لومړۍ 200 کرښې.
Ayah!
Untungnya, itu cuma tembus doang.
Begitu pendarahannya berhenti, kamu bakal baik-baik aja.
Chul-su,
si bodoh itu akhirnya ngomong bener juga sekali-sekali.
Tapi aku tetap gagal.
Aku bener-bener pikir bisa ngeyakinin ibumu juga.
Aku kecewa.
Kamu udah latihan mati-matian selama bertahun-tahun
cuma buat nyolong aset negara?
Mereka itu bayi-bayi yang nggak berdosa.
Terus kenapa?
Kalian berdua...
main keluarga-keluargaan, sok-sokan jadi ibu sekarang?
Kalian beruntung aja kalau nggak sampai bikin mereka mati.
Mau hidup di sini atau mati di luar sana, sama aja.
Sebagai ibumu!
Aku udah berkorban banyak demi ngebesarin kalian.
Jadi, kamu beneran mau mati?
Langkahi satu langkah lagi, kamu bukan anakku lagi.
Bagus.
Aku juga nggak mau bunuh ibuku.
Apa?
Perhatian.
Aku nggak lagi ngebunuh ibuku sekarang.
Aku lagi jatuhin Kapten An So-jin dari Pasukan Khusus.
Jadi aku nggak bakal ngerasa bersalah...
karena ngebunuh ibuku.
Bersalah?
Omong kosong!
Kamu pernah punya perasaan sungguhan?
Ayo, bunuh aku.
URUSAN KELUARGA
Kenapa kamu malah ngelepas dia?
Anggap aja aku memang ngelepas. Menurutmu kenapa?
Biar kita bisa nangkep dia bareng-bareng.
Tunggu.
Jadi kamu udah tahu dari awal?
Iya, aku tahu.
Hal pertama yang aku lakuin waktu dia dibawa masuk ya ngecek bagasinya.
Awalnya, kupikir ini masalah besar.
Tapi terus aku mikir,
mungkin ini bukan krisis, tapi justru kesempatan dari Tuhan.
Semakin berat tantangan yang kita hadapi,
semakin besar juga kita bisa bersatu sebagai keluarga.
Dan kalau kita bisa nangkep dia bareng-bareng,
itu akan jadi
kesempatan kita buat jadi keluarga yang sesungguhnya.
Kamu nggak kepikiran anak-anak bisa dalam bahaya?
Meski kita lepasin dia, dia juga nggak bisa lapor apa-apa.
Dan kalau sampai kejadian buruk, aku siap bawa mayatnya ke polisi.
Lihat kita sekarang.
Dibanding kemarin,
kita nggak kelihatan sedikit lebih kayak keluarga sungguhan?
Ayah!
Kenapa ayah terus ngulangin kesalahan yang sama dan bikin masalah?
"Kesalahan"? "Masalah"?
Lucu juga denger itu dari si bodoh kayak kamu.
Pokoknya!
Harusnya kamu nggak libatin anak-anak.
Anak-anak?
Kamu pikir dulu kamu masih anak kecil?
Bagaimanapun juga, dia tetap ibu yang udah ngebesarin kamu.
Nggak perlu nyimpen neraka di hatimu gara-gara dia.
Begitu kamu keluar dari sini, neraka yang sebenarnya baru mulai.
Akan kukirim orang buat memburumu setiap hari
sampai aku mencabik-cabik kamu dan anak-anak itu.
Pada akhirnya,
setiap tindakan ada konsekuensinya!
Ya, waktu itu kami memang cuma anak-anak.
Itulah kenapa kami sampai melakukan kesalahan dengan nurut sama kamu.
Diam!
Astaga, kalian langsung tutup mulut semua.
Oke, dengerin.
Mulai sekarang, mau cewek atau cowok,
ngebully, maksa orang suruh ini-itu, ngerampok atau mukulin orang,
semua dilarang keras.
Dan...
kalau si Fuc Kyu-tae pernah motret kalian dan pakai buat ngancam,
tulis aja semuanya dan kasih ke Baek Ji-hoon.
Tenang aja.
Aku ngerti cara nangani hal kayak gini, jadi bakal kuurus sepelan mungkin.
Apa?
Kamu bilang aku bos utama di sini dan kamu nggak peduli aku mau ngapain.
Aku bikin kamu kesal, ya?
- Itu cuma kalau kamu nurut sama perintahku— - Ngomong-ngomong,
aku nggak butuh ini lagi.
Kakekku bilang aku nggak ditakdirkan buat kerja di bawah orang lain.
Dia bilang aku harus jadi bos sendiri.
Jadi aku bakal ngelakuin apa yang aku mau.
Dan soal keinginan kamu...
jangan harap.
Kecuali kamu mau mati.
Kamu lihat wajahnya Jae-gon tadi?
- Dia kelihatan panik banget. - Banget.
Dan kamu kelihatan keren waktu di meja guru.
Gimana sekolahnya? Semuanya baik-baik aja?
Iya!
Hari ini, Ji-woo resmi dinobatkan jadi murid nomor satu di sekolah.
Nomor satu apanya.
Semua orang mau foto bareng aku. Ganggu banget.
Nggak boleh ada yang foto.
Dah kuduga.
- Terus pelakunya gimana? - Ayah, tolong!
Tenang aja, Kakek. Aku bakal cari sampe akar-akarnya—
Wah!
Gila!
Ini laptop ya? Buat aku?
Sesuai janji.
Terima kasih banyak.
Wah.
Payah. Paling harganya nggak sampai 300 ribu won.
Harusnya kamu juga beliin satu buat Ji-woo.
Lupakan laptop, minta buku catatan aja buat facebook-an.
Lihat deh dia.
Mangkuknya sampai bersih, nggak nyisa sebutir pun.
Nanti aku beliin smartphone buat Ji-woo.
Smartphone? Nggak usah, deh.
Hah? Tapi kamu punya!
Asal dia nggak motret-motret aja.
RUMAH SAKIT HEWAN PAWFECT HAVEN
JAE-GON, VIDEO INI PANAS
CEWEK-CEWEKNYA KETAKUTAN KITA BAKAL SIBUK JUAL MEREKA
KUKIRIM INFO TENTANG CEWEK INI DARI TEMPAT KERJA
SHIN JU-KYUNG
PELACUR
MAAF, TUAN
IKUTIN PERINTAHKU ATAU KAU BAKAL DIUSIR
"Youngboy"?
KAMU MILIKKU SELAMANYA KAMU BUDAKKU, NGERTI?!
KOTA BAHAGIA, KOTA KUMSU KEPEGAWAIAN
"Balai Kota Kumsu."
DIREKTUR PENGEMBANGAN KOTA JANG NO-WON
"Jang No-won."
Direktur Jang No-won.
Masuklah.
Sial.
Dasar brengsek kecil.
Kudengar kau datang terlambat hari ini.
Kau pikir kau siapa?
Maafkan aku.
Tak perlu minta maaf.
Aku cuma penasaran apa kau kabur ke suatu tempat.
Buatku sih nggak masalah. Aku punya ini.
Tapi pikirkan ayahmu.
Kalau satu-satunya anak perempuannya hilang,
apa lagi yang bisa membuatnya bertahan hidup?
Dan sudah kubilang kau pakai rok. Kenapa sih kau keras kepala banget?
LEE (26) HILANG DITEMUKAN TEWAS MAYATNYA DI DALAM BAGASI MOBIL
Brengsek itu ambil gambar. Gambarku!
Dia harus diberi pelajaran.
JOE KYU-TAE
JOE KYU-TAE
Joe Hae-pal!
Kyu-tae.
Joe Kyu-tae.
Sialan.
Joe Kyu-tae!
Apa... Apa ini?
DOSA
Tolong!
Sial.
Ini Pak Joe Hae-pal?
Apa Anda ayah dari Joe Kyu-tae, kebetulan?
Ya, saya. Ini siapa?
Aku cuma penasaran gimana kondisi kaki anakmu.
Kamu siapa dan dari mana tahu anakku cedera?
Jadi benar dia cedera, ya?
Apa-apaan ini...
Akan kukirim video pribadi anakmu.
Bukan video begituan. Cuma klip dia sedang dimarahi, secara pribadi.
Kelihatannya sih kayak hipnosis, tapi aku nggak bisa yakin.
Nggak ada reaksi obat juga.
Terus kenapa dia bisa begitu?
Secara medis, ini disebut “phantom pain”.
Rasa sakit... apa?
"Phantom"?
Ya, phantom. Kan nggak ada luka fisik, kan?
Tapi dia masih merasakan sakit yang parah.
Jadi, itu yang disebut phantom pain.
Kita harus cek mobil tempat korban dibuang.
Kenapa kamu terus mandang van itu?
Gimana data kendaraan?
Baik mobil maupun van nggak terdaftar. Nggak ada datanya.
Hei, lihat. Vannya warna kuning.
Kelihatannya kayak bus TK atau PAUD, ya?
Iya, sepertinya ada tulisan di papan namanya.
Tapi kualitas gambarnya jelek.
Lihat yang ini.
Per... fect... even?
Eureka!
Klinik hewan itu!
Klinik Hewan Pawfect Haven!
Apa?
PAWFECT HAVEN ANIMAL HOSPITAL
Sialan!
Anak kucing ini sepertinya terluka.
Kamu dokternya di sini?
Iya, betul.
Hidup ini memang berat, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.