لومړۍ 200 کرښې.
Kau harus tanya dirimu sendiri...
apa yang membuat orang sampai ke sini.
Yang terlihat di wajahnya, sikapnya, yang mengalirkannya di sini.
Kau harus yakinkan dirimu...
kalau orang ini punya sesuatu tersembunyi yang harus kau temukan.
Kau memeriksa tasnya, tapi wajahnya...
gerak isyaratnya-lah yang harus kau amati.
Terima kasih.
Dia menatapmu langsung.
Perhatikan dia, teliti.
Apa yang kau lihat?
Petugas 4 menuju Klaim Koper 17.
- Kau mau ke mana? - Uh, pusat kota.
- Kau ingin berbagi? - Tentu.
Apa? Jangan malam ini. Kau yakin?
Tak bisa kau batalkan?
Oh. Uh... apa ini?
Tiket Balet untuk malam ini.
Oh.
- Kau tak suka balet? - Ya, beberapa balet.
Memang itu tepatnya: beberapa ballet.
Begini, kau bisa mencatut tiketnya di pintu masuk.
Oh, maksudmu, menerima ini sebagai ganti...
- karena kau membayar biaya perjalanan. - Jadi, menurutmu?
- Sampai jumpa, John. - Selamat malam, John.
- Sampai jumpa teman-teman. - Sampai jumpa.
Christina, ini. Cepatlah dan berpakaian.
- Orang-orang ingin dirimu. - * Exotica *
- Dia ada di sana. Akan kupanggil dia. - * Exotica *
Dah.
Ya!
Ayo bawa telapak tangan besar itu bersama, tuan-tuan...
dan berikan tepuk tangan yang meriah...
untuk Kali!
Kali.
Ya, benar. Kali.
Dan kau, juga, dapat- Kau, juga, bisa mendatangkan Kali mejamu...
hanya seharga $5, di mana dia bisa tunjukkan rahasia dunianya.
Percayalah, tuan-tuan. Percayalah.
Oh! Sayang, sayang, sayang!
Ooh! Lakukan untukku, sayang!
Oh! astaga, itu luar biasa. Luar biasa.
Aku tanya sesuatu, tuan-tuan.
Apa yang membuat seorang siswi kemurnian yang khusus?
Keharumannya? Bunga segar... seringan hujan musim semi?
Oh, Tuhan. Tuhanku.
Atau tubuhnya yang muda dan aduhai mengundang setiap belaianmu...
menarikmu untuk menjelajahi...
rahasianya paling dalam dan paling pribadi?
Tuan-taun, aku biarkan kalian memutuskan sendiri.
Silakan bergabung denganku menyambut...
daun muda yang sedikit lancang ke panggung kita.
Ya, benar.
Keluarlah, Chrissy manis.
Di manapun kau, sayang, keluarlah.
Menurutmu kau nakal, ya, sayang?
Kau nakal.
Itu $5.50.
Terima kasih.
- Eric? - Apa?
Linda selesai menari.
Ayo bawa telapak tangan besar itu bersama, tuan-tuan.
Berikan. Ya, tuan-tuan. Ya.
dan berikan tepuk tangan yang meriah untuk Linda. Ya.
Ya, benar, Linda.
Dan hanya mengingatkan saja kalau tak ada yang Linda lebih sukai...
selain mengendap-endap ke mejamu dan...
memberikan pertunjukkan sendiri seharga $5.
Benar.
Cukup $5 untuk membuat salah satu rubah cantik kami...
datang ke mejamu dan membuatmu panas dan mengganggu.
Tapi, hei, kenapa harus mengganggu...
jika kau diperlakukan seperti raja?
Kalian mengalami hari yang buruk.
Bukankah kalian berhutang pada diri sendiri untuk...
melakukan sesuatu yang membuat kalian merasa spesial?
Kalian memang spesial.
$5 cukup untuk membuktikannya.
Ya, berikan tepuk tangan yang meriah untukMichelle.
Astaga, indah sekali.
Ooh, sayang, kau keluar.
dan hanya mengingatkan kalau, tak ada yang Michelle lebih sukai...
selain menghampiri mejamu dan memberikanmu tarian pribadi.
Halo, tuan-tuan!
Ada orang di sana? Ada orang?
Siapa saja, dengan $5, kalian bisa dapt Kali.
Kali di mejamu sendiri.
Aku tanya kalian, tuan-tuan.
Apa yang membuat seorang siswi...
murni tak bersalah?
Apakah caranya memandangmu...
menunggumu mengatakan dengan penuh harapan...
bahwa kau telah... kau telah tak berdaya dalam...
dalam keheningan?
- Aku ingin mengembalikan ini padamu. - Kenapa?
Begini, tiket itu diberikan padaku...
dan, aku tak merasa enak untuk menjualnya.
- Tidak apa-apa. - Tidak, tidak, tidak, sungguh, Aku-
Kita belum berkenalan. Aku Thomas.
David.
Bisa aku mengajakmu minum?
- Oh, itu, uh, sangat baik, tapi- - Tapi apa?
Tapi aku harus pulang.
Terima kasih.
Kau bisa hari Kamis?
- Uh, sepertinya, iya. - Bagus, bagus.
- Tracey? - Ya?
Aku tak membosankan, kan?
- Apa maksudmu? - Alat pendengarnya.
Maksudmu, biasanya kita mendengarkan radio...
dan biasanya kau menanyakanku beberapa pertanyaan.
Jadi kau ingin aku tanya pertanyaan lagi?
Tentu. Iya, maksudku, jika ada sesuatu yang ingin kau tahu.
Oke. Akan kupikir dulu.
- Salam untuk Ayahmu. - Baik.
- Selamat malam. - Selamat malam.
- Apa seseorang mengatakan sesuatu? - Tidak.
Jadi apa masalahnya?
Aku hanya melihat perubahan dalam sikapmu.
Begini, aku mengerti jika kau tak ingin memperkenalkan Christina.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Sebenarnya, aku memikirkan kalau, mungkin...
Aku lebih dilibatkan dalam seluruh perkenalan.
Aku bisa punya mikrofon sendiri, seperti ibuku dahulu.
Tidak, maksudku, aku senang memperkenalkan Christina.
Maksudku, aku merasa itu mengobati, tahu?
- Bukan untuk itu kau dibayar. - Bagiku itu tampak seperti ...
kalau aku dibayar untuk membuat setiap gadis merasa dia spesial, benar?
Jadi, untuk melakukan itu, aku harus membiarkan imajinasiku liar.
Jadi, maksudku, ketika giliran Christina, Aku, kau tahu-
Imajinasiku terikat untuk menjadi lebih liar.
Tak ada yang bisa kulakukan untuk mengendalikan itu, Zoe.
Membuat pelanggan tidak nyaman.
Dan menurutmu pernyataanmu membuat mereka nyaman?
Hei.
Dia suka menendang?
Sering.
Kau merasa menyentuhnya?
Oh.
Bagaimana perasaanmu mengenai ini?
- Baik. - Baik?
Kau senang?
Untukmu.
Bagaimana denganmu, Eric? Bagaimana denganmu?
Sebaiknya aku harus hati-hati tentang perasaanku, ya?
Maksudku,...
karena itulah kita punya kontrak, iya kan?
Ada debu plester di seluruh apartemen.
Tidak, aku tak melebih-lebihkan. Tidak, aku batuk dalam tidurku semalam.
Kau bilang akan merasa nyaman aku tinggal di sana...
dan itu tak nyaman.
Ada plastik pada mebel.
Itu bukan kehidupan yang nyaman.
Ya. Oh, ayolah, lihat.
Kau bilang kau akan melepas kertas dinding, bukan dindingnya.
Tidak, jika kau, jika kau bilang padaku di tempat pertama-
Jika kau bilang pekerjaan seperti apa, mungkin aku mempertimbangkannya.
Meskipun, itu membuatku seperti kau mungkin membuat kesalahan.
Itu yang membuatku curiga.
Apa? Tidak, sudah terlambat. Tak bisa dimasuki.
Aku takkan membayarmu. Membayarmu untuk apa?. Kau tak mengerjakannya.
Kau memang bekerja, tapi bukan yang aku minta.
Itu bukan pekerjaan yang kita sepakati.
Aku bisa suruh orang lain, banyak orang untuk melakukan ini.
Ya, tak masalah denganku.
Ya, bisa kubantu?
- Tuan Pinto? - Uh, ya.
Aku Francis Brown. Kita bicara, di telepon beberapa minggu lalu.
- Revenue Canada. - Oh, uh, tentu. Uh-
- Bagaimana perjalananmu? - Oh, baik-baik saja.
- Dan kapan kau kembali? - Um, baru kemarin.
Cuacanya bagus?
Ya, ya, indah. Ya.
- Apa ini waktu yang tepat, Tuan. Pinto? - Oh, tentu.
- Tampaknya kau agak,- - Agak apa?
- Bingung. - Oh, tidak, tidak, tidak, tidak.
Aku baik. Aku baik.
Bagus.
Ya, ya, ya.
Dengar, aku tak bisa bicara denganmu sekarang. Nanti saja.
Oke, uh-
Jadi ini tempat aku bisa temukan semua rekening bank?
Uh-
Ya, itu benar, It dia.
Oke. Jika ada pertanyaan, akan kuberitahu.
- Apa kau kepanasan di situ? - Iya.
Kau bisa turunkan sedikit.
Sepertinya kau harus teliti dengan suhu udara pada hewan-hewan.
Oh, mereka sedikit sulit dari yang kau pikir.
Aku berpikir mereka takkan kuat.
Maksudku, hanya karena mereka eksotis bukan berarti mereka tahan terhadap yang ekstrim.
Lagipula, memang, di luar sana hutan, kan?
Um, jadi, berapa lama ini berlangsung?
- Pemeriksaan keuangan? - Ya.
Tergantung pada seberapa siap kau.
Kau punya akuntan?
Uh, tidak. Tidak, tidak juga, tidak.
Tidak?
- Jadi ini akan, sebentar? - Aku bisa selesai pada malam hari.
Atau mungkin seminggu. Sulit untuk mengatakannya.
No comments yet. Be the first to leave one.