لومړۍ 200 کرښې.
"Episode Enam"
Toko buku itu.
Toko buku. Tunggu. Toko buku.
Buka pintunya.
Toko buku.
"Aku menuju toko buku"
Kamu sedang apa?
"Rasanya hangat"
"Rasanya hangat"
"Rasanya hangat."
"Toko Buku Dong Ju"
"Di dinding kaca di samping pintu masuk toko buku,
poster iklan digantung berdampingan."
"Ya. 'Seni Matematika' adalah buku matematika terbaik."
"Toko Buku Dong Ju"
Cara dapat nilai Bahasa Inggris sempurna, Bahasa Inggris Sungmoon.
Poster iklan untuk bantuan belajar ditempel di tengah.
"Ulasan Sejarah Lengkap"
Sinar matahari menyinari
toko buku yang sibuk di sore akhir musim gugur.
Rasanya hangat.
Buku-bukunya disimpan, menunggu untuk dibaca.
"Lee Ha Neul"
Agar tidak mengganggu istirahat mereka yang damai,
perlahan dan tanpa suara,
aku membalik halaman buku dan melepas sejenak
masalahku yang menggunung.
Aku tidak tahu sudut rak kedua
disinari oleh matahari.
Aku membalik halaman buku tanpa bersuara.
Sinar matahari mendekatiku seperti ombak.
Dalam sekejap, berubah menjadi sungai.
Toko buku itu berubah menjadi kapal besar,
membawa semua jenis buku yang ada
dan menjadi perahu kertas yang berlayar di sungainya sendiri.
Aku membalik halaman seolah sedang mendayung perahu.
Halaman demi halaman. Aku tidak mendorong airnya.
Aku bergerak mengikuti air.
Sekian untuk hari ini.
Seperti dayung nakhoda yang selesai berlayar hari itu,
aku menutup buku yang kubaca dengan perlahan
dan menaruhnya kembali di rak.
Kamu mau mengambil dan membacanya?
Tadi aku membacanya dan baru menyelesaikannya.
Kenapa kamu memberikan ini kepadaku?
Setelah menyelesaikan bukunya,
aku merasakan banyak hal.
Tapi aku tidak punya teman untuk berbagi ini.
Kamu bisa membacanya, jadi, kita bisa mendiskusikannya.
Aku juga sudah melipat halamannya, jadi, tidak bisa dijual.
Omong-omong, lain kali,
mari coba membaca ini.
"Melampaui Baik dan Jahat"
Mungkin ini agak menantang.
"Renungan dari Penjara"
Tanganku bisa merasakan kehangatan dari memegang buku.
Musim gugur itu,
aku dihadapkan dengan momen indah.
Rasanya hangat
untuk kali pertama dalam hidupku.
"Tuhan Sudah Mati"
Tidak tertulis apa pun tentang ayahku.
Atau ranselnya.
Tidak tertulis apa pun soal adiknya yang menghilang.
Sedang apa kamu di dalam?
Benar juga.
Dia tidak mungkin melakukannya.
Saat ayahku memberikan ransel itu kepada Lee Kang San,
naskah itu sudah ada di dalam ransel.
Dan semua yang terjadi setelahnya...
Kai tidak tahu soal itu.
Jadi, dia tidak mungkin menulisnya.
Bab pertama novel ini adalah cerita pribadi Lee Ha Neul
mengenai kasus Danau Sopyung.
Bab keduanya adalah rencana balas dendam Kai.
Kisah ayahku
ada di antara Bab Satu dan Bab Dua.
Kisah tersembunyi yang bahkan tidak diketahui Kai.
Kenapa kamu berdiri di sana? Ada apa?
Masuklah. Cepat.
Kamu tidak membukakan pintu untukku.
Kita mau ke mana?
Hari kamu bertemu ayahku...
Katamu kamu kecelakaan di hari kamu mendapatkan ransel itu, bukan?
Aku tahu itu mustahil, tapi itu yang kuingat.
Benar. Itu mustahil
karena ayahku meninggal pada tahun 1995.
Dan kamu di tahun 2022 sekarang.
Aku tahu kamu mungkin bingung.
Aku mengakui ada kesalahan dalam ingatanku.
Yang salah bukan ingatanmu.
Yang salah adalah waktunya.
Apa maksudmu?
Tidak ada kebetulan di dunia ini.
Beberapa hal sudah ditakdirkan terjadi.
Cobalah bicara yang masuk akal.
Kembali ke masa depan. Pegang yang erat.
Aku tahu ini terdengar konyol.
Tapi alur novel ini terjadi di kehidupan nyata.
Deskripsi di novel ini sangat persis seolah-olah penulisnya
melihat TKP pembunuhan Shin Kyung Chul.
Ikutlah denganku.
Ini bukan kebetulan.
No Myung Nam yang mengirim buku ini kepadaku.
Dia mencoba memberitahuku kebenaran yang ditutupi 27 tahun lalu.
Minta surat perintah penggeledahan dengan novel itu sebagai bukti.
Aku tidak bilang novel ini adalah bukti kita.
Kita tidak bisa membuktikan persentase benar atau salahnya.
Begitu kita menemukan jasad Na Sang Woo,
situasi dalam kasus ini akan mulai terlihat.
Bagaimana jika kita ribut-ribut mencari di sungai
dan malah mempermalukan diri sendiri?
Bagaimana kamu akan bertanggung jawab?
Jika ada kemungkinan sekecil apa pun,
tugas kita adalah menyelidikinya!
Sampai kapan kamu akan terus begini?
Lihat ini.
Bukti dari TKP, situasi,
dan orang-orang yang terkait dengan kasus ini...
Semua membawa kita kembali ke kasus Danau Sopyung 27 tahun lalu.
Kamu mau kembali ke Unit Investigasi Lalu Lintas?
Pelakunya akan membunuh lagi. Kita harus menghentikannya.
Sudah kubilang jangan dipersulit!
Kamu baru saja kembali. Sadarlah dan tahu diri.
Kamu sudah keterlaluan.
Jika kamu ingin terus begini,
mundur dari kasus ini dan beristirahatlah.
Pak. - Kapten Oh.
Jernihkan pikiranmu selagi beristirahat.
Mari bicara.
Kamu juga tahu soal ini?
Teganya kamu melakukan ini.
Dia bukan sekadar kenalanmu.
Dia rekanmu yang telah melalui suka dan duka.
Teganya kamu membantu menjadikannya polisi korup tanpa bukti.
Ada buktinya.
Aku.
Aku buktinya.
Aku melihat Byun Jong Il memukuli No Myung Nam,
tapi aku menutup mata.
Aku tahu pernyataan No Myung Nam tidak masuk akal.
Tapi aku tetap diam.
Aku melakukan itu.
Kenapa kamu menjadi detektif?
Karena orang tuaku menentangnya.
Bagaimana denganmu?
Aku hanya ingin menyelamatkan satu orang.
Hanya satu orang? Siapa?
Siapa pun. Aku tidak peduli.
Ada pepatah terkenal yang berbunyi, "Menyelamatkan satu nyawa
sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia."
Siapa yang bilang begitu? - Aku.
Jelas bukan aku.
Seseorang mungkin bilang begitu.
"Penatu"
"Rumah Duka Rumah Sakit Kepolisian Nasional"
"Ruang Dupa Satu, Mendiang, Han Min Woo"
"Rumah Duka Rumah Sakit Kepolisian Nasional"
Maafkan aku.
Apa rumor itu benar?
Kamu berselingkuh dengan suamiku?
Tidak.
Tidak.
Aku sangat menghormati Min Woo.
Cintaku bertepuk sebelah tangan.
Min Woo...
Itu hari ulang tahun anak kami.
Dia tidak pernah libur, kecuali hari itu.
Andai kamu tidak meneleponnya,
dia tidak akan pergi ke sana.
Kamu membunuhnya.
Terkadang, kenyataan kita lebih tidak masuk akal.
Hal yang kamu pikir mustahil
terjadi di dunia ini.
Ini
bukan novel.
Novel tidak bisa mendahului kehidupan nyata.
Baiklah.
Cari No Myung Nam dahulu.
Periksa semua kamera pengawas.
Periksa semua tempat yang mungkin dia datangi.
Ayo.
"Tim 3 Unit Kejahatan Kekerasan"
Ini Park Hyun Soo.
Menurutmu kenapa Jeon Doo Hyun tewas?
Siapa ini?
Kamu melewatkan intinya.
Jangan sombong dan berpikir kamu tahu gambaran besarnya.
Kamu harus rendah hati.
Hanya dengan begitu kamu bisa melihat gambar tersembunyi.
Pasti ada sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku.
Bagaimana jika kita bertemu langsung?
Untuk setiap masalah,
sebesar atau serumit apa pun itu,
semuanya berakhir di satu tempat.
Kamu pasti lebih tahu itu
daripada siapa pun.
Uang.
"Matikan daya"
"Kantor Polisi Sowon Seoul"
No comments yet. Be the first to leave one.