لومړۍ 200 کرښې.
DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Kita sedang dalam proses menentukan pilihan masa depan.
Dan menurutku melihat masa lalu akan menguntungkan kita.
Kita sekarang seperti ini di masyarakat
itu karena hal yang terjadi di masa lampau.
Namun saat ini budaya kita adalah mudah lupa.
Dan untuk mengenal diri dan harus bagaimana,
maka kau harus tahu sejarahmu.
Kami sambut kelas 2018
finalis Kompetisi Monolog August Wilson!
Ada siapa? Ada yang dari Pittsburgh di sini.
Pittsburgh!
Ada yang dari Seattle. Juga Boston.
Bagaimana dengan ATL? New York. Portland.
New Haven. Dallas. Chicago.
Los Angeles. Ya.
Ini telah diadakan secara nasional sepuluh tahun ini.
Kami memulai kompetisi ini setahun setelah Tn. Wilson wafat.
Kami berduka atas wafatnya penulis terhebat Amerika.
Ini All Things Considered dari NPR News, aku Debbie Elliott.
Dramawan peraih Penghargaan Pulitzer August Wilson wafat
di rumah sakit di Seattle. Usianya 60 tahun
setelah menderita kanker hati.
Wilson terkenal atas siklus 10 drama…
DISUTRADARAI LLOYD RICHARDS
…termasuk drama Fences dan Ma Rainey's Black Bottom.
Karya terakhirnya adalah Radio Golf yang tayang perdana April ini.
Drama Wilson mencatat kehidupan
orang Afrika Amerika di tiap dekade Abad ke-20.
Tema yang berulang adalah dampak perbudakan
pada generasi penerus kulit hitam Amerika.
Tema sepuluh drama itu sama.
Amerika itu milikmu.
Jika orangmu datang di dasar kapal budak,
jika kau datang mencari kebebasan beragama, politik,
apa pun alasannya, Amerika milik kita semua
dengan semua hak dan keistimewaannya.
Inilah rupa Amerika.
Dan kalian adalah masa depanku.
Memperkenalkan itu pada anak muda melalui kompetisi,
kurasa penting, perkenalkan mereka
pada hal yang belum pernah mereka lihat.
Kisahnya luar biasa.
Itu drama-drama hebat,
muda dan tua menyukainya saat melihatnya. Tak asing bagi mereka.
Terasa tak asing, terutama bagi orang Afrika Amerika.
August adalah penulis yang melihatku
dan itu benar-benar aku.
Namun juga orang-orang sepertiku juga.
Bagiku dia inspirasi.
Baginya, hidup adalah menulis dan menulis adalah hidup.
Dia menugaskan diri sendiri
menulis satu drama untuk tiap dekade Abad ke-20.
Semua itu tak rilis berurutan.
Namun sesuai datangnya inspirasi padanya.
Itu drama soal kedekatan orang, namun berunsur sejarah.
Seiring kau menyaksikannya,
kau merasa hidup di abad itu.
AGUSTUS, 1911. RUMAH INDEKOS PITTSBURGH.
INI TAHUN 1957.
Dia tak tertarik menulis tentang peristiwa sejarah besar.
KARAKTER
Dia takkan bawa Frederick Douglass ke panggung.
Tapi tukang sampah dari Liga Kulit Hitam
dan pemain trompet yang tak terkenal.
Itu kenyataan di sebagian besar dunia.
August milik semua orang. Ibunya, ayah, adik, kakak.
Semua yang punya ibu, ayah, adik, kakak, ini bisa kau mengerti.
Begitu juga dengan sahabat.
Jika pernah patah hati, maka itu disampaikan di setiap bahasa.
KOMPETISI MONOLOG
RIBUAN SISWA DARI 12 KOTA TAMPILKAN SATU MONOLOG
DARI SEPULUH DRAMA CENTURY CYCLE AUGUST WILSON
UNTUK KESEMPATAN PERGI KE TEATER BROADWAY
ENAM BULAN SEBELUMNYA
PUTARAN PERTAMA KOMPETISI DIMULAI.
LEBIH DARI 400 MURID HADIR.
20 BESARNYA AKAN MAJU KE FINAL DI CHICAGO.
Gunakan waktu ini untuk pelajari monologmu.
Sekarang ajak teman pergi cari wanita,
berpikir ada sesuatu karena wanita itu lembut.
"Para pria buat anak dan kabur, kau urus mereka sendiri,
mereka bicara ingin lihat ada apa di sisi lain bukit."
Aku ingin dihormati.
Dia tak tahu bahwa dia cari masalah dengan Raja Hedley II.
Kalian bisa lepas mantel, bersantai.
Silakan bersuara di sini
sampai lega sebelum masuk.
Tahun lalu aku duduk di sini dan kalah,
jadi di sana saja.
Ada banyak anak-anak,
dan mereka akan sangat gugup dan gembira tampil untukmu.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
Maju dan mundur kembali.
Kulit merah, kulit kuning, kulit lavender.
Tidak!
Tidak!
Takkan tunggu Winnie, Winnie Williams
di Williamsburg dan Williamstown.
Aku takkan tunggu Winnie…
…dan tahu semakin kau berusaha pertahankan para pria ini
maka semakin mudah gadis lain datang dan merebutnya.
Dalam sekejap dia sudah besar. Sudah menjadi wanita dewasa.
Hanya karena kau bisa mengangkang
bukan berarti kau dewasa, kuberi tahu itu.
Kau pikir aku jemput dan kibas ekorku untukmu. Kulit hitam bukan anjing.
Jika kau keras menilai
terus lakukan itu.
Jika kau keras atau kau bilang, "Tidak," tetap di sana.
Kalian tahu harus melakukan apa. Kalian tahu caranya.
Berbaris saja, dan…
- Berbaris? Ya. - Ya.
Ikuti aku.
Semuanya, kita mulai.
Namaku Freedom Martin,
ini Bynum Walker dari Joe Turner's Come And Gone.
Jangan memandangnya begitu saja.
Lihat secara keseluruhan.
Banyak hal kupajang, perlengkapan beragam, benda-benda teater, Playbill.
Aku pindah dari Oklahoma ke sekolah ini, SMA Seni Chicago.
Karena tak banyak kesempatan akting
di Broken Arrow, Oklahoma.
Kami tampil di produksi Macbeth, aku perankan Banquo.
Dia kembali dengan pakaian penuh darah
dan itu baju yang dipakai.
Aku anak kulit hitam 1.82 m di Oklahoma.
Main basket. Itu yang diharapkan dariku di sana.
Orang langsung melihat itu pada diriku.
Itulah Freedom. Dia anak kulit hitam di kelas.
Biasanya aku dipandang
dengan istilah slang, sebagai Oreo,
orang kulit putih di tubuh kulit hitam. Hal seperti itu.
Aku tertarik pada teater saat kelas tujuh.
Itu foto headshot pertamaku.
Itu untuk audisi acara pertamaku, Twelfth Night.
Adegannya singkat, dua kalimat.
Berpedang katakan, "Kau ditangkap atas nama Count Orsino."
Itu pertama kali aku kenal Shakespeare dan aku suka.
Sebelumnya, kukira akting itu hanya soal kamera,
Denzel Washington, Will Smith.
Aku tak tahu kau bisa berkarir dalam teater.
Aku suka Othello.
Drama Shakespeare berprotagonis kulit hitam, dan juga
perannya juga dalam.
Aku ingat selalu dipandang aneh. Pelatihku sering tanya ada apa,
kenapa tinggalkan latihan.
Aku tak tahu kau kenapa aku tak bahagia.
Aku memiliki ibu, ayah, saudaraku, dan juga
nilaiku bagus, dan aku anggota tim basket. Pemain pembuka.
Tapi tak bisa kuungkapkan… Itu tak bisa kulakukan di kamar.
Tahu maksudku? Seperti, ini…
Tak ada hal ini di basket.
Suatu berkah jika kau bisa belajar menatap wanita dan melihat
beberapa helai rambutnya,
lengkungan pipinya.
Melihat banyak hal yang bisa didapat dalam hidup.
Suatu berkah saat kau bisa memandang wanita seperti itu.
- Anak yang terakhir? Aku kagum. - Ya.
Bagaimana dia melakukan itu?
Ini keinginanku.
Ini drastis, tempat yang sangat baru,
negara bagian baru, kota baru.
SMA yang baru.
Tapi ini harus kulakukan.
Aku tanam diriku di dalam dirimu, menunggu mekar.
- Kau beri tahu aku. - Menyingkir!
Aku Nia Sarfo, mainkan Molly Cunningham, dari Joe Turner's Come And Gone.
Aku tak percaya para pria ini.
Ini ratu kumbang kecilku.
Ini boneka hewanku.
Berbagi kamar dengan ibuku itu asyik, tapi aku ingin tempatku sendiri.
Mungkin akan kuhias semua dengan warna merah muda.
Aku sekolah SD di lingkungan kulit putih.
Dan anak lain akan mendekat dan sentuh rambutku
dan para orang tua hanya menatapku seakan aku
benda asing.
Aku tahu aku menonjol.
Tapi aku merasa semua yang kulakukan
akan dihakimi
dengan cara kejam dan aku sangat takut akan itu.
Ini lemariku, dan di dalam lemariku ada papan impian.
Dan ada semua harapan dan tujuanku di sana.
Jangan lihat, itu untuk VIP.
Aku menjadi sangat pemalu, hingga
pernah diam tak bicara di sekolah hingga pulang.
Teater selalu menjadi sesuatu yang ingin kucoba.
Kelas tujuh itu saat aku mainkan The Jungle Book.
Peranku Shere Khan.
Tolong jangan minta lihat videonya.
Aku ikut latihan dan langsung jatuh cinta.
Apakah di bawah sini?
- Apa kusembunyikan? Tidak. - Di bawah sini?
Dia menemukannya.
Teater bisa benar-benar berubah, dan maksudku, sungguh.
Kubilang dia liar, bukan begitu?
Ya, benar.
Lalu kenapa aku dewa hutannya?
Kenapa orang cari mereka dari dinding hutan?
Aku merasa didengar, cantik,
aku merasa orang melihatku untuk pertama kalinya.
No comments yet. Be the first to leave one.