A Soldier's Story 2: Return from the Dead

A Soldier's Story 2: Return from the Dead

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

A-Soldiers-Story-2-Return-From-the-Dead-2020-720p-1080p-WEB-DL
د لخوا تبصره comelmuewa
Enjoy

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
1080
په خپور شو: 2021-06-23
ډاونلوډونه: 14
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Lihat? Lagi pula, tak butuh waktu lama.

Yah, memang engga lama, jadi kita pergi sekarang?

Ya, aku sudah berikan uang, kan?

Sekarang, ingat, jauhi masalah

dan kembali akhir minggu ini.

Pulang lagi? Haruskah aku pulang setiap minggu?

Ini perguruan tinggi dan ada akomodasi-nya?

Edwin, aku tahu kau seorang siswa, oke? Tapi aku sudah

janji sama temanku Regina bahwa aku akan menjagamu

dan aku harus tepati janji itu, tak peduli

berapa kali aku telah mengecewakannya di masa lalu.

Tapi Nona Zaya...

Tidak ada tapi-tapian, oke? Kau harus pulang akhir minggu ini

dan setiap minggu-nya.

Negara ini belum aman.

Tapi perang sudah berakhir.

Ya, perang sudah berakhir. Tapi orang-orang Watz,

Republik Watz belum bebas. Orang-orang masih terperangkap

dalam pikiran mereka, oke?

Semuanya butuh waktu dan jadi kita harus berjaga-jaga.

Oke?

Ah, mobil sialan, Sungguh saat yang tepat untuk berangkat.

Nn. Zaya, kau butuh mobil baru.

Bossangoa butuh bandara baru, apa mereka punya? Tidak!

Mereka butuh pusat perbelanjaan, rumah sakit baru, jalan baru.

Apa mereka punya? Tidak Edwin, semuanya butuh waktu.

Waktu dan komoditas sangat terbatas dan

wanita ini di sini, masih punya mileage dalam dirinya.

Tidak...

Eh, masalah mobil lagi Nona Zaya?

Masalah mobil lagi pak Assanbe.

Yah, aku tak bisa bantu mobil, tapi

aku bisa bantu beri tumpangan di mobilku, tak apa-apa?

Ya, terima kasih banyak. Edwin, kemarilah, pak Assanbe, telah berbaik

hati mau beri kita tumpangan. Ayo, ayo pergi.

Terima kasih.

Sama-sama.

Peta transportasi London.

Apa? Maaf pak, aku tak tahu kau ada di sini,

aku baru selesai mengumpulkan dan urus semua barang yang siap

untuk pertemuan Senin pagi seperti yang diminta.

Tidak apa-apa, silahkan duduk.

Sebenarnya aku mampir mau ucapkan terima kasih Zaya.

Entahlah apa yang akan kulakukan tanpa bantuan

dari asisten brilian sepertimu, aku menghargainya.

Kau istirahatlah sekarang, koki lagi masak sesuatu?

Setidaknya itu yang bisa kulakukan

untuk liburan berhargamu dan membantuku.

Terima kasih pak, tak ada masalah sama sekali.

Kulihat seleramu dalam seni tak seperti biasanya.

Sangat, sangat bagus, nama-namanya, sangat asli.

Ya, kurasa begitu.

Siapa Seven Sister itu, Tn. Hammersmith?

Seven Sister? Kenapa memangnya?

Yah, sewaktu kecil, ayahku, ibu dan aku, kami tinggal di pulau Enfield.

Desa di Enfield Lock kurang lebih 24 bulan selama

studi pascasarjana-nya di Inggris. Pada akhir pekan, ayahku

ajak aku belanja, atau nonton film tapi, karena

jaraknya yang jauh, kami biasa naik kereta api.

Jadi, kami ambil jalur Victoria dan kereta api dan ada dua

nama yang terus ada di pikiranku karena 2 cerita yang sama sekali berbeda.

Tottenham Hale dan Seven Sisters.

Cerita menarik, lanjutkan.

Oke, baik, dikarenakan Tottenham Hale, saat itu kami

harus loncat sebelum melewati jalur kereta api. Jadi,

artinya rumah kami sudah dekat dari situ.

Dan Seven Sisters?

Namanya aneh sekali. Saat masih kecil, dia membuatku penasaran

Siapa dimana Seven Sisters? Di mana mereka adalah putri seorang raja?

Atau mereka Hamba yang membuat pengorbanan besar untuk kerajaan?

entahlah, melihat peta itu

mengingatkanku kembali. Jadi, siapa Seven Sisters itu?

Dan aku harus tahu itu?

Kau pria kulit putih dan kau dari Inggris.

Tuhan kau orang yang menarik Oh, Tuhan.

Hmm. Hmm.

Dom. Romans Conti, French Red Burgundy, salah satu kesukaanku. Selamanya.

Kau minum?

Kau harus lihat koleksi anggurku.

Sekarang tentang Seven Sisters, merupakan kisah tentang kuil kuno

familia subur dan kebanyakan semuanya pohon.

Ada sejumlah mitos tentang daun-daunan penting

yang berada di sekitar Page Green.

Tak ada yang perlu kau khawatirkan.

selain nama yang tak umum. Tapi jika aku adalah kau.

Aku akan lebih peduli dengan Seven Sister modern.

Kurasa aku tak paham, pak.

Kurasa aku harus ceritakan sebuah kisah juga.

Suatu malam musim panas, kalau tak salah ingat,

itu 28 Agustus 1928 di sebuah kastil yang dikenal sebagai Achnacarry,

3 pria, seorang Belanda Henry Deterding yang dijuluki Napoleon of Oil,

seorang Inggris, Tn. John Cadman, direktur Anglo-Persia Oil Company,

direktur Anglo-Persia Oil Company, sekarang dikenal sebagai BP

dan Walter C. Teagle dari Amerika mewakili Standard Oil Company

yang didirikan oleh John D. Rockefeller yang sekarang bernama Exxon.

Sementara tiga orang ini bertemu saat berliburan 3 hari.

Dan mereka memutuskan untuk menghentikan konflik dan mulai

berbagi minyak dunia. Visi mereka menyepakati dan berbagi

semuanya mulai dari kontrol zona produksi,

hingga harga jual, biaya transportasi, dsbg.

Pertemuan ini sayangnya, melahirkan kartel.

Kau tahu apa itu kartel Nn. muda?

Kartel ini bertujuan menguasai dunia dengan

mengendalikan minyak dunia.

Tak lama kemudian, mereka bergabung dengan 4 orang lainnya

dan tentu saja, dikenal sebagai Seven Sisters.

Seven Sisters?

Iya. Tapi tak mirip dengan Seven Sister London.

Bagaimanapun. Sejak pertemuan itu, mereka merencanakan

dan berupaya mengendalikan keseimbangan kekuasaan.

Mendukung monarki dan pemimpin lainnya dari Iran ke Arab Saudi,

menggulingkan pemerintah dan mengangkat pemimpin boneka

serta menentang pembentukan OPEC sesuai dengan visi mereka sendiri.

Tak banyak yang tahu hal ini tapi pada akhir tahun

1960, Seven Sister menguasai 85% cadangan minyak dunia.

Tapi sekarang pemain baru telah bergabung kedalam permainan minyak

dan mereka cuma menguasai 10 persen. Jadi...

dengan kebutuhan pasar baru, lahan perburuan baru sekarang

adalah Afrika. Afrika yang indah.

Menariknya, Seven Sister biasanya berhasil dan unggul,

negara tuan rumah, tentu saja mengalami masa-masa terburuk

Libya, Gabon, Nigeria dan tentu saja,

baru-baru ini Sudan.

Jadi pembicaraan mengenai penemuan minyak di kawasan tersebut,

perhatianmu pasti tertuju pada Seven Sister dan bukan

nama stasiun transportasi London.

Tn. Smith.

Bossman.

Selamat datang, Tn.Smith.

Terima kasih.

Selamat datang. Jadi, apa yang kau bawa untuk Bossman hari ini?

Tn. Bossman kami...

Apa ini Tn. Smith? Kau menghina Bossman?

Kau bawa teman tidur mau transaksi senjata?

Teman tidur? Teman tidur apa? Bossman, kenalkan Chelsea,

perantara terbaik yang pernah kau temui.

Terbaik apa?

Perantara.

Tn. Smith, aku mau bertanya.

Nyamuk menggigitmu sejak kau datang ke Watz? Ya?

Tidak.

Kau kenak malaria, kan?

Tidak.

Tidak?

Apa yang kau bawa?

Ini, uh, ini bagus. Bagus sekali.

Bagus sekali. Bagus sekali. Aku suka.

Ya. Aku suka. Aku suka sekali.

Anak-anak.

Tn. Smith, Ghetto.

Jadi, Tn. Smith, berapa yang kubayar?

Kau tahu Bossman, ini gratis.

Gratis? Gratis? Kuberitahu kau sesuatu Tn. Smith, dalam hidup tidak ada yg gratis,

tidak ada. Jadi, bilang aja, berapa yang harus kubayar untuk

barang dagangan ini?

Rokok?

Tidak, aku punya rokok.

Terima kasih.

Kau tahu, ada yang mau kukatakan padamu tapi ini rahasia.

Ini sangat rahasia dan tak tertulis dalam dokumen apa pun.

Chelsea di sini mewakili kelompok yang berada jauh

dibalik layar sehingga mereka dianggap mitos, namun nyata.

Sekarang, dalam beberapa minggu atau bulan mendatang,

akan ada pengumuman penemuan minyak komersial

di Provinsi Tenggara Republik Watz. Saat ini merupakan

wilayah yang paling bergejolak di republik dengan 3 panglima perang

bertarung untuk supremasi. Sekarang,

Kau, temanku akan menguasai 50% dan bukan rahasia lagi

kau mau menguasai sisanya,

tapi ada yang menghalangimu yakni 2 panglima perang

yang berbagi kendali atas 50% lainnya.

Mengesankan, sangat, sangat ... mengesankan Tn. Smith.

Kau mengerjakan PR, bagus, sangat bagus. Tapi kutanya lagi,

berapa yang harus kubayar?

Majikanku bersedia membantumu mengambil alih seluruh wilayah.

Kami bersedia mendukungmu dengan persenjataan yang unggul,

intelijen dan finansial untuk

mewujudkan ambisimu. Bayangkan, betapa kaya dan berkuasanya dirimu

atas kendali penuh sebagai wilayah yang kaya akan minyak.

Pikirkan apa yang bisa kau lakukan dengan kekayaan dan kekuasaan semacam itu.

Bossman tak berbicara denganmu.

Bossman berbicara denganmu, Tn. Smith. Kutanyakan untuk terakhir kalinya.

Berapa yang kubayar dengan barang dagangan-nya?

Tidak ada! Cuma sebagai kerjasama dengan kami demi mencapai tujuan.

Gimana menurutmu ini?

Bos, kusarankan kita hindari masalah orang Barat ini.

Para penjahat ini, mereka menginginkan tanah kita.

Kau kira Bossman bodoh? Ya? Tidak? Bossman sama sekali tak bodoh.

Kau mau Bossman menyerah sama tuan baru, agar orang-orangku menderita?

Pak, orang-orangmu sudah menderita akibat ketidakadilan dan kelalaian

sama seperti yang lainnya di bawah penguasaan

pemimpin baru korup di negaramu.

Makanya kami tak menyerah kepada tuan baru lagi.

Kesepakatan ini akan batal jika kita keluar dari kesepakatan itu.

Orang-orang akan bekerja denganku, tak sabar untuk negosiasi

yang panjang dan saling menghargai pandangan tentang topik pembicaraan

yang tak kenal kompromi.

Kau dengar itu? Mereka mengganggap kita sebagi subjek.

Topik Bossman? Kau pikir Bossman sebagi subjek?

Tn. Smith, kau mengancam Bossman?

A Soldier's Story 2: Return from the Dead subtitles in other languages

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left