لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun
"Pemirsa diharap bijak"
Pengembang Pasar Seoyoung
akan ditentukan hari ini.
Juga sudah waktunya aku memilih penggantiku.
Jika hari ini dia sukses,
aku akan memberikannya kepada anakku.
Tapi jika dia gagal,
lalu...
Aku mau tanya padamu.
Kamu bilang, jika pemilik toko kerja sama, akan ada masa depan.
Lalu kamu bisa menjelaskan bagaimana keadaan pasar sekarang?
Maksudmu mereka tidak bekerja sama?
Itu... - Yang diperlukan pemilik toko
bukan masa depan yang tidak pasti, tapi keadaan yang jelas.
Semoga kalian tidak kehilangan kesempatan
yang diberikan Mosung. Itu saja.
Lalu aku tidak tahu
kunci ini akan kuberikan kepada siapa.
Sepertinya kita akan tahu
siapa yang akan memilikinya.
Sudah kukatakan dari awal
"Presentasi Terakhir Pembangunan Pasar Seoyoung"
aku tidak bisa menjanjikan keuntungan
atau kompensasi yang layak.
Itu tidak berubah.
Itu karena
memikirkan kompensasi
sama saja menyerah dengan urusan Pasar Seoyoung.
Aku tidak bisa memberikan harga
pada Pasar Seoyoung.
Pasar Seoyoung
adalah kenangan kalian,
kesayangan kalian
dan sejarah kalian.
Akan kupastikan kalian tidak meninggalkan tempat ini
karena tempat ini
adalah hidup kalian.
Yang bisa kita lakkukan sekarang adalah menunggu.
Kita sudah berusaha sebaiknya,
jadi, kita serahkan pada takdir.
Baiklah.
Apa pun takdir kita, semoga akan segera berhasil.
Min Sun Ho sulit dikalahkan.
Dia cukup tangguh.
Tidak apa-apa. Jangan khawatir.
Aku tidak khawatir.
Ini sudah jelas.
Kita akan menang.
Kemarilah. Kami akan umumkan hasilnya.
Benarkah?
Begitu rupanya.
Kita menang!
Kita menang! Ya!
Ini tidak masuk akal.
Sudah jelas ada yang salah.
Proposal kami sempurna.
Pasti ada yang salah.
Aku harus memeriksa hasilnya.
Maksudmu, kami curang?
Proses pengambilan suaranya terbuka dan transparan.
Jika pihak Ibu Han setuju,
kita bisa mengumumkannya.
Kami tidak keberatan.
Silakan, jika kamu ingin memeriksanya.
Jangan membuat dirimu tampak bodoh.
Ayo.
Pasti kamu mengira
akan menang dengan tawaranmu itu.
Tapi sekarang,
kamu pasti belajar kalau uang bukan segalanya.
Ini satu-satunya cara kamu bisa hidup berbeda dari ayahmu.
Kamu tahu
kalau Kang Ji Yoo membantu
Min Sun Ho?
Menurutmu kenapa
dia datang ke rumah kita?
Menurumu, kenapa dia menjadi perawat Ayah?
Ayah tidak mau percaya sama seperti kamu,
tapi pikirkan apa yang terjadi hari ini.
Kamu masih tidak mengerti?
Kang Ji Yoo datang ke rumah kita demi Min Sun Ho.
Kekalahanmu hari ini
adalah usaha mereka berdua.
Buka matamu.
Aku yang akan tetap mendampingimu, bukan dia.
Kang Ji Yoo mungkin ada di pihak Min Sun Ho,
tapi aku ada di pihakmu.
Kang Ji Yoo mungkin masa lalumu,
tapi aku masa kinimu.
Kamu akan menyadari
kalau akulah satu-satunya yang akan ada di sisimu.
Ji Yoo tidak akan kembali kepadamu
karena aku akan mencegahnya.
Pimpinan ingin menemuimu.
Teleponmu berbunyi terus. Kenapa kamu tidak menjawabnya?
Begitu, ya?
Halo? - Ji Yoo.
Aku ingin memberitahumu.
Kami menang hak pembangungan Pasar Seoyoung.
Kami mengalahkan Grup Mosung.
Datanglah ke restoran setelah kamu selesai bekerja.
Semua berkumpul di sini.
Baiklah, aku akan datang.
Sampai bertemu.
Ji Yoo pasti senang.
Ada apa?
Kedengarannya dia kurang senang.
Ya ampun. Itu tidak mungkin.
Mungkin karena dia bekerja.
Makan siang Anda sudah siap.
Gerinda batang tintanya.
Kenapa tidak makan saja dahulu?
Aku tidak berselera.
Ini sebabnya aku tidak boleh mati.
Inilah alasannya.
Aku bahkan tidak bisa mati
atau sakit dengan bebas.
Pak, Kang Woo sudah pulang.
Jangan terlalu memarahinya.
Dia sudah berusaha sebaiknya.
Lawannya terlalu kuat.
Permisi.
Kamu mau ke mana?
Ya, Pak.
Ceritakan kejadian hari ini.
Ayah sudah tahu semuanya.
Kamu yang bertanggung jawab.
Kamu yang ke sana, jadi, kamu harus menceritakannya.
Apa yang kamu lakukan? Berikan laporanmu.
Kita kalah.
Aku berusaha memenangkannya dengan menawarkan uang
dan kita kalah. Ayah puas?
Kurang ajar!
Kenapa kita bisa kehilangan Pasar Seoyoung
dari segalanya?
Pasar Seoyoung!
Ayah bilang apa?
Ayah bilang, kita tidak boleh kalah.
Bukankah Ayah menyuruhmu berbuat apa pun untuk menang?
Jadi, kenapa bisa kalah?
Dasar
pecundang!
Kamu tidak punya potensi.
Ayah pikir, bisa membuatmu menjadi seseorang.
Pecundang menyedihkan.
Baiklah. Aku pecundang.
Semua tindakanku salah.
Semuanya salah.
Tidak ada yang sepayah aku!
Berani sekali kamu berteriak?
Aku menikah
karena Ayah paksa,
lalu bersikap serta bertindak seperti yang Ayah suruh!
Aku tidak bisa membedakan antara yang hidup dan mati.
Aku pasti pecundang besar, bukan? Aku pasti bodoh sekali, bukan?
Kurang ajar.
Pak, sudahlah.
Ambilkan air.
Kamu sebut dirimu anak Yoo Man Ho?
Ayah kuliahkan di tempat terbaik dan sekolah di luar negeri,
tapi kamu tetap tidak bisa memenangkan hak pembangunan?
Jika kamu tidak kompeten,
seharusnya pakai uang atau kekuatan
untuk merebut hak pembangunan itu!
Apa merebut hak pembangunan adalah segalanya?
Haruskah kusewa orang dan mengancam mereka
seperti Ayah?
Kurang ajar.
Kamu masih belum belajar dari kesalahanmu!
Tidak!
Mana bisa kalau Ayah seperti ini?
Katanya, uang menyelesaikan segalanya
dan aku harus melakukan segalanya untuk uang.
Mana bisa aku waras?
Kamu bilang apa?
Akan lebih baik
jika Ayah mengajariku kalau ada yang lebih penting dari uang.
Sekali saja. Sekali saja Ayah bisa bilang
kalau aku lebih penting
dari uang, Ayah!
Kurang ajar.
Kamu baik-baik saja?
Andai saja aku punya anak laki-laki lain,
sudah dari dahulu pasti sudah kusingkirkan.
Singkirkan aku. - Apa?
Singkirkan aku.
Tolong singkirkan aku
dari hidup Ayah! Kumohon, Ayah!
Mulai lagi.
Dia putra satu-satunya, tapi setiap kali ada yang salah,
dia selalu memarahinya seperti itu.
Mana bisa semua berjalan lancar untuknya?
Mereka tidak akur?
Jangan memancingku.
Dia selalu dimarahi karena dia anak simpanannya.
Tapi anaknya bukan tipe yang bisa diandalkan.
Mereka sama saja.
Anak simpanan?
Keluarga ini sangat rumit.
No comments yet. Be the first to leave one.