Lovestruck in the City

Lovestruck in the City (도시남녀의 사랑법)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

도시남녀의-사랑법ㅡLovestruck In The CityㅡE15 NF-360P/720P/1080P
د لخوا تبصره DD_Movie
NF Retail [ RT 00:39:46 ] | Streaming : dongdotmovie.my.id

تګونه

720p
720
1080
په خپور شو: 2021-02-09
ډاونلوډونه: 39
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

#ROMANTIS

#BERJIWA BEBAS

#WANITA KEREN

#MEMILIH LAJANG

#SUDAH LAMA BERPACARAN

BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?

Tempat apa ini?

Kenapa kau sampai sewa tempat ini untuk wawancara?

BISA CERITAKAN HAL YANG TERJADI SEPULUH MENIT LALU?

Kau tahu, aku…

- suka berciuman. - Aku pasti gila.

Kenapa begitu? Kenapa kau gila?

- Kenapa aku melakukannya? - Apa maksudmu?

- Aku menyesal. - Hei! Apa?

Kau bilang kau menyesal?

Barusan dia bilang menyesal… Ini sungguh gila.

Serius? Kau barusan bilang kau menyesal?

Apa sungguh begitu?

Tunggu!

Pikirkan dengan matang sebelum bicara.

Jika kau bilang kau menyesal,

aku akan sungguh menjadi gila. Serius.

- Aku menyesal. - Sialan.

Hei. Kau yang menciumku lebih dulu.

Kau yang selalu lebih dulu menciumku. Di Yangyang pun begitu.

- Benar. Aku pasti aku gila. - Apa maksudmu "gila"?

Kau bukan gila, tetapi menyukaiku.

Hei, kau… Tunggu sebentar.

Lihat ini. Lihatlah.

Ini cincin yang kubuang di Cheonggyecheon.

Namun, cincin ini ada di sini sekarang.

Artinya dia mencari cincin ini di tengah cuaca dingin.

Aku pun tak akan bisa begitu.

Ini pasti karena cintamu.

Saat itu memang.

Hatiku sangat sakit melihatmu membuang cincin ini ke sungai.

Jadi, aku mencarinya di tengah cuaca dingin.

Benar. Kau memang melakukannya. Namun,

- bagaimana sekarang? - Aku menyesalinya.

Aku menyesal mencari cincin itu dan menciummu.

Lihatlah dia, Semuanya.

Lihat dia!

Lihatlah dia, Semuanya!

Dan kalian para pria, lihat dan ingatlah wajahnya!

Dia yang pertama menciumku, lalu menyesalinya.

Hatiku seperti teriris.

Haruskah kutuntut karena pelecehan seksual?

Kenapa menuntut? Kau juga menciumku.

Ya, aku memang menciummu juga. Lantas?

Aku menyukaimu dan tak menyesalinya.

Aku juga menyukaimu, jadi kucium.

Namun, aku menyesalinya.

Aku menyukaimu.

Aku sungguh menyukaimu.

Namun, hal lain lebih penting bagiku sekarang.

Namun, kau juga menyukaiku.

Baik. Mari kita dengarkan. Apa yang kini penting bagimu?

Kau pasti sudah dengar semua dari Kyeong-jun

tentang Lee Eun-o yang dulu sangat bodoh dan payah.

Tentang kau hampir menikah dengan pria lain?

Kenapa memangnya?

Aku tak peduli sama sekali.

Kenapa masih kau pikirkan?

Apa hubungannya hal itu dengan perasaan sukamu kepadaku?

Mungkin kau tak peduli, tetapi penting bagiku.

Aku ingin merahasiakan ini untuk selamanya,

tetapi kau telanjur tahu. Aku merasa malu.

Kau merasa malu? Lalu aku?

Lihatlah diriku.

Aku memohon menerimaku kembali seperti orang gila.

Aku sudah sungguh gila sekarang.

- Hentikan. Banyak orang melihat. - Aku tak peduli!

Biarkan mereka melihat! Aku memang gila!

Aku tak peduli. Biar mereka lihat. Aku tak keberatan.

Mereka sudah pikir aku gila. Biarkan mereka melihat.

Hei. Apa kau tahu?

Kau sangat egois.

Baik. Aku egois.

Bagiku, diriku yang paling penting dari semuanya.

Aku bertekad hidup hanya untuk diriku.

Aku lebih suka dipanggil wanita jalang, alih-alih bodoh dan payah.

Kau juga bilang aku menjengkelkan.

Kita bukan lagi pasangan yang saling mencintai di Yangyang.

Kita sudah tahu keburukan satu sama lain.

Kau pikir bisa berhasil jika bersama lagi?

Aku sakit kepala.

Ini membuatku gila.

Hei. Aku harus apa? Tolong beri tahu.

Aku akan lakukan semua perkataanmu.

Tidak. Kau tahu, Seon-a…

Bukan.

Lee Eun-o. Aku akan…

balas dendam.

Aku serius balas dendam.

Apa ada cara

untuk membuatnya menangis?

Aku mau membuat dia menangis tersedu-sedu.

Cepat katakan.

Apa? Punya pacar lagi?

Yang benar saja? Tak ada gunanya.

Aku masih menyukai Eun-o.

Kasihan wanita lainnya, bukan?

Aku tak bisa pacaran dengan kondisi begini.

Aku ini pria gila sekarang!

Tidak, bukan begitu.

Lupakanlah. Tidak.

Aku tak bisa menahan ini semua.

Aku akan memperlihatkan sesuatu.

Matilah kau.

Ya. Baiklah.

WANITA GILA

- Halo? - Kau bisa tidur?

Apa?

Dia mematikannya?

Yang benar saja.

- Apa? - Bagaimana kau bisa tidur?

Aku mengantuk. Kenapa?

"Mengantuk"? Kau benar-benar…

sangat berengsek.

- Sialan. - Aku tahu.

Hei, kau…

wanita jahat.

Memang.

Halo?

Apa dia sudah gila? Dia mematikannya lagi?

Hei. Jangan matikan teleponnya.

Jangan matikan teleponnya! Kumohon.

Juga,

jangan tidur.

Jika kau tidur,

aku bisa menggila sampai mati.

Baiklah. Aku tak akan tidur.

Baiklah.

Kau

diam saja begini.

Ya, baiklah.

Namun, jika aku yang jahat,

lantas kau?

Aku…

bedebah gila.

- Kau tahu kau gila? - Ya.

Ini semua karena kau.

Namun, apa benar…

kau menyesal bertemu denganku?

Aku tak menyesal.

Aku juga begitu.

Aku melakukan banyak hal setelah bertemu denganmu, tetapi…

aku tak pernah menyesal sekali pun.

Saat bersamamu,

kusuka tiap momennya.

Aku mencoba hal-hal yang kumau, tetapi tak pernah kulakukan.

Dan…

aku sangat berterima kasih…

karena kau menyukaiku.

Aku sangat membutuhkannya saat itu.

Aku sangat ingin menjadi orang lain

dan dicintai seseorang.

Apa kau…

sungguh berpikir bahwa kau yang di Yangyang bukan dirimu?

Aku masih tak tahu.

Entah aku Lee Eun-o yang sudah berubah,

atau Lee Eun-o yang sedang meniru Yoon Seon-a.

Aku selalu berusaha agar tak hidup seperti Lee Eun-o

yang bodoh dahulu.

Namun, adakalanya upayaku itu pun terasa palsu.

Ternyata itu.

Hal yang lebih penting daripadaku.

Benar.

Aku…

ingin menemukan jati diriku.

Aku mau lebih tahu tentang diriku.

Aku belum bisa memahami diriku.

Namun, aku enggan menjadi diriku yang dahulu.

Maaf karena beginilah aku sesungguhnya.

Namun…

menemukan jati diriku adalah hal terpenting.

Mengurus diriku sendiri

saat ini…

lebih penting daripada menyukaimu.

Berikan kunci mobil.

Halo. Ada yang bisa kubantu?

Spion mobil ini terlepas.

Bawalah ini

agar hatiku lebih tenang.

Baik.

Aku tak mau kau merasa bersalah.

Ini.

Kau meninggalkan ini di rumahku.

Katamu mau mencari jati dirimu.

Semoga berhasil.

Baik.

Tak menyuruhku untuk menjaga diri?

Kita akan bertemu lagi saat bekerja.

Kau benar. Aku pamit.

Sudah kau lem garpu?

Sudah kuduga.

Mau sepeda baru?

Tak mau. Aku mau yang lain.

Seratus ciuman,

seratus pernyataan cinta,

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left