لومړۍ 200 کرښې.
Ibu di sini.
Tadi ibu membawa mantelmu ke penatu.
Begitu, ya. - Apa ini? Ini ada di saku mantelmu.
Aku lupa soal itu.
Aku ingin menanyakan ini kepada Ibu, tapi Sang Cheol mengusik pikiranku.
Bisakah Ibu memeriksanya?
Apa ini?
Itu ada di berkas kasus tabrak lari Bang Wool
yang sedang diselidiki Woo Hyuk.
Apa?
Detailnya tidak dijelaskan. Aku tidak yakin itu Ibu.
Lihatlah.
Aku lupa pelat nomornya.
Tapi itu mobil putih, bukan?
"Na Young Sook, 24D0525"
Benar. Itu pelat nomornya.
Ibu yakin?
Bagaimana Ibu bisa mengingat pelat nomornya?
Ibu meminta nomor khusus dari dealer mobil.
Ibu ingin nomor yang mudah diingat, jadi, ibu memilih nomor itu.
Kita harus bagaimana?
Mereka tidak tahu tentang Ibu, tapi mereka akan segera tahu.
Mereka tidak akan menemukannya dengan mudah, kecuali detektif.
Jika mereka menemukan ibu, ibu punya alibi. Ibu di rumah.
Aku tidak punya alibi!
Mereka akan mengira aku mengemudikan mobil Ibu.
Tenanglah, Chae Rin.
Bagaimana aku bisa tenang?
Sang Cheol terus menekanku tentang kalung itu
dan Woo Hyuk menyelidiki mobilnya.
Kamu harus fokus di saat seperti ini.
Kita tahu tentang kecelakaan itu, jadi, kita mengira akan ketahuan.
Tapi Sang Cheol dan Woo Hyuk tidak akan menduga kita orangnya.
Urus kalung itu dahulu, agar kamu tidak dicurigai.
Itu yang terpenting sekarang.
Aku tidak akan dipenjara, bukan?
Itu tidak akan pernah terjadi.
Ibu tidak akan membiarkan itu terjadi kepadamu.
Sudah dua hari. Kenapa dia belum menelepon?
Cukup untuk hari ini. Kamu harus tidur.
Ibu akan tidur bersamaku malam ini, bukan?
Ya.
Ayah tidak curiga karena Ibu terus tidur di sini?
Ibu bilang kamu sedang sedih karena kehilangan ingatan.
Bagaimana ini? Telepon dari Sang Cheol.
Pasti dia ingin menanyakan soal kalung itu.
Angkatlah.
Tidak mau.
Angkatlah. Jika tidak, dia akan curiga.
Halo?
Maaf meneleponmu semalam ini.
Kamu sudah mencari kalungnya?
Belum.
Aku sedang memulai proyek baru, jadi, aku sibuk.
Aku tahu kamu sibuk, tapi tolong carilah kalung itu.
Itu sangat penting bagi kasus ini.
Kamu kreditur? Kenapa kamu menggangguku semalam ini?
Aku tidak wajib mencarinya untuk kamu.
Aku akan meneleponmu jika sudah menemukannya.
Aku lelah. Sampai jumpa.
Halo? Chae Rin?
Kamu tidak pulang?
Ya, aku harus pulang.
Kamu sudah selesai beres-beres?
Ya, kamu menelepon siapa semalam ini?
Teman, tapi sinyalnya hilang.
Aku hanya bercanda. Kamu tidak perlu menjawabku.
Menyebalkan.
Kenapa kamu sangat sensitif?
Jika kamu seperti itu, dia akan mencurigaimu.
Ini sangat menyebalkan.
Aku berusaha mencarinya, tapi tidak ada di mana-mana.
Di mana aku bisa mendapatkannya? Milikku ada pada Bang Wool.
Apa sebaiknya kubilang hilang seperti kata Ibu?
Jangan.
Karena sudah seperti ini, kita harus menghilangkan kecurigaan.
Walaupun artinya kamu harus membuat tiruannya.
Aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa.
Bisakah kamu membuatkan kalung yang mirip?
Aku bisa membuatkan yang mirip.
Jangan hanya mirip, tapi harus identik.
Ahli perhiasan mungkin bisa membedakan,
tapi orang awam tidak bisa.
Tolong dibuatkan.
Tidak peduli berapa pun harganya. Buatlah seperti yang asli.
Aku sudah meminta pembuat perhiasan untuk membuatkan tiruannya.
Apakah dia bisa?
Dia bilang bisa membuatnya sangat mirip dengan yang asli.
Kita harus mencoba segala yang kita bisa saat ini.
Semoga hasilnya sama.
Aku mengabarkan di internet bahwa aku ingin membeli kalung yang sama.
Bukankah itu terlalu berbahaya?
Bagaimana jika Sang Cheol menelepon? Dia akan tahu kamu yang mencari.
Aku memasang nomor Ibu dan menggunakan nama palsu.
Jadi, beri tahu aku begitu Ibu ditelepon.
Baiklah.
Jangan sampai ada telepon yang terlewat.
Halo.
Ada yang tertarik membeli propertiku?
Apa? Kenapa nomornya tidak sesuai?
Hai, Pengacara Lee.
Berapa banyak orang yang ada di daftar kasus tabrak lari?
Benar, bukan?
Tapi di sini kurang.
Apakah ada yang terlewat?
Baiklah, kirimkan daftarnya kepadaku lewat surel lagi.
Kamu sudah makan siang?
Sudah.
Kurasa aku akan menggunakan ssamjang teri untuk saus daging.
Aku mendapat ide dari semur daging dan teri asin Jeju.
Kedengarannya enak. Kamu sudah menyelesaikan resepnya?
Sebentar lagi. Sedang kukerjakan.
Aku ingin mencicipinya jika sudah selesai.
Baiklah.
Kalung itu...
Kalungnya cantik.
Bolehkah aku mencobanya?
Maaf, ini milik ayahku.
Baiklah, kalau begitu.
Masalahnya akan selesai jika aku memiliki kalung itu.
Tapi bagaimana caranya?
Sampai jumpa. - Terima kasih.
Halo? Ya.
Pakaian musim ini sangat nyaman dan modis.
Penjualannya sangat tinggi.
Ya, modelnya juga beragam. Semua orang bisa memakainya.
Baiklah, sampai jumpa.
Woo Kyung.
Kak Young Mok.
Minumlah ini.
Ini suplemen nutrisi untuk wanita hamil.
Terima kasih banyak.
Orang tuaku pasti menyayangimu jika mereka masih hidup.
Orang bilang ayah mertua menyayangi menantu perempuannya.
Kamu seperti ayah mertua bagiku.
Bolehkah aku meminta hadiah seperti ini lagi darimu?
Tentu saja.
Beri tahu aku jika kamu membutuhkan apa pun.
Baiklah.
Halo.
Ayo lepaskan ini dari jendela.
Ini mengganggu pemandangan.
Biarkan saja.
Bibi Cheon bilang akan memeriksa dan memastikan itu masih terpasang.
Aku tidak mau bertengkar dengannya.
Apa ini?
Pria yang disukai Bibi Cheon menjadi korban tabrak lari.
Jadi, dia memasang itu di jendela.
Maksudmu, pembantu itu?
Ya.
Pria yang dia sukai...
Mungkinkah Eun Jang Ho?
Putrinya pergi ke luar negeri.
Apakah Bibi Cheon mencari pelakunya untuk putri pria itu?
Apa yang terjadi?
Bang Wool, ssamjang teri ini berbeda.
Aku memfokuskan rasanya pada ssamjang bukan teri asinnya.
Begitu, ya.
Bang Wool.
Aku mendapat telepon dari Daecheon.
Apakah itu Pak Choi?
Dia berusaha meneleponmu, tapi kamu tidak menjawab.
Aku meninggalkan ponselku di loker.
Apa katanya?
Dia menemukan saksi mata. Kita harus ke sana sekarang.
Benarkah? - Bang Wool.
Cepatlah ke sana. Jangan khawatirkan keadaan di sini.
Baiklah. - Ayo.
Kuharap saksi itu akan memberi mereka petunjuk penting.
Kamu yakin itu mobil kecil?
Sebenarnya, aku tidak melihat. Aku sedang mengemudi di seberangnya.
Putraku terluka, jadi, aku tidak memperhatikan.
Lalu, siapa yang melihat mobil itu?
Putraku.
Dia biasanya bisa membedakan tipe mobil karena menggemari mobil.
Tapi saat itu sulit karena hujan deras.
Katamu putramu terluka. Bagaimana dia melihat mobil itu?
Dia memandang keluar jendela untuk menahan rasa sakitnya.
Begitulah dia melihat mobil putih itu di jalan.
Dia bilang mobilnya berwarna putih?
Ya.
Sepertinya sama seperti pengakuan saksi sebelumnya.
Kurasa juga begitu.
Aku memasang spanduk dan menyebar selebaran di Daecheon.
Kamu tidak melihatnya?
Lalu, kenapa tidak menelepon?
Putraku saat itu masih kecil, jadi, aku tidak terlalu memikirkan.
Di selebaran tertulis mobil putih dan aku sadar putraku melihatnya.
Aku menanyakan itu kepadanya dan dia masih ingat.
Putramu melihat pengemudinya pria atau wanita?
Dia hanya melihat mobil itu berhenti di jalan.
Entah ini berguna atau tidak.
Ya, ini sangat membantu.
Seseorang melaporkan tentang mobil putih, tapi aku tidak yakin.
Kini aku tahu itu mobil putih kecil.
Jadi, aku bisa mempersempit. Terima kasih banyak.
Kuharap pelakunya segera tertangkap.
Ini imbalan atas informasimu.
Tidak perlu. Gunakan uangnya untuk mencari pelaku.
Detektif Ko. Ini aku, Bang Wool. Bisakah kita berbicara?
No comments yet. Be the first to leave one.