لومړۍ 200 کرښې.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Siapa itu?
Tolong aku.
Membunuh ibuku…
bukan hanya jahat, tetapi juga sangat bodoh.
Kalian sudah membunuh banyak orang, juga mencoba membunuhku.
Namun, kalian tahu kenapa tak kubunuh kalian?
Karena merepotkan.
Ada hal yang harus kulakukan.
Jadi, jika kubunuh kalian,
semua hanya akan makin pelik.
Namun, membunuh serangga kecil bukan masalah bagiku.
Sudah semestinya…
Ini waktunya kalian mati.
- Kumohon jangan! - Kenapa? Tidak.
Jangan takut.
Bukan hari ini.
Aku punya prinsip.
"Kematian tanpa rasa sakit adalah sebuah berkah."
Aku akan beri dua hal kepada kalian.
Rasa hina yang melebihi kematian,
dan…
mati dengan perlahan, merasakannya
tahap demi tahap.
Kalian bereskanlah sampah itu,
dan jangan coba memfitnahku dengan hal itu.
Jika kalian lakukan, semua orang akan tahu…
siapa yang menyuruhnya.
Setidaknya harus ada hidangan pembuka.
Pak Jang!
Pak Jang!
- Pak Jang! - Bos!
Hei! Panggil ambulans.
- Panggil ambulans. - Cepat panggil!
Kami akan membawanya.
Tunggu sebentar.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu!
MENDIANG, OH GYEONG-JA
EPISODE 17
Setelah 30 tahun tak bertemu,
hal yang bisa putranya berikan hanya kematian.
Jika tak bertemu denganku,
dia pasti bisa hidup lebih lama.
Pada akhirnya, aku hidup dalam neraka.
Neraka penyesalan.
Tidak.
Meski hanya sebentar,
kau sudah memberikan surga bagi ibumu,
dan ibumu sudah memberikan surga kepadamu.
Setelah penderitaanmu berlalu, kau akan merasakannya.
Namun, yang paling menyiksaku,
aku sudah merindukannya.
Aku rindu ibuku.
Nona Hong.
Setelah aku tiada,
tolong berikan syal ini kepada Ju-hyeong, putraku.
Hal yang bisa ibu payah ini berikan kepadanya
hanya sebuah syal ini. Aku malu karena itu.
Selain itu…
tolong sampaikan ucapanku kepadanya.
"Ju-hyeong,
kau adalah berkah
dan kebahagiaan bagi ibu.
Kau satu-satunya alasan bagi ibu untuk terus berjuang hidup.
Sejak awal ibu merasakan dirimu di dalam rahim hingga sekarang,
ibu tidak pernah sekali pun…
tidak menyayangimu.
Maafkan ibu
karena tidak bisa terus di sampingmu
untuk memberikanmu kasih sayang.
Anakku…
Ju-hyeong-ku…
Ibu sungguh…
teramat menyayangimu.
Terima kasih sudah lahir dan menjadi putra ibu,
juga maafkan ibu."
Tolong jaga Ju-hyeong untukku.
Terima kasih.
Cepat panggil dokter.
Sekarang!
Keluarkan aku dari sini.
Bos, lukamu butuh waktu untuk sembuh. Kau harus di sini untuk sementara waktu.
Bu Choi.
Bunuh Vincenzo sekarang juga.
Cepat bunuh dia meski butuh 100 atau 200 orang.
Bunuh dia bagaimanapun caranya.
Aku tak peduli berapa pun biayanya.
Paham?
Tenanglah. Kau harus diobati dahulu.
Aku tak butuh diobati!
Tanpa kau suruh pun, aku pasti akan membunuh Vincenzo.
Sekarang waktunya kita memikirkan Babel.
Baik.
Namun, jangan sekadar bunuh dia.
Kita harus buat dia menderita seperti rencananya pada kita.
Tentu saja.
Ju-hyeong.
Ju-hyeong.
Kenapa kita tak bunuh saja Jang Han-seok dan Choi Myung-hee?
Ini bukan demi balas dendam. Ini permainan catur.
Hari ini, aku akan jalankan satu pion.
Baiklah. Persiapannya hampir selesai.
BAR KUDAPAN YEONGHO
TUTUP SEMENTARA KARENA ALASAN PRIBADI
AKADEMI PIANO FATE TUTUP SEMENTARA
TOKO GADAI
TUTUP
PEMBERITAHUAN ARNO AKAN TUTUP SEMENTARA
PENATU UNGGUL
TUTUP SEMENTARA
Pak Vincenzo Cassano.
Kami menutup toko kami sementara.
Kami mau fokus membantumu menghancurkan Babel.
Kita bekerja sama sebagai sebuah tim.
Sebenarnya,
aku cukup menakutkan jika sudah marah.
Aku juga akan membantumu.
Ini keputusan kami semua.
Ingatlah itu.
Kami selalu siap untukmu. Katakanlah jika butuh bantuan.
Hamilku masih muda. Jadi, tubuhku masih ringan.
Aku pun bisa membantu.
Kau tahu aku mantan preman.
Pergunakanlah aku sepuasmu.
Selama ini…
kami pikir kami pihak yang lemah.
Rupanya bukan begitu.
Kami hanya orang yang tak berusaha menjadi kuat.
Kami akan mengerahkan segalanya sekarang.
Mari berjuang bersama.
Pak Cassano.
Kami semua…
bagian dari Keluarga Cassano.
Vincenzo Cassano!
Vincenzo Cassano!
Bos, istirahatlah hari ini. Biar kami yang urus.
Ini pelelangan terakhir. Aku harus ada di sana.
Hanya dihadiri petinggi dari Sangcheon-gu. Kau tak perlu datang.
Benar. Biar kami yang buat kesepakatannya.
Kenapa kalian ribut sekali?
Aku bilang aku mau pergi.
Benar. Sudah kubilang dia mau pergi.
Pemakaman ibumu lancar?
Itu Vincenzo.
Ya, berkatmu.
Pendengaranmu baik?
Ya, berkat bidikan tepatmu.
Namun…
apa ini hari kematianku?
Masih ada satu hal sebelum itu.
Aku tidak ingat.
Telingamu kena tembak, tetapi otakmu yang rusak.
Rasa hina melebihi kematian.
Untuk itu, mulai hari ini, aku akan bermain catur denganmu.
Aku akan menyingkirkan pionmu satu demi satu.
Bayangkan tertinggal sendirian di atas papan catur.
Bukankah akan memalukan dan menakutkan?
Tidak.
Aku tak akan kalah dalam bermain catur.
Sayangnya, kau sudah mulai kalah.
Kekalahan dimulai
dengan ketakutan seseorang.
Bos, Vincenzo… Apa katanya?
Cepat bawa miniatur itu.
Baik.
Dia tak mungkin menelepon tanpa alasan.
Lantas, apakah akan ada masalah lagi?
Astaga. Jangan!
Tak mungkin ada masalah setiap saat.
- Astaga. - Maaf.
Padahal ini sangat berharga.
Bu Choi, bantu kami angkat…
Astaga.
- Bagaimana caranya? - Kita dorong.
- Cabut dahulu itu. - Cabut?
Mungkin kita memang tak berguna baginya.
Itu tak penting.
Selama dia tahu ketulusan kita.
Mari cari tahu apa yang bisa kita lakukan untuknya.
Ada masalah apa?
Kenapa pamer kartu kredit?
Pak Cassano memberinya untuk kesejahteraan keluarga.
"Keluarga"?
Mari ikut aku ke mal.
Untuk apa?
Untuk membeli seragam tim Keluarga Cassano.
LAPORAN IZIN KONSTRUKSI
PROGRES PROYEK MENARA BABEL
Surat perizinan Menara Babel amat konyol.
Itu lebih daripada konyol.
Itu bak coret-coret.
Jika Pak Nam sudah selesai menganalisis Fail Guillotine ,
pasti kekonyolan lain akan muncul.
Sambil menghancurkan Menara Babel,
kita bisa sekaligus membereskan sampah-sampah lain.
Halo, Semua.
- Halo. Sampai nanti. - Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.