لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah usia 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Ibu menemukan keluarga ibu yang ibu pikir sudah tiada.
Putra...
"Episode 89"
Putra yang ibu pikir sudah meninggal...
Ibu bertemu dengannya.
Putra ibu adalah...
Putra ibu yang meninggal dalam perang
adalah Kim Seon Woo.
Pak Kim adalah putra Ibu?
Ya.
Benarkah itu?
Pak Kim
benar-benar putra Ibu?
Memang sulit dipercaya, tapi itu benar.
Apa dia juga tahu soal ini?
Dia tidak mengetahuinya.
Ibu tidak ingin dia mengetahuinya.
Kalau dia tahu,
dia akan sangat menderita.
Maafkan ibu, Soo In. Ibu sungguh minta maaf.
Kalau begitu,
apa Nyonya Cho tahu?
Ya, dia mengetahuinya.
Seon Woo tadi datang ke restoran.
Ibu memintanya untuk putus denganmu,
tapi dia menolak.
Ibu kemari untuk memintamu melakukan itu.
Soo In.
Ibu tahu kamu terkejut dan terluka,
tapi hanya kamu yang bisa mengakhiri ini.
Kamu
harus bicara kepadanya.
Soo In.
Maafkan ibu.
Ibu sungguh minta maaf.
Pak Kim adalah
putra ibu yang hilang dalam perang.
Apa kamu tahu berapa orang
yang kamu sakiti hanya agar bisa bersama Soo In?
Nyonya Cho, keluarga Soo In, bahkan Soo In sendiri.
Berapa banyak lagi kesedihan harus kamu perbuat sebelum itu berakhir?
Dia sungguh mengatakan itu?
Bahwa dia akan melepaskan semua yang dimilikinya?
Ya.
Dia bilang akan melepaskan aku dan perusahaan demi Soo In.
Apa yang harus kulakukan?
Aku sangat terkejut
sampai-sampai tidak bisa tidur semalaman.
Jika perasaannya terhadap Soo In sekuat itu,
maka tidak ada yang bisa kita lakukan.
Apa maksudmu?
Tidakkah sebaiknya Nyonya memberitahunya yang sebenarnya?
Tidak, aku tidak bisa melakukan itu.
Jika dia tahu ibu yang dia pikir sudah meninggal
sebenarnya masih hidup dan merupakan ibu Soo In...
Tidak, dia tidak boleh mengetahuinya.
Aku tidak bisa membuat Seon Woo menderita seperti itu.
Aku tidak ingin dia mengalami itu.
Nyonya.
Kurasa Pak Kim sudah cukup menderita
dan merasa kebingungan saat ini.
Bagaimana kalau dia sungguh melepaskan segalanya demi Soo In?
Apa yang akan Nyonya lakukan jika itu terjadi?
"Kafe Seoul"
Kenapa kamu meminta bertemu denganku lebih dahulu?
Ada yang ingin kukatakan.
Aku akan bicara lebih dahulu.
Jika demi bisa bersamamu,
akan kuputuskan hubungan dengan nenekku dan meninggalkan Chungil.
Apa?
Aku sudah memikirkannya, hanya itu satu-satunya jalan.
Aku tidak butuh yang lainnya.
Aku hanya butuh kamu.
Apa Pak Kim hanya seperti ini?
Soo In.
Bapak akan memutus hubungan dengan satu-satunya kerabat dan melepaskan
perusahaan yang dibangun ayah Bapak hanya demi seorang wanita?
Aku tidak punya pilihan.
Mari jujur saja.
Jujur?
Aku memang sempat ingin bersama Bapak.
Itu memang benar.
Bapak bilang menyukaiku dan sebagai ibu tunggal beranak satu,
aku ingin merasakan kemewahan dari pria kaya raya seperti Bapak.
Memikirkan Ji Hoon
membuatku lebih sulit untuk menolak pendekatan Bapak.
Soo In, apa maksudmu?
Aku terlalu serakah dan egois.
Aku tidak tahan melihat Bapak membuat keluargaku kesulitan.
Kenapa kamu melakukan ini? Jangan lakukan ini.
Ini
kalung pemberian Bapak kepadaku.
Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini?
Tidak ada alasannya.
Aku hanya
tidak mencintai Bapak lagi.
Soo In, aku tahu kamu tidak sungguh-sungguh dengan ucapanmu.
Apa yang terjadi?
Kenapa Bapak tidak paham juga?
Kalau Bapak terus datang,
Ji Hoon dan aku hanya akan menderita.
Soo In.
Kumohon
pergilah dari hidupku.
Lakukanlah itu untukku.
Kalau Bapak terus datang,
Ji Hoon dan aku hanya akan menderita.
Kumohon pergilah dari hidupku.
Lakukanlah itu untukku.
Maaf, Pak Kim.
Aku sangat menyakitimu.
Hanya ini yang bisa kulakukan.
Aku sungguh minta maaf.
"Pabrik Tepung Chungil"
Masuklah.
Nyonya mencariku? - Ya.
Berikan ini kepada Pak Han dari Pabrik Roti Dongwoo.
Ini penting.
Baik, Nyonya.
Pabrik Tepung Chungil.
Nyonya, ini Soo In.
Jadi,
kenapa kamu meminta bertemu denganku?
Tentang Pak Kim yang sebenarnya
dan kenapa kami tidak bisa bersama,
aku sudah mendengar semuanya.
Siapa yang memberitahumu?
Apa ibumu yang memberitahumu?
Benar.
Kamu sudah memberi tahu Seon Woo mengenai hal ini?
Tidak.
Dia tidak boleh mendengar soal ini.
Kamu mengerti?
Jangan khawatir.
Aku tahu kenapa kami tidak bisa menikah.
Aku akan menerimanya.
Terima kasih.
Aku juga minta maaf.
Kupikir
kita memiliki hubungan yang istimewa.
Aku tidak pernah membayangkan hubungan kita akan seperti ini.
Aku sudah bilang kepada Pak Kim bahwa kami harus putus.
Aku takut
dia akan sangat menderita.
Aku khawatir.
Waktu akan menyembuhkan lukanya.
Kita tidak bisa berbuat banyak selain menunggu.
Benar.
Kuharap kamu melupakan Seon Woo,
hilangkan dia dari pikiranmu, dan mulailah lembaran baru.
Kuharap
kamu bertemu orang yang baik dan memiliki kehidupan yang baik.
Terima kasih.
Ke mana perginya Man Pyo?
Memang apa yang bisa dilakukannya jika dia pindah rumah?
Ibu.
Kamu sudah mengetahuinya?
Ya, paman berteman baik dengan Pak Ko,
jadi, aku bertanya kepadanya.
Paman tinggal di rumah Soo In.
Apa? Di rumah Soo In? Apa yang dilakukannya di sana?
Pak Ko tinggal di sana,
juga wanita yang dipacari Paman.
Apa? Apa dia berencana tinggal bersama wanita itu?
Dia sudah gila.
Bukan begitu. Mereka punya kamar yang kosong dan Paman menyewanya.
Dia sungguh merepotkan ibu.
Apa kamu tahu di mana tempatnya?
Ya, Ibu ingin ke sana?
Ya, ibu akan pergi dan menjemputnya sekarang juga.
Hong Man Pyo!
Sedang apa Kakak di sini?
Kamu pikir apa yang kakak lakukan di sini?
Kenapa kamu di sini?
Aku sudah bilang tidak akan pulang sampai kalian menerima Seol Hee.
Kembalilah ke dalam dan kemasi barang-barangmu.
Aku tidak akan ikut dengan Kakak.
Jika ingin aku kembali, Kakak dan Jae Man harus membiarkanku menikah.
Jae Man marah besar.
Dia bahkan mungkin akan memecatmu.
Dia tidak bisa memecatku. Aku sudah berhenti.
Apa?
Aku sedang mencari pekerjaan, jadi, Kakak tidak bisa mengancamku.
Bisakah kamu hentikan ini?
Kalau kamu tidak pulang, kakak akan memaksamu.
Apa yang akan Kakak lakukan?
Kalau Kakak menemui Seol Hee, maka hubungan kita
berakhir.
Beraninya kamu mengatakan itu kepada kakakmu?
Aku sudah memperingatkan Kakak. Kakak mau ikut ke wawancara kerjaku?
Kalau begitu, sampai bertemu lagi. Sampai jumpa.
Man Pyo! Astaga!
Halo, Nona Oh.
Kamu ke sini lagi, bukan bekerja?
Tidak, aku dalam perjalanan ke wawancara kerja.
Benarkah? Kamu sudah mendapatkan pekerjaan?
Ya, karena kamu bilang kamu membenci pria yang tidak mapan,
aku kemari untuk meyakinkanmu bahwa kamu tidak akan kelaparan.
No comments yet. Be the first to leave one.