لومړۍ 200 کرښې.
Kisah "Eye Candy" sebelumnya
Jangan dekati Jake Bolin.
Berlututlah!
Seseorang menjebaknya.
Dia bukan orang kita.
Aku mau berkonsultasi denganmu, tapi aku..
Aku memilih tidak pergi. Tidak sampai kita menangkapnya.
Pada siapa kau bicara?
Peretas biasanya tak bekerja sama dengan polisi.
Di ulang tahun Sara, kuberikan ini padanya sebagai hadiah.
Kita harus diingatkan akan kehilangan kita.
aku suka tak berbusana
berpesta
Hei, ayo!
Seru sekali.
Ayo kita lakukan lagi.
Dia akan seperti ini semalaman?
Bagaimana menurutmu? Amy si roller coaster .
Aku ikut hanya demi minuman gratis.
Hei, Jessica. Tunggu!
Apa-apaan itu?
Aku mengencani Rubik's cube .
Entah sisi mana yang akan kudapat atau kombinasi yang mana.
Seksnya seru, tapi siapa tahu gurun perkencanan di luar sana.
Ayo!
Ya, kan, Max?
Gurun perkencanan, ya?
Ya. Terserah kau saja, Aaron.
Ya, Tuhan. Serius sekali kau.
Kenapa dia ikut?
Entahlah.
Selamat datang di syurga!
Keren, ya?
Lihat lampu-lampunya.
Aku tuan rumah kalian di malam terakhir kepolosan kita.
Yang benar saja. Sudah lama kita bukan anak polos lagi.
Teman-teman, ini Jarek. Supir kita.
Sebentar. Kami mau berfoto.
Ucapkan "Sampai jumpa SMU"!
Kau hanya hidup satu kali!
Siapa yang masih mengatakan itu?
Katakan saja, Berengsek.
Yolo!
hidup jutaan dolar
mencinta, bertengkar, tertawa
menangis, mendamba, mendapatkan
hidup, mati
kami tak perlu memberi alasan
kami melakukan yang kami mau
kami melakukan yang kami suka
kami buka kedok kami
kami lakukan yang kami suka
kami tidak minta maaf
kami lakukan yang kami suka
kami ingin bersenang-senang
kami lakukan yang kami suka
kami seperti yang lainnya
ya, hidup sejuta dolar
ya, hidup sejuta dolar
hidup
kami tak perlu memberi alasan
untuk hidup sejuta dolar kami
Teman-teman? Di mana yang lainnya?
Ayolah. Di mana kalian?
Di mana kalian?
Teman-teman?
Amy! Di mana kau?
kini kau telah tiada
tapi kau masih menghantuiku
kau menghantuiku
aku bangun dini hari
kau masih menghantuiku
kau menghantuiku
menguntitku pulang nanti malam
hantu yang tak bisa kuhindari
Kita saksikan laporan Gina Simmons akan 5 pelajar yang hilang.
Rupanya sudah 1,5 hari...
...para pelajar SMU ini menghilang.
Max Jeter, salah satu dari mereka,...
...ditemukan tidak sadar pagi-pagi sekali kemarin.
Dan kini bekerja sama dengan polisi melakukan penyelidikan .
Hei.
Hei.
Kita perlu bicara.
Aku agak sibuk saat ini.
Ada apa?
Enam pelajar menyewa bus pesta untuk merayakan kelulusan SMU.
Lima di antaranya hilang. Juga supirnya.
Dengar, semuanya. Sudah dipastikan.
Supir punya catatan kriminal. Kejahatan besar punya tersangka.
Kita harus membuktikannya dan menemukan anak-anak ini.
Bagaimana anak yang ada di polisi itu?
Katanya, ia tak ingat apa-apa.
Kita jemput Max Jeter siang ini. Aku ingin kau menginterogasinya.
Orang tuanya?
Bekerja di kedubes AS di Nigeria.
Interogasi ringan, oke? Tanpa pengacara.
Cari sesuatu yang bisa mengembalikan ingatannya.
Semua ini dari sosmed mereka, kan?
Semua pesan, foto dan unggahan mereka?
Kalian merekonstruksi malam itu dari semua unggahan mereka.
Itu tugas kita di sini.
Orang-orang tak menyadari jejak informasi yang mereka ekspos ke dunia.
Beberapa dari kita tahu.
Tapi unggahan berhenti tepat pukul 1.46 pagi.
Ya, pengamatan yang bagus.
- Kenapa? - Entahlah.
Entah mereka di luar jangkauan.
Atau ada yang menghadang sinyal mereka.
Aku bisa membantu kalian mengungkap malam itu.
Mengungkap?
Semua unggahan ini. Kita buat bermakna sebermakna bagi mereka.
Aku sangat jago.
Sangat cepat.
Seberapa cepat?
Pokoknya cepat.
Buktikanlah.
Sersan, yang benar saja?
Ini tak ada kaitannya dengan pembunuh virtual.
Jangan membantah.
Aku mungkin lebih mengerti mereka daripada polisi-polisi tegang.
- Kita coba. - Siapa yang tegang?
Permisi.
Amy Bryant menyewa bus dengan kartu kredit orang tuanya.
Dia yang menyiapkan segalanya.
Sepertinya mereka semua berteman semasa SMU.
Kecuali Max.
Penyendiri, pemakai obat.
Kecuali kalau soal Amy.
Entah karena cinta atau pertemanan.
Atau keduanya.
Morgan, Jessica dan Amy dulu bersahabat.
Sidebar menunjukkan mereka jarang ketemu Amy...
...sejak dia mulai berteman dengan Max.
Amy dan Aaron sepertinya pernah kencan.
Kini Aaron suka Jessica. Tapi Jessica jelas tidak suka.
Akan kauterima telepon itu?
Tidak.
Kau sudah menemuinya sejak..
Sejak dia ditangkap di pesta ulang tahunku...
...karena pembunuhan berantai?
Tidak.
Kau ingin menemuinya?
Aku tak pernah memikirkan itu.
Tapi dia ingin menemuimu.
Kau ingin menemukan anak-anak ini, tidak?
Ethan mengerjakan PR teman-temannya.
Dan dibayar dengan obat.
Anak baik.
Dia bukan yang pertama.
Max menyediakan stimulan dan penenang bagi mereka dari obat orang tuanya.
Tahu dari mana?
Aku mungkin lihat catatan obat mereka.
Perlukah kuingatkan kita tak meretas di sini?
Dan siapa yang mau tahu?
Aku yakin pengacaranya mau tahu.
Aku harus bilang apa?
Tidakkah aneh bagimu?
Semua berhenti begitu saja?
Semuanya berhenti menggunakan ponsel.
Maksudku, kurasa..
Maksudku,.. Aku tak ingat apa-apa, oke?
- Seperti kubilang pada detektif lain. - Ceritakanlah lagi.
Kami berpesta.
Kami agak di luar kendali. Dan aku pingsan.
Sebelum atau setelah kauberi mereka pil orang tuamu?
Bagaimana kau tahu?
Pokoknya kami tahu.
Apa aku dalam masalah?
Kalau kau tak ceritakan semua yang kau tahu.
Dengar. Semua orang ingat sesuatu.
Kita mulai dengan sesuatu itu.
Bagaimana malam itu berawal?
Takkan berhasil.
Kita harus membuat anak ini buka mulut.
Ada 5 pasang orang tua sangat ketakutan...
...dan ingin tahu di mana anak mereka.
Max tidak suka polisi.
Pernah diperiksa karena dicurigai punya ganja di subway .
- Dia bilang, mereka melecehkannya. - Kapan?
Dia unggah 2 bulan lalu. Satu matanya lebam.
Kalau begitu, kita coba cara halus.
Bicaralah padanya.
Aku?
- Kukira kau mau mengungkap malam itu. - Ya.
Tapi hanya dengan online .
Kau tahu lebih banyak dari unggahan mereka, Lindy.
Mereka bohong, mereka menambah cerita.
Kau hanya mengetahuinya dengan bertemu langsung.
Kau ingin membantu.
Tapi..
Itu ponsel Max?
Ya. Aku meng- copy ponselnya. Kami punya semuanya sekarang.
Bingung minum apa?
Ya, aku tak bisa tidur.
Aku butuh tenaga.
Coba slingshot .
Apa itu?
Hanya 1/3 kola, 2/3 kopi dan es.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.