لومړۍ 200 کرښې.
Akademi Wanita St. Lucia.
Disini, setiap siswinya,
memiliki seorang pelayan pribadi, sungguh akademi yang aneh!
Ukuran sekolah ini seluas 1/3 kota Tokyo.
Kendaraan yang digunakan adalah helikopter.
Selain itu, uang sekolahnya adalah 100 juta yen per bulan!
Sekolah ini,
keluarga Hongo,
bahkan Shibata Rihito,
tadinya aku akan melupakan semua itu.
Awalnya begitulah rencanaku.
Tapi,
Aku tidak bisa mengabaikan perasaanku yang sebenarnya.
Ini semua tidak akan berakhir sampai kita menyelesaikannya.
Kau, yang ada di hati Mei.
Mei, yang ada di hatimu.
Apakah kau tak akan memperdulikan apa yang terjadi pada Mei lagi?
Aku takkan menyerahkannya.
Aku takkan menyerahkan Mei padamu!
Kento.
Aku tak bisa kalah...
Aku tak bisa...
Aku juga.
Saya takkan pernah meninggalkanmu lagi.
Ini bukan ide yang baik, Mei-sama...
Tidak apa. Jangan bergerak.
Tapi...
Hal seperti ini...
Tidak apa.
Saya bisa melakukannya sendiri.
Sebagai seorang pelayan, saya tak bisa membiarkan majikan saya melakukan ini.
Bukan begitu.
Ini karena ini adalah kesalahanku.
Ini bukan salahmu.
Ini terjadi karena saya.
Sudah kubilang itu bukan salahmu.
Tidak, saya sudah berlaku bodoh.
Sudah cukup.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Mei!
Apakah kita mengganggu?
Tidak juga.
Tempat ini dipenuhi dengan aura penuh cinta.
Ngomong-ngomong, apa yang kalian inginkan?
Oh ya!
Menurut kami, kita semua harus makan malam bersama.
Semacam perayaan karena kau sudah kembali.
Ya?
Karena kita semua tinggal disini, jadi lebih mudah untuk berkumpul, bukan?
Ah, benar.
Semuanya ada di peringkat Onboro sekarang.
Peringkat Ombra, Mei-sama.
Maaf. Ini semua gara-gara aku.
Itu bukan salahmu.
Itu benar.
Jika aku membiarkanmu menyalahkan diri sendiri,
aku akan merasa malu.
Apa maksudmu?
Apa kau punya P3K?
Aku ingin mengobati Mameshiba.
Apakah lukanya parah?
Ada apa?
Ini aku! Aku!
Mameshiba?!
Benar-benar, kenapa kau buka perbannya?
Ini keterlaluan, Bodoh! Aku bahkan tak bisa bernapas!
Paling tidak kau harus membersihkan lukamu.
Lebih baik aku meludahi lukaku saja!
Apa kau baik-baik saja?
Ya.
Ayo, kau harus mandi dengan cairan disinfektan.
Hah? Apa itu?
Kau pasti bercanda! Aduh!
Bodoh, sakit!
- Ayo kita pergi! - Aduh! Jangan!
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Seharusnya aku langsung menghabisinya waktu itu.
Bagaimana menurutmu?
Rihito-sama.
Dimana Rihito-sama?
Jangan khawatir. Aku akan melakukan apa saja untukmu...
Untukku?
Kau akan segera meninggalkanku, bukan?
Lucia-sama...
Shinobu, buat Shinonome Mei menderita.
Dengan cara apapun.
Baik.
Aku akan membuatnya menyesal,
karena telah membuatku marah.
Apa yang ingin kau katakan?
Aku masih belum berterimakasih padamu.
Aku tak melakukan apa-apa.
Tapi, aku bisa kembali kesini, itu semua karenamu.
Juga, aku...
Aduh! Apa yang kau lakukan?
Kau lengah, Udon Empat Mata.
Kau.
Jangan salah paham.
Aku masih belum menyerah padamu.
Sangat penting menyelesaikan masalah ini dengan kakakku,
lalu membiarkanmu memilihku dengan kemauanmu sendiri.
Mameshiba.
Jadi jangan pasang wajah yang begitu khawatir.
wajah itu membuat perempuan kampungan sepertimu jadi lebih jelek.
Maaf karena aku adalah perempuan kampungan.
Aduh!
Karena kau lengah.
Kau cepat sekali!
Mei!
Mei, cepat kesini!
Ada masalah besar.
Cepat! Cepat!
Diserang?
Sakit...
Saat kami berjalan-jalan di hutan...
Siapa kalian?
Kami berhasil kabur, tapi jika dipikir-pikir lagi...
- Apakah kau tahu kenapa kau diserang? - Tidak.
Kami bahkan tidak tahu siapa mereka atau tujuan mereka.
Bukan hanya itu.
Kalian juga?
Keluargaku menelepon tadi pagi.
Mereka bilang sebuah truk menabrak rumah keluargaku.
Beritahu mereka, Tsukiji.
Ya. Untunglah tak ada yang terluka, tapi tak ada supir di truk itu.
Jelas sekali seseorang menyerang keluarga kami dengan sengaja.
Ini yang terjadi padaku.
Pembelian secara paksa.
Pembelian secara paksa.
Jika terus begini, akan jadi masalah serius.
Paket-paket ini dikirim langsung padaku.
Kulit dan tulang?
- Aku sudah kulit dan tulang. - Apa?
Ya. Kyoko-sama selalu membenci produk diet seumur hidupnya.
Sangat menakutkan, sangat menyebalkan.
Sepertinya keadaan kakekku juga tak terlalu baik.
Ada perselisihan antara grup mafia lagi.
Aku mungkin bisa dikirim kembali ke Hong Kong.
Apa? Tidak!
Aneh sekali. Semua ini terjadi bersamaan.
Semua orang di kelas ini menjadi target.
Satu sosok kuat yang mampu melakukan serangan berskala besar ini.
Jika dipikir-pikir,
hanya ada satu orang.
Wanita Lucia itu, bukan?
Dia mulai mengganggu kalian hanya karena Mei sudah kembali.
Bahkan tanpa barang bukti, sudah jelas pasti dia pelakunya.
Pada akhirnya aku tetap menyebabkan masalah bagi teman-teman.
Ini bukan kesalahan Mei-sama.
Tapi,
- mulai sekarang, Lucia-sama akan... - Sekarang ini,
kau hanya perlu mengkhawatirkan bagaimana menjadi seorang lady yang diakui oleh kakek Kintaro.
Aku sudah berada disini sekian lama, tapi aku baru mempunyai satu stella.
Kau masih punya waktu tiga tahun lagi sebelum kau lulus.
Kami datang untuk menjemputmu, Mei-sama,
untuk menemui Hongo Kintaro-sama.
Apa?
Mei, akhirnya kau datang.
Matamu sama dengan mata Shutaro.
Tak perlu tegang.
Apakah kau membenciku?
Aku tidak membencimu.
Begitu.
Kau adalah perempuan yang lembut, bukan?
Oh, kau sudah datang.
Kenapa kau ada disini?
Aku memintanya datang.
Hari ini, aku meminta kalian berdua datang kesini,
untuk menentukan pewaris keluarga Hongo.
Seorang anak adopsi,
yang sekarang diakui sebagai lady paling sempurna di Akademi Wanita St. Lucia, Shiori-sama.
Putri dari anak satu-satunya Kintaro-sama, Almarhum Shutaro-sama,
yang mempunyai darah keluarga Hongo, Mei-sama.
Sebenarnya aku sudah menentukan.
Orang itu adalah kau...
Shiori.
Pewaris Grup Hongo selanjutnya adalah Shiori.
Mizushima Hiro sebagai Shibata Rihito
Eikura Nana sebagai Shinonome Mei
Sato Takeru sebagai Shibata Kento
Mei-chan no Shitsuji
Episode 9 Jangan Mati, Rihito
Mei-chan no Shitsuji by Islandsubs Indonesian Subtitle Land
Credit Kai200X
Itu akan diumumkan ke partner kita di seluruh dunia,
kandidat final untuk pewaris selanjutnya.
Setelah itu, sebagai pewaris selanjutnya, Shiori-sama,
kau akan menghadiri sebuah acara di Amerika.
Amerika?
Rihito, kau akan menemani Shiori ke Amerika,
dalam tiga hari.
Tidak mungkin.
Mei.
Apakah kau ingin tinggal di sekolah, atau membuang nama Hongo,
kau bisa membuat keputusanmu sendiri.
Tunggu sebentar. Ini terlalu mendadak...
Hanya itu yang ingin kukatakan.
Sepertinya itu adalah keputusan akhir, Mei-san.
Jangan khawatir.
No comments yet. Be the first to leave one.