لومړۍ 200 کرښې.
MELUKIS DENGAN BAHAYA
DILARANG MASUK AREA INI, MASUK TANPA IJIN DIANGGAP PELANGGARAN KEAMANAN
Oke. Ayo, semuanya.
Ayo!
Ayo!
Cepat!
Ayo!
Cepat!
Ayo! Cepat!
Ayo!
Ayo! Ayo!
Jalan! Ayo!
Cepat!
Ayo jalan!
Cepat!
Ayo! Cepat!
Ayo! Jalan!
Berikan tasnya!
- Berikan tasnya! - Tidak!
Tidak!
Berhenti!
Ken, kau tidak apa-apa?
Hei!
Ken, ayo. Sudahlah.
Ayo pergi!
v
vo
vob
vob
vob s
vob su
vob sub
vob sub
vob sub &
vob sub &
vob sub & f
vob sub & fi
vob sub & fix
vob sub & fixe
vob sub & fixed
vob sub & fixed
vob sub & fixed b
vob sub & fixed by
vob sub & fixed by
vob sub & fixed by m
vob sub & fixed by ma
vob sub & fixed by mah
vob sub & fixed by mahs
vob sub & fixed by mahsu
vob sub & fixed by mahsun
vob sub & fixed by mahsunm
vob sub & fixed by mahsunma
vob sub & fixed by mahsun max
Hei.
Kita berhasil.
- Katakan padaku lagi. Aku butuh kau mengatakannya. Semuanya hilang? - Yep.
Semuanya 92 dolar Amerika.
Kau yakin?
Kita bisa kembali dan mencari penjahatnya.
Berapa pancake yang bisa kita beli dengan 92 dolar?
Setidaknya 92 buah.
- Alice. -Ayo, kau ingin gendut seperti mereka?
Mungkin kau bisa mencari pekerjaan disini.
Alice, kita mau kemana?
Alice, kita di Amerika. Polisi tidak tahu yang terjadi di Fujian.
Tunggu. Pak!
- Pak. - Ken, tidak!
Apa kau mau membuangnya?
Alice, ayo.
Makanlah Alice, ini gratis.
Bagaimana keadaan ayah sekarang.
Alice, bergembiralah.
Segera kita akan berenang di hot tub. Dan sarapan pancake.
Sebelum mengetahuinya kita punya uang untuk bawa ayah kemari.
Ken, itu pasar. Seperti di rumah.
Menurutmu kami bisa membukanya disini?
Ya. Tentu.
- Kau bisa mengaturnya disana. - Terima kasih.
- Tidak ada janji lagi, tuan Sullivan. Butuh lainnya? - Tidak, terima kasih.
- Kau ingin aku membawakanmu makan siang sebelum pergi. - Tidak usah. Aku harus menelepon.
Terima kasih. Hari yang indah.
- Sampai bertemu hari Senin. - Senin. Selamat berakhir pekan.
Ada kabar?
Bagus.
Kakakku pelukis terkenal dari Asia.
Ada yang mau membeli lukisannya?
Mau membeli lukisan kakakku? Dari Asia.
Mau membeli lukisannya?
- Hei bung, kau mau beli lukisan? - Jangan sentuh aku!
Ken, apa yang kau lakukan?
Hentikan.
Yeah.
Kukatakan padamu aku tidak mau bertarung lagi.
Kerja bagus.
- Maaf. Hanya menerima tamu yang sudah janjian. - Kau Justus Sullivan?
- Ya. - Marcus Gilani.
Tn. Gilani...
Aku terkejut kita belum pernah bertemu sebelumnya.
Tentu saja aku punya kesepakatan bagus untukmu.
Dan tentu saja koleksi luar biasamu.
- Kudengar kau tipe pria yang memberiku spesial. - Spesial.
Aku bisa membantumu.
Lihat ini, Alice.
Kita kaya.
Ayo.
- Kita rayakan dengan pancake stroberi. - Hei!
Berikan tasnya!
Tidak!
Terima kasih Tuhan.
- Kau baik-baik saja? - Tidak. Kejar dia.
Pencopet!
Biar kuatasi dia.
Biarkan dia pergi.
Ambil. Ambil saja.
Maaf, aku pergi saja.
Terima kasih banyak, petugas.
- Kau yakin akan... - Datang ke kantor besok pagi dan melihat mugshot.
Aku ada disana.
Jangan khawatir. Mereka tidak akan kembali.
Kalian dengar beberapa anak mengusir penjahatnya.
Anak Hispanik.
Duduklah. Kuambilkan makanan.
Ayo pergi.
Tidak.
- Jika polisi menemukanku... - Tidak, aku tinggal disini.
Alice, berhenti khawatir.
Aku tidak mengacau di dapur.
Ini burger terbesar yang pernah kulihat. Aku bisa mati di atas piring.
Alice, kau sedang ditraktir.
Makanlah.
Apakah kalian vegetarian?
Apa yang kalian tunggu? Makanlah.
Ini yang terbaik.
Hamburger di Amerika.
Kalian pasti sangat lapar.
Kutebak kalian berdua datang dengan kapal kontainer, benar?
Kalian menyelamatkan nyawaku. Kalian bisa mempercayaiku.
Boleh kami bantu membersihkan cucian?
Kalian punya tempat tinggal?
- Ya, dengan sikap. - Ya.
- Tidak apa. - Kami harus pergi.
- Terima kasih banyak untuk makan malamnya. - Kalian mau dipanggilkan taksi?
- Tidak, kami bisa jalan. - Aku juga.
- Aku dalam perjalanan pulang. - Kami bisa mengantarmu.
Itu sangat bagus. Kurasa...
Aku merasa sedikit... aku tidak tahu. ltu..
Itu sungguh sesuatu, benar?
Cara kalian berdua membantingnya...
Menurutmu kau bisa menemuiku disini setiap malam sampai mereka menangkap pria itu?
- Tentu, jam berapa? - 4:30.
Jam 3:30 jika kau ingin Burger.
Bagus. Ayo, lewat sini.
Kau tidak tahu itu...
mah su n max
Gadis Asia. Usia 30-an. Tembakan di dada.
Terdampar disini beberapa jam lalu.
- Mungkin 3 atau 4 hari di dalam air. - Ada lainnya?
Lihat tampangnya.
Tidak ada apa-apa, gadis cantik.
Oke, ambil foto. Beritahu aku jika mendapatkan sesuatu.
- Periksa dengan M.E. - Oke.
Hei, kau mau lihat lukisan kakakku?
Hei, kau mau lihat lukisan kakakku?
- Tidak, terima kasih. - lni bagus.
Ada yang mau membeli lukisan kakakku?
- Mau beli lukisan kakakku? - Tidak, terima kasih.
Ken, hentikan. Kita tidak butuh perhatian.
Ada yang mau?
Tidak, terima kasih.
Kalian ingin lihat lukisan kakakku?
Kumohon. Terima kasih.
- Ini uangnya. - Terima kasih.
Terima kasih banyak.
- Terima kasih. - ltu sangat keren.
- Terima kasih. - lni.
Baiklah.
- Untukmu Nyonya. - Terima kasih, anak muda.
Kalian mau lihat? Ayo Alice tunjukkan pada mereka.
- Tidak. - Ayo, ayo bangun.
- Alice, ayo. Mereka ingin lihat kau lakukan sesuatu. - Ken, tidak.
Ken?
Ayo, mereka ingin melihatmu melakukan sesuatu.
Yeah!
Itu yang kubicarakan. Alice Qiang, hadirin sekalian.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Kerja bagus, Alice.
Aku melihatnya waktu itu. Dia keren.
- Siapa namanya? - Namanya Alice. Dan dia keren.
- Kerja bagus. - Terima kasih.
Tolong uangnya.
Terima kasih. Tolong uangnya.
Terima kasih. Tolong uangnya.
Yeah, kita kaya.
Kau sangat gila.
Kau suka akrobatik?
- Karena kami bisa lakukan lebih. -Aku suka ini.
Ini indah. Apakah kau yang melukisnya?
Aku tertarik bertemu dengan pelukisnya.
- Kau menyukai lukisanku? - Ya. Asia Timur, benar?
- Apa yang terjadi? - Seperti biasa. Polisi memeriksa pasar.
No comments yet. Be the first to leave one.