لومړۍ 67 کرښې.
Hiromi, tolong kemari.
Baik.
Terima kasih banyak. Sampai jumpa!
Shogo, barnya sudah tutup.
Ya.
Hei, kalau diletakkan di situ nanti bisa basah.
Bangunlah.
Eh, ternyata sudah basah.
- Kamu berantakan sekali. - Eh, di situ...
Kenapa? Oh, oke-oke.
- Kita... - Ayo ikuti garis ini.
Haruskah aku menuntunmu?
Oh, tak apa. Kamu mabuk sekali malam ini.
Tunggu dulu.
Apa? Aku tak mabuk.
Mabuk!
Apa yang lucu?
Kenapa kau tertawa?
Hentikan!
Sakit, tahu.
- Jangan bergerak. - Hentikan.
Lucu sekali.
Shogo, kalau ada waktu datanglah ke sini.
Hari ini tak bisa.
- Dia sedang tidur. - Dia jadi kemari?
Kalau dia mau.
Kalian berdua agak... berbeda.
Di mana, ya? Maksudku...
Kalau aku pribadi tak akan membuat kue untuk orang
yang belum tentu datang.
Ini. Selamat ulang tahun!
- Hei. - Ya?
Ini, minta Hiromi menyanyikannya.
Tak apa!
Hiromi!
Satu lagu dong.
Tunggu sebentar, ya.
Oolong High?
Ya.
Hari ini kamu kutraktir.
Ini dia...
Eh, apa nih?
Eh, tunggu. Aku yang nyanyi?
Maafkan aku yang t'lah membuatmu menunggu lama~
Tiba-tiba saja 'ku ada pekerjaan lagi~
Selalu bersama~
itulah yang kau pinta~
Namun, ku tak bisa dan membuatmu sepi.~
Tunggu, Shogo! Tunggu dulu!
Aku akan menerimamu.
Lanjutkanlah saja perjalananmu.
Mengapa engkau ragu?
Jadi,...
apakah aku akan bertemunya lagi?
Dia tidak akan datang.
Dia ditakdirkan mati berulang di dunia yang hidup.
Teruslah engkau berjalan.
Engkau tidak akan tersesat.
Aku ingin terus bersamanya.
Jika begitu, maka ingatan tentang dirinya akan dimusnahkan.
Kalian tak ditakdirkan bersama.
Meski begitu, aku tetap rela.
Lagipula, suatu hari nanti...
mungkin takdir seperti itu bisa diubah.
Maka, pergilah! Dasar makhluk dungu.
Bangkitlah!
Sigma.
No comments yet. Be the first to leave one.