د خپرونې معلومات

심야카페 시즌3:一一산복산복 스토커 The Curious Stalker E01
د لخوا تبصره faridusman
From NCTzen to NCTzen. | Maaf kalau terjemahanku belum sempurna, setidaknya aku bisa seimbangkan. | Mungkin pekan depan bakal fokus ke Dear M, jadi hanya membantu untuk drama Doyoung. | Akan direvisi kalau masih ada yang miss. Terima kasih.| Runtime: 00:5

تګونه

other
په خپور شو: 2021-02-19
ډاونلوډونه: 20
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 198 کرښې.

Alih Bahasa: faridusman

Itu akan mentah kalau tak diaduk dengan benar, walau seperti itu, tidak akan mencukupi,

dan saat memasukkan pewarna merah muda, akan menjadi padat.

Tambah sedikit gelatin, akan memadat./ Merah muda akan bermasalah.

Oh, aku tidak tahu./ Master, kau bahkan tak tahu bagaimana itu berubah.

Kau takut akan berbeda.

Membuatnya dengan merah muda akan melelahkan./ Jika membuatnya dengan mesin, rasanya akan lebih kuat.

Tentang hal ini, aku akan memberikan waktu, dan aku akan melakukannya.

Kau akan melakukannya?/ Ya.

Krim yang kau buat barusan, harap simpan di lemari es supaya tahan.

Untuk menambah isi, perlu kau kocok sehingga menimbulkan gas nitrogen.

Jadi untuk topping padat, kau tak bisa menambahkannya.

Sekarang kau harus mengguncangnya, tapi dunia menjadi lebih baik./ Master, ini terlalu berlebihan.

Banyak hal yang bisa diminum.

Kenapa ibu menghilang jam segini? Ke mana dia?

Kau baru datang?

Ibu dari mana saja?/ Tadi Ibu mau membeli sesuatu, tapi Ibu tidak ingat apa yang harus dibeli.

Ibu bisa kembali lagi di sana.

Ibu kenapa di sana? Saat pulang sekolah, aku sempat ke kafe tempat terakhir kita ke sana.

Apa Ibu pernah mengatakan hal itu?

Ibu harus jaga kesehatan./ Baiklah.

Kenapa kau sangat khawatir?

Sebaliknya Ibu selalu yang khawatir tentang situasi di mana dan bagaimana.

Mungkin saja ada sesuatu yang mengaitkan keajaiban.

Seperti film, kan? Lihatlah.

Bintang pun ada kaitannya./ Ya, ya. Rasi bintang catatan ke-5 dan membicarakan keajaiban.

Aku bosan mendengarnya./ Bukankah hal itu biasa kau percayai?

Ayahmu tahu itu sebuah cerita, itu membuatku sedikit terkejut.

Lalu kenapa bertemu dengan pengendara untuk berkenalan?

Seperti itu?

Hari ini, akan Ibu beritahu sesuatu. Carilah Orion di atas sana.

Itu juga bermakna Jerry.

Heran kenapa posisinya seperti itu.

Petunjuk itu bisa merangkai kisah cinta yang indah.

Hal yang indah kadang menjadi hal yang menyakitkan.

Baiklah, aku masih hidup.

Seo-min membohongi orang sekitar...

...bahkan suaranya tak jauh lebih baik.

Bukankah itu pemalsuan?/ Makanya. Mengikuti audisi itu membuatnya berlebihan.

Kalau aku pasti akan malu./ Dia tak punya harga diri?

Kalian bicara apa? Obrolan kalian menjengkelkan./ Apaan, sih?

Mau lihat pukulanku?

Jangan begitu, aku takut. Ji-woo, selamatkan aku.

Mendengar suaranya saja membuatku takut.

Aku tak melakukannya. Hee-kyung yang cari gara-gara duluan.

Aku kaget.

Jangan seperti itu./ Ini namanya latihan.

Lupakan. Berpikirlah dengan jernih.

Anak-anak akan tahu dirimu./ Hee-kyung menyukaimu, jadi akan terlihat jelas.

Kau tak tahu memikat?/ Tidak. Kau yang terpilih untuk latihan.

Jika berjalan lancar, jangan cuma siapkan anjing untuk dimaki./ Lucunya.

Aku tahu aku menyukaimu, jadi hanya untukku...

Karena kita dekat./ Lupakan.

Hei, kau malah berubah. Jadi selama ini kau menganggapku teman atau bukan?

Hei, kau selalu menyebut teman.

Kau sendiri yang memutuskan untuk berteman. Kita sebagai pria dan wanita berteman.

Kau tahu apa?

Hei, lakukan dengan baik. Jika kau konsisten, akan lebih dari cukup.

Ya, baiklah.

Hei, tungguin.

Oh, cantik. Di sini sangat cantik./ Saat pergi dari Seoul, akan lebih cantik./ Apa tidak jelas?

Kenapa?/ Saat aku pergi, kau tak punya teman./ Urusi dirimu.

Hei, teman. Kalau kau ke Seoul, cukup jika mengatakan...

hal seperti itu./ Tapi dia akan di Busan.

Tahu sendiri.

Ibu.

Siapa?

Ibu.

Ibu, ini anakmu, Son Ji-woo./ Son Ji-woo?

Ibu.

Mungkin, ada sesuatu hal?

Hidupku sangat baik.

Aku tak punya kenangan masa lalu, tapi sekali lagi. Sering berjalannya waktu, akan menghilang.

Aku banyak pikiran soal teman-teman kita.

Bagaimana rasanya saat hilang ingatan?

Maka kenangan pun hilang.

Aku pun bakal menghilang.

Jika terus kembali, maka kau tak boleh membuangnya.

Ada kafe yang dibuka di sekitar Yeongdeok.

Ibu.

Ini hotdog. Ini enak./ Apa yang Anda lakukan di luar?

Ini hal yang bisa ditebak-tebak.

Hati-hati./ Anda juga hati-hati.

Ahjussi, maaf. Aku akan turun.

Halo. Halo? Ada apa kemari?

Seperti pria. Halo. Sapa dengan benar. Halo.

Dengan keras. Halo.

Aku ingin masuk.

Selamat datang.

Selamat datang.

Kau tak apa-apa?/ Master, aku sedang bersembunyi. Apa boleh...

...aku pergi lebih awal?/ Ya, kau tidak ada waktu sibuk.

Duduklah dengan nyaman.

Selamat datang.

Bisa menggunakan toilet sebentar?

Namaku...

Lee Dae-cheol.

Aku Son Ji-woo.

Ji-woo, seandainya wanita itu tidak muncul, kira-kira kenapa jadinya?

Kadang selalu menyulitkan./ Aku tidak jual mahal./ Apa? Maksudmu apa?

Itu...

Istilahnya tarik dan lepaskan. Itu namanya jual mahal./ Apa sama kaitannya dengan pengganggu?

Kalau tidak mau, biasanya akan lepas lagi./ Bicara apa? Tidak begitu./ Bukan, tadinya mau aku jelaskan.

Bukan itu saja, tapi seharusnya tidak.

Menunggu sesuatu yang akan datang.

Perlihatkan padaku bahwa ada yang bisa secukup ini./ Tapi pria itu menyerah.

Perlu kita bertaruh? Apa akan datang atau tidak? Kutraktir kopi.

Senang bertemu./ Coba lihat bagaimana hal itu akan terjadi.

Tapi, aku pun ingin mentraktir kopi.

Entahlah./ Yakinkan saja dulu.

Ibu.

Siapa kau?

Aku terkejut sampai terbangun.

Kenapa?/ Tidak apa-apa. Darimana saja sampai berkeliaran malam-malam begini?

Membahayakan.

Aku hanya jalan-jalan sebentar.

Bau gosong.

Astaga, bagaimana ini?

Yang penting bisa kau makan.

Tidak. Ini hanya penyakit biasa.

Belakangan ini kepala Ibu tidak beres.

Ibu sedang pacaran?

Apa?

Kenapa? Tidak suka kalau Ibu pacaran?

Ibu, tentang kafe ekspresimen itu, semuanya bohong, kan?

Benar.

Ada teman yang berhasil, tapi entahlah.

Ibu sadar saja.

Jangan membungkuk di depan pintu, jangan abaikan telepon.

Jangan lupa menutup kulkas.

Kapan Ibu bisa mengendalikan diri?

Kau sudah besar, sampai khawatir begitu./ Aku hanya cemas.

Kau akan membutuhkan ini./ Tidak bisa.

Hei, aku duluan./ Son Ji-woo, mau ke mana?

Hei./ Aduh, aku kaget. Jangan muncul seperti itu lagi.

Kau tak terbiasa dengan cinta.

Itu tak membuatmu terluap?/ Tentu tidak, karena hatiku bergetar.

Oh iya, kau menyembunyikan sesuatu dariku?

Hati atau perasaan?/ Hei./ Tidak ada.

Kau, kerja di kafe malam itu lagi?/ Apaan?

Kau terus berlagak sibuk.

Perkataan itu benar adanya. Jangan bicara terus, ikut aku saja.

Ke mana?

Hei, lakukanlah sendiri.

Ini tidak terlalu penting./ Tapi ini bermanfaat. Buat apa kau menolak?

Kalau capek, berhentilah.

Jika kau naik sekarang, kau tak akan suka kemeriahan itu./ Semuanya akan baik-baik saja dengan ini.

Karena kau gugup mungkin?/ Teman, jika dipikir-pikir...

...memang, aku sedang bingung.

Berapa banyak kau menghabiskan waktu?

Bagaimana caranya?/ Aku tahu, tapi saat mereka bilang pandai, membuatku lebih jatuh.

Makanya aku tak pernah memikirkan hal lain, jadi aku akan menyesalinya.

Aku bisa latihan lagi dengan baik./ Kau sangat percaya diri.

Kalau belum yakin, mana bisa?

Aku tetap akan yakin, kalau ini membuatku bisa.

Itu yang membuat Hanguk hebat.

Teman, bagaimana bisa kau tidak mengeluh?

Sekarang pergilah./ Kita main lagi./ Teman, bagaimana pendapatmu tentang bulan November?

Hal yang melelahkan?/ Hei, lebih baik berikan kopi agar aku tak ngantuk.

Aku dapat dua, dan jangan membantah ini./ Hei!

Duluan. Aku mengkhawatirkan ibuku sekarang. Pergi dulu.

Investasi bukanlah jalan satu-satunya.

Bu./ Nak./ Mau ke suatu tempat?/ Ada janji.

Itu apa?/ Kenapa? Ini sesuai selara, jadi ada reservasi hari ini.

Ini hadiah ayahmu saat sekolah dulu. Apa tidak terlalu tua?

Apa hadiah pemberian dari ayah?

Yah, itu tidak mahal.

Ibu duluan.

Aku harap ini indah.

Ada sesuatu?/ Ya?

Ah.

Sejenak aku punya ide yang aneh./ Biar kutebak.

Kenapa ini mendidih? Tampak menjengkelkan.

Oh, mirip. Sebenarnya, aku bertemu teman baik yang kuhubungi dua tahun lalu.

Ya./ Tapi Master, temanku tidak menyukaiku, bagaimana bisa...

...dia tak menghubungi selama waktu itu./ Itu yang kau tanyakan padaku?/ Ya?

Aku tak menunggu jawabannya. Pasti Master sedang bingung, kan?

Jelas, ya?/ Sangat.

Mau naik?

Nak, tidak mau turun?/ Sekarang di mana?

Oh, kafe ini tidak menggunakan kopi mix.

Akan kuperlihatkan Kang Sung-min membuatnya./ Tapi kenapa kopi mix?

Tidak akan gagal. Menurutmu itu sesuatu yang sederhana?

Tuang air panas untuk membuat kopi hitam, lalu diaduk. Biar menimbulkan buih, lebih diaduk lagi dan taruh balok es.

Untuk sentuhan akhir, tambahkan krim. Es kopi sudah jadi.

Ini mirip, tapi tidak juga./ Kalau tidak mirip...

Oh, namanya Ice-Toon.

Di mana kau mempelajarinya?/ Dari temanku dua tahun lalu.

Tapi hari ini dia tidak muncul./ Mana ada orang biasa muncul di sini?

Yang harus kau temui sudah melewati waktu, dan kau akan segera mengetahuinya.

Master, ini sedikit mencurigakan. Kau harus tahu hal itu.

Hyung, kau menungguku di sini?/ Tentu aku kemari.

Tapi apa yang terjadi?/ Tanyakan saja padanya. Dia yang tahu.

Kau tak menyajikanku kopi./ Sembarangan.

Jangan mengaduk sendok seperti itu, biar mempersingkat waktu, langsung saja.

Tercampur dengan baik, kan?/ Ya, benar.

Jika kau bisa menunggu, kapan-kapan aku akan memberikan hadiah.

Tampaknya kau lebih banyak khawatir./ Aku?

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left