لومړۍ 193 کرښې.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Migrasi Padang Mbali
Semuanya!
Ada apa, Ono?
Ada masalah dengan kawanan zebra!
Oh, memangnya ada yang baru?
Dan kawanan rusa gazelle!
Kawanan zebra dan rusa gazelle dalam masalah?
Bukan, merekalah masalahnya! Mereka berkelahi satu sama lain!
Zebra dan rusa gazelle tidak pernah berkelahi.
Kau baik-baik saja, Ono? Lihat. Ada berapa jari?
Aku tahu apa yang kulihat!
Jika zebra dan rusa gazelle benar-benar berkelahi,...
... kita harus memeriksanya.
- Sampai Tanah Kebanggaan berakhir... - Singa Penjaga akan melindungi!
Aneh sekali.
Aku tidak pernah melihat zebra dan rusa gazelle bertingkah seperti ini.
Hei, tunggu. Aku tahu mereka!
Zebra-zebra itu mengikuti Muhimu. Dan rusa gazelle mengikuti Swala.
Tapi Muhimu dan Swala bersahabat!
Ada yang tidak beres. Ono!
- Bisakah kau mencari Muhimu dan Swala? - Baiklah!
Kelihatannya mereka sedang berada di tengah-tengah.
Kalau begitu kita ke sana! Ayo!
Ayo bergerak, zebra!
Hitam dengan garis putih di satu sisi. Putih dengan garis hitam di sisi lain.
Permisi, teman-teman. Aku pikir aku bisa menangani ini.
Twende kiboko!
Whoa!
Terima kasih, Beshte.
Uh-oh!
Wha...
Uh, halo?
Ew. Itu pasti menyakitkan.
Gerakan yang bagus, Muhimu!
Apa maksudmu, gerakan yang bagus? Kau tadi mendorongku!
Lalu? Apa yang akan kau lakukan tentang itu?
Aku tahu aku akan memihak siapa.
Aku dengar itu!
Muhimu! Swala! Hentikan! Hei...
Cukup!
Apa yang terjadi? Swala, Muhimu.
- Aku pikir kalian berdua bersahabat! - Dulunya,...
... sampai Swala dan kawanan rusa gazelle berusaha mencuri padang merumput kami!
Padang merumut kalian? Muhimu, ini adalah padang merumput kami!
Ha, bukan, itu milik kami!
Tapi ini adalah Tanah Kebanggaan. Tidak bisakah kalian saling berbagi?
Beshte benar. Padang merumput ini untuk semua hewan.
Cukup banyak rumput untuk zebra dan rusa gazelle.
Um, Kion...
Itu tidak benar...
Kecuali tempat di mana kau berada, aku hanya melihat tanah!
- Tidak ada rumput lain? - Serius?
Tunggu. Jadi kalian zebra dan rusa gazelle sebenarnya tidak saling memarahi.
Kalian hanya kelaparan!
Aku memang mudah marah kalau aku lapar.
Dan sekarang kau lihat mengapa kami kelaparan.
Rumputnya tidak cukup banyak!
Kalau begitu, kita harus temukan tempat yang memiliki rumput yang cukup untuk kalian.
Kau bisa lakukan itu?
Ya, di mana letak padang rumput itu?
Aku tidak tahu... Tapi aku tahu siapa yang mengetahuinya!
Hmm. Ayah tahu jumlah kawanan cukup banyak tahun ini,...
... tapi Ayah tidak sadar kalau jumlah mereka begitu banyak.
Tidak adakah tempat lain yang memiliki rumput yang cukup untuk semua kawanan?
Kion, kau lihat sebidang lahan hijau itu,...
... yang jauh di sana?
Padang Mbali?
Padang Mbali. Di sanalah kawanan zebra dan rusa gazelle bisa menemukan rumput.
Tapi letaknya di ujung Tanah Kebanggaan. Menurut Ayah, mereka bisa sampai di sana?
Ayah yakin mereka bisa. Karena Ayah akan mengutus Singa Penjaga bersama mereka.
Ayah ingin aku memimpin sebuah migrasi?
Kau harus membawa semua Singa Penjaga. Tapi Ayah mengenalmu, Kion.
Kau bisa melakukan apa saja jika kau bersungguh-sungguh.
Terima kasih, Ayah. Aku tidak akan mengecewakan Ayah.
Kau tidak pernah mengecewakan Ayah.
Siapa yang siap untuk melakukan perjalanan melintasi padang rumput?
Angkat kuku kalian! Whoo!
- Oh. Ternyata kau. - Kita pernah bertemu?
Uh, ya. Kau mendudukiku kemarin? Ingat?
Aku sama sekali tidak tahu apa yang kau bicarakan, musang kecil.
- Musang? Aku ini luwak madu! - Terserah deh.
Kapan kita akan memulai perjalanan?
Aku harus tiba di padang merumput. Sebelum waktunya tiba.
"Waktunya sudah tiba"? Jangan bicara seperti Rafiki padaku, Muhimu.
Kita hampir siap. Pakai saja terus belang tubuhmu.
Sepertinya mereka semua sudah siap, Kion.
- Bagus. Kau sudah menemukan rute terbaik? - Sudah.
Melalui dataran melewati Air Terjun Maji Baridi,...
... menuruni Lereng Berbatu, lalu ke kanan melalui lembah menuju Padang Mbali.
Cukup sederhana sebenarnya.
Aku berharap kau akan mengatakan itu.
Dengar, semuanya!
Perjalanan menuju Padang Mbali sangatlah panjang.
Tapi aku akan berusaha untuk mengantarkan kalian semua ke sana dengan selamat!
Kami tahu itu!
Kami percaya padamu, Kion! Benar, semuanya?
Zuka Zama!
Uh, terima kasih. Baiklah, kita berangkat!
- Ono, tunjukkan jalannya! - Baiklah!
# Though now it's far away #
# Walaupun sekarang letaknya begitu jauh #
# To a place where we can stay #
# Menuju tempat di mana kita bisa menetap #
# Because new life awaits us #
# Karena kehidupan baru menunggu kita #
# Fields that are green #
# Padang yang hijau #
# Keep moving forward #
# Terus bergerak maju #
# Hard as it seems #
# Keras seperti yang terlihat #
# A new road to freedom #
# Jalan baru menuju kebebasan #
# Let's follow the sun #
# Ayo kita ikuti matahari itu #
# On a trail to hope #
# Di jalur menuju harapan #
# We've only begun #
# Kita baru saja memulai #
# We've only begun #
# Kita baru saja memulai #
- Bagaimana keadaan dari atas sana, Ono? - Sejauh ini bagus.
Walaupun sepertinya kecepatan mereka mulai melambat.
Sebaiknya aku memberi mereka sedikit semangat.
Hei, semuanya! Aku tahu kalian lelah dan lapar tapi...
Kita juga lapar saat kita memulai ini!
Sekarang kami sangat kelaparan!
Sudah tidak begitu jauh lagi, aku berjanji. Kita akan segera tiba di Padang Mbali!
- Kita akan segera tiba di Padang Mbali, kan? - Benar.
Kita tinggal menuruni lereng ini dan melewati lembah.
Kau bisa melihat Padang itu dari sini.
Aku hanya berharap kita sampai di sana sebelum badai datang.
Kita hampir sampai! Kalian lihat sebidang lahan hijau di ujung lembah itu?
Lihatlah semua rumput itu.
Aku hampir bisa mencicipinya dari sini. Enak sekali!
Enak? Kau tahu rasanya akan terasa seperti rumput, kan?
Ya! Aku tidak sabar lagi. Sebenarnya, aku tidak sabar lagi!
Whoa! Muhimu?
Jangan halangi aku! Aku datang, rumput! Aku datang!
Ide bagus! Ayo kita makan!
Uh-oh.
Semuanya! Pelan-pelan! Lereng ini terlalu curam.
Tidak mungkin ini akan berakhir baik.
Apa lagi yang kita tunggu? Ayo lari!
Singa Penjaga, kita harus menghentikan mereka!
Kita berkumpul di depan mereka.
Huwezi!
Hapana!
Kion? Kita ada masalah!
Aku segera ke sana!
Semuanya, berhenti!
Mundur! Berlari mundur, sekarang!
Mengapa kau mendorongku?
Tidakkah kau tahu aku berada di jalur keluarga?
Tidak, kau tadi berada di jalur bebatuan!
Aku berusaha menyelamatkan nyawamu!
Oh. Baiklah, itu berbeda.
Sekarang, bisakah kau berdiri? Kau mendudukiku!
Yah, sekarang kau tahu bagaimana rasanya!
Apa sebenarnya maksudmu?
Oh, lupakan saja. Dasar landak kecil aneh.
Aku ini luwak madu!
Sepertinya kita tidak sedekat yang kita kira.
Apa yang kita lakukan sekarang, Kion?
Yah, mereka tidak bisa melewati ini.
Dan kita tidak bisa melaluinya. Jadi kita harus mengelilinginya.
Ono. Temukan rute lain menuju padang merumput.
Segera kulakukan.
Aku menyalahkan zebra untuk ini.
Oh, tidak.
Ada hasil?
Yah, aku telah menemukan rute lain menuju padang merumput itu.
- Itu bagus sekali! - Tapi harus melewati Tanah Terlarang.
Itu tidak begitu bagus.
Aku berjanji pada Ayahku kita akan mengantarkan mereka ke rumah yang baru.
Dan jika kita harus melewati Tanah Terlarang untuk sampai ke sana,...
... berarti itulah yang akan kita lakukan.
Setidaknya kita masih memiliki keberuntungan. Badai itu belum mulai terjadi.
Mungkin seharusnya aku tidak mengatakan itu keras-keras.
Aku mulai bertanya-tanya apakah Kion tahu apa yang dia lakukan.
Dia bilang kita hampir sampai, sekarang dia membawa kita ke arah yang berbeda!
Apakah dia pernah memimpin sebuah migrasi?
Mungkin sebaiknya kita tetap di rumah.
Jika Simba yang membawa kita, kita pasti sudah sampai sekarang.
Aku tidak yakin Kion mampu memimpin perjalanan seperti ini.
Apakah hanya aku atau air ini yang semakin dalam?
Oh, tidak. Kion, awas!
Banjir bandang!
Ke tempat yang lebih tinggi, semuanya! Cepat!
Jangan ada yang sampai tersesat! Ayo!
Ono, bawa mereka ke tempat yang lebih aman!
Kami akan menangani yang lain!
No comments yet. Be the first to leave one.