لومړۍ 200 کرښې.
Walau acara ini berdasarkan kejadian nyata...
Beberapa bagian hanya fiksi untuk tujuan dramatis...
Dan bukan mencerminkan orang atau entitas sungguhan.
Baiklah. Kita menangani Madeline Beyer.
Hari ini kita akan melakukan operasi revisi.
Seluruh struktur garis tengah ini terputus dari tulang belakang.
Aku baru memegang ligamennya dan itu mengekspos dura...
Yang mengeluarkan cairan tulang belakang.
Aku melihat lebih banyak tulang di bawah sini.
Seakan dempul dimasukkan begitu saja ke dalam sana.
Apa yang dia lakukan padanya?
Syok hipovolemik Pendarahan dalam operasi
Tindakan mengenai aorta...
Aku memeriksa foto yang kau kirim.
Lalu?
Itu memang dr. Christopher Duntsch.
- Apa kau tahu? - Tahu?
Kau tahu apa yang bisa dia lakukan?
Tidak.
Hal-hal yang menurut laporan berulang kali dia lakukan di sana...
Tidak pernah kulihat di sini.
Dasar berengsek.
Kau membunuh tukang kolamku!
Berengsek!
Ini.
Terima kasih.
- Salah satunya untukku tahun ini? - Aku tahu lebih baik dari itu.
Ini. Tukar denganku.
Kau baik-baik saja?
Ya. Aku juga.
Aku mengerti apa yang mereka katakan.
Mati otak.
Aku tahu apa yang mereka katakan.
Tapi aku sudah melihat wajah itu setiap hari selama 46 tahun.
Seperti itulah dia...
Saat dia tidur.
Kau mau bilang kapan seseorang berhenti menjadi manusia?
Bagaimana dengan kraniotomi?
Apa maksudmu?
Duntsch bilang dia bisa menyelamatkannya dengan kraniotomi.
- Kurasa tidak. - "Kau rasa tidak"?
Aku tahu.
Tapi itu patut dicoba, bukan?
- Tidak. - Kenapa tidak?
Dia sudah melewati titik itu, Earl.
Kau bukan dokternya.
- Aku tahu itu. - Kau datang ke sini, bertanya...
Meminta melihat berkasnya, dan kini kau menolak?
Dorothy dan aku belajar berlayar bersama.
Kami membeli perahu.
Hanya perahu penjelajah sepanjang 24 kaki, awal tahun ini.
- Berlabuh di Danau Texoma. - Di sana indah?
Indah.
Tenang.
Terutama di musim dingin.
Butuh 30 tahun untuk membeli perahu itu.
Kenapa butuh waktu begitu lama untuk membeli perahu itu?
Putraku pernah ada di sini.
Hanya beberapa pintu ke arah sana.
Sembilan tahun lalu, pekan ini.
Dia bertahan sebulan.
Kukira aku...
Kukira aku bisa mengatasi situasinya.
Kukira seseorang melewatkan sesuatu.
Ini pekerjaanku. Seumur hidupku, aku menyelamatkan orang.
Apa pun yang dikatakan orang kepadaku...
Saat mereka berusaha meyakinkanku sebaliknya...
Aku berasumsi...
Berpura-pura...
Ada peluang, berpura-pura aku tidak tahu statistiknya...
Mengutip keajaiban-keajaiban...
Bergantung kepada kasus-kasus itu seakan itu fakta.
Apa pun yang terjadi, dan tak ada jalan lain...
Apa pun keputusanmu...
Kau akan membenci dirimu.
Dan...
Tidak hanya membenci sedikit.
Dia tidak sedang tidur, Earl.
Kau ingin aku mendengarkanmu...
Memercayaimu.
Aku juga memercayainya.
Universitas Negara Bagian Colorado Tahun 1991
Mengerti?
Perhatikan jalan yang panjang. Disiplin.
Kalian bicara omong kosong dari pekan lalu.
Sumpah, kalian akan kehabisan tenaga...
Sampai kalian muntah.
Paham?
Baik, jadi, mereka tegang 90 persen di down pertama...
Mereka berlari melebar berdua.
Jangan tertipu permainan itu. Itu operan palsu.
Penn akan meluncur.
Itu akan mengenai receiver dalam dengan cepat.
- Murid tahun pertama? - Apa?
Kau murid tahun pertama? Kau punya fokus murid tahun pertama.
- Tahun kedua. - Redshirt ?
Mendaftar sendiri.
Aku baru pindah dari Millsaps di Mississippi.
Rekrut yang mendaftar sendiri tak mudah didapat.
Pasti menyebalkan.
Aku selalu memilih jalan sulit.
Chris.
Aku Chris.
- Duntsch. - Betteaux, tapi sulit diucapkan.
- Panggil saja aku Betts. - Berikutnya!
Delapan puluh enam. Beratnya 287 pon.
Tepat sasaran, Martinez. Kerja bagus.
Berikutnya!
Beratnya 198 pon.
- Pelatih, kurasa angka itu salah. - Berikutnya!
Hanya saja, beratku 220 pon di rumah.
Beratmu 198 pon di sini.
Kau berada di kisaran targetmu.
Tak perlu stres karena beberapa pon.
- Berikutnya! - Tidak!
Tidak mungkin.
Ya, tentu saja mungkin. Turun.
Pelatih, kurasa kau harus melakukan kalibrasi ulang.
Kita bisa kalibrasi ulang posisimu di tim ini...
Jika kau tak turun dari timbanganku.
Beratnya 243 pon. Kurang dua pon. Minggu depan harus sudah naik.
Itu berani.
- Omong kosong. - Ayolah. Siapa yang peduli?
Aku yakin beratmu tepat sasaran.
Menurut perhitunganmu, aku gemuk.
Terserah, Bung.
Aku harus menambah berat badan.
Kakakku sangat mengandalkan ini. Ini seperti senjata rahasianya.
Berat Nathan naik 40 pon dalam...
Tunggu. Nathan? Aku punya saudara bernama Nathan.
Yang benar saja.
Jari-jarinya tidak cukup.
Nathan itu genius.
Dia yang paling pintar di keluargaku.
Lalu saudaraku yang lain, Matthew, mahir bermain bola.
Bola apa pun. Taruh di tangannya, dia tak terhentikan.
Mereka tidak kesulitan dengan banyak hal, seperti aku.
Aku harus mengalahkan mereka. Atau itu yang dikatakan ayahku.
Persetan dengan pria itu. Apa pekerjaannya?
Dokter. Atau terapis fisik.
Tapi tak apa-apa, karena kau tahu...
Tidak masalah jika aku kalah dalam pertarungan...
- Karena yang ingin kulakukan... - Karena yang ingin kulakukan...
- Adalah mencapai jarak terjauh. - Adalah mencapai jarak terjauh.
- The Italian Stallion! - Ya!
Sangat klasik!
Aku sebenarnya mengikuti beberapa kelas film.
Kau menonton film untuk nilai?
Benar, 'kan?
Kau sudah memilih jurusan?
Entahlah, aku mempertimbangkan Kimia, Biologi...
Atau bahkan Zoologi Vertebrata.
Itu tak ada.
Itu tak terlihat benar.
Itu tidak penting, aku tidak bisa mengikutinya.
Bentrok dengan latihan pagi. Pelatih akan membunuhku.
- Apa? - Ayolah, Bung.
Jersei kita bagus untuk wanita, pesta, dan semacamnya...
Tapi kita tidak akan menjadi atlet profesional.
Mungkin kau tidak.
Baiklah.
Ayam, brokoli, selai kacang...
Astaga. Kita akan makan semua ini?
Ya. Kita harus mencampurnya dahulu. Tapi...
Aku punya cara yang lebih baik untuk menaikkan berat badan.
Hei, ayo. Kau akan menyukainya. Kemarilah.
- Bersemangatlah, Bung. - Hei, Betts!
Hei, itu dia. Hei, terima kasih banyak!
Selamat datang, Berengsek, lihat dirimu! Mari kita minum.
Hei, apa yang kau lakukan?
Berusaha beruntung! Pakai pelindung!
McCreary! Ya!
Kau pria yang sangat baik, terima kasih banyak.
- Hei! - Ya.
Sampai nanti, ya?
Ya!
Hanya kita, para wanita, menari semalaman.
Hei!
Tidak pernah lulus!
Sullivan!
Hei!
Teman senasibku dan calon kenalanku.
Kemarilah.
Ini narkoba enak, Kawan.
Aku akan pulang.
- Ayolah. - Dua kali sehari besok.
Tapi bersenang-senanglah.
Baylor membiarkan Duntsch mengundurkan diri.
Dia tidak dipecat?
Aku juga bertanya di sini.
Ternyata dia hanya punya hak istimewa sementara.
- Hak itu dicabut? - Katanya itu rahasia.
Kau suka kacang?
Aku benci bagian itu, duduk dengan kerabat seperti itu.
Aku tak pernah terbiasa.
Tak mungkin terbiasa.
Kau hanya bisa tinggal jika itu yang mereka mau.
Menyingkir jika mereka tak mau.
- Terima kasih. - Ya.
Di mana Duntsch?
No comments yet. Be the first to leave one.