لومړۍ 200 کرښې.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Nikmati pestanya, Nona.
Mari bicara.
Ikuti aku.
Hei!
Berhenti. Tunggu.
Sialan.
Ayo kita masuk.
- Apa? - Ada apa denganmu?
Kau harus cek suhu badan dahulu.
Baiklah.
- Silakan masuk. - Sialan.
Pak Kim! Sedang apa?
- Apa? - Kau tak boleh ada di sini.
Aku di sini bukan karena mau. Aku datang untuk bertugas.
- Bertugas? - Ya.
Bertugas apa?
MATTEO SPONZA DUTA BESAR ITALIA UNTUK KOREA
Sialan.
Apa-apaan…
EPISODE 3
Kau menggunakan uang pribadimu untuk menghalangi
perobohan gedung secara paksa.
Ini bukan kejahatan, bukan juga kebaikan.
Sebenarnya apa alasanmu?
Kenapa kau lakukan ini? Untuk apa?
Kau pakai jas Booralro berbeda tiap hari.
Aku jadi penasaran apa maumu dengan plaza ini.
Kau tahu Booralro?
Apa ada yang tak tahu?
Dia pembuat jas terkenal di Milan.
Jadi, katakan apa tujuanmu.
Aku jatuh cinta kepada tempat ini.
Kenapa?
Cinta itu buta.
Tentu saja.
Semua orang berlagak tak punya alasan,
tetapi sebenarnya punya.
Aku lebih suka cinta tak beralasan.
Apa ini?
Kau berusaha membuat ini jadi romantis padahal jelas bukan.
Vincenzo.
Cepat turun!
Baik. Aku akan segera turun, Pak Duta Besar.
Ini pesta hebat.
Santai saja.
Kenapa dia tiba-tiba berbisik?
Astaga! Hei!
- Astaga. Lama tak bertemu. - Halo.
Ambillah ini.
Astaga. Ada apa kalian ke sini?
- Ini gratis. Kau bekerja keras. - Minumlah.
Astaga, kau tampak seram.
Teriak, "Ho!"
Makanan itu hal terpenting dalam hidup
Ya.
Apa?
Duta besar Italia?
Kenapa dia ada di situ?
Hei, robohkan saja…
Tahan dahulu.
Hei, Hong Cha-young!
Kau membuatku gila.
Kenapa kau tak lapor bahwa masalahnya separah ini?
Kau tak berpikir?
Bagaimana caramu memperbaiki ini?
Bagaimana jika peneliti itu bicara ke media atau keluarga korban?
Benar!
Peneliti tak akan bisa segera bertindak.
Apa?
- Kenapa kau yakin sekali? - Benar.
Aku sudah delapan tahun menjadi pengacara.
Firasatku tak akan salah.
"Firasat"?
Hei. Aku sudah jadi jaksa selama 20 tahun.
Jangan membahas soal firasat denganku.
- Dia benar. - Kau memang sudah 20 tahun menjadi jaksa,
- tetapi baru mulai menjadi pengacara. - Apa?
Aku jelaskan lagi.
Aku tak melapor bukan karena takut.
Aku bisa selesaikan ini tanpa membuat cemas siapa pun.
Astaga.
Dia memikirkan atasannya sekali. Hebat.
Astaga, dia pengacara berpengalaman selama delapan tahun yang hebat.
- Pak. Ibu Choi. - Dia mulai lagi.
Berikanlah aku kepercayaan, bukan kecaman.
Astaga. Kau menakutkan saat melakukan ini.
Baik. Aku beri kepercayaanku.
Namun, jika terjadi masalah besar, kembalikan kepercayaanku
bersama pengunduran dirimu. Paham?
Terima kasih atas pengertianmu.
Kau tak akan bisa pulang hari ini. Cari daftar keluarga, relasi, teman,
rekan kerja dari Yu Min-chul.
Selain itu…
minta dana pada tim administrasi besok pagi.
Baik.
Untuk apa uang sebanyak ini?
Untuk diberikan
kepada pemberi info keberadaannya.
Ini bukan acara kuis di TV. Kenapa beri mereka uang?
Jika masalah bisa beres dengan uang, maka manfaatkanlah.
Maka tak ada yang terluka, dan semua akan puas.
Kau hebat. Cerdas. Aku menyukainya.
- Kita berhasil! - Ya!
- Aku pamit. - Kita berhasil.
- Jangan, kemarilah. - Pak Hong!
- Pak, ke sini! - Dah.
- Semuanya, di sana. - Ayo.
- Kau tahu… - Ayo lakukan!
- Hidup Plaza! - Plaza!
- Apa saja tak masalah. - Ayo.
- Ayo. - Ayo.
- Astaga. - Ayo.
- Baiklah. - Plaza Geumga!
- Plaza Geumga! - Plaza!
- Kita adalah penyewa! - Benar.
- Kita akan menang! - Menang!
- Geumga! - Geumga, semangat!
- Semangat, Geumga! - Semangat!
- Bagus. - Ya.
- Kemari! - Astaga.
Di sini hangat.
Ini dari kemarin. Belum basi. Cobalah.
- Enak? - Ini tteokbokki .
Sepertinya pesta tadi menghabiskan sepuluh juta won.
Tidak. Pasti 20 atau 30 juta won.
Pak Vincenzo Cassano pakai uang pribadinya untuk itu.
Kemarin kau memanggilnya dengan beragam julukan,
tetapi kini dengan "Pak"?
Astaga, dasar sial.
Awalnya, aku tak percaya dia.
Namun, jika sampai begini demi plaza, sepertinya dia tulus.
Jika punya motif,
- dia tak akan begitu. - Benar.
Katanya dia akan terus berpesta jika mereka tak menyerah.
Bisa-bisa habis 100 juta won!
- Dengar. - Ya?
- Aku tak percaya dia 100 persen. - Namun?
Namun, sekarang aku bisa menganggapnya memihak kita.
- Ya, benar. - Ya.
Belakangan ini, aku dan Vincenzo
sedang berkomunikasi dengan gaya Italia.
Kurasa kau bersembunyi dari dia.
Aku bukan bersembunyi, tetapi itu permainan.
Di Italia, orang yang akrab saling bersembunyi.
Ini permainan Mafia dari Italia.
Jika dia terus bertarung demi kita seperti sekarang,
bisa saja dia penyelamat yang Buddha kirim untuk kita.
Buddha itu Pengasih.
- Amin. - Harusnya bukan "amin."
Aku baru bisa katakan sekarang.
Namun, bukankah pengacara Italia itu sangat tampan?
Kulitnya mulus, dan kolonyenya harum.
- Kau juga menyadarinya, ya? - Ya.
- Memang harum. - Sebenarnya…
bentuk tubuhnya juga bagus.
Bukankah kau tak suka tipe begitu?
Wanita mana yang benci pria begitu?
PENGHANGAT KUIL NANYAK CARA MELAWAN PEROBOHAN
Pesta tak bisa terus menghalangi perobohan.
Harus ada cara lain.
FARMASI BABEL CIRI-CIRI UTAMA OBAT BARU RDU-90
GUGATAN FARMASI BABEL - BERBAHAYA!
Tolong jaga para peneliti dengan lebih ketat lagi, Pak.
Ya. Keluar satu jam pun tak boleh.
Ya. Mohon bantuannya, Pak.
Mustahil.
- Astaga. Ada apa ini? - Pagi.
- Kemari. - Dia sedang apa?
- Dia bukan main. - Astaga.
Keren!
Keren!
- Tidak. - Astaga, mustahil.
Bukankah itu aneh?
Sedang apa dia?
Keren!
- Keren. - Bukan main.
Ini rahasia kehebatannya.
Gelangmu bagus.
Kau tahu apa soal gelang?
Bukankah ini gelang terbaru Blamino yang sedang terkenal?
Kau terlalu banyak tahu.
Apa?
Karena banyak yang kutahu,
akhiri masa magangku, dan buat aku jadi rekanmu.
Kenapa harus begitu?
Agar kita bisa bekerja bersama, menonton bisbol bersama,
juga makan ayam dan bir bersama.
Bukankah itu namanya berpacaran?
Itu malah lebih baik.
Bekerja keras,
dan saling membantu itu mimpi yang jadi kenyataan.
Aku tak berpacaran dengan rekan kerja karena merepotkan dan kekanak-kanakan.
Jadi, berhenti bermimpi.
Baiklah.
- Mana hal yang kuminta? - Ya.
Aku mendapatkannya dari Asosiasi Pengacara Italia.
Dia memang pengacara.
- Riwayat kriminalnya? - Dia bersih.
Dia sangat tampan.
No comments yet. Be the first to leave one.