لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 22"
Apa? Mundur dari audisi?
Ya.
Kamu sudah gila?
Kamu harus mundur.
Jika tidak, aku akan menguak segalanya.
Menguak apa?
Aku melihatmu
menjatuhkan ponsel Han Woo Jung ke dalam ember.
Kamu juga membantuku.
Kita bersekongkol.
Biar kuluruskan.
Aku tidak bersekongkol denganmu, hanya mengabaikannya.
Hwa Kyung!
Mencuri dan membuang ponsel orang lain adalah kejahatan.
Kamu bisa dituntut secara hukum.
Aku yakin kamu tidak mau dipermalukan.
Jika kamu mundur sekarang, aku akan memberimu kesempatan.
Kamu harus memanfaatkannya karena suatu alasan.
Kenapa menghubungiku saat aku sedang sangat sibuk?
Bagaimana syuting iklannya?
Itu yang ingin kamu ketahui?
Kamu mau mempermainkan hatiku
untuk mencari tahu apakah Bu Han dan Presdir Shin bertemu lagi?
Mereka bertemu lagi?
Bukan begitu.
Kamu tidak tahu?
Wakil Pimpinan Oh dan Presdir Shin mengerjakannya bersama.
Tentu saja aku tahu.
Tapi mereka bertengkar kecil tadi malam.
Bagaimanapun, mereka bisa saja membuat Bu Han
merasa tidak nyaman.
Sudah kuduga.
Ada yang aneh hari ini.
Dari luar, mereka seperti pasangan harmonis yang menjalankan bisnis,
tapi sebenarnya ada amarah terpendam dalam diri mereka.
Suasananya sungguh menegangkan.
Mereka pasti membuat Bu Han merasa sangat tidak nyaman.
Dia tidak pernah menunjukkan perasaannya, jadi...
Hentikan.
Aku tidak akan memberimu informasi apa pun terkait Bu Han.
Tunggu, omong-omong,
aku menceritakan hal yang terjadi di vila
- untuk meluruskan kesalahpahaman... - Aku tahu
maksudmu.
Tapi kenapa kesalahpahamannya malah memburuk?
Itu bukan kesalahpahaman.
Apa maksudmu?
Mereka hanya bicara selama 20 sampai 30 menit?
Kamu bilang itu bukan perselingkuhan?
Aku sudah memeriksa rekaman CCTV.
Aku memercayai ucapanmu
dan berusaha keras membantu Ibu meluruskan kesalahpahaman itu.
Tapi dia menyaksikan rekaman CCTV-nya
dan aku menjadi pembohong.
Lantas apa yang terjadi?
Keadaan memburuk. Semua karena satu orang.
Maaf, aku tidak bermaksud.
Yang kamu lihat belum tentu kebenaran. Aku yakin ada alasan...
Apa alasannya sampai berpelukan?
Kukira kamu tidak akan berbohong.
Aku pasti salah menduga.
Aku sungguh kecewa.
Tunggu, Hwa Kyung.
Kini dia menganggapku pembohong.
Kamu bahkan tidak menyelamatiku.
Selamat.
Kamu tidak tulus.
Karena itu bukan audisi sesungguhnya.
Lantas apa?
Kamu pikir aku curang?
Eun Sung berbohong dan kamu terlambat.
Bukankah kamu terlibat?
Dalam hal apa?
Kamu tidak ada hubungannya dengan keterlambatanku?
Aku tidak memahami maksud ucapanmu.
Kamu juga ada di sana.
Saat Eun Sung berbohong audisinya pukul 17.00, kamu juga...
Apa yang kamu harapkan dariku?
Saat Eun Sung berbohong,
haruskah aku mengoreksi ucapannya dan bilang seharusnya pukul 16.00?
Kenapa?
"Kenapa"? Hwa Kyung.
Teganya kamu mengabaikan kebohongan seseorang.
Bahkan anak SD saja tahu itu salah.
Anak TK pun tahu.
Tidak bisa mengaku saja kamu ingin aku terlambat
dan kehilangan kesempatan?
Tidak.
Apa?
Jangan mengharapkan apa pun dariku.
Kamu harus senang karena Eun Sung yang berbohong, bukan aku.
Ya, Chang Soo.
Teganya Ayah.
Dia terlalu takut kepada Ibu untuk berselingkuh.
Tidak, pasti ada sesuatu.
Ini membuatku gila.
Haruskah aku beri tahu Ibu?
Sampai sekarang dia masih cantik.
Aku harus bagaimana?
Yong Sim akan marah besar jika mendengar dia kembali.
Tidak. Astaga.
Dia memberiku begitu banyak uang.
Uang ini harus kuapakan?
Ini gila.
Aku akan kehilangan uang jka memberi tahu Yong Sim,
tapi Yong Sim akan marah jika uangnya kusimpan.
Kenapa kamu tidak bekerja?
Astaga, gatal sekali.
Kamu hampir membuatku terkena serangan jantung.
Berikan.
- Apa? - Uangnya.
Uang? Uang apa?
25.50 dolar dari tukang pangkas rambut.
Uang itu?
Kamu mengomel karena itu?
Ini 30 dolar. Simpan kembaliannya.
Aku akan membunuhmu jika kamu merahasiakan sesuatu dariku.
Cepat bekerja. Hari ini kita sibuk sekali.
Aku akan ada di sini.
Pasti seperti ini rasanya kehilangan anak yang belum lahir.
Sekarang bagaimana?
Kapan kamu pulang? Ayah tidak mendengarmu masuk.
Kenapa kamu menatap ayah dengan sinis?
Ayah tidak berbuat salah?
Berbuat salah? Seperti apa?
Kamu kesal karena ayah tidak memberimu uang jajan.
Ini 30 dolar. Bukan hanya itu.
80 dolar.
Aku tidak butuh uang.
Hei, Jae Hee.
Dia menolak uang? Apa dia sungguh putriku?
Jae Hee, kamu putri ayah?
Aku memikirkan perkataanmu.
Pengasuh purnawaktu.
Ya.
Aku tahu kamu teman yang baik bagi Woo Cheol.
Tapi beda urusannya saat menjadi pengasuh.
Tidak seperti menitipkan dia
di restoran keluargamu.
Tolong pekerjakan aku. Aku sungguh ingin melakukannya.
Kenapa begitu menginginkan hal yang sulit?
Woo Cheol tidak suka orang asing,
kami juga akrab.
Saat kehilangan dia tempo hari,
aku merasa bertanggung jawab.
Kalau begitu, begini saja.
Akan butuh waktu untuk menemukan pengasuh profesional.
Tolong jaga dia sampai saat itu.
Aku akan berusaha maksimal.
Aku akan mengawasinya dengan baik agar Anda tidak perlu cemas.
Apa yang akan kamu lakukan jika di posisiku?
Entahlah.
Tidak apa-apa. Kemukakan pendapatmu.
Aku akan mencengkeram lengan baju istri Anda dan memohon ampun.
Apa?
Aku tidak bisa meyakinkan dia dengan cara itu.
Aku harus membuatnya menempel kepadaku.
Halo, Hwa Kyung.
Berhentilah minum-minum.
Hwa Kyung. Ibu takut.
Bagaimana jika ayahmu meninggalkan ibu?
Ibu menahan diri dan mengusirnya seperti saranmu.
Bagaimana jika dia tidak kembali?
Ibu belum melepaskan dia.
Apa?
Ibu harus membuat Ayah percaya Ibu telah melepaskannya.
Hanya dengan begitu Ayah akan kembali.
Ibu bisa apa lagi?
Ibu membentak dan menyuruhnya pergi padahal dia ingin tinggal.
Kakekmu mengusirnya tepat di hadapan ibu,
tapi ibu hanya bergeming.
Lalu?
Saat dia datang ke lokasi syuting,
dan ibu melihatnya bersama Han Joo Won,
ibu marah sekali, tapi menahan diri.
Ayahmu dan Han Joo Won.
Ibu ingin mendorong mereka ke neraka.
Ibu berusaha keras menahan diri.
Kenapa Ibu menahan diri?
Apa?
Sudah kubilang. Ibu harus membuat Ayah percaya.
Ibu harus membuatnya percaya
Ibu bisa meninggalkannya dan mendorongnya ke lubang neraka.
Hanya dengan begitu dia akan berhenti mengkhianati Ibu.
Dia akan berhenti menemui Han Joo Won diam-diam.
Dia bahkan tidak akan berpikir untuk menemuinya lagi.
Bagaimana jika dia benar-benar meninggalkan ibu?
Bagaimana jika ayahmu ingin tinggal bersamanya?
Bagaimana ibu bisa hidup?
Percayalah kepadaku.
Beri mereka pelajaran.
Hanya dengan begitu Ayah akan bersama Ibu selamanya.
Pelan-pelan, nanti kamu sakit.
Tadi aku lapar sekali. Sekarang sudah kenyang.
Apa ada masalah?
Aku gagal di audisi episode spesial "Kenangan yang Hilang".
Kenapa?
Apa lagi? Aku tidak cukup baik.
Siapa yang mendapatkannya?
No comments yet. Be the first to leave one.