لومړۍ 200 کرښې.
Terbitkan ini.
Tapi bagaimana kembang apinya?
Lakukan.
JAM MALAM PUKUL 19.00-07.00 SAMPAI PEMBERITAHUAN SELANJUTNYA
SEMUA AREA REKREASI DITUTUP
Hei, Ruth.
Aku akan membutuhkanmu di sini hari ini.
Tentu saja. Aku hanya perlu pulang pukul 15.00.
Tidak. Itulah yang kumaksud. Baiklah.
Ini gila. Ayah tak boleh mengurungku di sini.
Ayah tak punya waktu melitigasi ulang.
Ayah akan pergi selama 30 menit. Kalau butuh kudapan, minta Ruth.
Ayah bisa melihatmu memikirkan apa yang bisa kau lakukan
dalam 30 menit. Jadi, Ayah akan telepon tiap 10 menit.
Apa yang kulakukan? Apa...
aku pencet tombol dan kemudian...
Bagaimana... Apa... Bagaimana aku... Apa sistemnya?
Sistemnya adalah angkat telepon sialan itu.
Aku baru tahu boleh mengumpat.
Hei, benarkah Pendeta Bryce gantung diri?
Bukankah dia teman Ayah?
Kita bicarakan setelah Ayah kembali.
Aku tak mengerti. Aku melihatnya di Rye beberapa pekan lalu.
Dia membeli kopi.
Sepertinya.
Mungkin tidak. Kami tak mengobrol.
Aku tak terlalu mengenalnya.
Terima kasih, Paul.
Sekali lagi, saya ingin mengingatkan bahwa Anda tidak wajib berbicara.
MATAKU TERBUKA
Tak ada apa-apa.
Tidak, selalu ada sesuatu.
Apa yang terjadi di sini?
Kenapa dia membakar semuanya?
Selamatkan apa pun yang tersisa.
Baiklah.
Perlu beri tahu warga, atau mereka akan mulai terbunuh.
- Aku berusaha mengendalikan keadaan. - Ya.
Jam malammu tak ada gunanya. Kau bahkan tak bisa mengatur anakmu.
Baiklah.
Baik.
Ada apa?
Dia...
Dia berusaha meneleponku.
Dan satu nomor lain.
Sering.
Hubungi.
Halo?
Hai. Ya...
Siapa ini?
Siapa ini?
Maaf. Aku cuma...
Aku menemukan nomormu di teleponku dan...
Sial.
Kau cobalah.
- Ya! - Dia tak akan menjawab.
Panggilannya dari nomor yang sama.
Halo?
Hai. Apa kabar?
Baik.
Pendeta Bryce memberiku nomormu.
Kau mau buat janji temu?
- Ya. - Ya, mau.
Tunggu 15 menit.
Itu... Baiklah. Di mana alamatmu?
Birch Street nomor 12.
Masuk!
Hei.
Terima kasih.
Ini menyenangkan.
Baiklah.
Mau yang mana?
Apa ini?
Halo lagi.
Itu pengalaman brutal.
Ya ampun.
Todd O'Connor?
Hei, Patty. Apa kabar?
Ya. Baik, terima kasih.
- Astaga. Kau pengedar narkoba. - Tidak. Tolonglah.
Aku dukun.
Itu kokaina?
Ya.
Todd dan aku teman sekolah. Kami seperti...
Apa ini?
Itu, Kawan, adalah suatu jenis jamur yang tak akan kudekati.
Bung, benda itu akan membawamu ke tempat semestinya,
walau kau tak mau ke sana.
Orang tua menyebutnya Truesight.
Hanya tumbuh di pulau ini.
Bayangkan LASIK untuk mata batinmu.
Ia jadi terbuka.
Bum!
Maaf, aku mencoba mencari tahu kenapa Pendeta Bryce mengonsumsinya.
Yah, dia mencari jawaban.
Dia gantung diri.
Astaga.
Kurasa dia tak suka jawabannya.
Sial.
Kalian tahu, aku punya teman yang mengonsumsinya.
Ingat Brian Morrison?
"Bri Guy"? Mencuri mobil ibunya waktu kelas delapan?
Terbalik di hutan? Maniak.
Jadi, Brian melihat sesuatu di tripnya yang mengubahnya sepenuhnya.
Dia menghadapi sesuatu yang tak mau dia bicarakan.
Tapi dia sangat tenang setelah itu.
Berhenti berkelahi, berhenti meneriaki pacarnya.
Tapi pacarnya harus menyuapinya.
Dia kehilangan banyak fungsi motorik.
Tapi dia bahagia.
Hanya sulit diajak bercinta saat malam.
Intinya, dia menggambar hal yang sama berkali-kali.
Kurasa dia melihat ini di tripnya. Aku punya itu, di sini.
Semacam...
ikonografi religius kabur kuno.
Semacam geometri sakral yang tak bisa dibuat-buat.
Ya, Bung.
Ya, resapi itu.
- Sebagian pintu harus tetap tertutup. - Ya.
Betul, Teman-Teman?
Bagaimana mengonsumsinya?
Aku bisa buatkan racikannya seharga 35 dolar, bisa diterima?
- Tidak, terima kasih. - Kau dan temanmu bisa bercengkerama
di Ruang Teduh tanpa biaya tambahan.
Buatkan.
Baiklah.
Boleh permisi sebentar?
Ya. Tak perlu buru-buru untuk augmentasi jiwa, Kawan.
Jamur ini tak menyimpan rahasia pulau ini.
Itu akan membuatmu berhalusinasi.
Dengar, jika kau tak mau mengonsumsi jamur seram itu
setelah mendatangkan semua wisatawan ke pulau ini,
terserah kau.
Wyck mau.
Bagus.
Tidak. Tentu tak akan ada kembang api.
Apa yang tak mereka pahami dari "jam malam"?
Dengar, kau harus tahu kalau warga marah.
Tampaknya Kurt mengadakan pertemuan. Mencoba membatalkan jam malammu.
Aku kembali dalam 15 menit.
Sial.
Aku harus kembali.
Aku akan menemaninya.
- Kau yakin? - Solusinya adalah teruskan.
Aku tahu, tapi itu... Entahlah.
Astaga. Itu terlihat mengerikan.
Tapi tak ada rasanya, 'kan?
Apa?
Itu... di sini?
Kami bilang Wyck akan mengonsumsinya.
Ya. Kau Wyck.
- Astaga. Astaga! - Jangan takut.
- Minumlah perlahan. - Apa? Sudah kuhabiskan.
Aku tak bisa! Aku tak bisa mengonsumsi ini!
Jangan sekarang! Jangan hari ini!
Buat dirimu muntah.
- Aku tak bisa! - Tetap tenang.
- Ini hanya pengalaman 12 jam. - Astaga!
- Astaga! - Tom...
Astaga.
Itu jalan terbaik!
Aku tak bisa muntah. Aku tak pernah bisa.
- Sini. - Stop!
Ayolah, Tom. Sut!
Stop!
Astaga. Evan.
Bagaimana dengan Evan?
Jangan cemas. Akan kutangani.
Apa? Apa yang akan kau lakukan?
Hati-hati. Bagus.
Kau akan bersantai di Ruang Teduh.
Bagus.
Duduklah. Di ranjang kesadaran.
Ya. Begitu. Ya.
Berbaring terlentang. Ya.
Ayo mulai.
Maaf sekali. Aku tak tahu ia lepas.
Kemari, Bridget.
Ia segera berusia 50 tahun, makanya suka keluyuran.
Tom. Tom! Dengarkan aku.
Dengarkan aku. Duduk.
Jangan sia-siakan ini.
Kau akan menemukan semua jawaban itu sekarang.
- Apa? - Ya.
Kabar gembira.
Evan baik-baik saja, dan dia akan tinggal di rumah Ruth.
Syukurlah. Kau bicara dengan siapa?
- Evan. - Astaga.
- Aku harus kembali. - Tom.
Kurasa sebaiknya kita pergi. Dia tahu apa yang dia lakukan.
- Ya. - Bukankah dia sebaiknya tetap di sini?
Tentu saja. Aku sendiri harus pergi.
Karena kucing pacarku kabur.
Tapi untuk sementara, kalian bisa memandunya.
- Apa? - Tetaplah tenang.
Dan apa pun yang kau lakukan, jangan melihat cermin.
Kau bisa, Wyck.
Bagaimana jika kau panik?
Bawa aku ke kantor sekarang.
- Sudah lihat sesuatu? - Bawa aku ke kantor. Sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.