لومړۍ 200 کرښې.
Tidurlah sekarang, Rajaku, beristirahatlah
Tidurlah sekarang, Sayangku
Tidurlah dengan damai, aku di sini
Jangan takut dengan malam
Jangan takut, tak ada alasan
Jangan takut dengan malam Berada di dekatku...
Ada apa denganku?
Ini mimpi, Sayangku. Ini aku, Sayang.
Velarde! Sayang, ada apa denganku?
Itu aku memanggilmu, sayangku.
Aku memberinya ritual terakhir.
Kini dia harus mengaku.
Cermin!
-Ibu! -Berikan dia cermin!
Itu tanda Kain.
Kepalamu terbentur. Kau pingsan, Sayangku.
Tolong aku!
Legenda El Cid
Milik-Mu adalah kekuatan, milik-Mu adalah kerajaan,
karena Engkau melampaui semua hal di bumi.
Kerajaan ini yang Engkau karuniakan kepadaku,
kini kukembalikan kepada-Mu.
Buka bajuku.
Aku hanya memohon kepada-Mu untuk jiwaku.
Akan sulit bagimu melihat takhta tanpa Ayah.
Kau tak begitu?
Kau luar biasa.
-Aku tak paham. -Kau yang paling tenang.
Kau memendam seluruh kesedihanmu.
Kurasa sudah waktunya.
Fakta kehidupan.
Kita akan menjalani hal itu cepat atau lambat.
Aku tak membicarakan Ayah.
Maksudku Sancho.
Dia akan ambil takhta itu.
Tentu, dia putra pertama.
Menurutmu dia raja yang baik?
Kau pikir dia lebih baik dariku?
Tak ada yang akan jadi raja lebih baik darimu, Urraca. Namun, kau wanita.
Oh, ya. Kasihan aku.
Aku makhluk yang lemah, rentan, dan tak berdaya.
Bukan itu, dan kau tahu itu.
Urraca...
Kau pikir aku bisa jadi raja?
Ya.
Ya!
Jika kau hilangkan kepasifanmu!
Adikku.
Tetap di sini dan kau bisa menantang maut tiap hari dengan menemuiku.
Di Zaragoza, ada komunitas Kristen.
Kau punya pacar lain di León?
Aku harus pergi.
Saat kau sungguh pahlawan, kau akan kembali kepadaku.
Kau pejuang terbaik.
Terimalah pedang jineta ini sebagai terima kasih.
Terima kasih.
Pria sepertimu selalu disambut di Zaragoza.
Kau punya rumah di sini.
Kau seorang sayyid.
Semoga kau berhasil.
Saat tiba di León, kuminta raja menobatkanmu jadi kesatria.
Kau bisa kembali ke pasukan.
Tuan,
aku tak mau paksakan kemurahan hatimu, tetapi aku ingin ajukan permintaan.
Apa itu, tepatnya?
Izinkan orang bijakmu, Abu Bakr, menemaniku.
Kau mau mengajari kami membuat astrolab?
Tentu.
Abu Bakr akan ikut denganmu.
Ayahku akan sangat bersyukur kepadamu.
Paduka.
Paduka, kurasa mereka tak hanya ingin astrolab.
Terlihat jelas seperti air dari wadah airku.
Kabar apa dari León yang membuatnya bergegas pergi?
Cari tahu apa yang terjadi.
Ya, Baginda.
Membangun astrolab bagi mereka tak sama dengan ajari cara menggunakannya.
Aku akan merindukan tempat ini.
Karena pertempuran?
Ya, pertempurannya.
Apa perbuatanmu, Bodoh?
Kau lakukan hal yang tak seharusnya.
Pangeran Mundir mengetahuinya.
Dia memberimu hukuman mati.
Kenapa aku tak dihukum?
Seorang Arab tak akan
melukai siapa pun di tempatnya menjamu tamu.
-Amina! -Tidak.
Kau yang terancam bahaya, bukan dia.
Amina itu putri Pria Itu.
Ini dia.
Tengkorak Santo Isidorus dan tangan Santo Martinus.
Selamatkan aku.
Selamatkan aku.
Selamatkan aku!
Kau masih ada waktu mengaku.
Dosaku terlalu besar. Kubunuh para saudaraku.
Mereka mati di medan perang.
Aku bunuh mereka.
Aku bunuh mereka.
Dosa Kain itu sangat buruk.
Namun, Tuhan Maha Pengampun.
Apa ada dosa lain yang membebani benakmu?
Tidak.
Apa kau tak bertobat bagi kematian Raja Bermudo?
Dia juga tewas dalam perang yang dihasut Yang Mulia.
Aku tak menghasut perang itu.
Kematian itu tak membebani jiwaku.
Berarti siapa?
Raja membutuhkanku.
Semoga kau memanggilku ke sini untuk hal penting.
Ini bulla kepausan Yang Mulia.
Dengan ini, kami bisa menjadikanmu ratu León.
Kau masih menginginkannya?
Kau tahu betul aku tak mau situasi jadi seperti ini.
Namun, jika ini keinginan Tuhan,
aku terima bullanya.
Aku akan jadi ratu León.
Yang kami lebih tahu dari siapa pun
adalah kau mengatur kematian abangmu, Raja Bermudo.
Jadi, itu benar.
Astaga.
Abangmu sendiri.
Hanya satu jalan keluarmu.
Saat Fernando mangkat, kau akan menikahiku.
Bulla ini akan menjadikanmu ratu, dan aku, raja.
Tidak akan.
Yang pernah menikah dengan singa tak bisa menerima tikus.
Terserah kau.
Pertanyaannya, apa tindakan kita setelah kematian raja.
Sancho pewaris yang sah.
Kita tak bisa biarkan dia memimpin.
Dia bajingan Kastila, seperti ayahnya.
Kau memikirkan siapa?
Jika Count Kastila memakai mahkota León,
kenapa bukan Count León sendiri?
Apa Roma akan mendukungku?
Jangan ganggu aku.
Siapa ini?
Di mana ibu yang sangat kukagumi?
Sekarat dengan ayahmu.
Jangan katakan itu, Ibu.
Kau selalu jadi penyangga kekuatan.
Aku tahu ini saat yang sulit. Aku pun menyayangi Ayah,
tetapi Ibu akan jadi Ratu León.
Tak ada mahkota.
Tak ada apa pun.
Para bangsawan mengkhianatiku.
Namun, bulla kepausan...
Tak ada bulla.
Ayahmu...
Ayahmu sekarat.
Kita kehilangan segalanya.
Ibu...
Flaín akan merebut takhta. Semua jadi jelas.
Ibu tak perlu bulla jika Ayah hibahkan takhta untukmu.
Dia sekarat. Tanyalah dia.
Dia mencintai Ibu.
León milik Ibu menurut warisan.
Dia punya kesetiaan bangsawan.
Lalu yang terpenting,
dia didukung Roma.
Percayalah. Kumohon.
Akan kupikirkan sesuatu. Aku tak akan biarkan.
Kau sangat berani.
Kadang, aku ingin tahu apa aku terlalu keras denganmu.
Kau putri yang baik.
Count Flaín?
Count Flaín?
Jimena, naiklah.
-Apa yang bisa kubantu? -Aku minta bantuan.
Jika aku sanggup...
Batalkan pertunanganku.
Aku tak melihat alasannya.
Dia coba memerkosaku.
"Coba."
Aku membela diri.
Anggaplah pertunanganmu dibatalkan.
Hidup raja!
-Hidup raja! -Hidup raja!
Hore!
-Hidup Sancho! -Hidup Ruy!
Tuhan terberkati!
Hidup raja León! Hidup raja!
Hidup Sancho! Hore!
-Hidup Sancho! -Hore!
Apa kau Ruy?
Ya, itu aku.
Ini Ruy! Pahlawan Graus! Dia orangnya!
Hidup Ruy! Hidup raja!
Hore untuk pria pemberani!
Hidup Ruy!
Benarkah kau membunuh 100 kaum Aragon dalam perang?
Aku tak hitung, tetapi itu bukan 100.
-Aku! Aku bunuh 100! -Aku bunuh lebih banyak.
Beri tahu semua orang, Álvar bunuh lebih dari 100.
Tampaknya kita tak akan tidur sendirian malam ini.
Hidup Sancho!
-Hidup raja! -Hidup Sancho!
Trifón. Di mana Trifón?
No comments yet. Be the first to leave one.