د خپرونې معلومات

Bloom Dal Soon E001-010
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

other
په خپور شو: 2017-08-27
ډاونلوډونه: 51
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Episode 1"

Ini terlihat bagus.

Apa berjalan lancar? - Ya.

Teruskanlah. - Baiklah.

Bagaimana kulitnya?

Sangat bagus, Nyonya. - Benarkah?

Bagus.

Pastikan hasilnya bagus. - Baiklah.

Nyonya, undangannya sudah selesai.

Begitu rupanya.

Sudah enam tahun sejak Sepatu Songin buka.

Aku hanyalah ibu rumah tangga sebelum mengambil alih.

Aku berutang itu semua kepadamu, Pak Han.

Nyonya menyanjungku. Aku tidak berbuat banyak.

Jika bukan karenamu,

Songin tidak akan seperti sekarang.

Andai saja aku menunggu Jae Ha hanya karena dia memulai Songin...

Tidak seharusnya aku membahas dia.

Pastikan pesta pendiriannya berjalan lancar.

Semuanya akan siap, Nyonya.

Untuk pesta pendirian?

Benar. Jadi, rasanya harus benar-benar enak.

Jangan khawatir.

Boleh aku bertanya berapa usiamu?

Apa usiamu 22 tahun? 23 tahun?

Usiaku 24 tahun.

Usiamu 24 tahun? Sudah 24 tahun?

Kenapa kamu masih lajang?

Itu kadang terjadi.

Kamu tidak boleh berkata seperti itu.

Kamu memperlakukan orang tuamu dengan tidak baik.

Jika kamu berusia 30 tahun, duda sekalipun...

Bisakah kamu berhenti?

Kamu sebaiknya menjaga ucapanmu.

Memang apa yang telah kukatakan?

Maaf, Nona.

Tidak apa-apa. Dia tidak salah.

Sampai jumpa.

Jae Ha!

Jae Ha, anginnya sangat indah.

Menurutku kamu lebih indah, Song Yeon Hwa!

Jae Ha...

Terima kasih.

Ini akan bisa membantu Jepang

dalam perang besarnya.

Terima kasih.

Apa sebaiknya kupastikan kamu bisa mendapatkan tanda jasa?

Astaga, jangan.

Aku tidak membantu karena mengharapkan imbalan.

Kurasa aku tidak pantas mendapat tanda jasa besar.

Kamu sudah mendengar kabar dari temanmu Jae Ha?

Belum. Dia bahkan tidak menulis surat

sejak pergi enam tahun lalu.

Bagaimana jika

dia tidak pergi ke Jepang, melainkan ke Manchuria atau Shanghai?

Tidak, dia pergi ke Jepang

untuk belajar bisnis.

Begitukah?

Jika itu yang kamu katakan...

Yeon Hwa.

Yeon Hwa!

Jae Ha?

Jae Ha!

Aku tadi memanggilmu. Kamu tidak mendengar?

Yeon Hwa.

Ya. Apa kamu memanggilku berkali-kali?

Aku sedang melamun.

Kamu dari mana?

Benar, aku baru saja bertemu pembeli.

Kamu?

Aku pergi memesan kue beras untuk pesta pendirian.

Benarkah?

Kalau begitu, sudah tidak ada tugas lagi?

Yeon Hwa.

Apa kamu ingin makan bersamaku sebelum pulang?

Aku belum sempat makan siang.

Kalian kembali bersama.

Aku bertemu dengannya di jalan dan makan malam bersama.

Kamu pergi menemui klien, tapi malah makan malam dengannya?

Tidak, Nyonya.

Aku sungguh menemui pembeli dan tidak sengaja bertemu dengannya.

Tidak apa-apa. Apa salahnya pria dan wanita pergi makan bersama?

Itu benar, Ibu. Kami tidak sengaja bertemu.

Sudah ibu bilang tidak apa-apa. Bukan masalah besar.

Kalian pasti lelah. Selamat malam.

Hei, kamu!

Apa kamu tahu sekarang pukul berapa?

Itu... Aku tadi belajar di rumah Young Sook.

Belajar?

Anjing pun akan tertawa.

Kamu tidak pernah belajar, Tae Sook.

Tunggu. Apa kamu memakai riasan?

Dasar kamu...

Lepaskan aku. - Ikut kakak.

Tae Sung.

Bisakah Kakak berhenti? Sakit!

Kamu sungguh membuatku malu.

Kenapa Kakak malu? Apa salahku?

Kalau begitu, kamu bangga dengan dirimu sendiri?

Kakak terlalu memikirkan pendapat nyonya dan Yeon Hwa.

Mereka sudah tahu masa lalu kita.

Maksudmu tentang orang tua kita yang menjadi pelayan?

Memang begitu.

Kakak sudah sering bilang. Ayah bukan pelayan, tapi kepala pelayan.

Itu hanya sebutan mereka, tapi dia masih bekerja untuk mereka.

Dia mengerjakan semua pekerjaan serabutan.

Bisakah kamu berhenti? Kenapa kamu membahas orang tua kita sekarang?

Aku harus buang air kecil. Kandung kemihku harus tahu diri.

Dasar anak nakal.

Selamat menikmati makanannya.

Selamat. - Terima kasih.

Tidak terasa sudah enam tahun.

Terima kasih telah membantu kami sampai sejauh ini.

Tidak kukira kamu berhasil membangun perusahaan sebesar ini.

Pasar sepatu Korea masih kecil,

dan kebanyakan pembeli lebih memilih barang impor.

Karena itulah aku memercayakan dan menyerahkannya kepada Pak Han

yang berkemauan kuat dan gigih.

Aku tidak tahu apa-apa mengenai bisnis.

Aku banyak mendengar tentangmu, bahwa kamu pengusaha yang hebat.

Aku sangat tersanjung. Aku hanya melaksanakan perintah.

Kalian berdua saling menyanjung seperti ibu dan anak.

Benarkah?

Tidakkah akan lebih baik jika dia menjadi menantumu?

Itu...

Itu topik yang sangat sensitif.

Terima kasih. - Selamat menikmati.

Selamat.

Terima kasih. - Selamat menikmati makanannya.

Baiklah. - Kudoakan baik-baik saja.

Semoga usahanya sukses. - Terima kasih, nikmati makanannya.

Impianmu akhirnya terwujud.

Ini impian kita, bukan hanya aku.

Ini adalah perusahaan yang akan kita kelola bersama.

Kenapa kamu memilih membuat sepatu?

Aku mau menciptakan dunia di mana semua orang setara.

Dengan sepatu.

Tuangkan lagi untukku. - Kamu suka araknya?

Ini.

Lihatlah kaki mereka yang melepuh.

Tidak akan seperti itu jika mereka punya sepatu yang lebih baik,

tapi mereka masih menapaki jalanan kasar dengan kaki itu.

Jalan berbatu, jalan berlumpur, dan lereng curam.

Aku akan membuat sepatu nyaman

yang bisa dipakai orang kaya dan orang miskin.

Terlepas dari status mereka,

semua orang yang menjejakkan kaki di atas tanah

harus hidup dalam kenyamanan.

Tidak boleh ada kaki yang terluka atau melepuh.

Yang ini?

Kamu menyukainya?

Itu sepatu pertama yang kubuat untukmu.

Kamu yang membuat ini?

Apa ada orang lain yang tahu kamu menyukai warna biru langit?

Sepatunya cantik sekali. Terima kasih, Jae Ha.

Aku akan memakai ini tiap hari untuk datang kepadamu.

Bagaimana kalau ada yang melihat kita?

Siapa yang peduli?

Aku akan memeluk pria yang kusukai dan tidak peduli orang melihat kita.

Benar. Jika kita saling menyukai,

hal lainnya tidak penting.

Apa aku boleh bahagia seperti ini?

Sebaiknya jangan terharu dahulu. Kita akan lebih bahagia lagi.

Kita berdua.

Kenapa kamu ingin pergi ke Manchuria? Apa maksudmu?

Apa karena kamu mendengar gurumu meninggal di sana?

Ya. Seluruh keluarganya meninggal saat memperjuangkan kemerdekaan

dan aku tidak bisa lagi mengabaikan wasiatnya.

Aku harus mengadakan pemakamannya.

Jae Ha, aku mengerti, tapi kini kamu harus memikirkan Yeon Hwa.

Demi dia...

Demi kita,

tidak bisakah kamu mempertimbangkannya lagi?

Sudah ribuan kali aku memikirkannya.

Aku akan pergi demi Yeon Hwa dan kita semua.

Tapi kalian sudah bertunangan dan tidak lama lagi...

Pergilah, Jae Ha.

Jika kamu telah memutuskannya, aku tidak akan menghentikanmu.

Tapi aku akan ikut denganmu.

Aku akan membantu apa pun yang kamu lakukan.

Tidak, Yeon Hwa. Kamu tidak tahu aku akan ke mana.

Kenapa aku tidak boleh tapi kamu boleh?

Pikirkan ibumu.

Siapa yang akan melindunginya jika kamu pergi?

Apa kamu pikir dia bisa sendirian bila kita pergi?

Lalu bagaimana?

Aku tidak bisa membiarkanmu pergi.

Aku tidak sanggup jauh darimu!

Dengarlah baik-baik.

Aku akan kembali.

Setelah merdeka dari Jepang,

kita akan menikah dan punya anak.

Agar itu bisa terwujud, kamu harus tetap di sini

untuk melindungi ibumu dan Songin.

Kamu mengerti maksudku?

Nyonya.

Kamu dari mana?

Dari Manchuria lewat Shanghai.

TV Novel – Dal Soon’s Spring (꽃 피워라 달순아! / Kkot Piwora Dalsuna!) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for TV Novel – Dal Soon’s Spring (꽃 피워라 달순아! / Kkot Piwora Dalsuna!)

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left