The Chosen One

The Chosen One (O Escolhido)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

2 فصل

د خپرونې معلومات

The Chosen One S02E02 WEBRip x264
د لخوا تبصره UFSIMV
EPS 02

تګونه

webrip
web
x264
BRip
په خپور شو: 2022-02-23
ډاونلوډونه: 28
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Jalan.

Cepat.

Jangan berhenti.

Berlutut.

Saudaraku melihatmu membawanya?

Tidak, Tuan.

Namun, aku merasa diikuti.

Si Ular tak bisa mendekatiku.

Aku pun tak mendekati Si Ular.

Dari mana dia?

Dia mencuci pakaian di tepi sungai.

Awalnya aku tak tahu, tapi kurasa dekat.

Dokter?

Sadarkah kau bahwa mencari kebenaran di hutan ini

justru menjauhkanmu darinya?

Mungkin, tapi aku akan menemukannya.

Katakan, Dokter.

Apa yang membuatmu perlu menemukan rahasiaku?

- Kau tak bisa menutupi kebenaran. - Kau salah tempat.

Akan kuungkapkan sumber kekuatanku.

Aku bisa mengajakmu ke tempat alam menjadikanku santo.

Kau mengakui memakai sesuatu di hutan?

Aku mengakui ada sesuatu di hutan yang bisa kutunjukkan.

Yang ingin kau lihat.

Kenapa aku harus percaya?

Dokter...

orang memanggilku santo, tapi tak ada yang mengasihiku.

Saudaraku takut kepadaku.

Kini aku tak bisa memuaskan satu-satunya yang pantas kuperhatikan,

Bapa Juru Selamatku.

Aku sendirian, Dokter.

Yang Terpilih.

Kami sangat mengasihimu. Sangat.

Apa imbalan untuk ini?

Bawa Lúcia kembali.

Lúcia membencimu.

Dia membenciku juga.

- Entah siapa yang lebih dibencinya. - Mungkin.

Namun, aku tahu satu hal, kau tak memiliki keraguan.

Kau tak layak menilai karakter orang.

Bawa Lúcia kembali.

Kenapa kau beranggapan aku bisa?

Kau bisa.

Maka itu aku tak memberi tahu saudaraku kau di sini.

Jika aku berhasil?

Akan kutunjukkan rahasiaku.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

SATU BULAN KEMUDIAN

Yang Terpilih...

Gejala-gejalaku memburuk.

Kau menyembuhkan penyakit yang sama pada Damião.

Jadi, kumohon...

Tidak.

Kau seperti Angelina, Lúcia.

Kau kudus.

Tidak.

Aku tidak kudus.

Aku hanya wanita biasa. Aku tak pantas mengalami ini.

Tidak, Lúcia.

Tatap aku.

Jangan cari jawaban di langit, tatap aku.

Tatap aku dan katakan kau punya keberanian menghukumku.

Lúcia,

bukan aku yang harus menatap matamu.

Melainkan orang yang memberimu hukuman mati.

Dia pembunuhmu.

Tidak, aku belum mati.

Bagi Tuhan sudah.

Lúcia.

Jika kau tak bisa, izinkan aku mencoba.

Gunakan sainsmu kalau mau.

Lúcia bukan lagi wanita untukku.

Lúcia, aku bisa membantumu.

Aku membawa obat.

Kau pasti bercanda.

Ayo, Lúcia.

Si dokter tetap di sini.

Pesan mana yang kuabaikan, Bapa?

Kenapa Engkau meninggalkan aku?

Bagaimana nasibku?

Diam. Kau sudah di ujung tanduk.

Maksudmu? Aku melakukan permintaanmu.

Tetaplah patuh dan tutup mulutmu!

Saudaraku...

- Ini mendesak. Kau amat lemah. - Pentingkah, Santiago?

Bapa menutup hati dari putra-Nya di Bumi.

- Aku menepati janjiku. - Tentu saja.

Kau kira aku, Yang Terpilih, memintamu

mengubah tubuh yang sehat menjadi sakit, Bodoh?

Aku melawan penyakit.

Mungkin kau tak berkuasa dan dikasihi seperti yang kau pikirkan.

Mungkin kau tak bisa menerima bahwa Lúcia kembali karena tak punya pilihan.

Kau buta. Bulan-bulan yang kau lalui di hutan

menghancurkan sisa jiwamu yang malang.

Dia lama di hutan dan aku tak tahu?

Dia bersembunyi di perbatasan kita.

Di tanah Si Ular.

Si Ular tak menemukanmu? Mustahil.

Tak ada Si Ular di sana.

Antekmu, Damião, dulu ditawan Si Ular.

- Dia melihat kejahatan mengelilingi kami. - Masa?

Kurasa akhirnya, aku lebih beruntung daripada dia.

Tidak.

Mungkin Si Ular tak menganggapmu ancaman,

karena kerajaan iblis hidup di dirimu!

Saudaraku...

mungkin dia mencemari dokter itu untuk menyenangkan musuh.

Santiago, lihat dia.

Menurutmu, dia mampu merencanakan itu?

Dia lemah.

Yang Terpilih benar.

Aku tak mau dia mati sebelum menceritakan rahasianya.

Kau akan menemukan kebenarannya.

Saat ini terjadi,

kau akan memilih hukumanmu sendiri.

Santiago, beri dia kebenaran.

Apa maksudnya?

- Kau mendapatkan yang kau mau. - Ke mana kau membawaku?

Damião...

Kenapa ini terjadi padaku?

Apa salah dan dosaku?

Ini bukan salahmu.

Atau siapa pun.

Berada di sini beberapa bulan membuatku menyimpulkan

mental Yang Terpilih labil.

Kelabilan itu disamarkan dengan keyakinan agama.

Momen kejernihannya makin berkurang.

Pertama ayahku.

Sekarang aku.

Apa maksudmu?

Ayahku meninggal karena ibuku menolak transfusi darah.

Kenapa?

Sama dengan alasan kalian tak mengobatiku,

fanatisme.

Katakan...

Apa arti Tuhan bagimu, Damião?

Sekali waktu...

sebelum aku kuliah dan mempertimbangkan jadi dokter,

aku biasa mengawasi jika ada polisi di tempat kumuh.

Aku terus bertanya, "Sampai kapan aku hidup di sini?"

Seorang temanku mati di usia 14.

Kata mereka, Tuhan menjaga, dan menuntun jalanku.

Itu salah satu tempat paling religius.

Orang-orang selalu berdoa.

Aku berkata, "Aku harus pergi."

Aku pulang, ibuku menangis di dekat kulkas.

Dia menuang air ke dalam susu.

Semiskin itulah kami dulu.

Keadaan sulit, tahu?

Susu dan air pahit, tapi bukan karena rasanya.

Karena alasan mencampurnya.

Esoknya, aku kembali mengawasi.

Tiap hari, tiap bulan.

Saat menerima gaji pertama, aku membeli susu untuk ibuku.

"Ibu tak perlu mengencerkan susu hari ini."

Dia tersenyum.

Seolah-olah telah kuubah dunia.

Saat itu, saat melihat ibuku mendapatkan kebaikan...

aku berpikir, "Ini pasti karya Tuhan."

Kau tahu?

Saat itulah aku memutuskan ingin berubah.

Aku ingin lebih besar dari itu, menyelamatkan nyawa.

Jika ditanya bagaimana aku di sini dan apa yang kulakukan,

akan kukatakan itu karena ibuku.

Jika kau bilang Tuhan menuntunku,

tak akan kusangkal.

Karena yang kumau adalah...

ibuku tersenyum kepadaku sebagai dokter sama seperti pada hari itu.

Ya, Tuhan, lindungi aku.

Tidak!

Jangan Minhocuçu! Demi Tuhan!

Kenapa pula aku kemari sendiri?

Aku heran Aguazul menandai hutan dengan simbol ini.

Ibuku bilang mereka baru saja menandai pohon.

Tepat setelah menyembuhkanmu,

dan menutup diri dari dunia luar.

Terkait dengan menjaga keseimbangan.

Kenapa berhenti di sini, Sayang?

Kau tahu alasannya, Ana.

Selamat siang, Silvino.

Siang, Ny. Cleuza.

Kenapa matahari gelap?

Kau pasti bercanda.

Itu pertanyaan pertama untuk para remaja di kamp.

Kalian semua gila.

Apa itu?

Minumlah.

Tidak, sebelum kutahu apa itu.

Kebenaran, Dokter.

Bukankah itu tujuanmu kemari?

Jadi, minumlah.

- Ibu tua itu sakit parah. - Dia harus menunggu.

Perhatian.

Penderitaan kalian akan segera berakhir.

Yang Terpilih menerima kalian malam ini untuk menuntaskannya.

- Cukup. - Habiskan.

Apa ini semacam halusinogen?

Minum, Dokter.

Kenapa matahari malam?

More Indonesian subtitles for The Chosen One

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left