لومړۍ 200 کرښې.
Pada mulanya...
Sang malaikat, Lucifer, diusir dari Surga dan dihukum untuk mengatur Neraka selamanya.
Hingga dia memutuskan untuk berlibur...
Los Angeles 2016 Masehi.
[Musik : Ain't no rest for the wicked oleh Cage the Elephant]
Tolong kecilkan suara musiknya, Pak.
Hei.
Matikan musiknya.
Maaf.
Kau tahu kenapa aku memintamu menepi?
Jelas, kau ingin menunjukkan kekuasaanmu yang terbatas,
dan menghukumku karena melanggar batas kecepatan.
Tidak apa, aku paham.
Aku juga suka menghukum.
Atau setidaknya, dulu begitu.
SIM dan STNK.
Segera datang.
Apa kau mencoba menyogokku, Pak?/ Ya, tentu saja.
Apakah tidak cukup?
Bisa ditambah lagi, ini hanya uang./ Itu menyalahi aturan, Pak.
Kalian selalu bertingkah lucu dengan aturan kalian, ya?
Kadang kau melanggar aturan juga, bukan?
Kadang...
Aku menyalakan sirene dan mengebut, tanpa alasan apa pun,
karena aku bisa.
Iya, 'kan? Kenapa tidak? Itu menyenangkan.
Kadang melanggar aturan itu menyenangkan, bukan?/ Ya.
Tidak apa, Pak Petugas.
Orang-orang suka bercerita padaku.
Hasrat terdalam, gelap dan nakal dalam pikiran mereka.
Itu bakatku.
Mungkin karena wajahku.
Kau menginginkan ini, bukan?
Apa yang kau tunggu? Ijin?
Ambillah. Belilah sesuatu. Kau pantas mendapatnya.
Jika kau tidak keberatan, aku harus pergi.
Ya, tentu. Hei.
Semoga malammu menyenangkan.
Kau juga, Pak Petugas.
Kau juga.
Fallen One
Lucifer S01E01 Pilot
Hai, Bos.
Dari mana saja kau?
Dari rumah mewah, bersetubuh dengan wanita bernama Faith (Iman).
Ironis, bukan?
Terima kasih, Patrick.
Kau boleh pergi.
Dasar Iblis kecil.
Apa?
Aku menjatuhkan sesuatu./ Ya, tentu.
Lucifer, aku sangat suka seks./ Jelas sekali.
Tapi aku tidak meninggalkan Neraka untuk jadi penjaga bar.
Bukankah sebaiknya kau menghabiskan waktu berhargamu, melakukan sesuatu yang...
...penting?
Kau Penguasa Neraka, tahu?
Aku pensiun, Maze. Aku punya banyak waktu.
Terima kasih.
Sepertinya kau ada tamu.
Amenadiel, apa kabarmu, pria besar?
Kau diminta untuk kembali ke Dunia Bawah.
Oh, baiklah.
Biar kuperiksa kalenderku dulu.
Ya, ini dia.
Dari tanggal "7 tidak akan" sampai tanggal "15 tidak akan pernah", bagaimana kalau itu?
Begini, ingatkan pada Ayah, kalau aku keluar dari Neraka...
karena aku lelah dan muak ambil bagian dalam permainan-Nya.
Haruskah kuperingatkan untuk tidak kurang ajar pada Ayah kita, Lucifer?
Ya, Ayah kita sudah tidak menghargaiku sejak awal waktu,
jadi sama saja, bukan begitu?
Kau...
adalah cemoohan bagi semua hal surgawi.
Terima kasih.
Terima kasih, tapi...
belakangan ini aku berpikir.
Menurutmu aku Iblis karena aku memang jahat,
atau itu karena Ayah yang memutuskannya begitu?
Menurutmu apa yang terjadi saat Sang Iblis meninggalkan Neraka?
Semua setan itu...
semua jiwa yang tersiksa dan menderita itu...
menurutmu ke mana perginya semua itu?
Aku tidak tahu.
Tidak peduli. Bukan urusanku, Saudara.
Anggap saja lowongan dibuka.
Dan kau, teman berbuluku, bisa pergi ke Neraka.
Ya, cobalah.
Menurutmu Ayah marah sekarang?
Tidak.
Tapi Dia tidak akan bersabar lebih lama lagi.
Hei, kau.
Ingat aku?
Kau orang terkenal, bukan?
Delilah, 'kan?/ Aku mencintaimu, Delilah!
Boleh minta tanda tangan?
Jika kau mentraktirku minum.
Jadi, mau bilang kenapa kau kembali ke sini?
Aku harus tahu satu hal.
Apa itu?
Apakah aku...
menjual jiwaku kepada Iblis?
Itu kalau Iblis tertarik pada jiwamu.
Begini, yang kulakukan,
hanya memperkenalkanmu pada orang penting yang berhutang padaku, itu saja.
Maksudku, dengan semua hal baik ini, datang juga banyak hal buruk.
Oh, benar. Jadi Iblis yang membuatmu melakukan tindakanmu, ya?
Alkohol, narkoba, selfie telanjang dada,
itu semua pilihanmu, sayang. Maksudku...
Jimmy Barnes?
Aku tidak percaya kau hampir menikahi setan kecil itu.
Dia produser albumku. Kau yang mengenalkanku padanya.
Aku menyuruhmu bekerja, bukan tidur dengannya.
Aku kebingungan./ Lalu kau lari dari pernikahan.
Ya, itu sungguh tidak pantas./ Tidak, aku menikmati bagian itu.
Dia menemuiku di kamar kecil saat acara Grammy.
Dia meminta rujuk, lalu ternyata dia akan menikahi seorang supermodel.
Akhir pekan ini.
Dan aku cemburu.
Ya Tuhan, aku kacau sekali.
Tuhan tidak ada hubungannya dengan masalahmu.
Begini...
Kau tidak menjual jiwamu, Delilah.
Tapi kau memang berhutang padaku.
Aku takut./ Memang harus.
Karena permintaanku ini akan sulit bagimu.
Perbaiki kehidupanmu.
Itu saja, hanya itu yang kuminta.
Kau menyia-nyiakan bakatmu, hidupmu.
Aku akan menurutimu.
Aku akan membangun hidupku kembali.
Aku janji, Lucifer.
Begini,
ini bukan tentangku.
Masa depanmu...
...adalah pilihanmu.
Oke?/ Ya.
Kemarilah.
Tidak, tidak. Jangan dulu.
Apa yang kau lakukan?
Maafkan aku.
Maaf?
Kenapa kau mencabut nyawanya?
"Kenapa?", katamu?
Untuk uang.
Uang?
Di saat seperti inilah aku berharap aku masih di Neraka.
Bayangkan aktifitas menyenangkan yang akan kubuat untukmu.
Begini, bung. Aku hanya menarik pelatuknya.
Mau tahu apa yang sudah kudapat?
Letnan bilang ini kasusku.
Ya, Chloe. Ini kasusmu.
Jangan buang-buang waktu.
Ini kasus mudah.
Dia pelakunya.
Eddie Deacon, pengedar narkoba rendahan.
Ini ditemukan dalam kantongnya.
Dan ini dari tas Delilah.
Jadi, jelas ini kasus narkoba.
Mungkin wanita itu berhutang banyak padanya.
Karir menyanyinya juga sedang kurang bagus.
Bagaimana kau tahu kalau dia "rendahan?"
Lihat saja mobilnya.
Kau sudah lihat arlojinya?
Itu tidak murah./ Mungkin barang palsu.
Begini.
Akan banyak perhatian pada kasus ini, Chloe. Sebaiknya jangan berlebihan.
Apalagi setelah kasus Palmetto Street.
Aku meminta kasus ini karena kasus Palmetto Street, Dan.
Jadi...
Apakah ada saksi?
Lucifer Morningstar.
Lucifer Morningstar.
Apakah itu nama panggung?
Sayangnya, itu pemberian Tuhan.
Kau terlihat familiar, apa kita pernah bertemu?
Ya, 5 menit yang lalu.
Dan aku yang bertanya.
Ceritakan soal hubunganmu dengan korban.
Beberapa tahun lalu dia bekerja di sini.
Kadang aku mengiringinya saat dia bernyanyi.
Lalu dia jadi bintang besar dan seseorang memutuskan membunuhnya.
Kau kenal penembaknya?/ Tidak.
Tapi kami sempat berbincang sedikit sebelum dia...
...mati.
Aku bertanya kenapa dia melakukannya.
Suka bermain jadi polisi, ya?
Tidak, aku suka permainan umum saja, Detektif. Bagaimana denganmu?
Jadi, kau berbicara dengan orang mati?
Tidak, dia belum mati. Jiwanya belum melewati batas.
Begitu.
Dia memberi tahu alasannya?
Untuk uang, tentu saja.
Kalian para manusia sangat suka uang, ya?
Ya. Ya, benar.
Dan dari planet mana dirimu?
London?
Dia juga bilang...
"Aku hanya menarik pelatuknya."
Itu sangat menarik.
Delilah ditembak oleh pengedar narkoba.
Dan sepertinya Delilah sendiri bertransaksi dengan pria itu.
No comments yet. Be the first to leave one.