لومړۍ 158 کرښې.
SMP TEIKO
Tim basket SMP Teiko.
Di tengah sejarah gemilangnya,
ada 5 orang berbakat yang disebut Generasi Ajaib.
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Namun, mereka terancam oleh
Sang Bayangan SMA Seirin.
KUROKO'S BASKETBALL
Dan...
semua telah berakhir!
YOSEN
Pada perempat final Winter Cup,
kami menang lawan SMA Yosen
pimpinan Atsushi Murasakibara dari Generasi Ajaib.
KAIJO
Aku tunggu kalian di semifinal.
Tentu saja.
SEASON 3 EPISODE 51
Wawancara?
Ya, untuk Majalah Basket .
Artinya kita disorot juga.
Menurutmu, apa yang akan ditanya?
Pikiran saat bertanding dan rencana masa depan.
Semacam itu.
Serius? Aku mulai tak tenang.
Kita kurang mahir soal itu.
Tak usah dipikirkan.
Bersikap wajar saja.
Ya, benar. Wajar.
Kau benar.
Oke, semuanya!
Santai saja!
Mereka sama sekali tidak santai.
Selamat.
Terima kasih!
Suatu kehormatan diwawancarai Majalah Basket .
Pertandingan Yosen sungguh menegangkan.
Keren! Bisa lolos ke Winter Cup dua tahun sejak tim dibentuk.
Ditambah lagi, sukses sejauh ini!
Terima kasih banyak.
Pertandingan apa paling berkesan?
Sulit...
memilih satu saja.
Sudah pasti.
Jika harus memilih, bagiku pertandingan Shutoku.
Itu babak final penyisihan Winter Cup.
Jangan besar kepala.
Kami tidak akan kalah!
Kami juga!
- Rebound. - Rebound.
Meski berakhir seri,
kedua tim sudah mengerahkan seluruh kemampuan.
Aku ingin melawan Shutoku lagi.
Ya.
Sepertinya mereka membicarakan kita.
Mungkin mereka mau melawan kita lagi.
Aku sepakat.
Hasil seri agak kurang memuaskan.
Waktu bermain terlalu singkat.
Itulah maksudku!
Kita akan menang.
Tentu saja!
Tapi rintangan besar harus diatasi dulu.
Lawan kita tak punya kekurangan.
RAKUZAN
Mata Elang kemampuan yang hebat.
Ya, benar.
Aku dengar banyak orang di Uruguay menguasainya.
Mata Elang, Uruguay.
Mata Elang, Uruguay.
Mata Elang, Uruguay. Begitu!
Abaikan saja dia.
Jika itu maksud Shun,
anggap saja banyak Mata Elang di Uruguay.
Tak bisa!
Bagaimana denganmu, Taiga?
Ya...
aku hanya bermain sekuat tenaga.
Bagaimana denganmu, Pelatih?
Menurutku, pertandingan To'o yang membuat Taiga gusar.
Aku percaya pada kemampuan mereka,
tapi pencapaian mereka melebihi dugaanku.
Apa pendapatmu tentang Daiki?
Dia akan kukalahkan lain kali.
Bukankah kau menang kali ini?
Dia menang, tapi bilang akan menang lain kali.
Taiga rendah hati.
Dia bukan rendah hati, tapi bodoh.
Kau bagaimana, Daiki?
Kalah. Tapi aku akan menang lain kali.
Itu saja.
Itu sama saja.
Bagaimana tanggapannya saat lolos ke semifinal?
Bangga sekali, katanya.
Ternyata seperti itu.
Lawan berikutnya mungkin SMA Kaijo.
Kita pernah berlatih tanding sebelumnya.
Dia gugup soal pertandingan resmi pertama.
Begitu, katanya.
Baik.
Terima kasih. Aku rasa cukup.
- Kalau Tetsuya? - Apa?
Komentarnya harus dimasukkan.
Ya, benar. Aku lupa.
Semua pertandinganmu mengesankan.
Terima kasih banyak.
Peranmu besar. Di pertandingan Shutoku...
Gerakan Menyelinap!
Kau tak akan bisa lewat!
Pertandingan Kirisaki Daichi...
Pertandingan To'o...
Taiga!
Lalu pertandingan Yosen tadi...
Ya, bagiku...
Aku selalu bermain sekuat tenaga.
Aku tak sempat buat pelesetan "Yosen".
Itu saja yang kusesali.
Jangan menyerah.
Masih ada kesempatan.
Bodoh! Ayo.
Taiga, ada waktu sebentar?
Apa?
Aku merasa agak marah saat ini.
Kenapa? Kita menang!
Masalahnya setelah itu...
Kau senang atas
yang terjadi pada Tatsuya?
Kau pikir bisa menghentikanku? Menarik!
Dia melompat dari awal?
Tak mungkin.
Dia seperti burung!
Aku kalah, Taiga.
Sesuai janji kita, aku bukan lagi saudaramu.
Ya, aku tahu.
Apa boleh buat?
Menang atau kalah, kami bukan saudara lagi usai pertandingan.
Itu perjanjian kami.
- Apa kalian berdua bodoh? - Apa?
Sudah kubilang buang!
Aku tak sanggup.
Malah, menurutku
seolah kau memohon agar tidak kubuang.
Aku menghargai perasaanmu saat itu.
Tapi apa benar sesulit itu
untuk terus menjadi saudara sekaligus rival?
Aku yakin Tatsuya juga banyak pikiran.
Tapi dalam lubuk hati,
dia mengerti.
Aku baru saja lihat dia keluar.
Berbaikanlah.
Pertandingan tadi ketat, Tatsuya.
Ya.
Tapi aku merasa lebih baik.
Maaf, Alex.
No comments yet. Be the first to leave one.