لومړۍ 200 کرښې.
Terima kasih untuk para donatur: Buyung Asmara Qondhi, Yadi Laksana, Anon, WDAWISNV
Turun dariku, Hank.
Angkat kaki baumu dari mukaku!
Kau saja yang angkat kakimu dari mukaku!
Sepertinya kalian lagi saling kusut, ya?
Tunggu dulu
Ini salahmu, Gracie.
Yah, lagian...
aku sudah bilang aku tak mau ikut dengan permainan kalian.
Permainan?
Gracie sengaja melakukan itu.
Sampai kami bisa kusut seperti ini.
Kalian semua membiarkan Gracie mengerjai kalian lagi.
Jadi semua ini kau anggap permainan?
Ya, tentu saja.
Kau bilang pada mereka untuk jadi predator ganas dan aku yang jadi mangsanya
Lalu aku punya ide supaya semua jadi lebih menarik dengan putaran manuver baru 12b6-2-
Seperti yang kita perlukan, ide-ide Gracie lagi.
Ini bukan permainan!
Ini adalah simulasi bertahan hidup.
Kalian, kan, bisa melakukannya tanpa aku.
Karena kita adalah kawanan.
Butuh seluruh kawanan, saling bekerja sama, melolong bersama-
Bukan sekarang, bodoh!
Kalian tidak lihat aku menjelaskan sesuatu.
Butuh seluruh kawanan untuk bertahan hidup.
Dan kalau kau sedikit lupa, nona, kau bagian dari kawanan.
Semua hal soal kawanan itu rasanya...
tak ada artinya.
Tak ada artinya?
Kau masih tidak mengerti, Gracie?
Cepat atau lambat, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.
Selalu akan seperti itu.
Tak akan terjadi apa-apa.
Itu tak akan pernah terjadi.
Kita hidup di kebun binatang!
Keluarga dengan anak-anak kecil.
Jangan lewatkan interaksi binatang di gudang merah.
Justru itu!
Kita benar-benar dikepung oleh semua jenis binatang kecil yang berbahaya.
Berbahaya?
Yakin? Aku tidak tahu soal itu.
Jadi apa pun itu bukan bahaya untukmu?
Pegang saja omonganku, nona-tahu-segalanya,
Cepat lambat, sesuatu yang buruk, atau lebih buruk, akan terjadi.
Selalu terjadi.
Minggir.
Aku mau ke toilet dulu, sudah kebelet.
Astaga, Maynard!
Berbahaya?
Yang benar saja.
Kebun Binatang Colepepper sudah mau tutup.
Mohon untuk segera ke pintu keluar.
Semoga kita berjumpa lagi.
Dalam waktu dekat.
Kadal ke burung tukan, ular ke angsa.
- Ayo. - Dia lucu sekali!
Ayo, sayang. Ayo sini.
Ayo, sayang! Kita pulang!
Ibu bilang sudah cukup.
Kita harus pulang.
Ayo!
- Tidak mau! - Aku sudah muak dengan ini.
Ayo pulang.
Kita harus pulang, sayang.
Ibu bisa menggendongmu, Jesse Ron, tapi kau tak akan mau. Cepat lah.
Sesuatu yang buruk, atau lebih buruk, akan terjadi.
Tidak mungkin.
Tak pernah ada sesuatu yang menarik terjadi di sini.
Siaran radionya cukup bagus.
Dan sekarang pesan-pesan dari sponsor kami.
Nenek Abigale ternyata benar.
Itu benar-benar sesuatu yang buruk.
Hampir saja.
Manuver Menghindar 7, Delta 15!
Oh, tidak.
Hai?
Rasakan, kau-!
Apa?
Oh, tidak.
Kapten?
- Cepat kemari! - Suster.
- Satu, dua... - Teruskan!
Bagaimana pernapasanmu?
- Pakai ini... - Bernapas pakai ini.
Oksigen.
Kau masuk sembarangan.
Memangnya siapa dirimu?
Oh tidak, tidak, tidak!
Serigala muda, kau sudah sadar!
Tetap di sana.
Tapak kakimu sangat mematikan...
Tunggu, kenapa kau tidak berada di kandang?
Pertanyaan yang bagus, Nona.
Tapi untuk mengerti, kau harus menonton yang namanya Film Tengah Malam!
Seperti aktor yang ada di film ini, aku, Xavier,
akan tampil dengan cara yang sederhana.
Kadang-kadang batuk yang mengganggu.
Atau mata merah.
Atau ekor yang patah
Manusia, mereka membawaku kemari,
memberiku makan dan meninggalkan aku sendiri di malam hari.
Dan pada saat itu lah, pertunjukannya di mulai.
Film tegang, drama,
komedi,
perampokan.
Dari film-film ini aku sudah mempelajari tehnik membuka kunci.
Kandang tak lagi bisa menahan Xavier!
Benarkah begitu, Xavier?
Kau!
Ya, dan karena dirimu, aku masuk kandang, lagi.
Kau bercanda?
Kau jadi alasan kenapa aku ada di kandang ini.
Kau yang membuat kita terjerat!
Dan kau yang menyerangku!
Menyerang?
Kalau aku memang menyerang...
Lupakan saja
Jadi, Xavier, aku tidak yakin kau bisa membuka kandangku.
Bersiaplah menelan kata-katamu, kucing garang!
Apa yang kau lakukan?
Dia itu singa gunung!
Oh, iya. Karnivora.
Kau hampir membodohi Xavier, Tuan.
Atau mungkin aku terlalu pintar untukmu?
Dia pasti memakan aku kalau bukan karena latihan kawananku.
Tunggu.
Kawananku! Aku harus keluar dari sini.
Aku harus peringatkan kawananku.
Teman tak terduga yang diketemukan.
Xavier, pembuka kunci yang tampan, dan kau...
Oh. Gracie.
Gracie, pengawal yang lemot.
Bersama, mereka menghadapi halangan yang mustahil.
Aku menyukainya.
Maksudmu kau akan membantu aku?
Seekor serigala?
Kenapa tidak?
Dia tak bisa membantumu mengalahkan halangan yang mustahil.
Tapi aku bisa.
Apa alasanmu, Tuan?
Aku dari alam liar.
Aku punya kemampuan untuk bertahan hidup dan untuk melarikan diri.
Juga, kunci kebun binatang ada di sana, dan aku tahu cara menggunakannya.
Bagus!
Kenapa Xavier mau melarikan diri dari kebun binatang?
Kau tidak mau melarikan diri?
Aku punya film tengah malam!
Bagaimana denganmu, serigala?
Aku hanya mau kembali ke kawananku.
Memperingatkan mereka soal monster pod ungu bertangan satu.
Apakah monster pod bertangan satu ini bersinar dengan cahaya menakutkan?
Kau melihatnya juga!
Tentu saja.
Di Film Tengah Malam favoritku.
Horror!
Serigala kurus, aku duga kau baru melihat tahap pertamanya.
Tahap kepompong.
Di dalamnya ada bahaya yang sebenarnya.
Maksudmu...
sesuatu yang lebih buruk?
Benar.
Apapun yang tumbuh di dalamnya selalu lebih buruk.
Tapi tidak pernah sebelum jeda iklan kedua.
Hei, Felix. kau dengar itu?
Aku dengar kau membangunkan aku.
Kurasa ada sesuatu yang tidak baik.
Ya, kau yang berpikir.
Jadi berhentilah sebelum kau melukai dirimu dan biarkan aku tidur.
Serangan mendadak!
Tetap menjauh, kau...
kau...
apapun dirimu!
Kena kau!
Kita butuh rencana.
Aku punya rencana.
Bagus. Apa rencananya?
Setiap monyet untuk dirinya sendiri!
Kenapa manusia bisa melakukannya dengan mudah?
Pengerat.
Capybara, dasar monyet bodoh..
Tahan pintunya!
Dia datang!
Dia mengejarku!
Tidak boleh ada burung unta!
Tidak! Tutup pintunya!
Minggir! Aku saja!
Dia mengejarku!
Awas ekorku!
Tidak!
Tutup pintunya!
Tidak!
Setiap kali!
Makasih.
Makasih banyak.
Sama-sama?
Itu tadi sarkas.
kau dan teman monyet jelekmu berusaha meninggalkan aku di luar!
Dia bukan temanku.
Berteman dengan seekor guinea pig?
No comments yet. Be the first to leave one.