Yalgaar

Yalgaar

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Yalgaar 1992 WebRip 720p Hindi AAC x264 - mkvCinemas [Telly]
د لخوا تبصره Classic CinemaIndo

تګونه

webdl
په خپور شو: 2025-07-04
ډاونلوډونه: 36
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Inspektur!

Kau percaya reinkarnasi?

Jaichand.

Kenapa? Bosan hidup?

Tidak, Inspektur!

Kalau kau percaya hidup berikutnya, kau takkan takut mati!

Pernah menatap wajah kematian?

Jaichand, polisi seperti aku sudah biasa bermain dengan maut.

Kadang menang, kadang kalah.

Bagus sekali, Inspektur!

Boleh minta sebatang rokok?

Inspektur, saya mau ke toilet!

Inspektur Brajesh, serahkan kunci borgolnya!

Cepat!

Dasar bajingan! Kau buang kuncinya!

Jaichand, kami cuma bisa menangkapmu, bukan membebaskanmu!

Sekarang ikut aku!

Justru kau ikut aku, Inspektur!

Ayo!

Inspektur, aku sengaja ditangkap agar bisa membunuhmu!

Seseorang membayar untuk nyawamu!

LIMA TAHUN KEMUDIAN

Paman... Paman!

Paman!

Paman, kami sudah lari empat putaran!

Nggak sanggup lagi!

- Capek! - Ayo, Meghna!

Kau generasi masa depan bangsa!

Kalau baru segini sudah lelah, bagaimana nasib negara?

Minimal jangan lemah di hari kemerdekaan!

Paman, ini 15 Agustus, bukan Hari Pahlawan!

Kalau aku mati karena lari-lari, apa gunanya buat bangsa?

Mati itu gampang!

Tapi hidup itu... butuh perjuangan di setiap langkah! Mengerti?

Wah, paman keren!

Tapi ceramahmu nggak terlalu membakar semangat.

Ayo sekarang! Cepat!

- Oke! - Lari!

Paman, Ibu masak sarapan favoritmu hari ini.

Lezat banget!

Pedas dan mantap! Pakai saus favoritmu!

Kita semua suka yang pedas!

Cukup! Jangan bujuk aku begitu!

Paman!

Salam, Inspektur Rajesh!

Salam!

Paman, siapa tuh cewek?

Teman lama!

Kau larinya kencang banget sampai cewek pun susah ngejar!

Makanya masih jomblo!

Padahal masih keren dan pintar juga...

Cewek bisa klepek-klepek tuh!

Tahu nggak, nyogok polisi itu ilegal?

Aku cuma bilang yang sebenarnya!

Nanti aku cariin tante keren buatmu!

Kamu yang harus nikah duluan!

Aku udah nemuin calon suamimu! Nih, lihat!

Hai, cantik!

Paman!

- Itu satu-satunya cara kabur darinya! - Aku gak bakal maafin kamu soal ini!

Ayo, cepat!

Sawant! Aku benar-benar gak tahu harus gimana sama kamu!

- Pak, lakukan aja yang terbaik buat saya! - Diam kamu!

Pak!

Pak, Wakapol bilang,

...kita harus sampai di parade sebelum acara mulai.

- Oke! Rapikan topimu! - Pak!

- Selamat pagi, Sawant! - Hai, Meghna!

Ibu!

Ibu!

Ibu! Kamu dan Tuhanmu itu, deh!

Ibu, udahan doanya, bikin sarapan dong!

Dulu ratu menyalakan lampu...

...dan menggantungkannya di tembok tertinggi.

Dia duduk di bawahnya...

...berharap sang raja bisa melihat dari jauh...

...dan tahu rakyatnya masih menunggunya pulang.

- Tapi raja gak pernah kembali, ya, Ayah? - Nggak.

Kenapa sih selalu cerita yang sedih ke Meghna?

Kaushalya, hidup itu ada senang, ada sedih.

Kadang di atas, kadang di bawah.

Kita harus siap menghadapi semuanya!

- Namaste, Kakak Ipar! - Namaste, Rajesh!

Kakak Ipar! Jangan menangis di hari seperti ini...

Hari ini harusnya jadi hari kebanggaan!

Aku memang bangga!

Tapi mataku...

...tetap meneteskan air mata.

Jangan begitu, Kak!

Kamu lebih cantik kalau tersenyum!

Nah, gitu dong!

Senyuman itu lebih cocok di wajahmu!

Kakakku juga pasti akan bilang begitu!

Iya, kan?

Aku ambilkan sarapan, ya!

Sebentar ya!

Inspektur Rajesh Ashwini Kumar!

Pak, saya menemukan Jaichand!

Di mana dia?

Di Gandhinagar, Pak!

Kalau ini info palsu, saya gantung kamu!

Pak, saya pernah bohong sebelumnya?

- Tunggu di sana! Saya ikut! - Siap, Pak!

Kakak Ipar! Meghna!

- Aku berangkat dulu! Ketemu di lapangan upacara! - Sarapannya...

- Paman, sarapan ini enak sekali! - Maka nikmatilah, Meghna.

Kamu pantas mendapatkannya!

Tuan, tunggu sebentar!

Tuan, tunggu sebentar! Saya akan jatuh!

Tuan! Saya terbawa angin!

Tuan!

Tuan, tolong pelan sedikit!

Tuan!

Tuan, hati-hati!

Tuan, kita akan mati!

Tuan, ada mobil dari arah berlawanan!

Tuan, tolong pelan! Kita akan mati!

Tuan, kita akan mati!

Tuan, hati-hati dengan mobil panjang itu!

"Oh, Ibu Pertiwi tercinta, ada kerinduan di dalam hati kami..."

"Oh, Ibu Pertiwi tercinta, menyala kerinduan di dalam hati kami,"

"untuk mengorbankan hidup kami untukmu!"

"Oh, Ibu Pertiwi tercinta, menyala kerinduan di dalam hati kami,"

"untuk mengorbankan hidup kami untukmu!"

"Kehidupan seperti itu sungguh mulia..."

"Kehidupan seperti itu sungguh mulia..."

"Kematian seperti itu pun mulia!"

"Oh, Ibu Pertiwi tercinta, menyala kerinduan di dalam hati kami,"

"untuk mengorbankan hidup kami untukmu!"

Teman-teman, dari seragam banyak pria yang telah berkorban...

bisa dibuat sebuah bendera besar.

Kemerdekaan bukanlah tujuannya.

Kemerdekaan adalah peluang untuk meraih tujuan kita.

Jadi...

untuk mempertahankan kemerdekaan itu,

kita harus berkorban lebih banyak!

Harus lebih banyak berkorban,

untuk menjaga kemerdekaan ini tetap utuh!

Pengorbanan adalah tradisi...

dalam keluarga ACP Ashwini Kumar.

Dari generasi ke generasi...

keluarga Ashwini Mahendra Kumar telah mengabdi di kepolisian,

bukan demi uang, tetapi karena hasrat yang membara di hati mereka!

Dan hari ini, di hari yang istimewa ini...

...atas pengabdian panjang dan setianya...

...dengan hormat saya anugerahkan penghargaan Presiden...

...atas nama Kepolisian.

ACP Mahendra Ashwini Kumar!

Saya juga ingin mengundang satu anggota keluarga lagi,

yaitu istri dari ACP Mahendra Kumar, untuk naik ke atas panggung,

yang suaminya, Brajesh Ashwini Kumar...

...gugur dengan gagah berani dalam tugasnya,

dan juga dianugerahi penghargaan Presiden...

atas tindakan kepolisian yang heroik.

- Ibu! - Mrs. Kaushalya Brajesh Ashwini Kumar.

Ashwini, beberapa kata...

Teman-teman! Aku tahu banyak yang mencela polisi.

Aku tidak di sini untuk membela mereka.

Di negara miskin, di mana kelaparan begitu parah,

hingga menenggelamkan semua perasaan lain,

menjadi jujur bukan hal yang mudah.

Air tetaplah air,

tapi ada yang mempersembahkannya pada Tuhan,

dan ada yang mencampurnya dengan wiski.

Jadi, seberapa panjang pun tangan hukum,

ia tetap bisa kehilangan genggamannya.

Namun polisi kita...

adalah yang terbaik kedua di dunia.

Mengorbankan hidup demi uang,

itu juga bisa dilakukan oleh penjahat!

Tapi mengorbankan hidup demi bendera,

hanya bisa dilakukan oleh prajurit!

Hidup India!

Luar biasa, Kakek! Pidato yang hebat!

Keren banget!

- Tuan Sahay, selamat malam! - Selamat malam! - Paman!

Hai, Meghna!

Selamat malam, Ayah!

Selamat malam!

Kakek!

Hari ini kita merayakan! Jangan bertengkar!

Tolong!

- Oke! - Hai, Meghna!

Hai, Sunayna!

Ayo!

Kamu tidak terlalu cepat tiba di parade!

Ya, Ayah! Aku tahu!

Aku sedikit terlambat! Maaf!

Tidak! Aku tahu, untuk parade 15 Agustus...

kamu pasti akan sampai sebelum 26 Januari!

Kamu sangat sibuk belakangan ini.

Kamu ke mana saja?

Aku mengejar seorang penjahat.

Ke mana?

Sekitar daerah Rajapuri.

Tapi itu bukan wilayahmu.

Ayah, kehormatan tidak punya batas wilayah.

Dan kewajiban tidak punya batas!

Itu sebabnya kau melanggar semua aturan lalu lintas,

dan merusak begitu banyak barang umum.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left