Giving Voice

Giving Voice

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Giving Voice NF WEB-DL
د لخوا تبصره MarBot
Retail from Netflix

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2020-12-11
ډاونلوډونه: 15
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Kita sedang dalam proses menentukan pilihan masa depan.

Dan menurutku melihat masa lalu akan menguntungkan kita.

Kita sekarang seperti ini di masyarakat

itu karena hal yang terjadi di masa lampau.

Namun saat ini budaya kita adalah mudah lupa.

Dan untuk mengenal diri dan harus bagaimana,

maka kau harus tahu sejarahmu.

Kami sambut kelas 2018

finalis Kompetisi Monolog August Wilson!

Ada siapa? Ada yang dari Pittsburgh di sini.

Pittsburgh!

Ada yang dari Seattle. Juga Boston.

Bagaimana dengan ATL? New York. Portland.

New Haven. Dallas. Chicago.

Los Angeles. Ya.

Ini telah diadakan secara nasional sepuluh tahun ini.

Kami memulai kompetisi ini setahun setelah Tn. Wilson wafat.

Kami berduka atas wafatnya penulis terhebat Amerika.

Ini All Things Considered dari NPR News, aku Debbie Elliott.

Dramawan peraih Penghargaan Pulitzer August Wilson wafat

di rumah sakit di Seattle. Usianya 60 tahun

setelah menderita kanker hati.

Wilson terkenal atas siklus 10 drama…

DISUTRADARAI LLOYD RICHARDS

…termasuk drama Fences dan Ma Rainey's Black Bottom.

Karya terakhirnya adalah Radio Golf yang tayang perdana April ini.

Drama Wilson mencatat kehidupan

orang Afrika Amerika di tiap dekade Abad ke-20.

Tema yang berulang adalah dampak perbudakan

pada generasi penerus kulit hitam Amerika.

Tema sepuluh drama itu sama.

Amerika itu milikmu.

Jika orangmu datang di dasar kapal budak,

jika kau datang mencari kebebasan beragama, politik,

apa pun alasannya, Amerika milik kita semua

dengan semua hak dan keistimewaannya.

Inilah rupa Amerika.

Dan kalian adalah masa depanku.

Memperkenalkan itu pada anak muda melalui kompetisi,

kurasa penting, perkenalkan mereka

pada hal yang belum pernah mereka lihat.

Kisahnya luar biasa.

Itu drama-drama hebat,

muda dan tua menyukainya saat melihatnya. Tak asing bagi mereka.

Terasa tak asing, terutama bagi orang Afrika Amerika.

August adalah penulis yang melihatku

dan itu benar-benar aku.

Namun juga orang-orang sepertiku juga.

Bagiku dia inspirasi.

Baginya, hidup adalah menulis dan menulis adalah hidup.

Dia menugaskan diri sendiri

menulis satu drama untuk tiap dekade Abad ke-20.

Semua itu tak rilis berurutan.

Namun sesuai datangnya inspirasi padanya.

Itu drama soal kedekatan orang, namun berunsur sejarah.

Seiring kau menyaksikannya,

kau merasa hidup di abad itu.

AGUSTUS, 1911. RUMAH INDEKOS PITTSBURGH.

INI TAHUN 1957.

Dia tak tertarik menulis tentang peristiwa sejarah besar.

KARAKTER

Dia takkan bawa Frederick Douglass ke panggung.

Tapi tukang sampah dari Liga Kulit Hitam

dan pemain trompet yang tak terkenal.

Itu kenyataan di sebagian besar dunia.

August milik semua orang. Ibunya, ayah, adik, kakak.

Semua yang punya ibu, ayah, adik, kakak, ini bisa kau mengerti.

Begitu juga dengan sahabat.

Jika pernah patah hati, maka itu disampaikan di setiap bahasa.

KOMPETISI MONOLOG

RIBUAN SISWA DARI 12 KOTA TAMPILKAN SATU MONOLOG

DARI SEPULUH DRAMA CENTURY CYCLE AUGUST WILSON

UNTUK KESEMPATAN PERGI KE TEATER BROADWAY

ENAM BULAN SEBELUMNYA

PUTARAN PERTAMA KOMPETISI DIMULAI.

LEBIH DARI 400 MURID HADIR.

20 BESARNYA AKAN MAJU KE FINAL DI CHICAGO.

Gunakan waktu ini untuk pelajari monologmu.

Sekarang ajak teman pergi cari wanita,

berpikir ada sesuatu karena wanita itu lembut.

"Para pria buat anak dan kabur, kau urus mereka sendiri,

mereka bicara ingin lihat ada apa di sisi lain bukit."

Aku ingin dihormati.

Dia tak tahu bahwa dia cari masalah dengan Raja Hedley II.

Kalian bisa lepas mantel, bersantai.

Silakan bersuara di sini

sampai lega sebelum masuk.

Tahun lalu aku duduk di sini dan kalah,

jadi di sana saja.

Ada banyak anak-anak,

dan mereka akan sangat gugup dan gembira tampil untukmu.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.

Maju dan mundur kembali.

Kulit merah, kulit kuning, kulit lavender.

Tidak!

Tidak!

Takkan tunggu Winnie, Winnie Williams

di Williamsburg dan Williamstown.

Aku takkan tunggu Winnie…

…dan tahu semakin kau berusaha pertahankan para pria ini

maka semakin mudah gadis lain datang dan merebutnya.

Dalam sekejap dia sudah besar. Sudah menjadi wanita dewasa.

Hanya karena kau bisa mengangkang

bukan berarti kau dewasa, kuberi tahu itu.

Kau pikir aku jemput dan kibas ekorku untukmu. Kulit hitam bukan anjing.

Jika kau keras menilai

terus lakukan itu.

Jika kau keras atau kau bilang, "Tidak," tetap di sana.

Kalian tahu harus melakukan apa. Kalian tahu caranya.

Berbaris saja, dan…

- Berbaris? Ya. - Ya.

Ikuti aku.

Semuanya, kita mulai.

Namaku Freedom Martin,

ini Bynum Walker dari Joe Turner's Come And Gone.

Jangan memandangnya begitu saja.

Lihat secara keseluruhan.

Banyak hal kupajang, perlengkapan beragam, benda-benda teater, Playbill.

Aku pindah dari Oklahoma ke sekolah ini, SMA Seni Chicago.

Karena tak banyak kesempatan akting

di Broken Arrow, Oklahoma.

Kami tampil di produksi Macbeth, aku perankan Banquo.

Dia kembali dengan pakaian penuh darah

dan itu baju yang dipakai.

Aku anak kulit hitam 1.82 m di Oklahoma.

Main basket. Itu yang diharapkan dariku di sana.

Orang langsung melihat itu pada diriku.

Itulah Freedom. Dia anak kulit hitam di kelas.

Biasanya aku dipandang

dengan istilah slang, sebagai Oreo,

orang kulit putih di tubuh kulit hitam. Hal seperti itu.

Aku tertarik pada teater saat kelas tujuh.

Itu foto headshot pertamaku.

Itu untuk audisi acara pertamaku, Twelfth Night.

Adegannya singkat, dua kalimat.

Berpedang katakan, "Kau ditangkap atas nama Count Orsino."

Itu pertama kali aku kenal Shakespeare dan aku suka.

Sebelumnya, kukira akting itu hanya soal kamera,

Denzel Washington, Will Smith.

Aku tak tahu kau bisa berkarir dalam teater.

Aku suka Othello.

Drama Shakespeare berprotagonis kulit hitam, dan juga

perannya juga dalam.

Aku ingat selalu dipandang aneh. Pelatihku sering tanya ada apa,

kenapa tinggalkan latihan.

Aku tak tahu kau kenapa aku tak bahagia.

Aku memiliki ibu, ayah, saudaraku, dan juga

nilaiku bagus, dan aku anggota tim basket. Pemain pembuka.

Tapi tak bisa kuungkapkan… Itu tak bisa kulakukan di kamar.

Tahu maksudku? Seperti, ini…

Tak ada hal ini di basket.

Suatu berkah jika kau bisa belajar menatap wanita dan melihat

beberapa helai rambutnya,

lengkungan pipinya.

Melihat banyak hal yang bisa didapat dalam hidup.

Suatu berkah saat kau bisa memandang wanita seperti itu.

- Anak yang terakhir? Aku kagum. - Ya.

Bagaimana dia melakukan itu?

Ini keinginanku.

Ini drastis, tempat yang sangat baru,

negara bagian baru, kota baru.

SMA yang baru.

Tapi ini harus kulakukan.

Aku tanam diriku di dalam dirimu, menunggu mekar.

- Kau beri tahu aku. - Menyingkir!

Aku Nia Sarfo, mainkan Molly Cunningham, dari Joe Turner's Come And Gone.

Aku tak percaya para pria ini.

Ini ratu kumbang kecilku.

Ini boneka hewanku.

Berbagi kamar dengan ibuku itu asyik, tapi aku ingin tempatku sendiri.

Mungkin akan kuhias semua dengan warna merah muda.

Aku sekolah SD di lingkungan kulit putih.

Dan anak lain akan mendekat dan sentuh rambutku

dan para orang tua hanya menatapku seakan aku

benda asing.

Aku tahu aku menonjol.

Tapi aku merasa semua yang kulakukan

akan dihakimi

dengan cara kejam dan aku sangat takut akan itu.

Ini lemariku, dan di dalam lemariku ada papan impian.

Dan ada semua harapan dan tujuanku di sana.

Jangan lihat, itu untuk VIP.

Aku menjadi sangat pemalu, hingga

pernah diam tak bicara di sekolah hingga pulang.

Teater selalu menjadi sesuatu yang ingin kucoba.

Kelas tujuh itu saat aku mainkan The Jungle Book.

Peranku Shere Khan.

Tolong jangan minta lihat videonya.

Aku ikut latihan dan langsung jatuh cinta.

Apakah di bawah sini?

- Apa kusembunyikan? Tidak. - Di bawah sini?

Dia menemukannya.

Teater bisa benar-benar berubah, dan maksudku, sungguh.

Kubilang dia liar, bukan begitu?

Ya, benar.

Lalu kenapa aku dewa hutannya?

Kenapa orang cari mereka dari dinding hutan?

Aku merasa didengar, cantik,

aku merasa orang melihatku untuk pertama kalinya.

Giving Voice subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Giving Voice

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left