لومړۍ 200 کرښې.
"Kau sudah telanjang tapi mereka masih saja menelanjangimu.
Bebaskan aku dari jati diri dan takdirku."
"Setelah namamu di ganti, mereka meninggalkanmu di tengah orang tak dikenal...
dan ke orang2 yang tak bisa kau jelaskan siapa dirimu."
Identitas / Milan Kundera
Siapa?
Ada orang?
Bisa mendengarku?
Aku dimana ini?
Bisa dengar aku?
Diam, bisa gak?
Kepalaku sudah sakit.
Siapa itu?
Tahu kenapa aku di sini?
Siapa yang mengurungku?
Diamlah.
Mengeluh takkan ada gunanya.
Mereka bisa kembali kapan saja.
Siapa, "mereka"?
Dokter dan perawat.
Apa aku sakit? Aku gak ingat apa-apa.
Namamu Anne.
Anne?
Kok bisa tahu namaku?
Kau tak pernah melihatku.
Apa kita pernah bertemu?
Aku tahu kau adalah Anne.
Apa yang terjadi?
Diamlah!
Apa yang menimpaku?
Apa yang terjadi?
Perawat, kalian lihat? Mukaku. Katakan siapa aku!
Namamu Anne.
Kau sakit dan sering berhalusinasi.
Kau harus diobati.
Tak mungkin.
Bagaimana bisa muka seseorang tiba-tiba berubah?
Tenanglah.
Beristirahatlah.
Sebentar lagi dokter akan menemuimu.
Tidak ada yang tahu jika kau adalah Anne yang sebenarnya.
Tapi aku tahu jika perawat itu pembohong.
Karena dia juga bilang kalau namaku Anne.
Sungguh…
namaku Anne?
DITERJEMAHKAN | YOYONG MASAMBA
Kayaknya ini bukan rumah sakit.
Kau tahu sampai kapan mereka menahan kita di sini?
Sampai kita semua mati.
Apa maksudmu?
Ada Monster bernama Vertigo.
Apa?
Akan keluar di malam hari untuk mengejar kita.
Monster berkepala rusa.
Maksudmu, kayak yang ada di video game itu?
Tapi makhluk itu tinggal di hutan, kan?
Barangkali kita di hutan sekarang.
Mari kita lihat...
Bisa kita bicara?
Kenapa aku di sini?
Kau di sini karena kau gak ingat siapa dirimu.
Tapi gak apa. Bukan cuma kau.
Banyak kok pasien sama dengan kondisimu.
Berdasarkan data kami kalau namamu adalah Anne.
Benarkah?
Kayaknya itu bukan namaku.
Tentu, kau tidak bisa selalu percaya perkataan orang padamu.
Siapa namamu tidaklah sepenting siapa dirimu.
Makanya aku di sini untuk membantumu.
Tapi kau harus bekerja sama.
Agar kita bisa menggali ke alam bawah sadarmu.
Apa yang kau lakukan?
Menghipnotisku?
Untuk tahu siapa dirimu,
kau harus cari tahu sendiri.
Cobalah ingat asalmu dari mana.
Kosongkan pikiranmu, Anne.
Fokus pada gambar pertama yang muncul di benakmu.
Apa yang harus aku rasakan saat wajahku berubah?
Bahkan aku tidak tahu mana yang asli wajahku.
Pertanyaannya adalah, wajahmu benar berubah?
Berhentilah menggigit kukumu.
Kuku itu rangup, kau bisa merusaknya.
Itu bisa makin terkelupas.
Lepaskan!
Monster itu datang mau membunuhku!
Kau mau apa?
Kita harus lari.
Di sini berbahaya.
Tidak.
Kau gadis yang pernah kuajak bicara, kan?
Suaramu terdengar berbeda.
Apa? Kau gila apa?
Aku takkan kemana-mana.
Ayo. Monster itu akan kemari.
Dan akan membunuhmu!
Siapa yang kemari?
Monster Rusa!
Aku tidak mau pergi.
Mana aku tahu kau mengatakan sebenarnya?
Kau sakit... sama seperti aku.
Kau tidak mengerti.
Kau tak bisa sembunyi di dalam situ selamanya.
Kau mau melihatnya membunuhku?
Tenanglah.
Menakutkan sekali, Dokter.
Aku tidak mau di sini lagi.
Tapi, Anne, kau bilang...
saat kau keluar kamar, tidak ada mayat dan darah.
Tapi aku melihatnya sendiri.
Dan Monster Rusa itu mau masuk ke sini.
Sama seperti saat kau melihat mukamu terus berubah.
Kecemasan mental sudah mempermainkan imajinasimu...
dan itu membuatmu ketakutan dan mudah diserang.
Sampai kapan aku harus tinggal di sini?
Sebentar lagi kau akan keluar. Kau tak bisa sembunyi selamanya.
Saat kau tahu siapa dirimu,
kau baru bisa dikeluarkan.
Kosongkan pikiranmu, Anne.
Dan pikirkan apa yang paling kau takuti.
Dan....
Berhenti!
Mari kita pergi dari sini.
Waktu kita tak banyak.
Siapa kau?
Vertigo, Monster Rusa. Akan kemari.
Jika mau hidup, kabur sekarang.
Hei, percayalah.
Tolong aku! Tolong!
Tolong!
Tolong!
Itu ada di kamar mandi!
Sumpah, itu ada disana.
Dan mau mengikutiku keluar.
Kau ngomong apa?
Vertigo, Monster Rusa.
Maksudmu Monster ini nyata?
Aku bermimpi kabur darinya.
Tapi itu mengingatkanku kembali.
Lupakan mimpimu, kita harus pergi dari sini.
Kau tahu caranya?
Tunggu.... Aku Anne.
Kalian berdua juga Anne, kan?
Apa yang terjadi? Aku bingung.
Kita ada berapa banyak di sini?
Haruskah kita cek kamar lain?
RIWAYAT PASIEN RSJ
Semua orang dipanggil, "Anne."
Pasti ada alasannya kenapa mereka bawa kita kemari.
Dimana yang lainnya?
Kau siapa?
Kau melihat mukaku berubah, kan?
Jadi itu bukan khayalanku.
Mereka membohongi kita.
Mukaku juga berubah sebelumnya.
Apa maksud kalian?
Dia kemari.
Lepaskan aku!
Teman-teman?
Hei, tunggu!
Teman-teman?
Kalian dimana?
Mana Anne satunya?
Bodoh amat?
Ayo kita cari dia.
Ini bukan saatnya sok jadi pahlawan.
Tolong aku! Tolong!
Tolong!
Tolong!
Ini bukan saatnya sok jadi pahlawan.
Tolong!
Tolong!
Jika aku punya 10 wajah seperti Rahwana.
10 wajahku akan berbalik dan tersenyum padamu.
10 lidah 10 mulut akan kuberikan padamu.
Nyatakan jika aku mencintaimu Mencintaimu hanyalah pernyataan.
Jika aku punya 20 mata seperti Rahwana...
Kenapa kau harus membunuh…
Aku bermimpi…
Ada orang di sana?
Aku dimana ini?
Bisa mendengarku?
Bisa diam, gak?
Mengeluh tidak ada gunanya.
Mereka bisa kembali kapan saja.
Siapa, "mereka"?
Dokter dan perawat.
Aku sakit?
Aku tidak ingat apa-apa.
Namamu Anne.
Anne?
Kok bisa tahu namaku?
Bahkan kau tak pernah melihatku.
Apa kita pernah bertemu?
Aku tahu kau adalah Anne.
Kita semua adalah Anne.
Diamlah!
Apa yang menimpaku?
Perawat, kalian lihat? Mukaku…
Sial.
No comments yet. Be the first to leave one.