لومړۍ 200 کرښې.
Warnai.. Warnai...
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski perlahan-lahan coba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski perlahan-lahan mencoba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
Adakalanya Engkau seperti musuhku..
Kadang malah mendebarkan hati ini..
Mencerai-beraikan benak ini..
Hancurkan perasaan ini.
Adakalanya Engkau seperti musuhku..
Kadang malah mendebarkan hati ini..
Mencerai-beraikan benak ini..
Hancurkan perasaan ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Mimpi-mimpi yang terwarnai...
Takkan lekang di mata ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Meski Engkau inginkan kehancuranku...
Menyakiti diri ini...
Atau merubah muara, jalan yang ku tempuh.
Silahkan saja jika ingin menghina...
Mencibir, menjadikan aib...
Bahkan memalingkan dari Tuhan...
Hingga menamai kafir.. menamai kafir.
Namun asa yang menggila ini...
Laksana awan membumbung langit...
Yang 'kan jatuh menghujani...
Membiaskan gelap pekat menjadi terang.
Namun asa yang menggila ini...
Laksana awan membumbung langit...
Yang kan jatuh menghujani...
Membiaskan gelap pekat menjadi terang.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Mimpi-mimpi yang tlah terwarnai...
Takkan lekang di mata ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnamu mewarnai.
Tetap tak mungkin menjadi padu.
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski selangkah demi selangkah mencoba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
Warnai.. Warnai...
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski perlahan-lahan coba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski perlahan-lahan mencoba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
Adakalanya Engkau seperti musuhku..
Kadang malah mendebarkan hati ini..
Mencerai-beraikan benak ini..
Hancurkan perasaan ini.
Adakalanya Engkau seperti musuhku..
Kadang malah mendebarkan hati ini..
Mencerai-beraikan benak ini..
Hancurkan perasaan ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Mimpi-mimpi yang terwarnai...
Takkan lekang di mata ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Meski Engkau inginkan kehancuranku...
Menyakiti diri ini...
Atau merubah muara, jalan yang ku tempuh.
Silahkan saja jika ingin menghina...
Mencibir, menjadikan aib...
Bahkan memalingkan dari Tuhan...
Hingga menamai kafir.. menamai kafir.
Namun asa yang menggila ini...
Laksana awan membumbung langit...
Yang 'kan jatuh menghujani...
Membiaskan gelap pekat menjadi terang.
Namun asa yang menggila ini...
Laksana awan membumbung langit...
Yang kan jatuh menghujani...
Membiaskan gelap pekat menjadi terang.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Mimpi-mimpi yang tlah terwarnai...
Takkan lekang di mata ini.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnai.. Warnai...
Warnai.. Warnai...
Tempat tujuan yang tlah terwarnai...
Takkan terpisah dari jalan menujunya.
Warnamu mewarnai.
Tetap tak mungkin menjadi padu.
O hidup, sungguh takkan pernah terjadi..
Warnamu mewarnai.
Meski selangkah demi selangkah mencoba wujudkan..
Tetap tak mungkin menjadi padu.
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Kalau muncul bohlam di kepala..
maka jangan buang waktu lagi.
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Kalau muncul bohlam di kepala..
maka jangan buang waktu lagi.
Beginilah formulanya, Bung...
Langsung dicoba saja...
Beginilah formulanya, Bung...
Langsung dicoba saja...
Jadilah positif lalu kutiplah ...
Keping-keping hati yang hancur...
Keping-keping hati yang hancur...
Keping-keping yang hancur...
Lupakan beban dan menarilah...
Serahkan beban itu pada Tuhan.
Hey pakailah teleponnya Graham Bell..
Lalu hubungi Sang Takdir.
Sampai kapanpun aku takkan menyerah..
Katakan itu padanya.
Tunjukkan jiwa berani..
Nyatakan setiap kehendak...
Jadilah positif, dan tumpahkan air mata..
Ke dalam keranjang.
Tumpahkan ke dalam keranjang
Lupakan segala beban dan menarilah
Serahkan beban itu pada Tuhan
Meski bangsa negri ini menganggap sampah
Serahkan saja itu pada Tuhan.
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Kalau muncul bohlam di kepala..
maka jangan buang waktu lagi.
Ingatlah apabila temuan Thomas Edison muncul...
Kalau muncul bohlam di kepala..
maka jangan buang waktu lagi.
Beginilah formulanya, Bung...
Langsung dicoba saja...
Beginilah formulanya, Bung...
Langsung dicoba saja...
Jadilah positif lalu kutiplah ...
Keping-keping hati yang hancur...
Keping-keping hati yang hancur...
Keping-keping yang hancur...
Lupakan beban dan menarilah...
Serahkan beban itu pada Tuhan.
Hey pakailah teleponnya Graham Bell..
Lalu hubungi Sang Takdir.
Sampai kapanpun aku takkan menyerah..
Katakan itu padanya.
Tunjukkan jiwa berani..
Nyatakan setiap kehendak...
Jadilah positif, dan tumpahkan air mata..
Ke dalam keranjang.
Tumpahkan ke dalam keranjang
Lupakan segala beban dan menarilah
Serahkan beban itu pada Tuhan
Meski bangsa negri ini menganggap sampah
Serahkan saja itu pada Tuhan.
Menunggu siapa lagi sih?
Sa sa ni sa ga ga sa
Ayo rayakan saja...
Sa.. ni sa ga ma pa..
Hey, menunggu siapa lagi sih?
Ayo mulai saja perayaannya...
Perlahan-lahan naikkan beatnya...
Lalu menarilah ikuti dentumannya.
Hey menarilah jika nanti kami..
Mendentumkan lagu super duper!
Dengarkan
Senandungnya
No comments yet. Be the first to leave one.