د خپرونې معلومات

Sisters-in-law E069-072 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2017-09-23
ډاونلوډونه: 19
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kudengar kini kamu beripar dengan Min Ho.

Kamu sudah mengetahuinya? - Aku mengetahuinya dari Min Ho.

Tidakkah itu lucu?

Bukan. Bagaimana jika kubilang itu mengerikan?

Takdir memang mengerikan, gigih, dan tidak pernah menyerah.

Kurasa memang sudah takdir kalian berdua beripar.

Kamu memanggilku untuk membicarakan ini?

Hei.

Kalian berdua harus bertarung sekarang juga.

Apa? - Apa?

Kalian kenapa? Kalian sangat senang?

Kenapa? Kamu tidak percaya diri?

Untuk apa aku tidak percaya diri?

Kenapa? Kamu takut?

Bersiap.

Kamu tidak akan pernah menang melawanku.

Kita lihat saja.

Kamu akan mempertaruhkan apa?

Masa laluku.

Bagaimana denganmu?

Aku akan bertaruh

makan siang.

"Hidup Han Joo!"

Serang! - Ya!

"Hidup Han Joo!"

Berhenti!

Merah menang.

"Hidup Han Joo!"

Kamu menyadarinya, bukan?

Jelas, itu hasil yang tidak adil.

Jika kamu kalah, terimalah.

Siapa bilang kamu akan selalu menang?

Kata ayahmu?

Merah menang.

Aku kalah.

Aku tidak membiarkanmu menang.

Aku bertarung dengan segala kekuatanku dan kalah.

Tampaknya, aku tidak bisa lagi kembali ke permainan ini.

Tubuh memang tidak bisa berbohong jika sudah makin tua.

Benar sekali.

Kejar dia.

Mana mungkin dia menerima kekalahannya semudah itu?

Terima kasih atas hiburannya.

Kenapa dia tiba-tiba memanggil kita?

Mana aku tahu?

Jadi, kita berdua tidak tahu,

tapi dia tiba-tiba mengundang kita dan membuat kita bertarung?

Kamu harus mentraktirku makan siang.

Aku tidak akan kabur.

Omong-omong, dia tidak bisa ikut makan siang dengan kita.

Aku sungguh baik-baik saja.

Ayo periksa ke dokter dan beli obat untukmu.

Aku baik-baik saja. Sebaiknya, kita membeli obat untuk Ibu.

Nenek menyuruh ibu membeli tonik restoratif untukmu

karena belakangan ini, kamu sering kelelahan.

Aku hanya membuat kalian semua khawatir setelah menikah.

Kenapa Nenek sangat peduli?

Tentu. Kamu juga harus merawat Nenek lebih baik lagi .

Baiklah. - Ayo.

Tapi aku sungguh baik-baik saja.

Bagaimanapun, kamu harus hamil.

Kabarnya, tonik yang mereka jual sangat manjur.

Baiklah.

Namaku Hwang Eun Byul. - Baiklah, silakan duduk.

Kamu sakit?

Nenek ingin aku meminum tonik

karena aku sangat kelelahan belakangan ini.

Terima kasih.

Neneknya sangat menyayangi dia.

Ayo.

Ibu, ayo kita mendaftar.

Aku Hwang Geum Byul.

Astaga, lihatlah rambutmu.

Berantakan sekali. Kamu membutuhkan penjepit rambut.

Baiklah, Ibu.

Kita mau makan malam dengan apa?

Ada kedai mi dingin yang sangat lezat di depan.

Ayo kita makan mi. - Baiklah.

Nenek juga suka mi.

Nona Hwang Eun Byul, masuklah. - Baiklah.

Ayo.

Untuk apa dia membutuhkan tonik?

Dia sesehat kuda.

Mungkinkah dia mau minum tonik agar bisa hamil?

Tunggu.

Kita akan makan siang di sini?

Nikmati makan siangmu.

Dasar pelit.

Apa maksudmu berkata mempertaruhkan masa lalumu?

Kamu kalah. Kamu tidak berhak bertanya.

Beri tahu aku saja.

Jika ingin tahu, seharusnya kamu menang.

Kalau begitu, ayo bertarung lagi.

Itu bukan apa-apa.

Jika bukan apa-apa, kenapa kamu mempertaruhkannya?

Kamu bertaruh makan siang di kantin ini.

Aku ingin tahu seperti apa makanan kantin universitas.

Kamu pasti merasa bersalah.

Aku tidak mengatakan aku tidak bisa berkuliah karenamu.

Min Ho.

Lihatlah siapa ini. Rupanya kamu, Han Joo.

Sudah lama tidak bertemu, Cheol Soo.

Kalian sedang apa di sini?

Makan bersama, berdua saja?

Kalian sudah berbaikan?

Kami tidak boleh makan bersama?

Ada apa?

Ayahmu menyuruhmu makan bersama Han Joo?

Ikuti saja apa pun kemauan ayahmu.

Kamu ikut taekwondo dan bekerja di perusahaan itu karena dia.

Kali ini, dia menyuruhmu makan bersama Han Joo?

Hentikan. - Choi Han Joo.

Kamu terlalu baik. Bagaimana bisa kamu menelan makananmu?

Bagaimana mungkin kamu dan Min Hoo...

Enyahlah, Bedebah.

Kamu cukup pemarah sekarang.

Hanya karena sudah berdamai dengan musuhmu,

kamu pikir dirimu paling berkuasa?

Astaga, bisakah kamu berhenti menyalak?

Baiklah, aku akan meninggalkan kalian.

Kunyah makanan pelan-pelan agar tidak terkena gangguan pencernaan.

Hei!

Astaga.

Aku sungguh minta maaf. Kenapa nampannya bisa jatuh?

Kamu beruntung karena supnya tidak panas.

Ini sepatu mahal.

Noda Yukgaejang tidak bisa hilang.

Belilah sepatu baru.

Berapa harganya?

Yang benar saja. Ini edisi terbatas.

Apa pikiranku sangat sempit karena tidak menerimanya maafnya?

Kurasa Min Ho sedikit berubah.

Andai ayahnya melakukan hal yang sama kepadaku,

Kurasa aku juga tidak mau menerima permohonan maafnya.

Mertuamu ingin kamu hamil?

Tidak sama sekali.

Mereka berbeda dengan mertuamu.

Mertuaku juga tidak mendesakku.

Aku lupa. Kamu tinggal bersama orang tuamu.

Kenapa aku merasa mual?

Suster.

Ya? Anda merasa tidak nyaman?

Bisa ambilkan ini? Aku merasa mual.

Tentu.

Kamu kenapa? Kamu hamil?

Kamu hamil? Astaga, ini panas.

Aku bertanya apa kamu hamil!

Kamu mengetahui kondisi fisik Eun Byul?

Dia alergi dengan tonik.

Dia biasanya sakit setiap kali meminum tonik.

Aku yakin dokter akan menanganinya.

Mereka juga selalu mengecek kondisi fisik pasien.

Kamu tahu apa makanan kesukaan Eun Byul?

Dia menyukai semuanya, tidak memilih-milih makanan. Kenapa?

Dia menyukai galbi-tang dan cheonggukjang.

Kami jarang makan cheonggukjang.

Kami makan doenjang-jjigae.

Mungkin seleranya berubah sejak dia meninggalkan rumah.

Atau mungkin Geum Byul tidak suka aroma cheonggukjang.

Ibu. - Ibu.

Kamu melakukan akupuntur? - Ya.

Ayo.

Ibu, ayo kita makan enak dalam perjalanan pulang.

Tentu. - Baiklah, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Ibu, kurasa Eun Byul hamil.

Sungguh? - Dia muntah di depanku.

Kamu sudah menanyainya? - Dia tidak menjawab.

Bagaimana jika dia benar-benar hamil?

Hubungi dan tanyakan kepadanya.

Dia tidak akan menjawab telepon ibu.

Bagaimana jika dia benar-benar hamil?

Dia tidak boleh hamil sebelum aku.

Meski dia hamil lebih dahulu, jangan terlalu dipikirkan.

Itu di luar kuasamu.

Tidak.

Siapa yang peduli? Kalian sudah putus hubungan.

Ada apa dengan Ibu?

Kenapa kamu selalu membandingkan dirimu dengan Eun Byul?

Dia tidak pernah seperti itu.

Kapan aku membanding-bandingkan?

Astaga...

Astaga, lihatlah rambutmu. Berantakan sekali.

Kamu membutuhkan penjepit rambut. - Baiklah, Ibu.

Dia benar-benar hamil?

Aku terlalu berharap.

Bibi sungguh tidak akan makan?

Bibi tidak perlu makan untuk merasa kenyang.

Kita harus memperhatikan yang kita inginkan.

Kencan buta kemarin berakhir dalam 10 menit,

tapi seorang pelanggan memilihku.

"Pilih aku, pilih aku, pilih aku"

Kali ini, omong kosong apa lagi itu?

Pelanggan salon bibi? Berapa usianya?

Nanti akan bibi beri tahu sekaligus.

Jika bibi beri tahu sekarang,

Nenek akan mengutuk bibi dan menghancurkan peluang bibi.

Apa pekerjaannya?

Siapa yang peduli tentang usia dan pekerjaannya?

Yang terpenting adalah perasaan.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left