لومړۍ 200 کرښې.
t r a n s l a t e d b y m a h s u n m a x
pada bulan Juni 1950, perang saudara skala besar pecah antara Korea Utara dan Selatan, disebabkan oleh masalah penyatuan negara.
Dalam rangka melindungi kepentingannya di Asia, Amerika memutuskan untuk memulai intervensi militer di Perang Saudara Korea.
Penyerbuan Amerika ke Korea, memaksa Dewan Keamanan PBB membentuk "Komando PBB" yang diketuai sendiri
sementara Armada Ke-7 berlayar memasuki Selat Taiwan, bertujuan untuk menghalangi penyatuan kembali Cina.
Pada 8 Oktober, dalam menanggapi permintahan pemerintahan Korea, Cina membuat keputusan strategis untuk "melawan agresi Amerika dan membantu Korea, untuk mempertahankan tanah airnya,
dan dengan cepat mengerahkan Tentara Relawan Rakyat untuk bergabung dalam Perang Korea.
Perhatian, semua personil di Stasiun 2
Perhatian, semua personil di Stasiun 2.
Kereta pasukan 1700 menghentikan persediaan,
harap tunggu selama 35 menit.
Hu Zhimin. / Disini.
Golongan darah A
Ma Hui. / Ada.
Golongan darah B.
Wang Wenjun. / Disini.
Golongan darah A.
Liu Shiwen.
Itu namaku.
Golongan darahku sama dengan punya Wang Wenjun.
Aku juga golongan A.
Meng Sanxia
Kapten Meng.
Kapten Meng! / Tak perlu berteriak!
Permisi.
Sini, bantu aku.
Kapten. Mie goreng untuk beberapa hari.
600 gram per orang. Ambil bagian kalian. / Baik.
Kapten Meng... golongan darahnya O.
Lin Meiyu. / Ya.
Ambilkan kotak P3K dari stasiun. 2 buah untuk tiap orang.
Pastikan kamu bawa nomer yang benar.
Ya.
DIINSPIRASI OLEH NOVEL "REUNION" KARYA BA JIN
Sial! Laras senapan mereka lebih besar dari ember air.
Ayo jalan terus. / Tak punya sopan santun sama sekali!
Apa yang kalian tertawakan?
Gerombolan binatang. Kalian harusnya dikebiri,
sama-sama kalian berbaris.
Jika kamu mengebiri aku,
siapa yang akan bertempur, huh?
Jika kalian...
...yang harus bertempur, bertempurlah seperti bocah manis kayak dia,
Kamu... / yang seharian bersama gadis-gadis...
...dan baru memegang granat.
Jaga mulutmu! / Sudah, baiklah.
Dia hanya bercanda. / Kawan,
tolong jaga mulutmu. / Ya betul.
Kamu tak boleh menghina rekan seperjuangan. Kapten,
ayo kita pergi. / Ayo kita pergi, Kapten.
Tadi aku tak bercanda!
Jangan terlalu tegang. / (logat) Kamu yang bodoh.
Kamu bohong.
Kamu yang pembohong ulung. / Kita dari daerah yang sama!
Kamu juga dari Wilayah Da.
Aku bisa bilang dari logatnya.
Dari Bagian Barat 'kan? / Ya, kamu dari bagian mana?
Yulin, di Bagian Timur.
Kenapa kau tak ikut saja bersama kami? / Apa?
Kamu pikir kami tak bisa mengatur?
Aku tak bermaksud menyinggungmu.
Yang terhormat Komandan, apa kau coba-coba "terbang sendiri" tanpa anak buahmu?
Hormat!
Sampai ketemu di bagian selatan Sungai Yalu.
Jika kalian punya nyali, buktikan padaku.
Jika kalian punya nyali, ikuti aku.
Ayo kita pergi.
Jangan bergerak!
Ayo keluar!
Komandan, kau lihat sendiri bagaimana mereka mengambil senjataku.
Kami adalah Pasukan Senjata Mesin,
tapi kami tak punya senjata yang layak. Berhentilah mengirimi kami senjata yang busuk.
Diam kamu! Aku tak ada waktu untuk urus ini.
Anakku! Permisi, anakku!
Zhang Luodong!
Sun Beichuan, kemana kau kirim Luodong kali ini?
Kau belum menemukan dia? / Makanya aku kesini tanya padamu.
Aku tak akan mengkhawatirkan tentang Little-Magician. Naiklah kesini.
Kamu ini sebagai panutan! Suatu hari kau akan membuat dia tewas.
Naiklah kesini.
Ulurkan tanganmu.
Anakku...
jawab aku. Kita akan berangkat.
Dasar si tolol kecil.
Terima kasih.
Ulurkan tanganmu.
Arogan, liberalis,
kelakuan gerilya, tak punya disiplin...
Kebiasaanmu buruk semua. / Kau benar, aku harus refleksi-diri.
Pak, tolonglah. Keretaku berangkat.
Tindakanmu harus ada pertimbangan. / Bolehkah aku kembali ke kereta? Sekarang berangkat.
Kami butuh pengangkut lagi pada Tim Penyediaan.
Mengapa tak kukirim saja kamu untuk membawa kotak meriam?
Bawa dia. / Pak, pak.
Aku mau kembali.
Letakkan!
Letakkan!
Berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
PEPERANGANKU
City of Heroes, 26 Oktober 2016
Apa itu?
Kapten!
Cepat! Bawa dia masuk!
Ya.
Pelan-pelan.
Gao, ambil peralatan P3K.
Song, ambilkan air. / Ya.
Tenanglah. Pernah satu peluru menembus kesini,
tapi aku selalu bertahan selamat. / Kamu pria tangguh, begitu 'kan?
Kamu mau mati? / Tidak.
Bayangkan saja aku ini kakak perempuanmu.
Ya, kak.
Tahan ya.
Bagaimana kamu bisa terluka begini?
Berusaha mengejar kereta ini.
Kamu dari pasukan mana?
Pasukan Ke-9.
Berlindung!
Siapa lagi yang terluka? Ayo bantu dia.
Ya bu. / Ambil obat P3K! Cepat!
Ya bu.
Turun dari kereta.
Berlindung!
Berlindung disitu. Turun.
Ayo, cepat!
Mereka pesawat musuh. Kita tak bisa bertahan di kereta.
Cepat turun, jangan sampai tertembak.
Mundur.
Bawalah peluru sebanyak mungkin.
Ayo!
Awas!
Cepat!
Ayo cepat.
Cepat.
Cepat, ayo!
Ayo!
Berlindung!
Berlindung!
Personil senjata, ikutlah aku.
Siap pak!
Old-Dude! Sini.
Bawa beberapa orang dan dekati daerah sana. / Ya Pak.
Personil senjata, siapkan senjata. / Siap pak.
Big-Daddy, hantam mereka dengan meriam kita!
Kau tunggu apa lagi? Sekarang!
Personil senjata, siapkan senjata disini. / Siap pak. / Sekarang!
Granat!
Ayo.
Apa kau lihat itu?
Tentara Amerika ini...
...lebih tangguh dari yang kita bayangkan.
Setelah tiba di Korea Utara, Tentara Relawan Rakyat menghadapi serangan bom rahasia oleh pasukan Amerika,
mengakibatkan terputuskan jalur kirim persediaan ke arah selatan ke depan.
Penguasaan bunker rahasia oleh Pasukan Ke-9, dipimpin oleh Sun Beichuan,
yang mencegah ada korban lebih lanjut.
15 HARI KEMUDIAN
Ini dia.
Semuanya kebagian. jangan buru-buru.
Ada makanan. / Ini.
Ya ini dia. Ada banyak, ayo makan.
Pasukan Ke-9! Pasukan Ke-9!
Ini, ini. / Kapten Meng.
Hey.
Kamu pembohong.
Kamu yang pembohong ulung.
Nona yang terhormat.
Kamu tampak seperti belum makan lama sekali.
Hey pelan-pelan, pelan-pelan.
Semuanya, pelan-pelan.
Hedgehog (landak),
aku bicara denganmu. Lihat makanan di wajahmu.
Kamu nanti tersedak!
Keluarkan rotinya.
Tak penting seberapa laparnya kamu,
makanlah pelan-pelan.
Makan dengan lembut.
Sopan santun itu penting
Ya.
Lihat aku.
Begini.
Yang lembut.
Kekanak-kanakan.
Besok akan kubawakan kalian roti yang banyak. / Hore!
Komandan, kamu membayangkan dia?
"Kekanak-kanakan".
Sudah cukup.
Lain kali jika aku bilang sesuatu
tunjukkanlah rasa hormat kalian.
Kalian dengar? / Ya, pak.
Komandan Sun, Komandan Ketua ingin bicara denganmu.
Ini Sun Beichuan Pasukan Ke-9
silahkan bicara, Ketua.
Amunisi kami cukup,
tapi makanan kurang... juga persediaan obat P3K kurang.
Semuanya hilang selama terjadi pengeboman.
Aku mengerti. 1 kilometer utara persimpangan Jalan Yongwu,
gunung yang melewati Paviliun Wuyi.
Aku mengerti. Kami Pasukan Ke-9 akan berusaha sekuat tenaga...
No comments yet. Be the first to leave one.