Reset (Riset / 리셋)

Reset (Riset / 리셋)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Reset E03 480p-HiyeE
د لخوا تبصره leavest
http://idfl.me, orang-gak-penting.blogspot.com

تګونه

480p
480
په خپور شو: 2014-09-16
ډاونلوډونه: 21
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Bagaimana caramu melakukannya?

Melakukan apa?

Kau tahu... membuatku mengaku.

Dadaku terasa sakit dan rasanya aku hampir gila.

Dan aku sangat ingin mengatakan semuanya.

Ini yang disebut pengakuan palsu yang dipaksakan.

Terlebih lagi, itulah kelebihan Jaksa Cha.

Sepertinya kau berhasil mengingat beberapa.

Apa mereka terlihat mirip?

Temperamennya sangat berbeda dengan orang yang ada di mimpiku.

Ini bagian dari ingatan yang kusimpan?

Penyebab kematiannya?

Setelah dipukul, dia terjatuh,

dan ditusuk benda tajam di kepala bagian belakang.

Tidak. Aku tak pernah ingin membunuhnya.

Jo Eun Bi.

Hanya aku satu-satunya yang percaya bahwa kau tidak bersalah.

Kau tidak bersalah.

Baguslah.

Tak ada yang percaya padaku.

Tanpa ada bukti, kenapa kau memasukkan orang tak bersalah dalam daftar pencarian?

Buronan, Kim Man Cheol, menelpon.

Apa katanya?

Dia bilang dia ingin menyerahkan diri.

Siapa kau?

Bagaimana kau bisa tahu lagu ini?

Apa yang kau lakukan?

Keluar!

Keluar! Keluar!

Lagu.

Sebelum membakar diri, Kim Man Cheol menyanyikan sebuah lagu.

Di dunia ini, hanya aku dan pria itu dari 15 tahun lalu

yang tahu lagu itu.

Kalau pria dari 15 tahun yang lalu...

Dia tersangka dalam kasusku.

Ponsel yang dihubungi Kim Man Cheol sebelum membakar diri

telah ditemukan di sini.

Tentu saja dalam keadaan rusak.

Karena dia tidak punya wali, kami harus menjaganya hingga masa persidangan.

Kau tidak punya wali?

Ayah.

Aku punya ayah.

Hanya sementara.

Sampai sidangnya dimulai.

Hanya beberapa hari.

Dan juga, ini permintaan tulus dari jaksa kita.

Permintaan?

Altar kalian telah terabaikan. Diantara kalian, akan ada kematian.

Tulang belulangmu berserakan di mana-mana.

Dia ingin memutilasi mayatku di atas tanda X!

Para pengawalku sudah memeriksanya,

Para pengawalku sudah memeriksanya,

tapi mereka tak menemukan sidik jari atau apapun.

tapi mereka tak menemukan sidik jari atau apapun.

tapi mereka tak menemukan sidik jari atau apapun.

[Yang kuinginkan? Bagaimana kalau tak ada? Kau sudah terima hadiahnya?]

IDFL SUBSCREW

Episode 3 Detik-detik menuju kematian

Tunggu. Tunggu.

Ini benar-benar susah.

Butuh berapa lama?

Entahlah.

Ini harus dibuka dulu.

Ah, begitu!

Itu... dia bilang harus dibuka dulu.

Mana bisa begitu?

Pokoknya kita harus mendapatkan buku rekening rahasia itu.

Mengerti?

Tentu saja.

Tapi Pak Kepala, suasana di sini tidak main-main.

Selain kita, banyak orang yang menginginkannya.

Apa maksudmu? Kita punya surat perintah pengeledahan.

Mereka memang kurang ajar.

Usir mereka keluar.

Itu... saya sudah bilang tadi.

Bilang apa?

Tapi itu... mereka terlalu mendominasi.

Saya tidak bisa mengusir mereka dengan jabatan seperti itu.

Apa? Jabatan?

Sial.

Kalau begitu, suruh berhenti dulu.

Berhenti?

Biar mereka menghubungiku kalau ada masalah.

Aku yang akan menangani mereka.

Jika tak bisa diajak negosiasi

jangan buka brankasnya sama sekali.

Ya. Tentu saja.

Baik, saya mengerti.

Hey, berhenti.

Apa?

Aku bilang berhenti.

Apa yang kau lakukan?

Apa katamu? Kita tak punya banyak waktu.

Kau mau apa?

Mohon tenang. Tenang.

Saya mempunyai surat resmi.

Ini tidak main-main.

Sudah terbuka.

- Terbuka. - Terbuka?

- Tunggu. - Minggir.

Saya mempunyai surat resmi!

Tak ada isinya sama sekali! Kosong!

Apa ini? Yang sini juga tak ada isinya.

Sial!

Ah, dasar?

Pak Kepala, tak ada apapun di dalamnya. Kosong.

Seseorang sudah mengambilnya.

Kukatakan sekali lagi... tetaplah di sini.

Kau mengerti?

Ya, aku mengerti.

Dan jika kau merokok didalam rumah, apa yang kubilang tadi...

Aku akan mati.

Benar.

Kalian semua... tunggu.

Kubilang tunggu.

Apa yang terjadi? Tunggu,

Apa yang terjadi.

Kubilang tunggu.

Apa yang terjadi?

Ini rumah jaksa kami.

Kami dari Divisi Penyidik Internal Kantor Kejaksaan Seoul.

Kenapa Divisi Penyidik Internal di sini?

Tanyakan sendiri padanya.

Apa yang kalian lakukan? Cepat buka.

- Baik. - Tunggu sebentar.

Ya. Kabag Han.

Apa? Rumah jaksa?

Jaksa Cha Woo Jin?

Divisi Penyidik Internal?

Aku tahu... Aku tahu...

Jaksa.

Lalu apa?

Mohon ikut kami.

Tunggu sebentar. Ada apa ini?

Kalian punya surat perintah?

Apa perlu surat perintah!

- Tentu saja! - Jangan khawatir.

Baiklah, ayo jalan.

Jaksa Cha.

l eaves t

Bentuknya tidak seperti buku rekening.

Bentuknya mirip buku tulis biasa.

Cari dengan hati-baik sampai ke semua sudut.

Baik.

Buku rekening?

Buku tulis?

Kepala Departemen Choi. Lama tidak jumpa.

Keluar.

Apa?

Kubilang keluar.

Baiklah.

Aku tak bisa keluar.

Sekarang aku akan membantu penyelidikan tak resmi ini.

Mana bisa aku tak ikut campur?

Baiklah. Membunuh 2 burung dengan 1 batu boleh juga.

Membunuh 2 burung dengan 1 batu?

Oke. Mainkan.

Apa ini? Kenapa dia di sana?

Bukankah kau menyuruhnya ke sana?

Apa?

Kau ini, kenapa kau bicara sembarangan?

Aku mengerti. Kalau bukan, lupakan saja.

Buku rekening rahasia. Di mana kau meletakkannya?

Buku rekening rahasia. Woo Jin memilikinya?

Kudengar kau mengeledah rumahku.

Karena itu... di mana kau meletakkannya?

Entahlah. Apa yang kau bicarakan?

Kau tak memilikinya saat masuk, tapi apa ini?

Aku tak bisa melihat dengan jelas.

Ah, iya.

Buku hutang?

Boleh juga. Masih sempat bercanda dia.

Tapi... benarkah itu?

Woo Jin mengambil buku rekening itu?

Apa maksudmu? Kau menjebak orangmu sendiri.

Tidak mungkin.

Sudah lama kami mengintai buku rekening Tae bersaudara.

Selama pria itu mengaku,

kantor kejaksaan dan elit politik harus menanggalkan seragamnya.

Tentu itu tak masalah bagimu.

Tentu saja begitu.

Tapi kemarin, Woo Jin telah membawa itu.

Dan tetap saja, Gi Tae terbunuh.

Terlebih lagi, dia bersengkongkol dengan Presdir Kim...

Pembunuh putranya, Kim Man Cheol, mendatanginya sebelum membakar diri.

Kenapa?

Menurutmu aneh kalau Divisi Penyidik Internal bergerak dalam situasi seperti itu.

Tidak. Tidak aneh sama sekali.

Tapi, apa pentingnya buku rekening sialan itu?

Benar. Buku rekening seringkali menimbulkan masalah.

Jika orang jahat butuh obat-obatan, kau harus mencatatnya.

Drugs?

Ya.

Drugs.

Kau tak perlu tahu hal semacam itu.

Tapi... bukankah itu sangat penting?

Tentu saja. Itu sangat penting.

Ini terkait dengan kehidupan orang-orang elit.

Ini masalah besar.

Begitu rupanya.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left