لومړۍ 200 کرښې.
Tapi aku penasaran.
"Episode 18"
Apa?
Kenapa kamu terlambat di hari sepenting itu?
Aku juga ingin tahu.
Aku bertanya kepada Produser Yoon saat berpapasan dengannya,
tapi dia tidak menjawab, katanya itu urusan pribadimu.
Itu tidak bisa dibilang urusan pribadinya.
Dia dirugikan,
karena melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan temannya.
Ibu.
Dia menemani ayah temannya yang sekarat.
Kamu menemani pria yang sekarat?
Yang bahkan bukan ayahmu?
Tidak semua orang bisa melakukan itu.
Benar.
Apa yang dilakukan temanmu saat itu?
Temannya
tidak kehilangan apa pun.
Sebenarnya dia punya segalanya.
Tapi dia ingin mendapatkan lebih.
Demi temannya, Woo Jung berkorban dan kalah...
Kurasa itu bukan kekalahan.
Fakta
bahwa aku terlambat lebih penting daripada alasannya.
Itu kesalahan dan keteledoranku.
- Selamat menikmati. - Selamat menikmati.
Kenapa kamu di sini? Bukankah Bu Han bekerja hari ini?
Dia dan Woo Jung pergi ke suatu tempat hari ini.
Benar juga. Itu sebabnya Woo Cheol di sini.
Dia pasti lapar.
Kita sibuk, jadi, beri dia sup.
Salah kita sendiri karena menjadi tetangganya.
Antarkan ke Woo Cheol.
- Terima kasih, Ibu. - Berikan kepadanya.
Woo Cheol, ini bulgogi daging pedasmu.
Woo Cheol tidak makan bulgogi daging pedas.
Dia mau spageti vongole.
Kamu tidak bisa makan itu hari ini.
Pelanggan kami terlalu banyak. Aku tidak punya waktu untuk memasak.
Tidak, aku harus makan spageti vongole.
Beri aku spageti vongole, Jae Hee yang baik.
Merepotkan saja.
Jae Hee, belikan dia pasta.
Bagaimana dengan restorannya?
Ayah dan kakak bisa mengatasinya.
- Bisa? - Tentu saja.
Banyak sekali orang di sini karena akhir pekan.
Woo Cheol tidak suka keramaian.
Menakutkan.
Jangan takut. Jae Hee yang baik menemanimu.
Jae Hee yang baik ada di sini. Aku tidak takut.
Terima kasih, Woo Cheol.
Jangan berkeliaran. Tetaplah bersamaku.
Baik.
Ayo.
Woo Cheol, kemarilah.
Bagus.
- Lihat ini, - Bagus.
"Karikatur"
"Terlalu berlebihan"
"Anak-anak, sebaiknya kalian bekerja keras"
"Anak-anak, nikmatilah kebebasan kalian"
Jangan berjalan terlalu cepat.
Di depan ada restoran yang membuat spageti vongole enak.
Cantik sekali.
Woo Cheol, tunggu di sini.
Bagaimana? Cantik?
Woo Cheol.
Taman Anda indah.
Aku menghabiskan banyak waktu dan tenaga menatanya.
Aku percaya orang pun begitu.
Aku ingin menyisihkan waktu dan tenaga
untuk membantumu tumbuh seperti tamanku.
Terima kasih tawarannya,
- tapi aku harus menolak. - Jadi,
kenapa kamu bilang ini kali terakhir?
Apa karena Presdir Shin?
Kalian punya masa lalu.
Sebenarnya hubungan kalian seperti apa?
Apa maksud Anda?
Aku tidak mengerti kenapa Anda bertanya.
Aku tahu bahwa kalian satu universitas.
Memang.
Presdir Shin lebih dahulu masuk beberapa tahun.
Kalian tidak saling mengenal saat itu?
Kita tidak bisa mengenal semua orang yang satu universitas dengan kita.
Mungkin kami pernah berpapasan beberapa kali.
Ya, kurasa begitu.
Jika dibilang begitu, kita bisa kenal semua orang.
Benar juga.
Ayah.
Hidangan penutupnya sudah siap.
Baiklah. Mau pergi sekarang?
Anda memanggilku, Pak?
Di sini ada berapa kamera CCTV?
Dua di perimeter, dua di taman, dan satu di ruang tengah.
Hapus semua rekaman bulan lalu dari semua kamera.
Apa? Kenapa aku harus menghapusnya?
Turuti saja perintahku.
Kenapa aku harus menghapus semua rekamannya?
- Kamu melihat ayahku? - Dia di sana.
Kamu mencari ayah?
Ayo makan hidangan penutup.
Baiklah.
Woo Cheol.
Woo Cheol.
- Kamu sudah pulang. - Aku pulang.
Putra sulung kita pulang. Kenapa kamu bekerja di akhir pekan?
Di mana Woo Cheol? Jae Hee juga tidak ada.
Mereka pergi untuk makan spageti vongole.
Spageti vongole?
Woo Cheol hanya makan bulgogi daging pedas.
Kini ganti menjadi spageti vongole karena Jae Hee.
Baguslah.
Ayah senang sekali dia menyukai Woo Cheol.
Baru saja kita bicarakan.
Aku bisa membicarakan putriku sesukaku.
Ada apa, Nak?
Ayah, aku harus bagaimana? Woo Cheol hilang.
Apa? Woo Cheol hilang?
Di taman tadi,
aku bersikap tidak sopan kepada Bu Han.
Kudengar dia satu universitas dengan Myung Joon,
jadi, aku bertanya apa mereka punya hubungan spesial.
Pak, Anda sedikit keterlaluan di depan para wanita ini.
Ya, aku setuju.
Aku suka bergurau.
Aku konyol, Bu Han. Kuharap kamu tidak tersinggung.
Aku terlalu senang karena kamu bersedia
menjadi model untuk Busana Miseong.
Ya, tidak apa-apa.
Aku harus minta maaf atas sesuatu, Sayang.
Hwa Kyung. Brosnya.
- Apa? - Bukankah ada padamu?
- Ya. - Berikan kepada ibu.
Ayo.
Aku menemukan ini di lantai.
Ini cukup mahal dan desainnya unik.
Aku tidak tahu ini punya Hwa Kyung
dan kukira suamiku datang kemari bersama wanita lain.
- Sesaat aku curiga. - Sayang.
Maafkan aku. Aku tahu betapa kamu mencintaiku,
tapi kurasa aku hanya seorang wanita.
Ibu, tidak sopan mengatakan itu di depan tamu.
Benar juga.
Maafkan aku, Bu Han.
Tolong dimaklumi, Woo Jung.
Ini sudah hampir malam.
Pimpinan Oh, kami harus pergi.
Benar juga, aku tidak menyadari waktu.
Baiklah, kita sudahi makan bersamanya.
- Pimpinan Oh. - Kakek.
Tidak apa-apa.
Aku baik-baik saja.
Kurasa kadar gula darahku turun.
Saat sudah seusiaku, kalian akan sering merasa pusing.
Ayo.
Jae Hee.
Bagaimana Woo Cheol bisa hilang?
Tadi aku sedang melihat-lihat jepit rambut, lalu...
Tenanglah dan ceritakan kepada kami. Kamu harus mengendalikan diri.
Dia hilang begitu saja.
Woo Cheol hilang karena aku.
Bagaimana jika kita tidak menemukannya?
Kita akan menemukannya.
Kamu tahu kami punya mata tajam, bukan? Jangan khawatir.
Kamu punya fotonya di ponselmu?
Ada. Akan kukirimkan.
"Kak Do Bin"
Kita berpencar. Kakak akan ke kantor polisi terdekat.
Baiklah.
Woo Cheol!
Woo Cheol!
- Apa kamu melihatnya? - Tidak.
Kamu melihat pria ini?
Tidak.
Woo Cheol!
"Kantor polisi"
Itu cantik sekali.
Pasti cocok untuk Anda.
Sungguh?
Aku juga menyukainya. Aku juga mau brosnya.
Ibu.
Itu bros Ibu, bukan?
Ibu.
Ibu harus fokus menyetir. Hentikan.
Hentikan mobilnya. Kita harus bicara.
Bicaralah.
Bisakah Ibu mengatakan dengan yakin
bahwa ibunya Hwa Kyung hanya salah paham soal ini?
Apa?
Ibu memang menemuinya di vila Yangsuri mereka.
Lantas?
Kenapa brosnya bisa jatuh?
Kenapa? Apa yang terjadi di antara kalian?
Apa yang kamu pikirkan?
Menurutmu ibu akan melakukan hal yang tidak bisa ibu ceritakan?
Menurutmu kami sungguh memiliki hubungan?
Hwa Kyung, ibunya Hwa Kyung,
No comments yet. Be the first to leave one.