لومړۍ 200 کرښې.
SOLD OUT ON YOU
Hae-seok.
Saat memeriksa daftar bahan, kulihat kandungan alergennya tertinggal.
Oh, ya. Maaf.
Aturan pelabelan sering berubah,
jadi kau harus hati-hati saat membuat daftar.
Saat kuhitung…
Kak Chang-ho memarahi juniornya.
Hei, perlu kubantu untuk menutup mulutmu?
Tidak jadi. Sebaiknya aku tak mengusik wajahmu.
Benar. Itu keterlaluan.
Kalian tega sekali.
Kalian tak lapar? Mau makan tahu dan kimci?
- Mau! - Ayo!
Aku harus selesaikan ini dulu.
Tunggu. Bagaimana kalau tambah makgeoli?
- Tentu saja. - Pasti enak.
Ayo.
- Ayo. - Ayo kita pergi.
Ayo.
Tempatnya pasti penuh.
Tenang saja, ada aku.
Tenangkan dirimu. Ayo kita bicarakan.
Seharusnya kau dengarkan
kata-kata terakhir Kak Woo-su.
Kata-kata apa?
Maksudmu, ucapan bodohnya soal tanggung jawab dan hati nurani?
Rupanya kau tak berubah. Kau memang orang yang seperti itu.
Hae-seok, tanpaku,
The Usu
pasti sudah bangkrut sebelum kau bergabung.
Kalian bisa meneliti dengan nyaman
tanpa mencemaskan apa pun berkat aku.
Akulah yang mencari semua sponsor penelitian.
Tapi Choi Woo-su sialan itu…
Malah ingin menyingkirkanku.
Apa kau bisa membayangkan perasaanku?
Aku belum memberi tahu Chang-ho…
Ya?
…tapi aku ingin kau menjadi ketua tim kali ini.
Apa katamu?
Proyek baru kita.
PROPOSAL PENGEMBANGAN PRODUK THE USU
Aku ingin kau yang memimpin.
Kak, lebih baik Kak Chang-ho yang jadi ketua tim.
Dia jauh lebih berpengalaman dariku
dan lebih paham…
Kau benar.
Chang-ho melihat gambaran besar, sedangkan kau fokus pada detailnya.
Tapi saat ini,
aku perlu peneliti yang memperhatikan tiap detail kecil.
Chang-ho terus mendesak produksi massal,
tapi jujur, itu agak menggangguku.
Kurasa itu akan jadi alasan untuk meninggalkan seseorang.
Dasar bajingan lemah.
Berhenti mencari-cari alasan.
Semua yang terjadi pada The Usu adalah salah Woo-su!
Pak Mechoori.
Kenapa di luar dingin-dingin begini?
Mau berjalan sebentar?
EPISODE TERAKHIR.
Kerja bagus.
Aku mengatakannya untuk kita berdua.
Kurasa kita pantas mendengarnya hari ini.
Jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja sekarang.
Ayo curahkan semua sebelum pulang.
Tak ada lagi yang kupendam.
Sudah kukatakan semuanya.
Setelah insiden lima tahun lalu,
aku pergi ke terminal bus
dan naik bus yang berangkat paling cepat.
Lalu aku turun di tempat yang tak kuketahui
dan…
Terus berjalan tanpa tujuan.
Akhirnya aku tiba di Desa Deokpung.
Kalau dipikir-pikir lagi,
kurasa Kak Woo-su
membimbingku ke Desa Deokpung.
Aku bersyukur…
Karena Kak Woo-su memang benar…
Seperti yang kukenal.
Bersandarlah padaku.
Ayo.
Ini tak nyaman.
Kalau begitu, aku akan berjinjit.
DAM YE-JIN, JI YUN-JI
HIT PRODUK YANG TULUS HARI INI
Lima tahun lalu, kasus Krim Selamat Pagi menggemparkan industri kosmetik
dan menimbulkan banyak korban karena kandungan bahan beracun.
Kasus itu ditutup setelah Dirut Choi Woo-su bunuh diri.
Namun, hari ini, faktanya terungkap melalui sebuah pengakuan.
Pewara home shopping, Ji Yun-ji, menyampaikan pengakuan terbuka
- mengenai Krim Selamat Pagi… - Ji Yun-ji pelakunya?
Dam Ye-jin kasihan sekali.
Kau tahu soal ini?
- Tidak, aku tak tahu. - Wah…
Dia mengaku telah merahasiakannya.
Baru-baru ini, Dirut Son Chang-ho terlibat pula dalam kasus Krim Noori.
Dia memperoleh daftar penguji prarilis, lalu menyuap mereka
untuk menyebarkan klaim palsu.
Setelah terus diancam oleh Son Chang-ho,
Ji Yun-ji akhirnya membeberkan semuanya.
Polisi telah mengamankan bukti rekaman suara dan memulai penyelidikan.
Nomor yang Anda tuju sedang sibuk…
Ini kopimu.
Astaga, panas sekali!
Aku mau kopi panas yang tegukan pertamanya dingin.
Berapa kali harus kuberi tahu?
Sial…
Maaf, Bu.
Padahal Pak Cha akhirnya berhasil dapat suhu yang pas.
Astaga…
SON CHANG-HO
Haruskah kuurus dia?
Pastikan aku tak ikut terseret.
Aku ingin cepat selesai, lalu pulang.
Bereskan agenda di sini dan pesan tiketku.
Bagaimana dengan Pak Seo?
Pak Cha membawa kartu memori kamera dasborku, kan?
Kita harus bereskan manajer pabrik sebelum pergi.
Baik, Bu.
Ini kesempatanku
untuk membuat Bu Michelle terkesan.
Astaga…
Awalokiteswara.
Pak Seo…
Pastor.
Aku hanya melakukan perintah Bu Michelle.
Aku menerima banyak uang,
tapi tak bisa memakainya karena melarikan diri.
Tuhan mengasihimu.
Apa aku akan diampuni?
Jika kau mengakui dosamu di kantor polisi, bukan di sini.
Pak Seo…
Aku kaget karena kau tiba-tiba hilang.
Sial.
Dan Tuhan telah mengampuni kalian.
Silakan bergandengan dengan orang di sebelahmu,
lalu berdoa di hadapan Tuhan.
Wahai Tuhan!
JOONG-HOON DAN ERIC MAMPIR
Itu rekaman Bu Michelle
saat memerintahkan penambahan mikrob ke esens.
Aku akan menyerahkan diri ke polisi,
jadi kuharap kita tak bertemu lagi.
Kita lanjutkan?
Ya.
Sial.
Astaga. Kenapa kau makan itu?
Michelle Desruets, wakil dirut merek kosmetik global L'Étoile
sekaligus calon pewaris perusahaan, diduga melakukan tindak kriminal
selama perebutan kekuasaan terkait suksesi perusahaan.
Wakil Dirut Michelle terbukti menyuap manajer pabrik
dan memerintahkan penambahan mikrob ke esens yang akan diluncurkan di Korea
dalam upaya menghentikan Direktur Eksekutif Eric Seo.
PROYEK EKSPANSI L'ÉTOILE
Apa kau sudah puas?
Kakak.
Kau masih saja berlagak polos.
Hentikan, semua sudah berakhir.
Kita…
Dulu tak seperti ini.
Saat pertama kali jadi keluarga,
kau memperlihatkan dunia padaku.
Kau melindungiku dari anak-anak yang mengolok-olok warna mataku.
Jangan salah paham.
Aku tak pernah menyukaimu.
Jika kau merasa begitu,
itu hanya karena Ayah yang dingin memujiku
tiap aku membantumu.
Sejak kau dan ibumu muncul di hidupku,
aku menderita setiap hari.
Waktu singkat untuk bicara beberapa kata dengan Ayah…
Bahkan harus kubagi denganmu.
Aku hanya…
Ingin Ayah mencintaiku seperti dulu.
Aku akan pura-pura tak dengar soal kau tak pernah menyukaiku.
Setidaknya di dalam ingatanku,
kau memperlakukanku dengan cara yang sama,
saat ada Ayah maupun tidak.
SURAT GUGATAN.
WAKIL DIRUT L'ÉTOILE MICHELLE.
Aku perlu bantuanmu.
Apa itu?
Sial!
Pak, mundurlah!
Ini pasti pertama kalinya kau ke sini.
Ini jalan satu arah.
Masa bodoh.
Di mana kebun jamurnya?
Kenapa kau bertanya?
Kalau kau tak tahu, enyahlah!
Cepat minggir!
Kami sibuk, Bedebah!
Astaga.
Apa?
Tidak…
Mechoori…
Rupanya kau ada di sini.
Wah, ini jamurnya?
No comments yet. Be the first to leave one.