aku harus bagaimana sekarang?
Kamu menjemputnya?
Ya.
Kamu sudah tidak apa-apa?
Ya, Paman.
Apa kamu akan pergi?
Aku ada urusan. Pergilah beristirahat.
Kamu mau ke mana? Man Pyo!
Aku tidak mendengar Kakak!
Ibu.
Baiklah, ayo masuk.
Pak Choi, bisakah kamu membawakan tas kami?
Tentu.
Ayo. - Baiklah.
Terima kasih sudah membantu hari ini.
Kalau begitu, aku sebaiknya pergi. - Baiklah.
Kamu sudah kembali.
Apa semuanya baik-baik saja?
Ya. Bagaimana keadaan Se Young?
Dia tampak baik-baik saja.
Benarkah?
Syukurlah.
Aku akan ke pabrik penggilingan dan menemui beberapa klien lain.
Baiklah. Akan kuberi tahu itu kepada Pak Jung.
Bagaimana kalau kita menonton film malam ini?
Baiklah. Sampai nanti.
Sampai nanti.
Dae Bong, kenapa kamu sangat muram? Apa ada masalah?
Soon Ok, apa kamu bisa mencarikanku pekerjaan?
Apa? Apa maksudmu?
Kurasa aku mungkin akan kehilangan pekerjaan di pabrik.
Kenapa? Apa terjadi sesuatu yang buruk?
Paman Se Young akan menjadi manajer yang baru.
Apa hubungannya itu denganmu?
Kami tidak begitu akur.
Dia tidak akan memecat pegawai baik sepertimu karena itu.
Cukup jelas apa yang terjadi.
Aku yakin dia menghina paman Se Young.
Apa?
Dal Ja.
Dia adik ipar atasanmu.
Kamu seharusnya membuatnya menyukaimu.
Kenapa sikapmu sangat kasar?
Apa kamu berusaha membuatku kesal?
Kamu tidak akan kehilangan pekerjaanmu.
Kita tidak pernah tahu. Itu mungkin saja terjadi.
Cukup.
Aku perhatian padamu dan ini balasan yang kudapat.
Kamu pikir tatapan itu membuatku takut?
Bola matamu mungkin bisa copot.
Kamu sudah selesai?
Ya, sudah selesai!
Hentikanlah, Dae Bong. Habiskan makanmu.
Aku sudah selesai makan.
Kamu yang rugi.
Dae Bong, kamu baru saja makan siang?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.