لومړۍ 200 کرښې.
Terima kasih.
"Episode 16"
Kenapa produser program TV menemuimu?
Produser Yoon Do Bin?
Ya, aku berpapasan dengannya.
Bukan apa-apa.
Apa ada masalah?
Tidak ada masalah.
Tapi kamu tidak ingin tahu
siapa yang membujuk Han Joo Won?
Yang penting dia bersedia. Apa aku harus tahu alasannya?
Itu misi Pimpinan Oh,
dan kamu pria yang kompetitif.
Lantas siapa?
Bukan kamu atau Hwa Kyung.
Dia menyerah karena kegigihan Pimpinan Oh.
Kamu benar-benar tampak berbeda
saat ekspresimu seperti itu.
Apa kamu sungguh suamiku, Shin Myung Joon?
Kamu pria yang memperlakukanku seperti seorang ratu.
Kamu pria yang membuatku bahagia dengan senyuman.
Kamu
mencintaiku, bukan?
Katakan.
Katakan kamu mencintaiku
dengan tulus.
Kita di kantor. Bicaranya nanti saja.
Kenaikan penjualan di pasaraya cukup tinggi.
Ya, kamu menggunakan strategi pemasaran baru di kuartal keempat
untuk pelanggan VIP, dan diterima dengan baik.
Bagaimana dengan kolaborasi untuk perayaan hari jadi ke-30?
Kami menargetkan pasar dengan kisaran harga menengah ke bawah,
tapi ingin menunjukkan citra mewah melalui produknya.
Duduk saja. Silakan dilanjutkan.
Aku hanya mampir karena bosan.
Silakan lanjutkan dan anggap saja aku tidak ada.
Kami mempersiapkan proyek kolaboratif
antara Mode Miseong dan merek luar ruangan terkenal, T.
Miseong akan menjadi yang pertama meluncurkan
kolaborasi dengan mereka pada perayaan hari jadi ke-30.
Saat itulah kita menggunakan Han Joo Won
sebagai model.
Ya, begitulah seharusnya.
Tapi apa syarat mereka?
Aku membawa draf proposal yang akan kukirimkan ke T.
Biar kulihat.
Sulit kupercaya kamu tidak membawa dokumen sepenting itu.
Rapatnya berakhir lebih cepat dari dugaanku.
Sayang, kamu mau ke mana?
Aku harus pulang.
Kenapa?
Kenapa kamu tidak bisa menemukan dokumen yang benar?
Apa maksudmu?
Kamu wakil presdir di sini.
Seharusnya kamu tahu dokumen yang kubutuhkan tanpa penjelasan.
Aku membawakan dokumen yang salah?
Dokumen yang paling pentingnya tidak ada.
Aku sudah berusaha membawa semuanya.
Bukankah kamu punya salinannya di komputermu?
Aku membuat drafnya sendiri.
Aku memintamu membawanya karena tidak punya salinan.
Aku tidak tahu itu penting.
Sayang, biar kuambilkan.
Lupakan saja.
Aku mau pulang.
Baiklah. Sampai jumpa besok.
Hwa Kyung, kamu tahu dia bilang apa kepadaku?
Aku belum pernah dipermalukan seperti ini.
Aku tahu.
Sungguh? Kamu mendengar
saat dia bilang aku murahan?
Dia juga bilang kamu sampah.
Aku tidak akan membiarkan Han Woo Jung melakukan ini.
Beraninya dia bicara seperti itu kepadaku sebagai pegawai kontrak.
Aku pegawai tetap di perusahaan ini.
Lantas kamu akan berbuat apa?
Aku akan menceritakan kebenarannya kepada Bu Jeong.
Kebenarannya?
Bahwa kamu menjatuhkan pulpennya, bukan Han Woo Jung?
Bahwa kamu menyalahkannya
dan aku memihakmu?
Kamu ingin balas dendam?
Maka tutup mulutmu untuk sementara.
Lantas kapan aku bisa balas dendam?
Kamu akan punya banyak kesempatan.
Kamu mau membantuku?
Hanya jika kamu membantuku.
Kendalikan emosimu. Aku mau pulang.
"Grup Samyeong, sedang diselidiki kejaksaan karena dana taktis"
Kamu masih di sini rupanya.
Aku menunggumu.
- Kenapa? - Kenapa kamu melakukannya?
Apa?
Kamu tahu aku tidak menjatuhkan pulpennya.
Aku tahu hubungan kita sudah tidak seperti dahulu,
tapi kukira kamu ingat kita pernah bersahabat.
Aku percaya kamu tidak akan berbohong.
Berbohong?
Kamu mengambil pulpennya dari tangan Eun Sung.
Lalu pulpen itu jatuh ke lantai. Bukan begitu?
Hwa Kyung.
Kenapa kita menjadi seperti ini?
Kini, kita berdua
tidak bisa saling memercayai.
Itu membuatku sedih.
Kamu yang membuatku seperti ini.
Kita seperti ini karena kamu.
Kamu mengetahui rahasiaku, menyaksikan ayahku wafat,
dan menghancurkan kepercayaan diriku.
Semuanya salahmu.
Sulit kupercaya kamu mengajakku minum bersama.
Apa hubungan Anda dengan Presdir Shin Myung Joon?
Apa maksudmu? Tiba-tiba menanyakan itu.
Aku tidak sengaja mendengar Anda bertelepon dengannya.
Itu bukan percakapan
antara klien dan calon model.
Katakan yang sebenarnya.
Itu tidak mungkin dan aku enggan membayangkannya,
tapi jika hubungan kalian serius, itu bukan lagi masalah Anda saja.
Sudah berapa lama kita saling mengenal?
Kira-kira lima sampai enam tahun.
Dahulu aku asisten produser di acara pagi
yang Anda bawakan.
Meski anak baru, kamu percaya diri dan bisa diandalkan.
Aku memercayaimu.
Kamu sering bermasalah karena menolak
cerita rekayasa, serta tawa dan tangis palsu.
Dahulu aku sering membelikanmu daging perut dan soju.
Kamu ingat?
Tentu saja.
Dahulu Anda rekanku.
Itu sebabnya aku lebih cemas.
Kenapa mengungkit masa lalu dan bukan menjawab pertanyaanku?
Mungkin aku tidak bisa menceritakan semuanya,
tapi mungkin aku bisa memberitahumu sedikit.
Kurasa aku bisa memercayaimu.
Kurasa juga begitu.
Presdir Shin dan aku
pernah berkencan di masa lalu.
Presdir Shin mengkhianatiku
dan menikahi istrinya yang kaya.
Aku enggan melihatnya lagi,
tapi kami bertemu melalui iklan Miseong.
Itu faktanya. Tidak ada apa-apa lagi.
Astaga, kisah menyedihkan.
Putri kalian berubah
dari sahabat menjadi musuh.
Aku tahu. Kenapa mereka begitu?
Apa Woo Jung tahu soal ini?
Tidak.
Dia akan sulit menerimanya jika tahu.
Dia pun akan makin tidak nyaman di dekat Hwa Kyung.
Bisakah kamu merahasiakan ini darinya?
Jika itu yang Anda inginkan.
Tapi rahasia tetap akan terungkap. Dia akan tahu suatu hari nanti.
Sebelum itu terjadi, sebaiknya Anda...
Tidak, aku tidak mau dia tahu.
Aku ingin dia terlepas dari masa laluku
dan menyadari impiannya
dengan keadaan riang dan bahagia.
Kejutan.
Woo Cheol suka bulgogi daging pedas.
Aku tahu. Tapi hari ini, kamu akan mencoba
spageti vongole buatan Jae Hee yang baik.
Bulgogi daging pedas lezat.
Aku berjanji akan membuatkan bulgogi daging pedas besok.
Spageti vongole buatan Jae Hee yang baik.
Coba satu suap dan aku akan memberimu soda.
Soda.
Untuk minum soda, aku harus makan spageti vongole.
- Enak. - Hore!
Dia berhasil.
Bagaimana dia bisa membuat pasta padahal tidak pernah belajar?
Aku pasti mirip Ibu. Ibu mahir memasak.
Tangan ibu memang istimewa.
Sangat berguna untuk memukulku.
Aku senang Jae Hee akrab dengan Woo Cheol.
Kita bukan tempat penitipan anak.
Ayolah. Kita bertetangga.
Sebagai sesama musisi, aku bisa berkomunikasi dengannya.
Kurasa aku dan Woo Cheol dekat di kehidupan sebelumnya.
Astaga. Kamu baik sekali.
Itu sebabnya kita masih suami istri terlepas dari semua kesalahanmu.
Sayang, terima kasih kamu masih menjadi istriku.
Kamu pikir aku akan mengatakan itu?
Terkadang kamu jahat sekali.
Kamu tetap mencintaiku.
Hentikan.
Nama ibuku Han Joo Won.
Wanita idaman semua pria.
Aku tidak suka mendengar orang bilang dia berselingkuh.
Astaga.
Dia mengingat semua perkataan kita.
Apa dia akan mengatakannya di depan ibu dan kakaknya?
Woo Cheol, yang kamu ucapkan tadi sangat tidak baik.
Jangan mengatakan itu di depan ibu dan kakakmu.
Berjanjilah.
Itu tidak baik.
Aku tidak boleh mengatakannya di depan Ibu dan Kakak.
Apa maksudnya itu?
No comments yet. Be the first to leave one.