د خپرونې معلومات

Sisters-in-law E021-030 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2017-09-04
ډاونلوډونه: 15
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kamu

mau menikah?

Jika kamu mau,

aku ingin menikah denganmu.

Han Joo.

Ayo

putus.

Ayo kita putus.

Tidak. Aku tidak mau.

Eun Byul.

Aku tidak mau putus denganmu karena Geum Byul dan Min Ho.

Kenapa kita harus putus?

Apa salah kita?

Aku tidak bisa.

Ayo kita putus. Itu keinginanku.

Kenapa?

Jika kamu

sungguh ingin putus denganku, cobalah yakinkan aku.

Beri tahu aku alasan kita harus putus.

Maafkan aku, Ibu.

Aku minta maaf atas nama ibuku.

Tidak apa-apa. Itu kesalahan ibu.

Maafkan ibu karena telah menyebabkan masalah.

Andai ibu adalah So Hee...

Maksudnya, andai menjadi Bu Yoon, ibu akan seperti itu. Ibu paham.

Bagaimana cara membuatnya merasa lebih baik?

Ada ide?

Dia sedang marah saat ini, jadi, tidak akan mendengarkan kita.

Dia bahkan tidak mau menemui kita.

Dia sangat mengerikan saat sedang marah.

Itu lebih buruk daripada bayangan ibu.

Sekarang saatnya bagimu bersikap baik kepadanya.

Tolong jaga Geum Byul.

Baik, Ibu.

Eun Byul membuat situasi ini makin parah. Astaga.

Jangan cemaskan soal pacarnya.

Ibu sudah menemui dia dan bicara dengannya.

Mereka pasti akan putus. - Ibu menemui Han Joo?

Ya.

Ibu bisa membaca watak orang.

Dia bukan tipe orang yang tidak menghormati orang tua.

Katanya, mereka akan putus.

Jadi, fokus saja mencari cara agar ibumu merasa lebih baik.

Hanya itu caranya agar Geum Byul bisa bertahan.

Ini sangat sulit bagiku, Min Ho.

Baiklah. Ayo kita cari caranya.

Kalian bisa pulang sekarang.

Kamu harus membuatkan makan malam untuk mertuamu.

Ibu membuat hidangan pendamping kesukaan So Hee. Bawalah.

Min Ho.

Apa semua tentang Han Joo benar?

Jika ini soal aku dan Min Ho,

aku tidak akan begitu peduli.

Tapi...

Aku tidak bisa menikahimu dan menyakiti keluargaku.

Kenapa kamu berpikir kita akan menyakiti mereka?

Kita bisa melakukan yang terbaik dan meyakinkan orang tua kita.

Ayo kita berusaha sebisa kita.

Aku akan membantumu, Han Joo. - Tidak.

Aku tahu apa yang terjadi antara kamu dan Min Ho.

Kamu mendengarnya dari Min Ho?

Lantas, kamu pasti akan makin membenciku.

Aku juga mendengarnya dari Dae Poong.

Aku tidak mau terlalu terobsesi dengan kebenarannya.

Aku memercayaimu.

Meski Min Ho mengatakan kebenarannya,

aku tidak peduli.

Kenapa kita harus putus karena dia?

Aku tidak mau. - Meski bukan karena Min Ho,

kita pasti tidak akan langgeng.

Kamu berbohong.

Pikirmu, aku akan memercayaimu?

Meski terlihat naif dan lugu,

aku tahu kapan orang berkata jujur.

Kamu bertemu dengan ibuku.

Dia pasti menyuruhmu putus denganku.

Itulah sebabnya kamu melakukan ini.

Ya. Aku bertemu dengan ibumu.

Berkat dia,

aku makin yakin dengan perasaanku.

Keputusanku pasti sama meskipun tanpa dia.

Ini hanya mempercepat prosesnya.

Jujur, aku tidak berniat mengunjungi keluargamu.

Aku tidak yakin apa kita bisa terus saling bertemu.

Aku terpaksa datang karena tidak sengaja menemui ayahmu.

Kamu tidak yakin lagi

karena Min Ho.

Kita sepakat untuk putus jika ada yang sudah tidak mencintai.

Jadi,

kamu tidak menyukaiku lagi?

Aku tidak mau menyakiti keluargaku

dan lebih memilihmu ketimbang mereka.

Aku tidak cukup mencintaimu.

Tatap mataku dan katakan itu lagi.

Aku tidak mau hidupku menjadi makin rumit.

Aku bukan apa-apa bagimu?

Apa aku seremeh itu

sampai kamu memutuskan untuk berpisah dalam sehari?

Aku tidak menganggap remeh dirimu.

Aku pergi karena tidak cukup baik.

Kamu sebaiknya

mencari seseorang yang lebih menyukai

dan memedulikanmu.

Aku tidak perlu bertemu dengan kakakku.

Kita tidak perlu bertemu

dengan kakakku dan Min Ho.

Sejak masih muda, kami tidak mau berurusan lagi setelah menikah.

Aku tidak perlu bertemu dengan mereka.

Ayo kita hidup bahagia bersama.

Hatimu sedingin itu?

Aku tidak bisa melakukan itu.

Aku tidak bisa membayangkan tidak bertemu dengan keluargaku.

Tidak kusangka kamu seperti ini. Aku kecewa.

Han Joo!

Han Joo.

Han Joo!

Han Joo.

"Eun Byul"

Aku warga tertua di desa ini.

Aku memercayai Anda, Pak Kim.

Ya. Ayo kita segera bertemu

dan berdiskusi soal masa depan Korea yang cerah.

Baik, Pak.

Dia akan menominasikanmu?

Tentu saja. Aku sudah berbuat banyak untuknya.

Jagalah sikapmu mulai sekarang.

Saat aku menjadi politikus,

mereka akan mengawasi keluarga, sepupu, dan keluarga besarku.

Kita tidak punya banyak kerabat, jadi, itu bagus.

Suseongjae dan keluarga Choi itu masalah kita satu-satunya.

Semoga ada cara untuk memanfaatkan itu.

Bagaimana caramu melakukan itu? - Kamu harus berpikir.

Kami pulang. - Kami pulang.

Ya. - Ibu, ibuku...

Kenapa kamu pergi ke kamarmu?

Kalian seharusnya pulang lebih awal untuk menemani dia.

Dia telah berbaring seharian. Kini dia makin marah.

Ibunya Geum Byul datang,

tapi Ibu tidak membukakan pintu, jadi, dia harus pergi.

Betapa kejamnya dia. Astaga.

Kenapa wanita begitu memedulikan nama merek? Astaga.

Ayah sudah makan?

Ibuku membuat tumis pollock dan kimchi lobak untuk kita.

Sungguh?

Tadi hanya makan makanan cepat saji, jadi, kini ayah sudah lapar lagi.

Aku akan membuatkan makan malam untuk Ayah.

Boleh.

Penting sekali siapa putri menantu kita.

Ibu.

Putri menantumu luar biasa.

Kamu yang paling beruntung di antara kita semua.

Putri menantuku? - Ibu.

Nanti kutelepon lagi.

Ada apa? - Ibu sudah makan?

Apa kamu bahkan peduli ibu sudah makan atau kelaparan?

Selain itu, pukul berapa sekarang?

Apa yang kamu lakukan selama ini? Kenapa kamu pulang larut?

Ibu tidak membukakan pintu untukku, jadi, aku dan ibuku...

Salah ibumu memberi ibu tas palsu.

Lantas, apa itu salah ibu jika kamu pulang larut?

Apa lagi? Kenapa tidak menyalahkan leluhurmu atas kemiskinanmu?

Astaga. Kamu tidak pernah bertanggung jawab atas apa pun.

Kenapa kamu membahas tas itu lagi?

Kamu mencoba membuat ibu makin naik darah?

Maafkan aku, Ibu. - Ibu.

Kamu juga kenapa?

Kamu seharusnya pulang usai bekerja, bukannya ke rumah mereka.

Memang dia tidak punya kaki atau mobil?

Kamu sopirnya?

Kamu tidak tahu apa-apa selain istrimu.

Maafkan aku, Ibu.

Tapi aku membawakan hidangan kesukaan Ibu,

tumis pollock dan kimchi lobak muda.

Aku akan segera menyiapkannya.

Kenapa kamu pergi? Kamu juga hendak memasak?

Tidak, aku hendak berganti pakaian.

Beristirahatlah.

Kimchi lobak muda?

Astaga, kedengarannya lezat.

Kamu butuh bantuan? - Aku bisa melakukannya sendiri.

Apa ini sudah cukup lezat?

Bagaimana menurutmu?

Lihatlah ini.

Bagaimana kelihatannya? - Astaga, itu rapi sekali.

Astaga, kenapa tidak terpikir olehku?

Kamu akan belajar seiring berjalannya waktu.

Kita tidak punya sup.

Kita butuh sup?

Tidak masalah, ada banyak hidangan pendamping.

Siapkan nasi. - Baiklah.

Hei, kita kehabisan nasi. Bagaimana ini?

Astaga, kamu seharusnya mengecek nasinya lebih dahulu.

Kita punya nasi instan. Kamu bisa menghangatkannya.

Baiklah. Ajak Ibu keluar.

Baiklah.

Ayo makan bersama kami.

Ibu mertuaku juga sangat menyesal.

Dia akan datang dan memohon maaf sampai Ibu merasa lebih baik.

Dia tidak perlu sampai memohon.

Itu tidak akan mengembalikan harga diri ibu.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left