لومړۍ 200 کرښې.
Kel, aku harus bicara denganmu.
- Ini pukul 06.00. - Ya, aku tahu.
Bosku menyuruhku datang lebih awal untuk menyalin.
Konvensi Nasional Partai Demokrat 1988.
Syukurlah ini Jumat, bukan?
Aku dibangunkan untuk mengobrol?
Tidak.
Aku tidur dengan AJ.
Semalam? Bagaimana?
Tidak, saat kuliah.
- Bagaimana? - Apa?
Sama seperti kutiduri semua gadis cantik,
kubuat dia terpukau saat kompetisi Model PBB.
Astaga. AJ melakukan hal kuper itu?
Bukan kuper, itu bergengsi dan keren.
Samuel L. Jackson melakukan Model PBB.
Ini bukan untuk didebat.
Ya, debat untuk pecundang.
Sudahlah. Kau suka AJ?
Aku tak pernah suka dia.
Aku bahkan tak ingat bercinta sampai dia mengingatkanku.
- Ini tak penting. - Ya, aku setuju.
Harus beri tahu Davis.
Jangan. Davis terlalu menyukainya.
Aku tak suka rahasia. Wartawan berbeda.
Tidak. Ingat kita tak undang Davis ke reuni SMA?
Kini dia tak suka saat kita bertemu tanpanya.
Kel, aku harus percaya pada dunia tempat orang bisa berubah dan dewasa.
Ini hari Jumat, Berengsek!
Apa yang kalian bicarakan?
- Hei. - Hei.
Aku menantikan makan malam kita besok.
Aku membuat resep ini dari Bon Appétit.
Aku tak berlangganan, jadi buram setelah ada bahannya,
akan kucari caranya.
Itu upaya besar.
- Terima kasih. Harus kubawa apa? - Tak perlu.
Ini terima kasih karena menjadi dirimu. Bawa saja dirimu. Cukup.
- Aku sudah cukup. - Apa?
Kau punya alergi?
Tidak. Aku hanya alergi aura negatif.
Bagus. Aku benci saat pria punya alergi. Mereka menyebalkan.
- Benar. Itu pilihan. - Benar.
- Makan malam pukul 19.00. - Klasik.
Tak terlalu cepat, tak terlambat.
Siapa yang mengacaukan nilai komunikasi di dek papan Yarn Barn?
Aku.
Aku baru sadar mereka mengecualikan Michaels dan Etsy, yang lebih baik,
membuat tawaran Stanson tampak lebih konservatif.
Baik, kau harus beri tahu aku sebelum perbarui kontrak langsung.
Kau kuhubungi di Slack sepanjang pagi.
Aku ada di kantorku.
Katamu jika diganggu, kau akan marah besar kepada kami.
Baiklah. Terserah. Bagus.
Halo?
Bill Gibson. Di mana Bill Gibson?
Hei. Catherine? Hei, sedang apa kau di sini?
- Aku di sini? - Ya.
Kenapa kau di sini?
Ini hari jadi kita, dan kau pergi tanpa pamit.
Aku harus bekerja, Catherine.
Bukan pangeran Rumania seperti mantanmu.
Cukup tentang kerjamu.
Aku sudah bangun sejak pukul 04.00, merencanakan pagi yang rumit,
lalu akan ada chilaquile, seks, dan…
Kurasa itu saja, tetapi keduanya akan hebat.
Benar sekali.
Terima kasih.
Hei, maaf, bisakah kita bicarakan ini di ruanganku?
Tidak, kita putus.
Hatiku tak bisa bertahan dengan perjalanan mewah, tas perancang, dan orgasme saja.
Ini! Untukmu.
Aku tak bisa bicara denganmu saat kau bersikap irasional seperti ini.
- Irasional. - Ya.
Kau mau irasional?
Hei!
Aku akan ambil itu, menjualnya di eBay.
Ayo bekerja.
Selamat pagi.
Tidak, sepatu LV yang dipakai Austin dari pemotretan perlu dikembalikan.
Ya, siap. Di mana itu?
Austin mau memakainya ke pesta ulang tahun Kid Cudi.
Entahlah. Aku setuju, kau harus dapatkan.
Sepatu itu harus ada di pesawat ke Milan
pukul 07.00 untuk pemotretan dengan Pharrell.
Baik. Semua akan baik-baik saja. Aku akan kirim pesan ke Austin.
Kau menulis apa? Jangan buat kesalahan.
Hei, kami perlu sepatu LV segera dikembalikan.
- Bagus? - Buruk, tetapi tak ada waktu.
- Ini harus diatasi, Abby. - Baiklah.
Lalu? Apa katanya?
- Apa katanya? - "Tak masalah. "
Kuantar ke rumah Vanessa karena aku ingin menghormati persahabatan.
"Walau begitu, tawaran untuk bercinta masih berlaku."
Kenapa kau tersenyum?
- Apa katanya? - Maaf.
Katanya ya.
Sudah kuduga.
Kenapa kau masih diam saja?
Baiklah.
Teresa. Catherine keluarkan barangnya dari apartemen,
cari hotel bintang lima dekat kantor.
Tidak, jangan Bowery.
Aku tak perlu melihat Jared Leto di mesin es.
Greenwich? Ya, baiklah.
Kurasa hanya tim kita yang melihat
insiden chilaquiles.
Mungkin beberapa pegawai Merger dan Akuisisi.
Astaga.
- Kau mau saran? - Ya. Biar kubuka aplikasi catatanku.
Jangan pernah menjalin hubungan.
- Baik. - Tak ada yang paham gaya hidup kita.
Mereka mau fasilitas, makan malam mewah,
Hamptons, kursi terdepan, tetapi benci pengorbanan kita untuk mendapatkannya.
Aku paham. Itu sangat cerdas.
Jangan menjalin hubungan.
Omong-omong, kurasa aku akan luangkan akhir pekan minum anggur
di pusat bisnis hotel.
Semoga kegiatanmu lebih baik.
Sebenarnya aku mengadakan makan malam besok.
Kau bisa mampir jika mau.
Ya, mungkin. Kirim alamatmu.
Baiklah. Astaga.
Hei, di mana kau? Aku menunggu di sini seharian.
Maaf, bermain poker dengan Noah Baumbach. Jika pergi sekarang, dia akan tersinggung.
Aku akan ke sana setelah beberapa permainan lagi. Janji.
Itu bukan alasan bagus.
Kau tidur di sini? Di mana sepatunya?
Kata Austin akan diantar, ternyata tidak.
Austin tak bekerja untukku. Kau yang bekerja.
Karena fakta menyedihkan itu, Pharrell tak dapat sepatu,
dan pemotretannya berbeda dari yang dia inginkan.
Maafkan aku. Ini salahku.
Aku akan minta maaf kepada Pharrell.
Kau pikir Pharrell mau sur-elmu?
Kau akan pikirkan permintaan maaf dan hadiah yang pantas dariku,
berikan kepadanya malam ini.
Sebaiknya jangan ada air liur di gaun itu.
Tidak ada.
Josh.
Ya, masuklah.
Hei. Sedang apa kau?
Ini hari Sabtu. Aku membersihkan sepatu skuasku.
Baik. Dengar sur-el yang baru kuterima.
"Selamat, Kel Washington. Kami suka penampilanmu.
Dari ribuan kiriman, Likenessity Solutions memilihmu
sebagai wajah baru program perdana global kami."
Apa? Itu bagus. Apa artinya?
Artinya aku berolahraga dan harus mandi untuk perekaman hari ini.
Aku paham, tetapi aku bermain skuas dengan ayahku satu jam lagi
dan harus menguapi lipatan dari baju skuas baruku.
Atau melecehkanku.
Itu sama sekali kurang penting.
Tidak.
Pekan kerjaku sangat buruk.
Hari ini adalah tentang bersantai
dan itu dimulai dengan permainan skuas dengan ayahku.
Melihat pria itu bergerak membuatku sangat senang.
Tak membosankan.
Aneh betapa kau menyayangi ayahmu.
Maaf, Bu. Aku tak mau ikut bersikap negatif.
Hari ini soal keseruan. Bermain skuas dengan Ayah lalu makan di Katz's.
Apa aku makan seluruh pastrami panasku?
Kubawa pulang setengahnya dan memakannya sambil menonton film
terhebat sepanjang masa, Broadcast News.
Hei, baik, diam.
Harus kubicarakan soal serius.
Aku tak bisa tiduri AJ
- setelah kencan pertama kami. - Itu kencan?
Tidak, dia membuatkan makan malam mewah karena tak mau bercinta,
punya sepuluh anak.
Katanya aku sudah cukup, Joshua.
Saat usai makan malam, pulang saja.
Jangan bodoh.
Dengan caraku mencium, dia akan memohon. Rindu.
Kalau begitu, jangan cium dia.
Tentu aku akan menciumnya. Itu aturannya.
Kencan pertama untuk saling mengenal.
Ceritakan sedikit trauma masa kecil, lalu kami berciuman.
Kencan kedua baru bercinta.
- Kenapa ini penting? - Jika ciumannya terlalu bergairah,
kami akan langsung bercinta.
- Siapa peduli? Jika dia suka, bagus. - Buruk.
Ini harus menjadi pendekatan lambat. Ini cinta, bukan nafsu.
Aku tak mau hanya dipandang hebat di matanya.
Aku ingin menjadi suaminya.
Kau ingin memberi informasi apa?
Baik. Untuk memastikan tak ada peluang aku bermalam,
aku akan katakan punya kegiatan pagi
untuk mengantarmu, Josh, ke dokter diare.
Keren. Aku setuju. Keluarlah.
Tidak keren. Jangan beri tahu itu.
Sempurna.
Menjijikkan, dan agak benar karena pencernaanmu buruk.
Kau baru menghabiskan satu jam di kamar mandi.
Menguapi baju putihku.
Jangan beri tahu dia aku akan ke dokter diare.
Aku akan marah jika kau melakukannya.
Baiklah, tidak.
- Kukatakan kami bercinta. - Tidak.