لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Aku mencintai Pak Choi... Bukan.
Aku mencintai Jeong Wook.
Benarkah itu?
Ya, aku menyukai Jeong Wook.
Tidak, bukan itu.
Benarkah ayahmu pemilik pabrik tempat kakakku bekerja?
Soal itu?
Kalau kamu tidak percaya padaku, datanglah besok.
Aku paham bahwa kamu menyukai Jeong Wook,
tapi kenapa kamu butuh bantuanku?
Kudengar kamu tidak begitu menyukai Soo In.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Jeong Hee yang memberitahuku.
Kenapa kamu tidak menyukainya?
Kakakku masuk Universitas Hanguk sebagai peringkat atas angkatannya.
Seorang pegawai tidak cukup baik untuknya.
Soo In juga sangat berprestasi di sekolah.
Dia hanya tidak punya biaya untuk kuliah.
Andai saja ayahnya tidak dipenjara selama sepuluh tahun...
Apa? Penjara?
Apa ayahnya memiliki catatan kriminal?
Tunggu, kamu tidak tahu?
Soo In.
Aku harus ke kantor pajak.
Kalau begitu, kamu tidak tahu dia punya ibu tiri, ya?
Ibu tiri?
Ayahnya yang kriminal itu punya istri kedua?
Alasanmu memberitahuku semua ini adalah...
Benar. Aku mau kamu terus
tidak menyetujui Soo In.
Aku bisa memenuhi harapanmu saat Soo In mengecewakanmu.
Aku putri tunggal.
Begitu kami menikah,
pabrik tersebut akan menjadi milik Pak Choi.
Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu?
Bantu aku menjauhkan kakakmu
dari Soo In.
"Kafe Seoul"
Kalau ayahku mau memesan seragam kerja yang baru,
aku akan menyuruhnya memakai jasa Midosa.
Kuharap kita bisa berhubungan baik.
Kita di pihak yang sama. Mari bersalaman untuk merayakannya.
Jangan beri tahu siapa pun bahwa kita bertemu hari ini.
Juga soal perkataanku.
Kamu mengerti?
Ya, aku mengerti.
Sampai bertemu lagi.
Pak Hong!
Pak Hong!
Dia tadi di sini. Ke mana dia pergi?
Dia pemalas dan kini bermalas-malasan.
Dia menghilang saat kubutuhkan untuk bekerja.
Tunggu saja sampai kutemukan dia.
Suara berisik apa ini?
Pak Hong.
Pak Hong!
Kamu mengagetkanku.
Sedang apa kamu di sini?
Pasti karena cuacanya. Tubuhku terasa sangat berat.
Aku sangat mengantuk.
Karena itu kamu tidur di pojokan seperti tikus saat jam kerja?
Apa? "Seperti tikus"?
Beraninya kamu bicara seperti itu kepadaku?
Aku harus bicara kepada Pak Jung, bukan kepadamu.
Kamu mengancamku?
Baiklah. Bicaralah kepadanya. Pergilah mengadu!
Sungguh? Bagus.
Akan kuturuti perkataanmu.
Tunggu!
Kenapa? Kamu menyuruhku mengadu.
Aku akan bekerja.
Pasti. Akan kuturuti perkataanmu.
Itulah yang seharusnya dia katakan sejak awal.
Dia tidak bisa diharapkan.
Pak Yoon. - Hai.
Bagaimana keadaanmu?
Begitulah.
Pancimu sudah selesai. Bawalah pulang.
Berapa biayanya?
Tidak usah membayar.
Kamu mentraktirku minuman kemarin.
Kamu tidak akan bisa menabung kalau berbisnis seperti itu.
Ini, ambillah. - Astaga.
Baiklah, terima kasih.
Akan kubawakan panci dan wajan pelangganku nanti.
Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih. Sampai jumpa.
Selamat datang.
Kenapa kamu ke sini?
Untuk bertemu dengan Ayah.
Kamu senang melihat ayah berjongkok di pojokan seperti ini?
Jangan bilang begitu.
Aku membelikan Ayah pangsit bila nanti Ayah lapar.
Aku permisi.
"Terminal Bus Incheon"
Apa kantor pajaknya sibuk?
Kamu lebih lama daripada biasanya.
Aku akan menunggu di Kafe Incheon sepulang bekerja.
Tidak perlu. Aku tidak akan datang.
Aku akan menunggu sampai kamu datang.
Pabrik Mi Taesan.
Ya.
Halo, Ibu.
Akan kusambungkan dengannya.
Dari ibumu.
Halo? Ya, Bu.
Ibu ada di Incheon untuk menghadiri pemakaman
dan ibu harap bisa bertemu denganmu sebelum pergi.
Begitu rupanya. Di mana Ibu sekarang?
Rumahku?
Baiklah, aku akan ke sana.
Tidak apa-apa. Sampai nanti.
Ibuku datang.
Aku tidak akan lama.
Ibu. - Halo, Nak.
Ibu menemukan tempatnya. - Benar.
Ibu pernah ke sini, tapi masih tidak ingat jalannya.
Ibu tersesat di sekitar sini
saat kebetulan bertemu induk semangmu.
Benarkah? Kenapa Ibu tidak menginap saja?
Sebaiknya tidak. Kamu terlalu sibuk. Bisa bertemu kamu saja sudah cukup.
Menginaplah malam ini dan pulang besok pagi.
Begitukah?
Ibu bisa bertemu Soo In.
Ibu melintasi pasar yang waktu itu kita kunjungi.
Ibu akan membelikan bahan makanan untuk makan malam.
Ajaklah Soo In ke sini setelah bekerja.
Ayo makan bersama.
"Restoran Sup Yoon"
Selamat menikmati makananmu.
Katakan saja kalau kamu butuh hal lain.
Baiklah.
Soon Ok, aku akan merebus kaldunya.
Baiklah.
Supnya lezat.
Aku senang kalau itu sesuai seleramu.
Kamu sepertinya bukan dari sekitar sini.
Apa kamu baru pindah ke sini?
Tidak. Aku datang untuk menemui putraku
dan calon menantuku.
Begitu rupanya.
Apa putramu sebentar lagi akan menikah?
Tidak. Kami belum menetapkan tanggal.
Kamu pasti sangat menyukai pacar putramu
sampai-sampai datang langsung untuk menemuinya.
Ya. Aku sangat menyukainya.
Dia gadis yang manis.
Bisakah kamu mencicipi kaldunya?
Aku tidak perlu melakukannya lagi.
Buatanmu sudah cukup lezat.
Jangan bilang begitu. Aku masih butuh persetujuanmu.
Jangan konyol. - Cicipilah.
Enak. Sangat lezat.
Sungguh?
Kalian sangat akur untuk ukuran saudara ipar.
Apa? - Apa?
Kalian bukan saudara ipar? Suami kalian bersaudara?
Ibuku ingin makan malam bersamamu.
Maaf, aku punya rencana lain.
Soo In.
Ibu.
Kamu mau ke mana?
Kenapa kamu tidak bersama Jeong Wook?
Aku... Biar kubawakan.
Terima kasih.
Ayo kita makan malam.
Sebenarnya...
Ada apa lagi?
Ayo ikut ibu.
Ibu.
Ibu bertemu dengannya?
Ibu tidak sengaja bertemu dengannya dalam perjalanan pulang.
Cobalah ini.
Sayuran musim semi sangat lezat dan harum.
Aku akan makan kalau Ibu juga makan.
Ibu akan makan. Sekarang makanlah.
Apa kamu sangat menyukainya? - Apa?
Apa kamu sangat menyukainya?
Kamu sedari tadi memandanginya, bukannya makan.
Tidak. Astaga.
Terimalah ini.
Apa ini?
Kamu akan segera menjadi anggota keluarga kami.
Ibu ingin memberikanmu sesuatu yang bagus,
tapi tidak ada yang bisa ibu berikan kepadamu.
Ibu sungguh minta maaf telah menerima uangmu waktu itu.
Hanya cincin itu yang ibu miliki saat ini.
Ibu harap kamu mau menerimanya.
Aku tidak bisa, Ibu. Ini milik Ibu.
Ibu sebenarnya ke sini untuk menemuimu.
Kita baru bertemu beberapa hari yang lalu,
tapi ibu sudah sangat merindukanmu.
Ibu.
Kamu terlalu baik kepada orang lain.
Ibu sangat senang melihat kalian akur.
Terima kasih.
Tolong jaga putraku.
Aku harus pergi sekarang.
Kalau begitu, jaga dirimu.
No comments yet. Be the first to leave one.