Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

Specials

د خپرونې معلومات

아는---형님---KnowingㅡBrothersㅡㅡㅡEpisodeㅡ140 NEXT VIU
د لخوا تبصره SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Guests: Jung Sang Hoon and Son Dam Bi. Selamat menonton😊

تګونه

other
په خپور شو: 2018-08-12
ډاونلوډونه: 44
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Cuaca sangat panas"

"Belakangan ini kita perlu hujan"

Kenapa Sang Min hari ini terlambat?

- Entahlah. - Biasanya dia yang pertama datang.

Kurasa ada yang harus dia kerjakan dahulu.

Dia menjawab banyak panggilan di ruang tunggu.

Kurasa dia sedang berpacaran dengan seseorang.

Panggilan apa? Kenapa dia belum ke sini?

Ada orang lain yang belum datang juga.

- Di mana Kyung Hoon? - Ya.

- Baiklah. - Kenapa kamu terlambat?

Dia sedang berakting.

Sang Min, kalau mau berakting seperti itu, ke "Gag Concert" saja.

Maaf.

Apa maksudmu?

Baiklah.

Kamu bahkan tidak sedang bicara dengan siapa pun.

Baik.

"Dia bersikap sangat sopan"

Aku minta maaf.

Aku dari tadi tidak bisa akhiri panggilan dari kreditur.

- Kamu berakting atau tidak? - Aku sangat menyesal karena kalian

lama menungguku, kuputuskan kujawab saja di kelas.

Kupikir kamu sudah melunasi semua utangmu.

- Kamu juga punya kartu kredit. - Kamu berbohong atau tidak?

Kalau ini bohong, dia harus berakting di sebuah drama.

Tadi dia juga menjawab panggilan di ruang tunggu.

- Kenapa kamu terlambat sekali? - Sebenarnya ada apa hari ini?

Ada apa dengan mereka berdua?

Apa kalian sudah gila?

- Baiklah, Teman-teman. - Kamu bukan ketua kelas.

Diamlah. Semuanya sudah datang?

Apa kamu tidak bisa melihatnya?

Kamulah yang terlambat.

Dia bodoh.

- Biar kuperiksa kehadiran kalian. - Sedang apa kamu?

- Aku akan periksa kehadiran kalian. - Kamu tidak cocok di sana.

Sedang apa kamu?

- Semua sudah datang, tidak lihat? - Diamlah.

Aku akan menyebut nama untuk memeriksa kehadiran.

Kenapa kamu yang memeriksa?

Kenapa kamu yang periksa padahal bukan ketua kelas?

Semua sudah datang, hanya kursimu yang kosong.

Ho Dong.

- Ho Dong, hadir atau tidak? - Apa?

- Bagus. - Sedang apa dia?

- Ini baru. - Kurasa...

Kalau Ho Dong hadir, berarti semuanya ada.

"Dia selesai memeriksa kehadiran"

Hari ini, bersikap baiklah pada Sang Min dan Jang Hoon.

- Kenapa? - Kumohon pada kalian.

Kenapa hari ini kami harus bersikap baik pada mereka?

Aku sudah menyiapkan sesuatu. Lihat ini.

Tadi mati.

Aku sudah menyalakannya.

Aku melihat sebuah artikel di internet.

"Orang mulai bicara sendiri karena tinggal sendiri."

- "Itu sinyal peringatan." - Kudengar itu buruk.

Ini berarti

ada banyak orang yang mulai bicara sendiri

karena tinggal sendiri.

"Mereka mulai bicara sendiri karena tinggal sendiri"

Beberapa orang bahkan bicara dengan dinding.

Siapa yang tinggal sendiri?

Yeong Cheol juga tinggal sendiri.

Tapi aku tidak bicara sendiri.

Tapi Yeong Cheol dan Hee Chul berbeda dari mereka.

Jang Hoon merasa kesepian karena pernah tinggal dengan orang lain.

- Itu poin pentingnya. - Benar.

Dengan kepintaranmu, tolong bimbing mereka.

Baiklah.

Kamu sangat cerdas.

- Kamu sangat cerdas. - Orang merasa kesepian karena...

Orang merasa kesepian.

Lebih baik kalau dari awal mereka tinggal sendiri,

tapi mereka pernah tinggal bersama orang lain, lalu tinggal sendiri.

Sang Min bahkan sering bicara sendiri di acara ini.

"Monolog Sang Min"

"Di mana semua orang polos itu?"

"Aku tidak tahu apa itu mamonisme"

"Siapa tamu hari ini?"

"Dia benar-benar bermasalah"

Aku cukup kesal karena hal ini.

Dahulu kamu mendukungku, tapi sekarang tidak lagi.

Sebelumnya, kapan pun aku bicara sendiri,

dia berbalik dan mendengarkanku.

Dia juga membalas perkataanku.

Belakangan ini kamu bahkan tidak berbalik.

Sang Min, apa kamu benar-benar bicara dengan tembok?

Aku sudah melewati masa itu.

Kenapa tidak hancurkan dinding saja dan bicara dengan tetangga?

Kamu bisa berbincang dengan mereka seperti ini.

Belakangan ini aku sering lakukan ini.

Orang sering menabrak sesuatu saat berdiri.

Aku mulai memaki diriku sendiri setiap kali melakukannya juga.

Aku sering memaki diriku.

- Memaki seperti apa? - Bagaimana?

Astaga, dasar...

Aku mulai sering memaki diri.

Itu karena kamu mulai membenci dirimu

yang terlalu lama tinggal sendiri.

- Tapi... - Aku membenci diri sendiri?

Itu sinyal peringatan.

Kurasa...

Kamulah yang terburuk di sini.

Itu sinyal peringatan, bukan?

Siapa pun yang berada di situasi yang sama dengan Jang Hoon,

hal itu tidak akan selesai hanya dengan bertemu banyak orang.

Orang itu harus bertemu dengan orang yang dia cintai.

Orang itu harus dimotivasi.

Bagaimana kalau aku sering menghubungimu?

Aku sudah sering mencoba menghubungimu.

- Kurasa tidak berhasil untukku. - Begitukah?

Kenapa?

Kamu harus menghubunginya

dan memotivasinya bertemu seseorang yang mungkin akan dia cintai.

Aku akan lebih sering menghubungimu.

"Memancing musuh dengan musuh." Kamu tahu apa artinya?

Artinya memakai gerakan lawan untuk menghadapi lawan.

Ada apa dengan hari ini?

- Maksudnya apa? - Banyak yang katakan ungkapan itu.

Aku pintar.

- Tapi apa maksudnya? - Kamu sering mendengarnya di gim?

- Benar, di gim. - Kamu bisa

membantunya bertemu orang baru.

Kamu bisa membantunya.

Baiklah.

- Lalu? - Kalian semua sudah datang.

Jangan lupa datang tepat waktu.

- Dia lucu. - Aku menyukainya.

- Aku menyukainya. - Kekuatan cinta...

- Mereka harus saling membantu. - Benar.

Astaga.

"Murid pindahan datang"

- Tidak mungkin. - Satai domba.

- Satai domba. - Aku mengenalnya.

- Kenapa dia di sini? - Ada apa ini?

Dia satu-satunya tamu hari ini.

- Diamlah. - Apa?

- Di mana Hee Seon? - Kamu tidak terlalu terkenal.

- Kenapa kamu di sini sendiri? - Kenapa?

Siapa orang terkuat di sini?

- Memang tidak terlihat? - Kamu tidak tahu?

Kenapa semua yang masuk ke sini terlihat kesal?

Aku tidak memahaminya.

- Kamu ingin memulainya? - Kalau begitu, akan kuulangi.

"Dia bergegas keluar"

Dia lucu.

- Halo. - Halo.

"Dia siswa pindahan yang sopan"

- Halo. - Halo.

Senang bertemu kalian semua.

- Kenapa kamu di sini sendiri? - Karena "SNL".

Setiap kali melihat pintu itu, rasanya aku harus mulai berakting.

- "SNL". - Aku selalu siap.

- Senang bertemu denganmu. - Dari mana sekolah asalmu?

- Apa? - Kamu dari mana?

Ada tamu lain.

Orang itu mungkin akan membuat

hatimu yang kering kembali senang.

Tolong bantu kami.

Dia terdengar hebat.

"Suara guntur"

Apa ini?

Aku terkejut sekali.

Aku tidak suka dikejutkan.

"Dia datang bersama suara guntur"

Halo, semuanya.

- Halo. - Halo.

"Di Sabtu malam"

Aku akhirnya kembali.

Acara kami juga tayang Sabtu malam.

Jang Hoon, kamu bisa pindah tempat duduk?

- Kenapa? - Pindahlah ke tempat duduk lain.

Kurasa mereka teman baik.

- Ada apa? - Itu bangkumu?

"Kalian gila, kalian sudah gila"

- Nadamu rendah sekali. - Dia sudah gila.

Kamu yang gila.

"Kalian gila"

Aku malu karena ke sini bersama dia hari ini.

Kita harus menyanyikannya bersama.

"Kalian gila"

"Kalian sudah gila"

- Semuanya. - Kamu sudah berhenti menyanyi?

- Astaga. - Nadanya sangat rendah.

Hari ini aku akan membuat kalian gila.

Nantikanlah.

"Jung Sang Hoon dan Son Dam Bi datang dengan riuh"

Lama tidak bertemu.

Belakangan ini cuaca sangat panas.

Dia seperti hujan.

Lalu kenapa memintaku pindah?

Aku seharusnya duduk di sini.

Film kami akan dirilis nanti.

Kami datang ke sini terlalu cepat.

Julukanku "Hidup tidak lengkap". Aku Jung Sang Hoon.

Aku "Mawar Pengkhianatan".

Aku Son Dam Bi. Senang bertemu kalian semua.

- Senang bertemu kalian. - Selamat datang.

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left