لومړۍ 187 کرښې.
Eksekutif Produser Hou Hsiao Hsien dan Hwarng Wern Ying
Editor: Liao Ching - Sun
Dibintangi oleh Shu Qi dan Chang Chen
Sutradara Hou Hsiao Hsien
THREE TIMES
KAOHSIUNG, 1966
SEPENGGAL WAKTU UNTUK CINTA
Nyonya...
Kau sudah sampai!
Kau datang dari Xinying?
Masuklah.
Aku akan segera menemuimu setelah persembahan ini selesai.
Baik.
Butuh bantuan?
Tidak, terima kasih.
Sudah selesai melihat-lihat?
Akan kuantar kau ke atas.
Baiklah.
May
Naiklah untuk makan siang!
Baik...
"Yth. Nona Haruko..."
"Aku memberanikan diri untuk menulis surat padamu."
"Aku akan masuk dinas militer."
"Kemarin orangtuaku menulis surat."
"Mereka bilang surat panggilannya sudah datang."
"Mereka memintaku untuk segera pulang ke rumah."
"Waktu berlalu..."
"Aku gagal dalam ujian masuk universitas dua tahunan."
"Ibuku meninggal."
"Aku tak tahu masa depan seperti apa."
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih."
"Hari-hari yang kuhabiskan di sekitar sini..."
"...adalah saat-saat yang paling menyenangkan."
"Kuharap aku akan mendengar kabar darimu."
"Jaga dirimu."
"P S. Kau tahu lagu berjudul 'Jatuh Cinta'?"
"Liriknya seperti ini..."
"Aku memikirkanmu, aku memikirkanmu"
"Tiga tahun sudah berlalu..."
"Tapi kau selalu ada di mimpiku"
"Kenapa burung camar membangunkan aku dari mimpiku?"
"Itu karena tangisannya yang memilukan..."
"...mencabik-cabik hatiku"
Apa Haruko ada?
Dia pergi ke Taichung.
Taichung?
Kau tahu tempatnya?
Di sebelah stasiun kereta.
Siapa namamu?
Namamu?
Namaku May.
May.
Kau memasukkannya?
Hebat!
Kau harus konsentrasi!
Kukira aku bisa memukul bolanya ke sana...
...dan memasukkannya ke lubang itu.
Tak mungkin!
Kau belum pernah memasukkan bolanya!
Aku tetap saja kalah.
Benar.
Lupakan saja.
Aku harus pergi.
Kemana?
Aku masuk dinas militer, di Taipei.
Simpan kembaliannya.
Aku akan menulis surat padamu.
Aku akan menulis surat padamu.
Aku akan mengirimnya ke sini.
"Yth. Nona May.
Apa kau ingat padaku?"
"Kita bermain sekali sebelum aku masuk dinas militer."
"Waktu berlalu."
"Sudah tiga bulan berlalu!"
"Kami terus-terusan diguyur hujan musim semi."
"Di markas, mereka terus memutar lagu itu."
"Rain and Tears"
"Lagu itu merangkum perasaanku...
Kuharap bisa segera bertemu denganmu."
"Tetaplah cantik!"
Silahkan duduk.
Nyonya...
Aku sebaiknya berangkat sekarang.
Tidak makan siang dulu?
Aku akan ketinggalan kereta.
Kau akan selalu diterima di sini.
Terima kasih.
Bukankah kau kerja di Jiayi?
Ya.
Aku pernah melihatmu di sana.
Aku harus pergi.
Halo.
Apa May ada?
Dia tidak kerja di sini lagi.
Dia pergi ke Jiayi.
Jiayi?
Dimana tepatnya?
Sebuah tempat billiard di sana.
Apa kau mencari dia?
Aku bisa menanyakannya pada bos.
Nyonya!
Ada seorang laki-laki datang mencari May.
Baik.
Kau mencari May?
Ya.
Dia ada di Jiayi, Jln. Zhongcheng 685.
Jln. Zhongcheng?
Benar.
GANGSHAN
TAINAN
JIAYI
Permisi...
Apa di sini ada seorang gadis bernama May?
Dia pergi beberapa hari yang lalu.
Apa kau tahu sekarang dia ada dimana?
Maaf, aku tak tahu.
Terima kasih.
Bonus satu poin.
SHUISHANG
XINYING
Permisi...
Ini rumah nomor 11, dimana nomor 3?
Nomor 30.
Nomor 3.
Itu No. 6... Dokter tinggal di No. 1.
Kau bisa bertanya di sana.
Ada orang di dalam?
Siapa?
Kau mencari siapa?
Aku mencari May.
May?
Dia tak ada di sini, dia di Huwei.
Huwei.
Siapa kamu?
Bagaimana kau tahu alamat ini?
Aku temannya dari Kaohsiung.
Dia menulis surat padaku.
Oh, begitu.
Kau tahu dimana dia?
Ya, kemarin dia menulis surat padaku.
Akan kuambilkan suratnya.
Terima kasih.
Terima kasih.
Sampai jumpa!
DALIN
DOUNAN
HUWEI
Kau tak mau membiarkanku menang!
Lama tak jumpa!
Bagaimana kau tahu aku ada di sini?
Ibumu yang memberitahu.
Sangat sulit melacak keberadaanmu.
Kau sudah makan?
Jam berapa kau selesai kerja?
Dua jam lagi.
Kapan kau harus kembali ke markas?
Besok pagi jam 9.
Mau teh?
Tentu.
Terima kasih.
Duduklah.
Rokok?
Boleh.
Hei, boleh bagi rokoknya? Rokok.
Tak ada kereta lagi.
Jam berapa kau harus kembali?
Jam 9 pagi.
Kalau begitu lebih baik kita menunggu mobil angkutan saja.
DADAOCHENG, 1911
Kapan kau tiba?
Kemarin... Aku bertemu Tn. Liang di dermaga Keelung.
Hari ini ada pertemuan...
...di Restoran Timur, dan itu penuh sesak.
Maksudmu Tn. Liang yang kabur ke Jepang...
...saat Gerakan Reformasi gagal?
Tn. Liang bicara selama satu jam dan menulis empat puisi...
yang sangat menyentuh.
Satu puisi berbunyi...
"Tanah air kita terpecah belah.
Ikatan persaudaraan kita semakin erat."
SEPENGGAL WAKTU UNTUK KEBEBASAN
Berapa lama kau akan tinggal?
Lima hari.
Aku akan pergi ke Taichung bersama Tn. Liang, kemudian pulang ke utara.
Sebelum tahun baru, anakmu sakit. Apa dia sudah sembuh?
Butuh waktu dua bulan, tapi dia sudah sembuh sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.