Love Revolution (Yeonaehyeokmyeong / 연애혁명)

Love Revolution (Yeonaehyeokmyeong / 연애혁명)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

연애혁명-Love-Revolution-E08-WEB-DL-iQIYI
د لخوا تبصره ANANG2196

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2020-10-15
ډاونلوډونه: 18
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 155 کرښې.

Kau puas?

Kau sangat lamban.

Bukankah kau tugas piket? Kenapa telat?

Apa? Benar.

Apa yang kau lakukan? Ayo cepat masuk.

Hei.

Apa?

Maaf soal kemarin.

Apa maksudmu?

Kalau begitu, lupakan saja.

Manis sekali. Kenapa kau manis sekali?

Apa maksudmu? Kau membuatku malu. Kemarilah.

- Baiklah. - Ini dia.

Aku ingin foto ini.

Mau jadikan ini latar ponsel kita?

Tentu. Jika menemukan yang seperti ini lagi, mari lakukan.

- Ya? - Baiklah.

[Episode 8, Dosaku Hanyalah Aku Terlalu Mencintaimu]

- Hai. - Hai.

Di mana Ja-rim?

Kurasa dia pergi ke toilet.

Apa yang kau lakukan?

Hei, kurasa kau tidak sebaiknya melihat ponselnya.

Apa? Aku hanya ingin melihat latar ponselnya.

Hei. Apa yang kau lakukan?

Begini...

Apa kau gila? Kenapa kau menyentuh barang orang lain?

Apa? Maafkan aku.

Kupikir kita bisa pasang latar foto yang sama.

Siapa kau, berani mengotak-atik ponselku?

Apa maksudmu "siapa kau"?

Aku pacarmu.

Lantas kenapa kalau pacar?

Jika kita berpacaran, tidak masalah saling melihat ponsel.

Aku bahkan tidak membukanya. Kenapa kau marah...

Omong kosong apa itu?

Jika berpacaran, aku tak punya kehidupan pribadi?

Tentu saja punya,

tapi kau bisa berbagi denganku.

Aku juga tidak yakin apa kita benar-benar berkencan.

Kalau begitu, mari kita putus.

Hei. Ada apa denganmu?

Astaga.

Hei. Sedang apa kau di sini? Bel sudah berbunyi.

Hei. Ada apa dengannya?

Mereka putus.

Apa? Kenapa?

Dari semua kondisi yang dibutuhkan manusia,

kebanyakan bisa dipenuhi dengan banyak usaha.

Di sini, tertulis bahwa desain yang bagus...

Pertama.

Seberapa kompetitif itu? Berapa orang yang akan membelinya?

Itu yang pertama. Terakhir...

[Kau serius? Kau bilang begitu karena marah, 'kan?]

Yang ketiga adalah kreativitas.

Hei, dasar bodoh. Jangan minum terlalu banyak.

Kau akan pusing.

Lepaskan. Itu sebabnya aku meminumnya.

Baru kali ini kulihat orang berusaha mabuk dengan kafeina.

Kau sangat menyebalkan.

Aku berusaha keras untuk mengencaninya.

Dia masih belum membaca pesanmu?

Astaga.

Hei, Bodoh!

Kau akan menunggu pesannya seharian?

Kau bisa menemuinya lebih dahulu.

Kau punya jari, tapi tidak punya kaki, ya?

Tapi aku takut menghadapinya.

Apa?

Apa dia pria sama yang menyanyi di depan seluruh kelas?

Hei. Kenapa kau meremehkan Ju-young?

Jangan khawatir.

Hei. Bicaralah dengannya.

Apa pun yang kau katakan, hadapilah dia dan bicarakan itu.

Baiklah.

Apa salahku?

Hei, Wang Ja-rim.

Kau...

Bukalah KakaoTalk-mu.

Kumohon.

[Kau serius? Kau bilang begitu karena marah, 'kan?]

Hei, kau tidak pulang?

Aku tidak punya tenaga untuk pergi.

Kau membuat keributan karena seorang gadis.

Pergilah lebih dahulu.

Hei, ayo.

Aku tidak mau.

Kubilang, ayo pergi.

- Kembalikan. - Cepatlah.

Hei, Wang Ja.

Sejujurnya, Gong Ju-young

tidak melakukan hal seburuk itu.

Kenapa kau putus dengannya?

Bagaimana denganmu? Bagaimana jika dia memakai identitasmu

dan mencuri peralatan serta uangmu?

- Akan kupukuli dia. - Itu dia.

Bukan begitu.

Itu jika dia benar-benar melakukannya.

Apa Gong Ju-young menyakitimu? Tidak.

Percobaan kejahatan juga kejahatan, 'kan?

Bukankah sudah lazim meminta izin untuk menyentuh barang orang?

Benar.

Apa kau pengacara Gong Ju-young?

Jika ada yang ingin dikatakan, suruh dia lakukan sendiri.

Hobimu memaklumi orang yang melakukan kejahatan?

Jika aku penjahat, kau juga.

Kau pencuri yang mencuri hatiku.

Lihat itu. Kau juga sedang mencurinya.

Kau mau bercanda sekarang?

Maafkan aku.

Astaga.

Kenapa kalian tidak berbaikan?

Kau harus mendengarkan dia mau bilang apa.

Aku tidak mau dengar atau bilang apa pun.

Dia salah.

Kau benar. Gong Ju-yung melakukan kesalahan.

Tapi apa kau menunggunya?

Bagaimanapun, aku tidak peduli.

Ja-rim.

- Setidaknya terimalah ini. - Enyahlah.

Aku sungguh minta maaf.

Aku tidak bermaksud melihat ponselmu.

- Aku mau punya latar ponsel sama... - Hei.

Berhentilah bersikap berlebihan.

Kenapa kau dan aku punya latar ponsel yang sama?

Apa kita sedekat itu?

Kita mungkin bilang kita berpacaran, tapi jujur saja, aku...

Lupakan saja.

Astaga, sial.

Apa katamu?

Tanganku licin.

Kenapa kau sangat terkejut? Aku juga tahu cara mengumpat.

- Apa kau gila? - Tidak, aku waras.

Lupakan saja. Kenapa kau tidak melanjutkan ucapanmu?

Bagaimana perasaanmu saat aku melakukan ini? Kau membencinya?

Kenapa mengencaniku jika membenciku?

Kau beramal?

Itu karena kau...

Astaga. Terima kasih banyak.

Kau begitu murah hati sampai mau mengencani orang rendahan sepertiku.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Maaf mengganggumu.

Dengarkan aku.

Tidak. Kenapa aku harus selalu mendengarkanmu?

Aku juga bisa bicara.

Seseorang bisa membuat kesalahan.

Bukankah itu cara kita saling mengenal?

Kau menyentuh barang orang lain untuk mengenal mereka?

Lupakan saja. Kau pikir hanya kau gadis untukku?

Kau tidak ingat gadis yang menyukaiku?

Begitu rupanya. Kau juga akan mengungkit itu?

Baiklah. Inikah dirimu?

Inikah dirimu yang sebenarnya?

Bagaimana jika benar?

Kau bilang tidak akan berubah, tapi kau cepat berubah.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left