لومړۍ 200 کرښې.
Sebelumnya di "Bates Motel"...
Satu-satunya alasan kau berada di sini
adalah karena Ibu tak tahu cara menolongmu.
Menempatkan aku di sini, aku tak memaafkanmu.
Aku tak pernah sekecewa ini pada seseorang.
Norman.
Atas wewenang yang diberikan pada saya,
sekarang saya nyatakan kalian suami istri.
Siapa yang akan melakukan ini?
Kau pernah terapi sebelumnya?
Berapa lama ini akan berlangsung?
Bolehkah aku pergi?
Kurasa tidak.
Aku tak tahu apa yang terjadi sebelumnya.
Aku cuma hilang kesadaran.
Tapi aku tak bisa lakukan ini lagi.
Kau yakin kita harus membereskan ini?
Mungkin kita perlu biarkan untuk pemeriksaan sidik jari.
Mereka memakai sarung tangan, Norma. Tak ada sidik jari.
"Mereka?" "Mereka" siapa?
"Mereka," pria atau wanita, siapapun itu.
Apa mereka harus merusak jendela kesayanganku?
Itu kejam sekali. Jendela itu berarti bagiku.
Apa-apaan ini, Alex? Aku sudah bersikap baik.
Aku sepenuhnya menjaga diri.
Selama ini aku hanya memikirkan Norman dan membuat dia membaik.
Aku juga sibuk jadi istrimu.
Aku tak ada waktu membuat orang marah.
Apa ini ulah Bob Paris lagi?
Tidak, ini bukan Bob./ Bagaimana kau tahu?
Karena ini pekerjaan amatir.
Tidak rapi, ini... ini...
Ini cukup agresif.
Ini tentang aku.
Kenapa? Apa yang telah kau perbuat?
Tak ada. Aku...
Dengar, ada orang dari bisnis narkoba
yang ditangkap DEA.
Aku hanya coba membereskan dampaknya saat ini,
dan, membuat kesal beberapa orang.
Ini resiko menikahi seorang Sherif.
Maafkan aku.
Kau dalam bahaya?
Tidak, tidak.
Ini hanya sekedar gangguan.
Ini bukan ancaman, paham?
Dan aku minta maaf soal jendelanya.
Kita akan perbaiki.
Baiklah.
Baik.
Aku hanya mencari seseorang
yang bisa mereplika ini secara persis.
Apa kau punya ahli jendela?
Bukan ahli jendela seperti itu.
Bisakah aku meninggalkan kontakku?
Kau mungkin bisa tanya dulu.
Mencari tahu siapa yang mungkin bisa membantuku.
Tentu.
Namaku Norma Bates.
Aku pemilik Bates Motel di Highway 88,
dan jendela patri itu bukan untuk motel di bawahnya.
Itu untuk rumahku, di atasnya.
Terima kasih atas bantuanmu.
Dan hilang kesadaran itu...
kurasa adalah hal psikologis.
Aku telah lakukan pemindaian, yang tak menunjukkan hasil,
tapi mungkin sebaiknya aku coba sekali lagi.
Aku bukannya mau berdalih.
Mungkin aku memang butuh pengobatan,
dan itu adalah sesuatu yang ingin kucoba.
Benar, jelas aku telah melakukan kesalahan
ketika kubilang Ibuku membunuh orang.
Aku dan Ibuku memiliki hubungan
Ibu dan anak remaja pada umumnya, kurasa.
Apa kau suka makanan di sini?
Makanannya lumayan.
Tidak selezat di rumah.
Ibumu pandai memasak?
Oh, ya.
Dia yang terbaik.
Kenapa kau gunakan kata "pada umumnya" terkait hubunganmu?
Kurasa maksudku "normal."
Apa penting bagimu,
menyatakan hubungan kalian sebagai "normal"?
Bukan, aku hanya merasa kami bukan abnormal.
Benar, kami dekat, tapi kami harus begitu.
Kau tahu Ayahku sudah meninggal, 'kan?
Ya. Kalian dekat?
Tidak.
Ya, ya, maksudku aku tidak...
Ia Ayahku.
Aku menyayanginya... sangat,
tapi ia selalu bekerja.
Dan ketika ia meninggal,
tak ada orang lain lagi
selain Ibuku tempatku bersandar.
Dan jadi sangat penting...
agar Ibuku tahu dia bisa percaya padaku.
Apa itu sulit bagimu?
Astaga. Tidak. Itu bukan hal sulit bagiku.
Dia Ibuku,
dan Ibuku seseorang yang luar biasa istimewa.
Dia bisa jadi begitu penuh harapan,
jadi sangat optimis
orang-orang akan baik padanya, dan...
terkadang mereka memanfaatkan itu.
Maaf, aku hanya...
Aku hanya tak suka meninggalkan dia sendirian.
Aku paham kau mencemaskan Ibumu, tapi...
apa mungkin Ibumu senang
bahwa kau menggunakan kesempatan di sini memikirkan dirimu?
Mungkin.
Mungkin, ya,...
tapi, aku masih belum terima
jika aku dimasukkan dalam daftar hal yang membuat dia menderita.
Selamat datang di rumah.
Kukira setidaknya ada parade atau semacamnya.
Marching Band-nya ada di belakang.
Aku senang ada di rumah,
meski kurasa bukan untuk waktu lama, ya?
Ini masih belum terjual,
tapi kita sudah ada peminat.
Tak usah khawatirkan itu.
Oh.
Satu persatu, Nak.
Saat ini kita di sini. Kita bersama. Kita berhasil.
Ayo, Ayah sedang membuat teh.
Teh, Dylan?/ Teh?
Ya.
Jadi, pukul berapa kau perlu aku besok?
Chris akan memberitahumu paginya.
Oh, aku tadinya penasaran
apa mungkin
aku boleh menelepon.
Aku tahu aku butuh izin.
Siapa yang akan kau telepon?/ Temanku Emma.
Dia mengidap kelainan paru-paru, dan dia baru saja transplantasi paru-paru, jadi...
Tentu saja.
Aku akan masukkan namamu ke daftar.
Halo, ini Norma Bates.
Tinggalkan pesan, dan aku akan telepon kembali.
Hai, ini aku.
Um...
Aku,...
Aku cuma ingin mengatakan
kuharap Ibu baik-baik saja...
...melewati semuanya,
dan...
dan aku minta maaf.
Kurasa Ibu benar tentang...
Aku telah bingung tentang semua hal dan...
Tapi aku sungguh berusaha keras agar segera sembuh.
Aku yakin aku bisa.
Aku sangat rindu Ibu,
dan aku sayang Ibu.
Aku tahu aku masih terlihat seperti dia,
tapi aku tak merasa seperti dia lagi.
Kau merasa seperti apa?
Maafkan aku.
Tak apa./ Kau tak apa?
Tidak, hanya ngilu sedikit.
Kurasa itu cara kecil ayahku
untuk menyuruhku tidur.
Kau ingin kubantu?
Apa segitu putus asanya kau ingin melihatku telanjang?
Mungkin.
Kau harus menunggu.
Seperti kata dokter, 4 hingga 6 minggu.
Tunggu, kau bertanya pada dokter kapan kita bisa...
Aku akan simpan di ponselku.
Baik.
Keluarlah.
Halo?
Dr. Edwards?/ Saya sendiri.
Ini Mac Dixon dari Pineview Station.
Aku cuma mengabari tentang si bocah Bates.
Ya, ya, terima kasih. Ada kabar?
Ya.
Kami memeriksa semuanya.
Pendapatku adalah mengenai pernyataan dari pasienmu
tidak berkaitan dengan kenyataan.
Ibunya, Norma Bates, tak ada catatan buruk.
Gadis bernama Bradley Martin itu adalah kasus bunuh diri.
Dan sang guru, Blaire Watson,
dia dibunuh, lehernya digorok,
tapi pelakunya sudah dipenjara selama 20 tahun.
Sekarang, Audrey Decody,
Kami belum menemukan dia saat ini,
tapi kecuali kau punya informasi baru,
Aku rasa itu cuma laporan palsu.
Sebenarnya, Norman menyanggah pernyataan itu sekarang.
Itu dia.
Sekarang kau tenang saja.
Dia sudah tidur./ Bagus. Dia memerlukan itu.
Kau tak ingin bergabung untuk makan malam?
Tidak. Tidak malam ini.
Ayolah, ini malam pertama Emma di rumah.
Ya, aku tahu.
Hanya saja, aku...
Aku harus ke Seattle pagi sekali
No comments yet. Be the first to leave one.